Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 47 : Kecemasan Yang Melanda Kerajaan



Sudah dua bulan semenjak kejadian invasi Failer terjadi, situasi dunia juga sudah mulai agak tenang.


Namun sekarang justru yang menjadi masalah adalah pendapat dari seluruh penduduk dunia, mereka sekarang ini bisa dikatakan terbagi menjadi dua kubu, yang mendukung Glory karena telah berhasil menyelamatkan Slave dari kehancuran, dan yang menentang sambil terus mengatakan kalau ini adalah tipu muslihat dari Raja Glory.


Yang tidak percaya dengan pertolongan Raja Glory mulai menyebarkan rumor buruk tentang kelicikan Raja Glory, namun itu semua bisa di tangkis ataupun dibantah oleh kubu yang percaya dengan apa yang di lakukan Raja Glory.


Situasi Kekaisaran Slave yang hancur akibat serangan Failer juga lumayan buruk, ibukota Shenghai hancur tidak bersisa dan sebagian tempat juga hancur.


Banyak penduduk Slave yang mulai pergi meninggalkan Slave untuk mencari tempat tinggal yang baru, namun masih banyak yang memilih tinggal disana karena mereka percaya tanah mereka suatu saat nanti pasti kembali subur.


Tapi tidak semua yang pindah ke Kerajaan lain itu dapat di terima, karena kebanyakan dari mereka adalah orang yang dulu memiliki budak, jadinya mereka tidak paham dengan yang namanya pekerjaan, dan pada akhirnya mereka memilih untuk menjadi pencuri, perampok dan lain sebagainya.


Dan yang memilih tinggal itu kebanyakan adalah para budak yang berterima kasih atas pertolongan Raja Glory dan percaya kalau Raja Glory itu adalah penolong utusan Dewa.


➖➖➖➖➖


Di tengah situasi Kekaisaran yang terpecah-belah karena perbedaan pendapat, situasi itu sekarang juga menimpa Kerajaan di kawasan benua barat.


Perbedaan pendapat yang terjadi disini sedikit berbeda dari kasus Kekaisaran, karena ini menyangkut dengan keselamatan sang revolusioner dunia.


"Apa Shin akan baik-baik saja, dokter?"


"Ma-maaf Yang Mulia Ratu, saya sudah berusaha semaksimal mungkin, bahkan saya sudah menghubungi dokter-dokter terhebat di dunia, tapi hasilnya tetap sama."


"Ti-tidak mungkin."


Di dalam kamar tidur Raja Glory saat ini sedang berkumpul para tunangannya, dengan wajah cemas dan gelisah mereka selalu menunggu apa yang belum pasti. Bahkan tidak hanya mereka saja, para ayah mereka juga sudah berada di Glory selama beberapa hari terakhir ini.


Para Raja selalu singgah ke Glory secara bergantian setiap hari hanya untuk melihat keadaan dari pemimpin aliansi itu. Mereka semua bisa berpindah ke Glory dengan cepat karena ada campur tangan Liora, dia berhasil menganalisis dan menciptakan gerbang yang bisa di masuki oleh orang lain.


"Miku. Apa Shin akan baik-baik saja?"


Mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Hana membuat Miku hanya dapat diam tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Kenapa ini bisa terjadi?"


Merasa mendapat jawaban yang tidak sesuai dengan pikirannya membuat Hana sedikit marah.


Tidak ada yang mau membuka mulutnya. Semua orang yang berada disana hanya dapat berdoa atas keselamatan Shin.


Para kakaknya Shin juga sudah memeriksanya dan mengatakan kalau masalah ini hanya Shin seorang saja yang bisa melawan apa yang menghambat dirinya.


Pada awalnya semua orang tidak mengerti sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya Shin, tapi sekarang mereka hanya dapat berdoa supaya Shin bisa melawan seperti yang di katakan kakaknya.


➖➖➖➖➖


"Apa kamu sudah mendengar kabar kalau Yang Mulia masih belum sadar sampai sekarang?"


"Ya. Aku sudah mendengarnya."


"Kasihan sekali ya, padahal dia adalah pemimpin yang luar biasa."


"Kamu benar."


"Sekarang kita hanya dapat berdoa semoga Yang Mulia cepat sem_"


"Itu semua hanya tipu muslihatnya saja, dia sendiri yang menghancurkan Kekaisaran dan sekarang dia malah berpura-pura sakit. Omong kosong macam apa ini coba."


Saat mendengar sebuah suara, kedua wanita yang sedang mengobrol sambil berbelanja itu langsung menoleh. Yang mereka lihat adalah seorang pria gemuk berusia sekitar empat puluhan, dengan memakai gelang emas di tangan kirinya dan kalung emas di lehernya. Tidak lupa juga dia memakai baju yang bisa di katakan lumayan mahal.


Sambil terus menatap tajam kepada kedua wanita itu, prilakunya menandakan kalau dia sama sekali tidak takut dengan situasi dan Kerajaan tempat dia berada sekarang.


