Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 28 : Tersebarnya Sebuah Rumor



Sekarang dia sudah sangat marah padaku, bahkan dia seperti akan membunuhku sekarang juga.


"Aku. Aku akan membunuhnya." Kesabarannya sudah berada di ujung tanduk.


"Tolong jaga kesopanan anda," Kata Lain yang sepertinya juga sudah muak padanya.


"Diam kau setengah binatang, kau tidak seharusnya mengatakan itu padaku."


"Anda yang seharusnya tidak mengatakan itu di kerajaan orang lain, anda tahu itu bisa menyebabkan masalah." Timpa Kazuo yang tidak aku sadari juga berdiri di samping Lain.


"Apa maksudmu?"


"Bukannya anda itu bangsawan kenapa bisa tidak mengerti. Kalau anda berbuat kerusuhan di kerajaan orang lain itu akan membuat retaknya hubungan antar kerajaan dan kamu tahu konsekuensinya."


"Kerajaanmu akan mencabut gelar bangsawan mu karena menyebabkan hubungan antar kerajaan menjadi hancur."


"Cih." Dia mulai melemaskan kepalannya tadi dan kembali duduk.


"Sepertinya anda sudah paham." Jawab Kazuo dengan sedikit senyuman.


"Sekarang apa masih ada yang perlu dibicarakan."


"Tidak ada Yang Mulia. Tapi, saya mohon untuk kembali mempertimbangkannya."


"Akan saya pikirkan kembali."


"Terima kasih Yang Mulia."


Mereka berdua berdiri dan menundukkan kepalanya dengan hormat. tapi anak mereka sama sekali tidak mau menatap mataku.


Apa-apaan itu, aku tambah tidak sudi dia berada disini.


"Huhhh..."


"Anda kenapa Yang Mulia?"


"Aku hanya lelah menghadapi permintaan dari orang-orang itu..... Kazuo, kalau masih ada yang mengirim proposal tolak saja."


"Baik Yang Mulia."


➖➖➖➖➖


Besok paginya aku sedang santai di gazebo bersama kakak dan tunanganku.


"Sepertinya kamu kesulitan beberapa hari ini ya Shin?"


"Mau bagaimana lagi. Begitu banyak orang tidak tahu diri yang tidak terima saat ditolak."


"Apa yang akan kamu lakukan kalau masih ada yang mengirim proposal itu, apa kamu akan menyerahkan kakakmu ini." Goda Dewi Cinta.


"Yang aku lakukan? Tentu saja akan aku tolak."


"Kenapa harus ditolak." Tanya Safira.


"Bagaimana mungkin aku menyerahkan kakakku yang cantik-cantik ini pada mereka."


"Hmm.... Kamu memang adik yang perhatian." Ketiga kakakku tersenyum padaku, itu membuatku jadi memerah.


Walaupun mereka hanya menyamar menjadi kakakku tetapi mereka tetap seorang gadis yang sangat sempurna dimataku, mana mungkin aku akan menyerahkannya.


Ketiga Dewi yang mendengar isi pikiranku hanya tersenyum lagi padaku.


"Ohh. Ka-kak, sebaiknya beberapa hari ini kalian tetap berada di istana saja."


"Memangnya kenapa?" Kak Viola bertanya padaku.


"Aku hanya takut ada yang akan berbuat jahat kepada kalian dan menyebabkan masalah kerajaan."


"Tenang saja Shin. Apa kamu lupa akan kekuatan kakakmu ini." Dengan bangganya Safira mengatakan itu.


"Karena aku tahu kekuatan kalian itu aku menyuruh kalian tetap di istana. kalau nanti ada yang mengganggu kalian aku takut kalian akan menghancurkan kota ini."


"Kamu terlalu berlebihan Shin, kami bisa kok mengontrol kekuatan kami." Kata Dewi Cinta dengan sombongnya.


"Aku bahkan lebih khawatir padamu kak Kaori."


"Kenapa begitu?"


"Kalau kak Viola dan kak Safira aku tahu keahlian mereka tapi kalau kak Kaori."


"Kalau aku apa?"


Kakak pasti sudah tahu kalau kakak ahlinya dalam hal asmara bukan pertempuran jadi aku lebih khawatir padamu kak.


Isi hatiku ternyata didengar oleh Kaori, dia hanya diam seribu bahasa. Viola dan Safira hanya dapat menenangkannya.


Tenang saja kak. Aku bersumpah tidak akan membiarkan siapapun menyentuh kalian selama aku hidup.


