
"Kalau begitu, ayo kita coba Shin."
"Baiklah."
Saat ini kami berada di lapangan pelatihan ksatria Kerajaan. Aku berniat mencoba sihir menggunakan pemanggilan yang termasuk cabang elemen gelap.
Awalnya aku berencana untuk bertarung dengan naga itu sendiri. Tapi Miku menahan ku, dia bilang kalau dia percaya dengan kekuatanku tapi lebih baik membawa teman bertarung untuk membantu.
"Mari kita coba." Ucapku sambil meluruskan tangan ke depan, menutup mata dan merapalkan mantra.
~(Summons)~
Seketika muncul lingkaran sihir di tanah, asap mulai muncul. Beberapa saat kemudian asapnya mulai menyebar dan digantikan sosok yang menyerupai Hydra dalam mitologi yunani kuno
"Apa itu?" Ucapku.
*Ini mirip sekali dengan Hydra, makhluk mitologi dari duniaku, apakah Hydra juga ada di dunia ini.
Sosoknya berbentuk seperti naga, tapi dia memiliki sembilan kepala dan ukurannya sangat besar sampai-sampai leherku sakit saat terus melihat matanya yang tinggi sekali*.
"Miku... Apakah aku berhasil?"
"Y-ya. tapi." Miku langsung gemetaran di tempat saat melihat sosok yang berdiri di depannya.
"Tapi apa?"
Kenapa wajah Miku keliatan ketakutan, memangnya ada apa dengan makhluk yang aku panggil ini.
Setelah Miku melihat wajahku yang keheranan karena melihat dia ketakutan, dia pun bicara dengan gugup
"Shin. Itu bukan lagi makhluk panggilan, tetapi itu adalah Makhluk Surgawi, lebih tepatnya Kaisar Surgawi."
"Kaisar Surgawi, apa maksudmu?" Aku menatap sosok itu sambil mendengarkan penjelasan Miku.
"Kaisar Surgawi adalah makhluk yang memimpin seluruh binatang di dunia ini."
"Konon terakhir kali Kaisar Surgawi dipanggil itu sekitar seribu tahun yang lalu."
"Seribu tahun yang lalu?"
Bukannya itu sudah terlalu lama, apakah selama itu tidak ada yang pernah bisa memanggilnya lagi sama sekali.
Setelah beberapa saat kami melamun sambil memandang sosok di depan kami. Kaisar Surgawi pun membuka mulut.
"Apakah kamu manusia yang telah memanggilku?"
"Iya. Aku yang memanggilmu, namaku Tatsuya Shin."
Setelah aku memperkenalkan diri. Aku pun menatap Miku kembali.
"Miku. Bagaimana caraku untuk membuat kontrak dengan Kaisar Surgawi?"
Miku yang masih melamun karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya langsung tersadar dan menjawab pertanyaan ku.
"Ohh ya. Cara membuat kontraknya sama dengan makhluk panggilan biasa yaitu dengan memberikannya nama."
"Memberinya nama ya."
Kalau memang itu, nama apa ya yang harus aku berikan.
Disaat aku masih memikirkan nama yang cocok untuknya, tatapan Hydra menjadi lebih tajam kepadaku.
"Memberiku nama? Sebelum kamu ingin memberikanku nama, aku ingin tahu apakah kamu pantas untuk menjadi tuanku."
Jadi untuk membuat kontrak, kita harus di uji dulu ya, apakah pantas atau tidaknya.
"Bagaimana caraku supaya kamu mengakui ku?"
"Hahaha. Kamu sangat percaya diri manusia. Kalau begitu letakan tangan mu di atas kepalaku dan salurkan sihirmu sebanyak yang kamu bisa, tapi aku percaya kamu akan pingsan duluan sebelum aku terpuaskan. Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu."
"Wala pun aku tidak mengerti, tapi kalau memang begitu akan aku lakukan. Sebelum itu apakah kamu bisa sedikit mengecilkan tubuhnya karena tanganku tidak sampai ke kepalamu yang tinggi itu?"
"Ada benarnya juga. Aku akan mengecilkan tubuhku."
Dalam sekejap mata, tubuh Hydra langsung mengecil seukuran naga muda. Aku yang terkejut langsung mundur kebelakang.
"Apakah ukuran tubuhku ini sudah sesuai untukmu?"
"Ya. Itu sudah sesuai. Baiklah, aku akan mulai."
Saat aku berjalan ke arah Hydra, Hydra tiba-tiba langsung menghentikan ku dengan cepat.
