
Retakan mulai menyebar melintasi realitas, sebuah pola dua dimensi yang entah bagaimana bisa tercetak pada ruang tiga dimensi. Suara retakan terdengar melalui daerah itu, dan cakar besar muncul dari ketiadaan ruang hampa.
Hampir seolah-olah meledak dari jalinan langit itu sendiri, binatang itu mulai menerobos. Dalam realitas yang terlihat melalui celah.
Jika aku harus mendefinisikannya secara sekilas, aku akan menyebutnya buaya. Ya, itu buaya berkaki enam dengan tanduk raksasa di kepalanya. Ia juga memiliki hal-hal yang menjorok keluar dari ujung ekornya.
Tapi yang membuatku syok adalah jumlahnya. Tidak hanya satu, tapi ada sekitar sepuluh ekor Failer buaya.
Mereka memiliki tubuh kristal yang sama dengan semua Failer lain, tetapi struktur tubuhnya jelas jauh lebih rumit. Ada tiga inti bercahaya di dalam tubuhnya, dilindungi oleh sisik yang seperti armor baja.
Tubuhnya benar-benar raksasa. Failer Menengah bahkan lebih kecil dibandingkan dengan itu, dan itu bahkan membuat Frame Rescue terlihat sangat kecil.
Perbandingannya adalah Jika Failer Buaya itu seukuran Failer biasa, maka Frame Rescue akan seukuran robot plastik kecil.
"Ayolah kawan, bukannya ini terlalu besar untuk dilawan." Gumamku sambil menelan air liur, menatap dengan mata terbelalak. Aku bahkan tidak berpikir bahwa kita bisa mengalahkannya.
Sementara kami menatapnya seperti orang bodoh, dia membuka mulutnya. Cahaya mulai terkumpul di dalam mulutnya, berkilauan dan bersinar dalam sebuah bola besar.
"Kaku! Evakuasi semua orang yang berada di depan mulutnya, sekarang!"
Sial, tidak ada waktu!
Aku langsung merapalkan mantra [Gate], dengan sedikit paksaan dan tanpa peringatan menarik setiap ksatria diari depan mulutnya.
Tepat beberapa saat kemudian, seberkas cahaya energi mentah melesat dalam garis lurus dari mulutnya.
SHAKOOOOOOOOOM!
Sinar itu melesat lurus, membakar habis segala yang ada di depannya. Bahkan tanah itu terkikis dalam sekejap. Segala sesuatu yang dilaluinya dibakar tanpa jejak.
Senjata macam apa itu?
Itu mirip dengan Failer biasa dalam hal tembakan, tetapi perbedaan dalam daya tembak tidak bisa dibandingkan.
Ini adalah kekuatan menakutkan dari Failer tingkat tinggi.
➖➖➖➖➖
Aku mengeluarkan pemancar radio dari [Storage] dan menyetelnya ke saluran umum.
Aku tidak ingin menimbulkan masalah politik. Aku adalah kepala suatu Kerajaan, sehingga mengeluarkan perintah kepada ksatria asing dapat ditafsirkan secara aneh. Karena alasan itu, radioku akan menyampaikan perintah hanya kepada komandan masing-masing Kerajaan, dan mereka meneruskannya ke pasukan masing-masing.
"Perhatian semua pilot! Jangan berdiri di depan Failer tingkat tinggi! Ada gerakan yang harus kita waspadai sebelum dia meluncurkan serangannya, tapi itu masih bisa dengan mudah menghancurkanmu dengan mudah, jadi jaga jarakmu!"
Setelah mendengarkanku. Gemuruh Frame Rescue mulai terdengar, mereka semua berpencar untuk menghindari mulutnya.
Failer buaya yang merasakan pergerakkan kami mulai berguling ke samping, merentangkan ekornya seperti cambuk dan memukul salah satu Chevalier.
Dengan suara benturan yang luar biasa, Frame Rescue itu terbang dan berguling-guling di tanah. Tidak bisa dibayangkan bahwa Frame Rescue itu dilenyapkan dengan mudah.
"WB, masuk! Kami memiliki seorang pria yang terluka, apakah teleportasinya berfungsi!?"
"Shin, ini aku, Miku. Pilot berhasil dikirim ke sini, tapi dia terluka parah. Liora sekarang sedang berusaha mengobatinya."
Miku mengirimkan pesan paranormal kepadaku melalui harimau emas yang bertugas menjaganya.
Syukurlah, pria itu tidak mati seketika.
Buaya bodoh itu mengibaskan ekornya lagi ke kiri dan ke kanan, menatap kami seolah berusaha mengancam kami semua.
Jika terus seperti itu, akan sulit untuk menghindarinya.
Namun, tepat ketika aku tenggelam dalam pemikiran yang santai itu, beberapa tonjolan berduri muncul di ujung ekornya, dan kemudian duri itu mulai meluncur seperti rudal ke arah kami.
[Shield]
Sebuah perisai tak terlihat menutupi sekelilingku, perisai itu juga menghalangi hujan panah kristal. Semua Frame Rescue hanya dapat terdiam melihat hujan panah yang tidak ada hentinya.
