Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 46 : Antara Hidup dan Mati



Ya. Dia adalah seorang Dewi Sihir.


"Apa maksudmu nona Viola?"


"Menurutku Shin berencana menggunakan sebuah mantra?"


"Mantra? Bukannya Shin biasanya memang selalu menggunakan mantra." Tanya Kaisar Gardio.


"Memang benar, tapi mantra yang akan digunakannya kali ini akan sedikit mengancam nyawanya."


"Apa!? Apa maksudmu?"


"Memang benar kalau Shin memiliki mana yang melebihi mana orang biasa, tapi untuk Shin yang sekarang ini, mantra itu akan sedikit berbahaya untuknya."


"Kenapa mantra itu bisa berbahaya untuknya?"


"Karena mantra itu akan menguras hampir seluruh mananya, bahkan kalau mana itu kurang, dia akan mengambil energi kehidupannya."


"Apa!?" Saat mendengar itu, semua pemimpin dunia langsung berdiri dengan tegas. Bisa dilihat dengan jelas bahwa di mata mereka semua terpancar aura ketakutan dan kekhawatiran.


"Ap-apa. Tidak mungkin."


Di situasi yang gawat itu, tiba-tiba mereka semua mendengar sebuah suara yang mereka kenal, semua orang itu langsung menatap ke arah sumber suara itu.


Tidak ada lagi yang akan kaget seperti itu selain para tunangan dari Raja Glory.


"Itu pasti bohong." Tanya Hana.


Mendengar pertanyaan itu membuat semua orang terdiam.


"Ayah, apa itu benar?" Tanya Airi kepada ayahnya.


Kaisar Gardio hanya dapat diam karena dia juga tidak tahu jawabannya.


"Itu pasti bohong." Gumam histeris mereka semua.


➖➖➖➖➖


Langit di medan pertempuran yang menjadi gelap membuat Failer yang masih hidup berhenti bergerak dan menatap langit.


Di atas kepala mereka semua terlihat langit hitam yang diiringi oleh sambaran petir.


Perlahan tapi pasti, awan hitam mulai bergerak tepat menuju ke atas kepala para monster itu.


"Rasakanlah ini!"


Dengan diiringi suara gemuruh tanah yang tambah memekakkan telinga, tubuh dari sepuluh Failer itu mulai terangkat dari permukaan tanah.


Disaat Failer sudah mencapai ketinggian sekitar lima ratus meter dari atas permukaan tanah, gelombang angin semakin cepat dan tembakan petir bertambah banyak seiring berjalannya waktu.


➖➖➖➖➖


Di dalam ruangan markas besar pasukan perang atau WB, sedang terjadi kegemparan yang diiringi kekhawatiran.


Mereka semua khawatir setelah mengetahui kebenaran dari mantra yang akan digunakan oleh Raja Glory.


"Apa tidak ada yang bisa kita lakukan nona Viola?" Tanya Ryou.


"Untuk sekarang, kita hanya dapat mendoakan Shin."


"It-itu tidak mung_"


"Lihat itu!"


Sebelum Ryou menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba suara Hana menyadarkan kekhawatiran mereka.


Mereka langsung menatap apa yang ingin ditunjukkan oleh Hana, itu adalah layar yang masih menampilkan situasi di medan perang yang sekarang hanya ada Shin disana.


"Ap-apa yang terjadi. Kenapa Monster itu terangkat ke udara?"


"Sepertinya mereka bukan terangkat Airi, tapi lihat itu!"


Dengan perintah Ryou, Airi mulai memalingkan matanya untuk menatap layar lebih jelas lagi.


"Sh-shin!? Apa Shin yang mengangkat mereka semua?"


"Sepertinya memang begitu."


"Apa yang sebenarnya akan Shin lakukan?"


"Aku juga tidak tahu."


➖➖➖➖➖


"Rin. Apa yang direncanakan Shin, kenapa dia menyuruh kita mundur di tengah pertempuran?"


"Aku juga tidak tahu alasannya, yang pasti kita hanya dapat percaya padanya."


Jauh di selatan Kekaisaran Slave atau lebih tepatnya di dekat dinding pembatas antara Kerajaan Freedom dengan Kekaisaran Slave. Disana sedang berkumpul seluruh pasukan yang disuruh mundur oleh Shin.


Mereka hanya dapat diam dengan tanda tanya benar di kepala mereka semua, karena masih tidak tahu apa maksud dari perintah Shin.


"Nyonya, hamba baru saja mendapatkan kabar dari harimau ems yang berada di markas."


"Kabar apa itu?"


Dengan nada dan wajah yang ragu-ragu, Kaku menjawab keraguan dari pada Nyonya nya.


"Nyonya Viola mengatakan kalau tuan berencana menggunakan mantra terlarang untuknya guna menghabisi monster itu."


"Mantra terlarang? Apa maksudnya?" Tanya Rin.


"Sepertinya mantra itu akan mengancam nyawa tuan kalau seandainya mana nya tidak mencukupi."


"Apa!?"


"Ta-tapi, bukannya mana Shin itu sangat banyak, seharusnyakan dia tidak kenapa-napa kan?" Kyou


"Memang begitulah seharusnya. Tapi sepertinya itu tidak berguna untuk mantranya sekarang."


"Ti-tidak mungkin." Jawab kaget mereka.


➖➖➖➖➖


Setelah menunggu sedikit lama guna mengumpulkan energi dan mental yang cukup, aku mulai meluruskan tanganku ke arah para Failer yang masih terbang di atas langit itu.


Aku tidak akan menahan diri lagi.