"Tunggu-tunggu. Bau ini!? Siapa kamu sebenarnya?" Dia berbicara kepadaku sambil terus mencium bau tubuhku.
"Aku hanya manusia biasa."
"Ini sangat menarik. Baiklah, coba kamu salurkan sihirmu." Ucapnya dengan semangat
Aku langsung memegang kepalanya dan menyalurkan sihir ku kepadanya, saat sihir ku mengalir dengan cepat, kepala Hydra sedikit terhempas ke belakang.
"Hentikan. Hentikan, ku mohon." Teriaknya sambil kesakitan saat menerima sihir ku.
"Hentikan Shin."
"Baiklah."
Aku yang awalnya tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Hydra, sekarang langsung tersadarkan oleh teriakan dari Miku dan aku pun melepaskan tanganku dari kepala Hydra.
Saat aku melepaskannya, seketika Hydra langsung pingsan tak berdaya dengan kesembilan mulutnya mengeluarkan busa yang banyak.
Beberapa menit kemudian.
"Baiklah tuanku. Saya mengakui tuan sebagai tuanku, sekarang tolong berikan saya nama."
Saat Hydra sadar, diapun langsung menundukkan kepalanya di hadapanku dan meminta untuk diberikan nama.
"Baiklah."
Nama ya. Nama apa yang harus aku berikan kepadanya, aku sangat tidak pintar dalam memilih nama.
"Hmm. Bagaimana dengan Haku?"
"Haku? Hmm. Baiklah, sekarang namaku adalah Haku." Dia mengaum untuk nama yang aku berikan.
"Baguslah kalau kamu menyukainya."
"Iya tuanku. Sekarang aku ingin meminta sesuatu kepada tuanku."
"Apa itu?"
"Biasanya makhluk panggilan bisa datang ke dunia ini hanya saat di panggil oleh tuannya, dan setelah sihir tuannya mencapai batas tertentu, makhluk itu akan kembali menghilang.
"Tapi dari saat tuan memanggilku ke sini sampai tuan memberikanku nama, saya melihat bahwa jumlah sihir tuan tidak berkurang sedikitpun.
"Jadi saya meminta izin supaya aku bisa terus berada di samping tuan kedepannya."
Sihir ku tidak berkurang ya.
Apakah ini ada hubungannya dengan Dewa.
"Baiklah kalau hanya itu permintaanmu. Aku mengizinkan mu untuk terus berada di sini. Tapi tidak mungkin aku pergi berjalan di kota dengan naga berkepala sembilan sebesar ini." Aku mengatakan itu kepadanya sambil menunjuk tubuhnya yang sangat besar.
"Kalau itu aku bisa mengatasinya."
Seketika tubuh Hydra langsung berubah menjadi seukuran kucing dan melayang di udara.
"Bagaimana dengan ukuran ini?" Ucapnya dengan senang ke arahku.
"Kalau ini, tidak akan ada yang curiga."
Saat aku melihat ukuran tubuh Haku. Aku merasakan ada yang menarik bajuku dari belakang, setelah aku melihatnya ternyata itu Miku yang masih gugup melihat Haku.
"Aku tidak percaya kalau kamu bisa membuat kontrak dengan Makhluk Surgawi Shin, apalagi ini adalah Kaisar Surgawi, penguasa seluruh binatang." Miku mengatakan apa yang ada di pikirannya dengan semangat.
"Ohh. Ya. Syukurlah, ternyata aku bisa membuat kontrak dengannya. Padahal awalnya saat aku melihatnya, aku merasakan kalau aku akan mati, tapi ternyata tidak ada yang terjadi."
Setelah menjawab perkataan Miku, aku memalingkan wajahku untuk menatap Haku.
"Baiklah Haku. Besok aku berencana pergi ke gunung di tenggara Kerajaan ini, dan aku ingin kamu menemaniku?"
"Sesuai keinginanmu tuanku. Tetapi aku ingin tahu untuk apa tuan pergi ke sana?" Dia menundukkan kepalanya saat menjawab pertanyaan ku.
"Ya. Aku ke sana untuk membunuh naga, dua ekor naga itu telah menyerang beberapa kota dan desa di Kerajaan ini."
"Naga ya. Kalau memang begitu hamba sarankan tuan juga membawa salah satu bawahan ku." Jawabnya setelah berpikir sejenak.
"Bawahan mu. Memangnya siapa dan untuk apa?"
"Dia salah satu dari empat bawahan ku, namanya adalah Luli yang juga Raja dari ras para naga."