Kaori yang mendengar isi pikiranku seketika menatapku sebentar dan tersenyum lembut padaku.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada kak Kaori? Tadi sedih sendiri dan sekarang malah tersenyum lebar." Pertanyaan polos Airi membuatku dan ketiga kakakku tersentak.


"Tidak ada Airi, Perasaan kak Kaori saat ini sedang campur aduk saja." Safira langsung menjawab perkataan Airi dengan panik.


"Ohh. Ba-baiklah." Airi yang kebingungan hanya dapat mengangguk dengan keraguan yang masih tersisa.


Kami berempat hanya menghela nafas lega atas apa yang baru saja terjadi tadi.


Syukurlah dia tidak lagi curiga pada kita.


➖➖➖➖➖


Bangsawan yang kemarin datang ke istanaku masih belum menyerah, dia masih terus mengirim proposal kepadaku dan sesekali dengan sedikit ancamanku.


Seharusnya dia tahu kalau aku tidak akan pernah bisa di ancam seperti itu.


"Anda memanggil saya Yang Mulia?"


"Iya. Aku mau minta tolong."


Saat ini di ruanganku aku sedang berbicara dengan ninja kepercayaanku.


"Minta tolong apa Yang Mulia."


"Bisakah kamu menyelidiki tentang bangsawan yang kemarin datang menemuiku."


"Baiklah Yang Mulia, akan saya selidiki."


"Tapi jangan terlalu memaksakan diri."


"Kalau begitu saya permisi dulu Yang Mulia." Kazumi, kapten agen ninjaku menunduk dengan hormat dan pergi meninggalkan ruangan.


Aku harus mencari tahu apa sebenarnya niat bangsawan itu, kenapa dia selalu memaksa ingin menikahi kakakku.


"Yang Mulia." Komandan kesatriaku datang dengan wajah panik ke keruanganku.


"Ke-kenapa Lain."


"Saya baru mendapat kabar kalau di kota sedang tersebar rumor Yang mulia."


"Rumor? Apa rumornya."


"Rumor mengatakan kalau nona kaori, viola dan safira beserta keenam tunangan Yang Mulia adalah wanita murahan yang sudah tidur dengan banyak pria."


"APAA!?" Sontak aku lansung berdiri karena kaget.


Siapa yang menyebarkan rumor itu? Apa jangan-jangan ulah bangsawan itu. Apa yang dia inginkan dari rumor ini.


"Siapa yang menyebarkan berita itu?"


"Ka-kami belum menemukan orangnya tapi kami telah mendapatkan ciri-ciri pelakunya."


"Ciri-ciri? Apa itu?"


"Dia menggunakan ikat kepala merah dan juga kalung emas bergambar matahari Yang Mulia."


Itu terlalu umum, aku juga tidak tahu seperti apa kalungnya. jadinya aku tidak bisa mencarinya menggunakan petaku.


"Sial. Apa yang harus aku lakukan sekarang." Kupukul meja karena kesal, itu membuat Lain juga terkejut.


"Saya tidak apa-apa. Lain, Kumpulkan ksatria di halaman pelatihan sekarang."


"Ba-baiklah Yang Mulia." Lain berdiri dan memberi hormat padaku setelah itu menghilang di balik pintu.


Sekarang aku hanya terduduk sambil menghela nafas berat memikirkan pelakunya.


Apa-apaan itu coba. apa dia tidak tahu sedang berurusan dengan siapa.


Ternyata suaraku memukul meja tadi terdengar sampai keluar, Jadinya semua tunangan dan kakakku datang menghampiriku.


"Shin." Kata semua tunanganku saat membuka pintu.


"Ka-kalian."


"Apa yang terjadi tadi? Kenapa aku mendengar suara orang marah-marah." Miku yang mewakili semua orang bertanya.


"T-tidak ada. Kalian tenang saja." Aku hanya mencoba memalingkan wajahku dari mereka.


"Shin. Kamu tahu kalau kamu tidak bisa berbohong di depanku kan." Miku yang melihat aura ku langsung mematahkan kebohonganku dengan tatapan introgasi.


"Katakan pada kami Shin. Apa yang terjadi padamu sebanarnya." Rin langsung menambah keragu-raguanku untuk menjawab.


"Shin."


"Sebelum itu aku minta kepada kalian berenam dan ketiga kakakku tidak keluar istana untuk sementara waktu."


"Kenapa?"


"T-tadi Lain melapor padaku soal."


"Soal apa?"


"Katanya di kerajaan sekarang tersebar rumor yang mengatakan kalau tunangan dan kakakku adalah wanita simpanan."


"Hah... Ti-tidak mungkin." Airi dan Hana terkejut tidak percaya.


"Kenapa hal itu terjadi?"


