Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 33 : Kaisar Sekarang Terpojok



"Itu sudah sangat lama berlangsung Yang Mulia. Bukan kemauan penduduk untuk menggunakan budak, tetapi Kekaisaran sendiri yang menetapkan peraturan yang membolehkan perbudakan di kerajaannya."


"Hah.... Kekaisaran sendiri yang memperbolehkan?"


"Benar Yang Mulia. Di dunia ini ada dua kerajaan yang menerapkan konsep perbudakan di kerajaannya, mereka adalah Kekaisaran Slave dan kerajaan Pandora."


"Apa kerajaan lain tidak ada yang protes?"


"Tidak ada yang bisa protes Yang Mulia, karena itu adalah hak dari sebuah kerajaan."


"Dan dari mana mereka mendapatkan atribut sihir itu?"


"Setahu saya, Kekaisaran Slave membelinya dari pedagang Kerajaan Pandora, tapi saya tidak tahu dari mana Kerajaan Pandora mendapatkannya."


"Aku mengerti sekarang situasinya." Sambil menyilangkan tangan aku mengatakan itu.


Sepertinya mereka berniat menjadikan kakakku sebagai budaknya. Ayolah kawan, apa kamu sudah bosan hidup sampai-sampai berniat menjadikan Dewa sebagai budakmu.


Pilihanku untuk datang kesini sepertinya adalah pilihan yang benar.


"Kamu sepertinya sedang memikirkan sesuatu yang menarik, Shin."


"Ti-tidak-tidak.... Dan jangan coba lagi mencoba membaca pikiranku kak."


"Maaf-maaf. Sudah kebiasaan." Ujarnya sambil terus menampar bahuku saat dia tertawa.


"Sa-sakit kak. Kalau kakak tidak berhenti, nanti kakak tidak akan mendapat cemilan lagi."


Kak Kaori langsung menghentikan tamparannya pada bahuku saat mendengar ancamanku.


"A-anu. Apa maksud Yang Mulia."


"Ti-tidak ada, tidak usah dipikirkan lagi."


Aku harus lebih menjaga omonganku setelah ini sepertinya.


➖➖➖➖➖


Setelah beristirahat selama beberapa menit di bawah pepohonan itu. Kami pun melanjutkan perjalanan.


Rasanya sangat berat untuk meninggalkan tempat yang begitu nyaman itu, tapi bagaimanapun aku harus cepat-cepat menyelesaikan masalah ini.


Semakin mendekati Shenghai, ibukota Slave. semakin banyak pula aku melihat budak yang berkeliaran di sana sini bersama majikannya.


Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan dijadikan budak di kerajaan ini. Itu membuat perasaanku bertambah kuat untuk cepat-cepat menyelesaikannya.


Rombongan kami akhirnya tiba di istana Kekaisaran Slave. Istananya sangat mencolok dari pada bangunan lain.


Aku perkirakan interiornya pasti terbuat dari emas di setiap sudut ruangannya.


Patung manusia di tengah-tengah halaman istana yang juga membuatku kaget karena juga terbuat dari emas murni.


Saat aku dan ketiga kakakku turun dari kereta, mataku tidak berhenti memandang patung itu.


Mereka menggunakan emas hanya untuk membuat patung saja. Kenapa mereka tidak pakai saja emasnya untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya.


"Selamat datang di Kekaisaran Slave Yang Mulia Raja Kerajaan Glory."


Mataku yang masih tertuju melihat patung itu dibuat kaget oleh seseorang yang menyapaku di belakang.


"Ya-ya." Hanya itu balasanku padanya.


Yang kulihat di depanku adalah seorang pria berumur sekitar tiga puluhan, memakai baju longgar bewarna hitam yang dihiasi logo Kekaisaran di dadanya, dia juga memegang tongkat yang kelihatannya juga bukan barang murahan.


"Perkenalkan saya adalah Gion. Perdana menteri Kekaisaran Slave."


"Senang bertemu denganmu."


Perdana menterinya saja seperti ini pakaiannya, apa lagi Kaisarnya.


"Kalau begitu izinkan saya mengantarkan Yang Mulia beserta rombongan ke ruang audiens Kaisar."


"Saya terima tawarannya dengan senang hati."


Kami semua dituntun olehnya ke dalam istana, seperti yang ku duga sebelumnya bahwa di setiap sudut ruangan terdapat hiasan yang terbuat dari emas.


Setibanya di ruang audiens. Aku di sambut oleh pria gemuk berusia sekitar empat puluhan, dia mengenakan jubah glamor di tubuhnya, tidak lupa juga mahkotanya yang sangat bersinar dengan emas di mana-mana.


Di sampingnya berdiri pula orang yang dulu bersikeras datang untuk melamar kakakku, dari awal aku datang dia terus memandangi kakakku dengan tatapan menjijikkan di matanya.


Kalau tidak salah nama dia itu adalah Van.


"Selamat datang di Kekaisaran Slave Raja Glory, nona Kaori, nona Viola dan nona Safira."


"Terima kasih atas sambutannya."


"Silakan duduk."


Sesuai perkataannya, kami berempat pun duduk. Lain dan beberapa ksatria berdiri di belakangku dengan sikap siaga penuh saat melihat beberapa ksatria Slave memandangi mereka dengan mata cemooh.


"Jadi apa yang membuat Raja dari kerajaan Glory di barat datang kesini?"


