Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 39 : Rapat Dadakan Aliansi WPL



Aku bersyukur. Kalau seandainya aku tadi tidak membawa ksatria yang cukup kesini, pasti situasiku sekarang dalam bahaya.


"Yang Mulia. Apa itu tadi?" Lain membuka pintu dada Shining Count dan berbicara padaku. Itu benar-benar mengingatkanku kalau aku belum menjelaskannya secara rinci kepada mereka.


Aku melompat ke atas Shining Count nya Lain dan menatap ksatriaku.


"Mereka itu disebut Failer. Seperti yang dulu aku katakan saat presentasi Frame Rescue. Mereka adalah penjajah dari dunia lain. Mereka pernah menghancurkan peradaban dunia pada zaman kuno. Frame Rescue yang kalian pakai awalnya adalah senjata yang dirancang untuk membasmi mereka."


Menyebut mereka penjajah tidak sepenuhnya benar. Mereka lebih seperti pembasmi hama. Dan yang menjadi hamanya adalah kami.


Ini adalah pertama kalinya aku melihat begitu banyak Failer dalam satu tempat. Aku bahkan tidak bisa memikirkan apa yang terjadi jika aku tidak berencana untuk datang kesini.


"Apakah itu berarti asap yang kita lihat sebelumnya disebabkan oleh mereka? Apakah mereka menyerang desa Slave atau semacamnya?"


"Itu mungkin saja, ya... Oh... Sial, tunggu! Semua pasukan, mundur! Kita masih berada di wilayah Slave sekarang, sebagai kekuatan tempur! Kita tidak bisa mengambil risiko terlihat oleh ksatria mereka atau semacamnya!" Kataku secara mendadak karena aku juga baru menyadarinya.


Kami tidak bisa berlama-lama disini. Bisa-bisa kami yang akan di salahkan oleh mereka karena kehancuran kota ini.


Aku berencana mengumpulkan seluruh sisa-sisa Failer itu, namun pada akhirnya aku hanya mengambil setengahnya saja. Itu akan sangat mencurigakan jika semua bukti penyerangan Failer dihapus. Setidaknya dengan meninggalkan setengah berarti kerajaan Slave tidak akan menganggap kami sebagai penyebabnya.


"Terkadang politik memang benar-benar menyakitkan ya."Ketika aku menggerutu tentang keadaan situasi ini, aku menarik peta dari smartphoneku.


Aku berniat mencari tempat-tempat yang memiliki kehancuran dan kebakaran yang serius. Dan seperti dugaanku, banyak tempat di sekitar sini yang terbakar dan hancur berantakan.


Sayangnya, sepertinya tidak ada yang selamat. Failer bisa mendengar detak jantung manusia. Bersembunyi darinya tidak akan merubah apapun.


Ketika aku masih memikirkan itu, aku diam-diam memperbesar peta sampai keseluruh daratan Slave. Dan yang terjadi.


"Tunggu. A-apa yang terjadi di sini?" Ujarku sambil terus menatap layar seakan tak percaya.


Bukankah ada terlalu banyak pin yang jatuh di peta? Mengapa ada asap mengepul di selatan? Jauh dari sini. T-Tunggu, Shenghai juga? Apa yang sedang terjadi? T-Tidak, itu tidak mungkin.


Dengan panik aku langsung melontarkan perintah yang kedua.


"Jalankan pencarian. Tampilkan keberadaan Failer!"


{Dimengerti. Menampilkan hasil}


Gedebuk


Sebuah pin jatuh di peta, menunjukkan keberadaan Failer.


Gedebuk


Satu lagi pin jatuh


Gedebuk.Gedebuk. Gedebuk. Gedebuk. Thudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthud.


Thudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthud.


Thudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthud.


Thudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthud.


Thudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthud.


Thudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthud.


Thudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthud.


Thudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthud.


Thudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthudthud.


Pin merah yang tak terhitung jumlahnya jatuh pada pada peta Slave, itu hampir menenggelamkan Kerajaan itu di dalam lautan pin merah.


"T-tidak mungkin!?" Aku hanya bisa menonton dengan ekspresi ngeri, sambil terus mengeluarkan napas kecil saat pin terus berjatuhan.


Aku kehilangan ketenanganku sebentar dalam diam karena tidak tahu harus berbuat apa. Pin terus muncul sampai seluruh peta hampir sepenuhnya tertutup.


"Berapa banyak Failer yang ada?"