"Aku juga tidak tahu, tapi ini sepertinya ulah bangsawan yang selalu mengantarkan proposal pernikahan padaku."


"Dia pelakunya."


"Mungkin. Tapi tenang saja, aku akan mencari pelakunya sampai ketemu."


Semua orang hanya terdiam atas pernyataanku, kakakku juga hanya diam saja walaupun sepertinya mereka bertiga bisa mencarinya dengan mudah.


Ini adalah tanggung jawabku sebagai raja Kerajaan Glory.


"Kalian semua tetap di istana, aku akan segera kembali."


Setelah pamit dengan mereka semua aku langsung menuju ke halaman kerajaan karena Ksatria yang di tugaskan mencari pelakunya sedang berkumpul disana.


"Maaf membuat kalian datang kesini."


"Tidak masalah Yang Mulia." Sorak ksatria.


"Saya mengumpulkan kalian kesini untuk mencari orang yang berani menyebarkan rumor di kerajaanku."


"Kalian akan di bagi dalam dua kelompok. Satu untuk mencari di ibukota dan yang lain telusuri seluruh kerajaan."


"Mahon atas bantuannya." Aku sedikit menundukkan kepala kepada mereka.


"Yang mulia tidak usah menundukkan kepala seperti itu, itu sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu Yang Mulia, benarkan kalian semua."


"Iya."


"Itu benar."


"Tidak usah khawatir Yang Mulia."


Sorak-sorakan semangat mereka semua bergema di lapangan itu.


"Kalau begitu menyebar. Silakan menuju kelompok masing-masing dan ikuti wakil komandan Nikola dan Norn." Perintah Lain langsung ditanggapi oleh ksatria, mereka mulai menyebar melaksanakan tugasnya masing-masing.


➖➖➖➖➖


"Apa kamu mendengar rumor itu."


"Iya. Tapi aku sama sekali tidak mempercayainya."


"Aku juga. Sepertinya yang menyebarkan rumor itu sudah bosan hidup."


"Dia mencari mati dengan menantang kerajaan."


"Kau benar."


Rumor mulai tersebar ke seluruh kerajaan, semua penduduk sudah mendengarnya tapi sepertinya tidak ada yang mempercayainya. Para penduduk sudah mengenal seperti apa kakak dan tunangannya raja mereka.


Tapi tidak semua yang tidak percaya, yang masih baru disini langsung mempercayainya bahkan membantu menyebarkannya, namun mulut mereka langsung terdiam saat di hentikan oleh penduduk untuk menyebarkan rumor itu.


"Hei. Itu kan Yang Mulia."


"Mana.... Apa yang dilakukan Yang Mulia disini."


"Apa Yang Mulia sudah mendengar rumor itu."


"Sepertinya begitu. Lihat saja deretan ksatria yang berjalan di belakangnya itu."


"Itu bukannya terlalu banyak ya. Apa Yang Mulia sangat marah oleh rumor yang tersebar itu."


"Pasti Yang Mulia sangat marah, Itu kan menyangkut kakak dan tunangannya."


"Kau ada benarnya juga."


Semua mata penduduk dan pendatang langsung tertuju padaku yang membawa beberapa ribu ksatria di belakangku.


Saat tiba di pusat ibukota kerajaan. Mata penduduk masih menatapku bahkan banyak orang dewasa dan anak-anak yang mulai berkumpul di sekelilingku untuk memperhatikanku.


"Kalian semua mulai menyebar dari sini, telusuri setiap jalan di ibukota."


"Baik komandan Lain."


Semua ksatria mulai menyebar saat perintah telah diturunkan untuk mereka.


Saatnya giliranku.


Ku luruskan tangaku ke depan dan merapalkan mantra pemanggilan. Seketika muncul di depanku lima makhluk panggilan.


"Wahhh.... Hydra, harimau putih, burung api, naga, kura-kura. tidak salah lagi itu kaisar dan empat raja surgawi."


"Ternyata raja Glory benar-benar memiliki kaisar dan empat raja sugawi."


"Apa yang mulia ingin mencari penyebar rumor itu."


"Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada pelakunya."


Semua penduduk yang melihatku cuma bisa berbicara di antara mereka sendiri saat menatap lima hewan panggilan itu.


"Ada apa tuanku." Tanya Haku.


"Aku minta kalian berlima untuk memanggil setiap bawahan kalian dan bantu mencari pelaku yang menyebarkan rumor buruk tentang kakak dan tunanganku."


"Baiklah Yang Mulia, kami akan mencarinya."


"Terima kasih."


...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Salam hangat dari My Glory...