Dari penjelasan Haku. Ada empat Raja Surgawi yang memimpin masing-masing rasnya yaitu binatang darat, binatang air, ras burung, dan ras naga.
Raja ras naga ya. Itu pasti akan sangat membantu dalam menghadapi naga.
"Baiklah. Bagaimana caraku untuk memanggilnya?"
"Tuan tidak perlu khawatir, biar hamba yang memanggilnya."
"Kalau begitu, coba kamu panggilkan Luli untukku."
Haku mulai memejamkan matanya. Dalam sekejap tiba-tiba muncul lingkaran sihir di depannya dan muncul lah sosok naga berwarna hijau. Saat sosok itu membuka matanya dan melihat Haku, diapun langsung membungkukkan badannya.
"Hamba datang sesuai permintaan Kaisar Surgawi." Dia berbicara dengan sangat gagah berani kepada Haku.
"Terima kasih sudah mau datang. Saya memanggilmu kesini adalah untuk mendampingi dia untuk membunuh salah satu anakmu yang mengganggu." Haku memerintahkan Luli sambil menunjukku.
Saat Luli mendengar penjelasan Haku, diapun langsung menatap ku dengan mata membunuh. Setelah itu dia menatap Haku kembali.
"Maaf atas kelancangan hamba, tapi siapakah dan untuk apa hamba harus mematuhi manusia lemah ini, tuanku."
Lemah katanya. Dilihat dari tubuh memang iya, tapi kalau memang aku lemah tidak mungkin aku bisa menjadi tuan dari tuannya.
"Jaga mulutmu anakku. Dia bukan manusia lemah, dia sekarang adalah tuanku namanya Tatsuya shin. Jadi kamu jangan berani meremehkannya." Haku langsung berbicara dengan nada membentak.
"Apa.. Tuan dari Kaisar Surgawi, seberapa kuat manusia ini sampai-sampai ia bisa menjadi tuan dari Kaisar Surgawi? "
"Kekuatan tuanku sangat kuat. Walaupun aku tidak mau membicarakannya tapi tadi aku pingsan saat mengukur jumlah sihirnya." Dia berbicara dengan Luli dengan mata dan suara sedih.
Maafkan aku kalau jumlah sihir ku membuatmu menjadi patah semangat.
"Membuat Kaisar pingsan?"
Woi-woi. Kenapa sekarang kamu menatapku dengan mata ketakutan, bukannya tadi matamu itu adalah mata membunuh.
Setelah selesai menatapku, diapun langsung kembali menundukkan kepalanya kembali.
"Baiklah Kaisar. Saya akan melaksanakan tugas ini, dan maafkan hamba tadi tuan Tatsuya Shin karena telah meremehkan tuan."
➖➖➖➖➖
Sekarang kami berada di gunung tempat naga itu beristirahat. Kami sedang beristirahat sambil mengamati naga itu. Disaat aku mengamatinya, tiba-tiba Luli berbicara dengan telepati kepadaku.
"Tuanku. Bagaimana kalau kita langsung menghadapi mereka, kalau mereka masih memiliki akal mereka akan langsung pergi."
Itu masuk akal. Kalau mereka masih memiliki akal dan menyadari kalau Rajanya ada di sini, mereka seharusnya akan langsung pergi.
"Baiklah. Kita akan langsung ke sana."
"Sesuai keinginanmu."
Sesuai dengan perintahku. Luli dan aku langsung menuju kearah naga itu. Setelah aku sampai, dua naga itu langsung menembakkan api merah ke arahku.
Luli yang berubah menjadi bentuk aslinya membalas pula dengan serangan api berwarna biru.
Wujud Luli dan serangannya itu mengagetkan komandan ksatria dan bawahannya bersama Miku yang sedang bersembunyi di balik batu.
"Sepertinya mereka dikendalikan tuanku."
"Tidak bisa dimaafkan, naga yang dikendalikan dan membuang martabatnya sebagai naga tidak bisa dibiarkan hidup. Biar hamba yang mengurus mereka." Luli sangat marah melihat dua ekor naga didepannya.
"B-baiklah, tapi jangan memusnakan nya karena aku harus memperlihatkan bukti pembunuhannya kepada Raja." Kataku.
Setelah mendapat kan izin dariku, Luli langsung menembakkan api biru yang ukurannya dua kali lipat dari sebelumnya.
Saat api itu mengenai naga, mereka berdua seketika mati, tapi untungnya mayatnya masih ada.
