
Situasi dunia mulai kembali seperti dulu. Failer yang dulu menyerang dengan jumlah besar saat ini mulai bermunculan kembali.
Terakhir kali mereka menyerang itu saat serangan Kerajaan Roadmare.
Jumlahnya memang tidak sebanyak saat serangan Slave, tapi jumlah mereka masihlah ribuan.
Para Raja yang mendapatkan situasi seperti itu langsung menghubungi Shin dengan perantara Guild. Pasukan Frame Rescue juga langsung dikirim kesana guna membantu ksatria melawan Failer.
Tidak ada kerusakan yang serius, semua warga telah diungsikan ke tempat aman oleh petualang. Walaupun sihir tidak berpengaruh terhadap Failer, mereka masih dapat membantu untuk menghalau Failer dari pemukiman.
Saat ini. Di Glory sedang ada sebuah pertemuan dari para anggota WPL. Semua Raja beserta komandan ksatrianya berkumpul di gedung pertemuan.
Kerajaan Lestin, Kerajaan Colder, Kerajaan Holter, Kerajaan Allent, Kerajaan Roadmare dan Kerajaan Freedom juga memutuskan untuk bergabung dengan aliansi.
"Selamat. Banyak yang telah terjadi, tapi semoga kedepannya kita bisa membuat dunia yang damai." Kata pembuka ku di dalam rapat.
"Terima kasih." Jawab serentak Raja anggota baru aliansi.
Kamipun merayakan ini dengan minum. Ya, walaupun sebenarnya aku tidak ikut minum sih. Di dunia ini umurku ini sudah di anggap dewasa untuk ikut minum, tapi aku tetap menolak untuk ikut minum.
Setelah pesta penyambutan kecil, kamipun mulai masuk topik yang akan dibahas.
"Failer mulai menyerang kembali, walaupun tidak banyak, tapi itu masih tetap sulit untuk dikalahkan." Kata Raja Orphen.
Beberapa hari yang lalu, Orphen mendapat serangan mendadak dari Failer di barat laut ibukota mereka.
Walaupun itu serangan mendadak tapi tidak ada korban, untungnya petualang peringkat perunggu dan perak berada di sana dan dapat menahan Failer sambil menunggu bantuan.
Tapi itu masih tetap meninggalkan kerusakan serius pada bangunan yang terkena dampaknya.
Sepertinya aku harus mencari jalan keluar masalah ini.
"Kerajaanku juga diserang, tapi jumlahnya masih bisa di atasi oleh ksatria kami." Sambung Raja baru Lestin.
"Memang benar jumlahnya sedikit, tapi kemunculan mereka tidak dapat diduga." Tambah Raja Strom.
"Melihat kemunculan mereka yang mendadak, bisa saja suatu saat nanti mereka muncul tepat di halaman istana Kerajaan kita kan?" Raja Halman mengeluarkan isi pikirannya dengan sangat tenang.
Mendengar itu membuat para Raja sedikit ketakutan. Mereka sama sekali tidak mau membayangkan hal itu terjadi di wilayah mereka.
"Itu pemikiran yang cukup mengerikan." Kataku sambil tersenyum canggung ke arah Raja Halman.
"Oh, benarkah!? Maaf." Jawab Raja Halman dengan wajah tidak berdosa.
"Tapi walaupun itu terjadi, bukannya kita hanya perlu sedikit mengulur waktu sebelum bantuan dari Raja Glory datang?"
Perkataan Raja Freedom dapat dibenarkan, tapi itu bukanlah pilihan terbaik. Menunggu bantuan datang hanya akan memperburuk keadaan.
Ksatria yang bisa menggunakan Frame Rescue tidak terlalu banyak, dan mereka juga memiliki tugas lain sebagai ksatria. Tidak akan tepat waktu untuk menunggu Frame Rescue datang ataupun pilotnya datang saat Failer menyerang.
"Menurutku itu hanya akan merugikan kita. Memang benar bantuan dari Raja Glory bisa datang dengan cepat, tapi menghubunginya melalui Guild itu yang memakan waktu." Balas Raja Elchea.
"Itu ada benarnya juga." Jawab serentak Raja lainnya sambil menganggukkan kepala mereka.
"Dan juga ksatria kita pasti memiliki tugas lain selain mengemudikan Frame Rescue kan?"
"Itu benar Raja Elchea. Akan sulit memerintahkan mereka berkumpul di saat mereka sedang menjalankan misi lain."
Pendapat Raja Elchea ternyata mendapat persetujuan dari Kaisar Gardio dan itu juga membuka pikiran Raja lainnya mengenai masalah ini.
"Saya masih belum terlalu mengerti dengan masalah ini, tapi sepertinya kita akan kesulitan ya." Androlis, Ratu baru Roadmare memberikan tanggapan ragu-ragu.
Kerajaan Roadmare yang dulu dipimpin oleh orang yang sangat kejam sekarang telah diganti melalui kesepakatan bersama.
Dengan diturukannya Raja awal mereka, maka naiklah Androlis sebagai Ratu baru mereka. Sejak naiknya Ratu baru, Kerajaan mulai memperbaiki sistem dan menangani setiap masalah dengan baik.
Rakyat juga senang dengan Ratu baru mereka, tidak hanya baik, Ratu mereka juga menganggap semua orang di Kerajaannya itu merupakan keluarga yang layak untuk dilingdungi.