"Permisi. Apa maksudmu tadi?"


"Hah. Raja kalian sendiri yang telah menghancurkan Kekaisaran, dan sekarang dia berusaha mengelak dengan alasan sakit. Hahahaha, dasar orang brensek." Katanya sambil menyilangkan tangannya dengan cucuran keringat di seluruh tubuhnya.


"Tuan. Tolong jaga omongan anda!"


Seorang penduduk datang menghampiri keributan yang di buat pria gemuk itu. Dengan wajah yang sedikit marah, dia mencoba untuk menegurnya.


"Kau berani melawanku, kau tahu siapa aku ini. Aku adalah salah satu bangsawan dari Kekaisaran Slave yang agung."


"Kekaisaran Slave ya. Kalau begitu seharusnya anda berterima kasih karena anda masih bisa hidup sampai sekarang."


"Untuk apa aku berterima kasih pada orang yang telah menghancurkan Kekaisaran."


"Terserah. Sekarang apa yang ingin anda lakukan disini, Bukannya jarak Slave dan Glory sangat jauh?"


"Aku datang kesini ingin memberi pelajaran kepada Raja brense_"


Pukulan bebas dengan kecepatan luar biasa datang menghampirinya, mendarat tepat di wajahnya dan membuatnya terpental jauh.


"Si-siapa yang berani memukulku yang seorang bangsawan ini."


Saat mereka semua melihat pria gemuk itu terpental, mereka hanya dapat terdiam karena mereka tahu siapa orang yang akan berani memukul siapa saja yang merendahkan Rajannya.


Dengan takut-takut mereka semua mencoba menatap orang itu, dan yang benar saja.


Dengan menggunakan pakaian ksatria dan telinga Kelinci yang berada di atas kepalanya, dia berdiri dengan gagah berani. Di dadanya juga terpasang logo ksatria yang menandakan kalau jabatannya tinggi dalam ordo ksatria.


Ya. Dia adalah komandan ordo ksatria Kerajaan Glory, Lain.


"Komandan Lain!?"


"Sejak kapan dia berada disini?"


"Kekuatannya selalu saja membuatku ketakutan."


"Kau benar."


Yang dapat dilakukan semua orang hanya diam tanpa mencoba menanyakan apa penyebab Lain memukul pria itu. Mereka hanya diam karena sepertinya semua orang sudah tahu penyebabnya.


"Si-siapa kau. Berani-beraninya kau memukulku!"


"Anda tidak perlu tahu siapa saya. Yang lebih penting lagi, sebaiknya anda cepat pergi dari sini."


"Kenapa juga saya harus pergi."


"Kerena kalau anda tidak pergi dari sini sekarang juga, anda akan ditahan karena telah mengganggu keamanan penduduk Kerajaan."


"Hah. Mana mungkin saya akan pergi sebelum berhasil memberi pelajaran kepada Raja itu."


"Ini adalah peringatan terakhir. Sebaiknya anda angkat kaki dari sini dari pada anda terluka, tuan."


"Ba-baiklah. Aku akan pergi dari sini."


Dengan tatapan mengintimidasi nya, Lain membuat pria itu langsung tak berkutik dan memilih segera pergi dari sana secepat mungkin.


"Kenapa mereka selalu saja mencoba mengganggu harimau di dalam kandang nya sih." Gumam Lain sambil menghela nafas panjang dan lumayan berat.


Sudah semenjak beberapa hari ini para penduduk Slave selalu berdatangan untuk menuntut ganti rugi kepada Raja Glory. Awalnya ksatria sangat marah saat mendengar Rajanya diremehkan, namun lama-kelamaan mereka mulai bosan dengan tingkah laku bodoh para penduduk yang tidak tahu terima kasih itu.


➖➖➖➖➖


Di tempat yang tidak akan pernah bisa diketahui orang lain.


Apa aku sudah mati lagi. Padahal aku baru saja mulai bahagia di dunia itu, tapi sekarang aku malah mati lagi.


Kuharap mereka semua bisa hidup dengan bahagia walaupun tan_


"Kamu belum mati, Tatsuya Shin."


"HAH."


Mendengar suara malaikat di kepalaku membuatku panik dan langsung tersadarkan. Dengan kekuatan yang masih tersisa aku mencoba untuk duduk.


"Ru-ruangan apa in_"


"Aduhh. Kepalaku sakit."


Saat aku membuka mataku dan menatap sekeliling. Yang ada disana hanyalah sebuah ruangan yang sangat asing untukku.


Aku biasanya hanya melihat meja, televisi dan juga lemari kecil yang mengapung di lautan awan. Itupun hanya ada di alam Dewa, tapi ini.


Ketika pikiranku kemana-mana karena berusaha mencari tahu dimana aku berada sekarang, tiba-tiba.


"Hai. Aku sudah lama ingin bertemu denganmu."


...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Salam hangat dari My Glory...