"Horeee...." Teriakan dari para ksatria yang bersembunyi setelah melihat naga itu mati.
Saat aku masih melihat mayat naga itu. Luli tiba-tiba merasakan sesuatu.
"Tuanku. Sepertinya hamba merasakan masih ada naga yang membandel."
"Masih ada. Berapa dan dimana tepatnya?"
Raja mengatakan kalau hanya ada dua naga di Kerajaan ini. Itu berarti bahwa naga juga menyerang Kerajaan lain, ini tidak bisa dibiarkan.
"Jumlahnya ada sepuluh ekor dan tersebar ke empat wilayah."
"Hah. Sepuluh ekor!?"
Bukannya itu terlalu banyak, apa yang sebenarnya diinginkan naga itu. Atau apakah ada seseorang yang mengendalikan mereka.
"Baiklah. Ayo kita ke sana."
Aku menatap Miku dan berjalan menghampiri nya.
"Miku. Sebaiknya kamu pulang dulu bersama para ksatria."
"Memangnya kamu mau kemana?" Miku bertanya kepadaku dengan ekspresi penasaran.
"Aku memiliki sedikit urusan yang harus aku lakukan. Mayat naga ini akan aku simpan dulu, kamu dan ksatria bilang saja kepada Raja kalau naga nya sudah dikalahkan."
"Baiklah. Tapi kamu hati-hati dan jangan terlalu lama."
"Iya. Aku akan segera kembali."
Aku langsung merapalkan mantra [Gate] untuk mengirim miku dan ksatria kembali ke istana dan memasukan mayat naga ke [Storage]
Kami langsung berpindah ke Kerajaan Kaltis, Kerajaan Orphen, Kerajaan Sions dan Kerajaan Felsen menggunakan mantra [Gate]
Butuh sekitar dua jam untuk membunuh semua naga itu, aku juga tidak memberitahu Raja mereka, tapi aku hanya mengatakan kalau naga sudah dibunuh oleh seseorang bernama Tatsuya Shin.
Hanya Kerajaan Felsen yang jumlah naga yang menyerang ada empat ekor. Sepertinya karena Felsen unggul dalam sihir jadinya mereka mendapat serangan lebih banyak.
Kenapa naga itu tahu kalau Felsen unggul dalam sihir yang bisa melukai naga. Apakah memang ada yang mengendalikan naga itu dan apa tujuannya.
Untuk sementara aku biarkan saja dulu.
➖➖➖➖➖
Setelah dua jam kepergian kami, akhirnya kami sampai lagi di Kerajaan Freedom. Saat ini aku sedang berada di ruang audiens menghadap Raja.
"Terima kasih Shin. Saat aku pertama kali mendengar dari Miku kalau kamu berhasil membunuh naga dalam sekali serangan, aku sama sekali tidak percaya, tapi saat aku menanyakan kebenarannya kepada komandan ksatria ku, aku langsung kagum kepadamu."
"Tidak apa-apa. Saya hanya tidak ingin ada lebih banyak korban lagi."
"Kamu memang anak yang baik. Tapi ngomong-ngomong, kenapa kamu baru tiba sekarang, kata Miku tadi kamu ada urusan mendadak, kalau boleh tau urusan apa itu?"
Apa aku harus memberitahunya kalau aku sedang membunuh naga di Kerajaan lain walaupun yang melawan naga itu luli sih.
Hmmm. Dari pada aku sembunyikan lebih baik aku beritahu saja
"Aku tadi pergi untuk membunuh naga yang lainnya."
"Naga yang lainnya. Apa maksudmu, bukannya naga yang muncul di Kerajaan ini hanya dua ekor."
"Disini memang dua ekor. Tapi masih ada lagi di Kerajaan lain."
"Hah. Kerajaan lainnm. Hahahaha, kamu memang pandai bercanda Shin." Raja tertawa canggung ke arahku.
"Aku tidak bercanda."
Aku yang kesal langsung membuka penyimpanan dan mengeluarkan dua belas ekor naga yang sudah mati di hadapan Raja.
"Apaaa. Kenapa ada sebanyak ini. Di mana saja naga itu muncul?" Raja dan seisi ruangan kaget melihat tumpukan mayat naga didepan mereka.
"Kerajaan Kaltis dua ekor, Kerajaan Orphen dua ekor, Kerajaan Sions dua ekor dan Kerajaan Felsen empat ekor."
"Dan bagaimana caramu pergi antar Kerajaan itu dalam sekejap?"
"Saya pengguna mantra spesial."