"Kita memang akan kesulitan kalau tidak menemukan jalan keluarnya."
Disaat semua orang sedang berdiskusi. Raja Allent memandangi Raja Colder dan Raja Holter yang terlihat melamun.
"Apa yang kalian lamunkan?"
"Ahh. Kami hanya kagum melihat kerja sama antara Kerajaan-kerajaan disini." Jawab Raja Holter.
"Itu sudah pasti. Ini demi kelangsungan hidup kita. Kita sama-sama Raja baru, jadi mari kita bekerja sama dengan Kerajaan lain."
"Seluruh Raja yang berada disini sudah pernah melihat seperti apa Failer yang kita hadapi. Apa ada yang bisa memberikan usulan?"
Pertanyaan dari Kaisar Gardio mendapat perhatian dari semua orang di ruangan itu. Semuanya mulai berpikir untuk mencari jalan keluar.
Aku yang saat ini hanya sebagai penonton juga ikut berpikir, walaupun aku sebenarnya sudah memikirkan beberapa cara memecahkan masalah yang ada.
Ditengah-tengah keheningan, Raja Strom mengangkat tangannya.
"Untuk masalah ksatria, bagaimana kalau kita buat saja pasukan khusus yang hanya akan bertugas bila Failer muncul. Tanpa adanya misi lain, mereka akan dapat segera berkumpul disaat situasi darurat."
Dia memikirkan apa yang aku pikirkan.
"Hmm. Itu ide bagus." Jawab Raja Halman sambil mengelus dagunya.
"Kita juga bisa memerintahkan mereka untuk membantu petualang dalam menghadapi Failer tingkat rendah."
"Hmm. Bagaimana menurutmu Shin?"
"Menurutku itu ide yang bagus. Menilai dari waktu, itu akan mempersingkat waktu kita dalam mengumpulkan pasukan."
Semua orang tersenyum saat mendengar jawaban dariku. Mereka pasti menunggu persetujuan Shin selaku pemimpin dan orang yang mempunyai hak atas Frame Rescue.
"Persetujuan telah didapatkan, jadi sekarang kita akan menentukan jumlah anggota yang akan tergabung kedalamnya."
"Jumlah ya? Berapa jumlah yang Raja Glory sarankan, mengingat Frame Rescue adalah milik Glory jadi hanya Raja Glory yang bisa menentukan jumlah anggotanya."
Saran Raja Elchea mematik mata semua orang ke arahku.
"Jumlah ya?"
Berapa yang harus dibentuk ya. Kita memerlukan banyak, tapi kalau terlalu banyak akan sulit juga mengaturnya nanti.
"Mungkin sekitar enam puluh orang."
"Enam puluh ya." Balas Raja Lestin sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.
"Anggota aliansi berjumlah dua belas Kerajaan. Berarti akan ada sekitar tujuh ratus dua puluh pasukan ya." Gumam Raja Freedom.
"Apa itu tidak terlalu banyak, biasanya hanya dua puluh per Kerajaan." Tanya Raja Orphen.
Hmm. iya sih. Biasanya jatah untuk anggota aliansi hanya dua puluh. Tapi saat penyerangan Slave, aliansi mendapatkan jatah tujuh puluh lima per Kerajaan. Jadi itu bukan masalah benar.
"Itu tidak terlalu masalah." Jawabku.
Ya, sekarang ada Dokter, jadi pekerjaan bisa jauh lebih cepat dan Frame Rescue juga bisa kita modifikasi.
"Baiklah kalau Raja Glory memang menyetujuinya." Kata Kaisar Gardio.
Setelah memikirkannya baik-baik, aku berdiri dari kursi dan menatap semua anggota.
"Ya seperti itu. Pilihlah ksatria terbaik kalian yang akan dimasukkan. Bagi Kerajaan yang baru bergabung, setelah ini aku akan mengirimkan simulasi Frame Rescue. Pakailah itu untuk melatih ksatria dan pilihlah anggota secepatnya."
"Baiklah. Serahkan kepada kami." Jawab serentak semua anggota yang ada diruangan itu.
"Masalah anggota sepertinya sudah teratasi. Masalah waktu menghubungi yang saat ini kita perlu pikirkan." Raja Allent memberikan masalah baru yang baru saja dia pikirkan.
"Ya memang benar. Ini juga termasuk masalah juga." Ratu Roadmare menyutujui perkataan Raja Allent.
Topik baru ya.
"Kalau masalah ini tenang saja, aku sudah memikirkan dan aku juga sudah mendapatkan jalan keluarnya."
Perkataanku yang sedikit percaya diri ternyata tidak berhasil mengejutkan mereka. Mereka sepertinya sudah tidak kaget lagi dengan apa yang bisa aku lakukan.
"Ya biarlah. Masalah ini akan terselesaikan dengan ini." Kataku sambil mengeluarkan smartphone duplikat dari [Storage]
"Ini kan benda suci yang kamu miliki itu." Ujar heran Kaisar Gardio.
Benda suci. Apa-apaan itu. Yang benda suci itu, yang dibawahmu itu pak tua.
"Ini namanya smartphone. Dengan ini kita bis_"
Kalimatku terhenti saat melihat semua orang hanya diam saat aku mengatakan namanya. Mungkin karena masih kagum atau karena mereka sedikit kesulitan menyebutkan nama yang blibet itu.
"Biar aku bagikan dulu, baru aku ajari cara pakainya." Gumamku.