"MATILAH KALIAN SEMUA!!"


~Datanglah apa yang diinginkan dunia dan hancurkan apa saja yang mengganggu(Absolute Anger)~


Dalam suasana yang tidak menentu itu, mendadak sebuah titik besar terlihat di atas langit yang gelap itu, lama-kelamaan bintik kecil itu mulai menampakkan diri aslinya. Dengan ekor api yang sangat panjang dan ukuran bintiknya yang membesar setiap detiknya membuat hampir semua orang di benua timur ketakutan dalam diam.


Tidak ada yang bisa bergerak sama sekali karena kaki mereka seolah terkunci untuk tetap menatap bola besar itu.


Yang terlihat dan membuat semua orang ketakutan adalah munculnya meteor benar yang mengarah ke arah dunia ini.


Ukurannya sebesar gunung dan itu melaju dengan kecepatan yang sangat luar biasa.


Tidak sampai beberapa menit, meteor itu telah berada di dalam jangkauan yang sangat dekat dari tempat aku berdiri.


Tanpa memberi ampun, aku mengangkat Failer lebih tinggi guna untuk memperkecil kerusakan yang ditimbulkannya.


Meteor yang melaju sangat cepat dan Failer yang terbang menyusul dengan kecepatan sama membuat gesekan udara dan menciptakan bunyi yang sangat nyaring.


DDHHHUUUAAAARRRR........


Gelombang kejut yang dihasilkan oleh tabrakkan itu membuat sebagian daerah tempat berlangsungnya peperangan hancur seketika.


Tidak ada yang pernah menyadari kalau akibat dari ledakan itu akan sedasyat ini.


Bunyi benturannya bahkan sampai terdengar ke sebelas Kerajaan yang meliputi Kerajaan Freedom, Kerajaan Dark, Kerajaan Horn, Kerajan Allent, Kerajaan Lestin, Kerajaan Pandora, Kerajaan Kaltis, Kerajaan Roadmare, Kerajaan Westor, Kerajaan Ramish dan Kerajaan Strom.


Setelah situasi mulai tenang kembali, aku membuka mataku dan menatap keseliling.


Memang benar, tidak ada yang tersisa disana, hanya beberapa ekor Failer tingkat rendah yang berhasil selamat dari dampak ledakan itu.


Dampaknya lebih parah dari dugaanku.


Walaupun tidak separah saat Failer buaya itu menembakkan laser dari mulutnya tadi, namun ini masih bisa dikatakan parah.


Ini tidak bisa dikatakan bahwa aku telah menyelamatkan Slave.


Sambil masih tetap menatap tempat yang hancur lumayan parah itu, aku mengeluarkan smartphoneku.


"Tampilkan jumlah Failer yang masih tersisa!"


{Berhasil. Sembilan ratus empat puluh lima ekor Failer terdeteksi}


"Ternyata masih lumayan banyak juga ya?"


Melihat jumlah yang masih lumayan banyak membuatku sedikit kecewa. Tapi kekecewaan itu hilang seketika dan di ikuti oleh pandangan yang mulai mengabur.


"Shinn?"


Saat aku jatuh dari ketinggian karena kekurangan tenaga, tiba-tiba saja dua ksatria besi datang dengan kecepatan luar biasa ke arahku dan langsung menangkapku.


Terbaring lemas di atas tangan besi, aku berusaha membuka mataku.


Yang aku lihat adalah Knight Baron yang tidak asing lagi dimataku.


"Ohh. Kyou ya."


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya seorang lagi yang berdiri di samping Kyou.


"Ka-kamu juga berada disini ya Rin."


"Kami langsung meluncur kesini setelah melihat ledakan yang berasal dari sini."


"Begitu ya."


Setelah menjawab perkataan Rin, aku berusaha untuk kembali berdiri karena aku mendengar suara pasukan yang mulai kembali ke tampatku berada.


Hanya selang beberapa menit setelah itu, halaman itu kembali di penuhi oleh pasukan Frame Rescue.


"Masalah utama kita sudah teratasi, sekarang yang kita lakukan hanyalah membasmi Failer yang tersisa saja."


"Horeee."


Sorakan ksatria mulai bergemuruh di halaman itu. Mereka mulai melompat keluar dari Frame Rescue nya dan saling berpelukan karena telah berhasil menyelamatkan dunia.


"Saya akan serahkan sisanya kepada kal_"


Tubuhku tiba-tiba saja terasa lemas dan kembali terjatuh ketanah.


"Yang Mulia!?"


"Shin!?"


Rin yang berdiri di sampingku dengan sigap menangkap tubuhku yang mulai melemah.


"Ter-terima kasih Rin. Aku sudah tidak apa-apa."


"Apa yang terjadi padamu, Shin?"


"Aku hanya perlu sedikit istirahat, sepertinya aku menjadi lemas karena kekurangan mana, jadi tenang saja ya."


"Ba-baiklah. Syukurlah kalau memang hanya seperti itu." Nafas lega Rin, Kyou dan Lain keluar begitu saja.


"Ngomong-ngomong Shin. Mantra apa itu tadi, kenapa ledakannya sangat dahsyat."


"Itu hanya sedikit hadiah yang aku berikan untuk dunia ini."


"Hadiah!? Untuk dunia ini!? Apa maksudmu?"


"Jangan dipikirka_"


Bruuk...


"Shinn!?"


"Shinn!?"


"Yang Mulia!?"


Kekuatanku yang tidak dapat lagi menahan tubuhku membuatku jatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri.


"SHINNN!?!?"


...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Salam hangat dari My Glory...