"Apakah mereka tahu kalau kamu yang membunuh naga itu?"
"Saya tidak memberitahu Raja karena tidak ada waktu. Saya hanya memberitahu orang yang ada di sekitarku waktu itu."
"Hmmm. Kalau seperti itu, biar aku yang bertanya kepada mereka nanti."
"Terima kasih."
"Aku penasaran. Akan kamu apakan mayat naga ini?"
"Aku tidak tahu harus diapakan."
"Ohh. Bagaimana kalau dijual saja di guild petualang, kamu akan mendapatkan banyak uang. Aku juga menyarankan kamu untuk mendaftar di guild petualang juga."
"Hmm. Sepertinya itu ide yang bagus."
Aku tidak tahu kalau di dunia ini ada guild seperti di anime-anime. Tapi itu emang patut dicoba.
➖➖➖➖➖
"Kami ingin mendaftar menjadi petualang."
"Baiklah. Kalau begitu silakan isi formulir pendaftaran ini."
"Baiklah."
Saat ini aku dan Miku sedang mendaftar menjadi petualang. Awalnya aku melarang Miku karena dia adalah bangsawan, tapi dia tetap bersikeras untuk menjadi petualang dan akhirnya aku mengizinkannya.
"Ini formulirnya." Aku menyerahkan formulir yang sudah aku isi kepada staf.
"Baiklah saya terima. Hmmm. jadi kamu yang bernama Tatsuya Shin?"
"Iya?"
"Kalau begitu. Atas permintaan dari Guild lima Kerajaan, kamu akan langsung naik ke peringkat emas."
Staf itu tidak tahu apa maksud lompat peringkat ke paling tinggi ini. Apalagi ini dari lima kerajaan untuk seorang anak kecil.
Tapi apa daya, dia hanyalah seorang pekerja.
"Peringkat emas?"
"Apa. Shin peringkat emas!?" Miku yang ada di sebelahku langsung kaget setelah mendengarnya.
"Miku. Apa itu peringkat emas?"
Aku yang masih bingung langsung bertanya kepada Miku
"Setiap petualang akan memiliki peringkat sesuai pencapaiannya. Peringkat itu terdiri dari hitam - hijau - biru - merah - perunggu - perak - emas - platinum.
"Petualang peringkat platinum terakhir di dunia mati lima ratus yang lalu dan peringkat emas hanya ada satu di dunia yaitu mantan Raja Kerajaan Lestin, kalau Shin sekarang peringkat emas berarti ada dua peringkat emas di dunia ini."
Jadi seperti itu ya. Aku jadi penasaran, sekuat apa mantan Raja yang peringkatnya sama denganku itu.
"Dan untuk nona Miku, kamu akan berada di peringkat pemula. ini kartumu."
"Iya. Baiklah." Wajah Miku langsung sedih melihat kartu hitamnya
"Kamu kenapa Miku." Aku yang penasaran memilih bertanya.
"Kalau peringkat ku tidak bisa menyamai Shin. Aku merasa tidak pantas menjadi calon tunangan mu."
"Tenang saja. Aku tidak akan meninggalkanmu kok, dan juga kalau peringkat mu lebih tinggi dariku, akunya yang tidak pantas menjadi tunangan mu kalau begitu."
Aku mengatakan itu sambil tersenyum lembut ke arah Miku dan dibalas pula oleh Miku dengan senyuman pula.
"Oh iya. Apakah bisa aku menjual hasil buruan disini?" Aku bertanya kepada staf karena penasaran.
"Tentu saja. Emang apa yang mau tuan jual kepada kami?"
"Aku ingin menjual mayat naga."
"Naga!?" Staf kaget setelah mendengar perkataan ku. Tidak hanya staf, para petualang yang ada di sana juga terkejut.
"Kalau boleh tahu ada berapa ekor yang ingin tuan jual?"
"Hmm.. Kira-kira ada sekitar dua belas ekor naga."
"Dua belas ekor!?" sekali lagi, staf itu terkejut oleh perkataan ku.
"Kalau begitu. Kami akan membeli mayat naga itu."
"Y-ya baiklah." Ujar ku dengan bingung
Beberapa saat kami menunggu. Akhirnya uang hasil menjual naga keluar juga.
"Ini uangnya tuanku. Jumlahnya seratus dua puluh koin platinum" Staf memberikan kantong itu kepadaku
"Seratus dua puluh koin platinum!?" Tidak hanya aku yang terkejut tetapi juga Miku dan petualang lainnya.