"A-Apa-apaan itu tadi." Gumamku sambil melihat sekelilingku yang mulai hancur.
Itu bukan serangan yang menandai target seperti membidik dengan busur, atau sejenisnya, tapi itu serangan membabi buta yang menyerang tanpa pandang bulu.
Failer yang terkena duri itu langsung hancur seketika. Apa yang sebenarnya monster itu pikirkan.
Duri yang telah ditembakkan sudah mulai beregenerasi kembali dengan cepat.
Ekor berduri itu benar-benar menyebalkan. Aku mungkin harus fokus untuk menghancurkannya terlebih dahulu.
Tapi kalau itu adalah Failer, tubuhnya akan dapat tumbuh dengan cepat.
Ketika aku menghabiskan waktuku untuk berpikir, Failer buaya mulai bergerak ke arah depan.
[Slip]
Karena gesekan di kakinya menghilang, dalam sekejap, Failer buaya itu jatuh dengan cepat. Tapi, ketika dia terjatuh, ekornya mulai meronta-ronta dan menembakkan lebih banyak rudal ke arah kami.
Saat kami menahan hujan kristal itu sekali lagi, ia mulai memandang tepat ke arah kami. Failer tidak memiliki mata, tapi aku bersumpah kita ada di hadapannya. Perlahan tapi pasti ia mulai membuka mulutnya dan mengumpulkan cahaya yang seperti bola.
"Semua unit, peringatan! Pergi dari sana!" Perintahku.
Bahkan tanpa perintahku, semua ksatria tahu kalau itu adalah sebuah ancaman benar yang harus dihindari.
Sama seperti sebelumnya, saat seberkas cahaya kental itu menembak dalam jalur lurus. Sebuah gunung besar yang berada tepat di jalur tembakannya langsung meledak dan hancur tak bersisa.
Seberapa besar kekuatan yang dimilikinya sih.
Syukurlah tidak ada yang terluka, tapi. Apa yang harus aku lakukan sekarang.
Tubuhnya terlalu besar. Duri yang berada di ekornya itu juga menyebalkan.
Disaat aku masih memikirkan itu, tanpa aku sadari Failer buaya itu mulai menyapu ke samping dan menyerang dengan ekornya sekali lagi, menampar kami seolah-olah kami adalah semut.
Panah kristal juga kembali menghujani kami semua, walaupun serangan itu sederhana tapi tetap saja itu adalah sebuah serangan membabi-buta.
Semua orang berhasil bertahan dengan perisai mereka, tetapi tetap ada sedikit celah yang menyebabkan kaki Frame Rescuenya rusak.
Kita tidak bisa terus bertahan seperti ini.
Aku menatap Failer buaya yang masih mengamuk itu sebentar, dan kemudian memalingkan wajahku untuk menatap pasukan.
"Semuanya. Pergi dari sini, biar aku yang mengurus dia!" Kataku dengan lantang terhadap semua ksatria.
Semua orang yang berada disitu hanya dapat terdiam tak berkutik saat mendengar apa yang aku katakan.
"Apa rencana Yang Mulia?"
"Aku sendiri yang akan menghabisi dia."
"Ta-tapi."
"Tidak ada waktu lagi. Pergi dari sini sekarang juga."
Dengan wajah ragu-ragu, Lain mulai meninggalkanku untuk mundur bersama semua ksatria.
"Apa ini tidak apa-apa Shin?"
"Tenang saja." Jawabku atas pertanyaan Rin.
Saat situasi mulai tenang. Aku kembali menatap Failer buaya yang masih tetap meraung tak karuan.
Aku luruskan tanganku ke atas, membaca beberapa mantra.
Semoga ini berhasil. Walaupun mana milikku sangat banyak tapi tetap saja ini akan menguras banyak mana dan tenagaku.
Tapi ini demi mengalahkan dia dan menyelamatkan dunia ini.
"Ayo kita mulai!"
Thhhaararrrr
Tiba-tiba, langit berubah menjadi hitam pekat, serasa seperti dunia sedang dilanda gerhana matahari.
➖➖➖➖➖
Saat ini di WB sedang ada keheranan dari para pemimpin dunia, yang membuat mereka semua heran adalah saat melihat para ksatria yang ikut berperang ditarik mundur dari medan perang.
"Apa yang terjadi, kenapa pasukan kita ditarik mundur?" Tanya heran Raja Orphen.
"Miku, apa yang dilakukan oleh Shin, kenapa dia menarik mundur pasukan?" Setelah mendengar pertanyaan Raja Orphen, Raja Allent yang juga berada di sana untuk menyaksikan jalannya pertempuran bertanya kepada anaknya.
Walaupun Allent masih belum bergabung dengan aliansi karena masalah perang dingin antara benua barat dan timur, tapi tetap saja dia adalah calon ayah mertua dari Raja Glory.
Saat mendengar pertanyaan ayahnya, Miku hanya menatap ke bawah tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Apa yang terjadi, Miku?
"Itu adalah keputusan Shin."
Dari balik pintu, tiba-tiba muncul seorang gadis berambut ungu dengan sebuah tongkat di tangannya.
...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...
...Like...
...Komen...
...Vote...
...Salam hangat dari My Glory...