{Dua puluh ribu bentuk kehidupan Failer terdeteksi}


"A-Apa yang harus aku lakukan!?"Gumamku


"Ah, Shin... Apa kamu mendengarkanku?"


"Liora!? Ada apa Liora?"


Suara Liora yang tiba-tiba saja terdengar di dalam kepalaku membuatku kaget.


"Aku mau melaporkan kalau batas antar dimensi sekarang sudah robek, Shin."


"Batasnya robek. Jadi itu penyebab mereka menyerang kesini ya?"


"Iya. Sepertinya mereka berusaha merobek batas antar dimensi yang mulai melemah dan langsung menerobos kesini."


"Terima kasih infonya Liora. Aku akan mengurus sisanya."


"Sama-sama. Aku serahkan padamu."


Panggilan yang terputus menjadi awal mula aku mulai berpikir cara untuk menghadapi mereka semua.


Batas dimensi. Kain tak kasat mata yang memisahkan dunia ini dengan yang lain akhirnya robek dan membawa mereka masuk ke dunia ini.


Jadi mereka hanya dapat kesini saat berhasil menemukan batas yang rusak saja.


Cukup... Aku tidak punya waktu lagi untuk memikirkan hal-hal bodoh! Lagipula aku punya banyak pekerjaan disini.


Saya kembali ke istana Glory dan menjelaskan segalanya kepada orang-orang di sana. Situasi di Slave, Failer, batas dimensi, dan mengapa saya memiliki Frame Rescue… Saya berterus terang tentang semua itu kerena tidak ada lagi yang perlu disembunyikan.


➖➖➖➖➖


"Skala pembicaraan kita menjadi jauh lebih besar ya." Perdana Menteri Kazuo menghela nafas berat setelah aku berbicara. Baba berdiri di sebelahnya, melipat tangannya dengan kerutan di wajahnya.


"Aku mengerti jika kalian tidak percaya padaku, tapi."


"Tidak, aku tidak mempunyai alasan untuk meragukanmu. Makhluk dari dunia lain... Tentunya jika kita tidak berbuat apa-apa, maka tragedi Kerajaan kuno akan menimpa kita juga." Ternyata Kazuo dengan mudah mempercayaiku.


"Mengesampingkan masalah itu untuk saat ini, kita perlu mencari tahu situasi keadaan sepenuhnya. Prioritasnya sekarang adalah invasi yang terjadi di Slave saat ini. Yang Mulia.... Apakah Anda ingin menyelamatkan warga mereka?" Tanya Kazuo.


"Jika aku bisa, ya. Kita satu-satunya yang bisa melawan Failer saat ini."


"Seharusnya tidak perlu." Kazuo segera menjatuhkan semangatku.


Kazuo pada dasarnya mengucapkan kata-kata yang akan menghukum orang-orang Slave sampai mati. Mereka tidak mempunyai cara untuk melawan Failer.


"Saya akan siap bertarung jika Kerajaan saya diserang. Namun, saya tidak perlu mempertaruhkan nyawa bagi Kerajaan yang tidak hanya tidak bersahabat dengan kita, tetapi juga secara aktif bermusuhan."


"Tapi... Jika terus seperti ini, bukan Slave saja yang akan menjadi korban nantinya. Ini bukan situasi di mana Anda hanya bisa khawatir tentang sifat suatu bangsa. Orang-orang sekarat bahkan mati ketika kita berbicara sekarang. Jadi maksudmu kita tidak seharusnya membantu mereka?"


"Yang Mulia.... Anda adalah pria yang luar biasa dengan hati yang sama luar biasanya. Tapi kamu tidak bisa hanya_"


"Kazuo, dengarkan saja." Baba, yang diam sampai saat ini, akhirnya angkat bicara.


"Seluruh orang di Kerajaan ini juga tahu seperti apa sifat pemimpin mereka. Jadi sekuat apapun kamu membantah, dia tidak akan goyah. Apa kamu lupa kalau dia juga sudah menyelamatkan Kerajaan kita dulu."


"Aku... Tapi... Situasinya berbeda sekarang. Dia memiliki beban seluruh Kerajaan di pundaknya."


"Dan di situlah letak kesalahanmu. Dia tidak terbebani sama sekali. Saya naik ke bahunya atas kemauan saya. Jika dia mengguncang saya, maka saya jatuh. Jika saya tidak suka, maka saya bisa turun. Bukankah kita datang ke sini untuk melihat di mana angin akan bertiup?"


"Kau benar. Itu yang kita lakukan disini." Kazuo menghela napas pelan saat dia berbicara.


...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Salam hangat dari My Glory...