Apa dia mencoba menyindirku dengan mengatakan kata barat. Sepertinya hubungan barat dan timur sedikit tidak baik ya. Tapi itu tidak ada hubungannya denganku, bagaimanapun juga aku memiliki hubungan baik dengan kerajaan Allent dan Freedom.


"Saya kesini ingin bertanya tentang maksud dari proposal pernikahan yang diajukan oleh adik anda?"


Dia terkejut saat mengetahui kalau aku sudah tahu identitas sebenarnya dari adiknya.


"A-apa Yang Mulia telah menyetujui proposal dari kami?"


"Hahaha. Baiklah."


"Jadi, pertama saya mau bertanya. Kenapa adikmu mengirim proposal pernikahan untuk kakakku yang secara teknis adalah kakak dari Raja Kerajaan Glory di barat. setahuku hubungan barat dan timur tidak terlalu baik?"


"Saya tidak peduli dengan hubungan itu. Saat mendengar bahwa Raja Glory mempunyai kakak yang sangat cantik, adikku murni ingin mengirim proposal pernikahan karena dia mencintai kakak anda pada pandangan pertama."


Poin satu. Dari laporan Kazumi jelas-jelas dia ingin memanfaatkan kakakku dengan untuk menguasai kekuatan kerajaanku.


"Yang kedua. Kenapa Kerajaan anda memperbolehkan perbudakan di sini?"


"Sistem itu sudah ada di Kekaisaran ini sejak sepuluh ribu tahun yang lalu, kami hanya mencoba melestarikannya."


Poin dua.


Di saat dia selesai berbicara dan menunggu responku, aku menutup mataku untuk menghubungi Liora yang berada di FIB menggunakan telepati.


"Liora. Apa kamu mendengarku?'


"Iya Shin. Ada yang bisa saya bantu?"


"Aku mau tanya. Apakah sepuluh ribu tahun yang lalu ada kerajaan yang bernama Kekaisaran Slave?"


"Seingatku tidak pernah ada yang namanya Kekaisaran Slave."


Seperti dugaanku.


"S-shin. Apa ada sesuatu?"


"T-tidak ada. Terima kasih Liora."


"Sama-sama Shin."


Saat aku menutup telepatiku dan menatap adiknya sebentar, dia hanya diam sambil terus menatap kakakku dengan tatapan menjijikkannya. Tidak mau melihat itu lebih lama lagi, aku memilih memalingkan pandanganku ke arah Kaisar dan bertanya sekali lagi.


"Yang terakhir. Kenapa anda mengirim seratus lima puluh orang ke kerajaanku untuk menyebarkan rumor itu?"


Mereka berdua mulai gemetaran di tempat saat mendengar kalimat yang dari tadi sudah berusaha mereka tahan supaya tidak aku ucapkan.


"Ka-kami sama sekali tidak tahu soal itu. Pelakunya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kami."


Poin tiga. Orang yang aku tangkap itu memakai kalung berlogo matahari emas yang merupakan simbol organisasi Golden yang notabene adalah organisasi bawah tanah Kekaisaran Slave.


Mereka sama sekali tidak takut berbohong ya, itu menunjukkan bahwa mereka sudah terbiasa berbohong selama ini.


Aku tatap ketiga kakakku, tapi mereka hanya menatap balikku dengan senyuman di wajah mereka.


Disaat aku memalingkan wajahku dari kakakku karena memerah, tidak sengaja aku melihat pria yang masih duduk di depan kakakku tidak berhenti menatap seluruh tubuh ketiga kakakku, terutama kak Kaori yang secara teknis adalah Dewi Cinta, jadi bisa di maklumi kalau dia mempunyai postur tubuh yang bisa membuat pria menjadi gila.


Tatapan pria bajingan itu membuatku ingin sekali memukul wajahnya sampai terhempas ke alam baka. Itu yang aku pikirkan, tapi aku tidak bisa mengatakannya karena kakakku bisa mendengar apa yang ada di pikiranku.


➖➖➖➖➖


Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda. Tepatnya di Kerajaan Glory, telah terjadi sebuah penyerangan.


"Lapor, wakil komandan Nikola."


"Silakan."


"Kami mendapatkan laporan bahwa sekelompok orang mulai menyerbu dari sisi timur ibukota."


"Menyerbu!? Berapa jumlah mereka?"


"Sekitar lima ratus orang."


"Lima ratus orang!?"


"Benar. Mereka sudah memasuki ibukota sekarang."


"Katakan kepada ksatria yang lain untuk tetap waspada sampai aku memberi perintah lanjutan."


"Baik. Kalau begitu saya permisi." Ksatria itu berdiri dan membungkuk dengan hormat dan pergi meninggalkan Nikola.


Setelah ksatria itu berlari ke luar, ternyata dia berselisih dengan enam Ratu kerajaan, ksatria itu langsung berhenti berlari dan membungkuk hormat ke Ratunya.


Ke enam gadis itu hanya menganguk tanpa respon karena mereka tahu bahwa ksatria itu sedang sibuk.


Mendapatkan anggukan dari Ratu, ksatria itu mulai berlari kembali namun dengan kecepatan yang lebih lambat karena di belakangnya ada Ratu.


"Sepertinya ada kejadian di sini, terlihat semua orang nampaknya sedang sibuk ya."


"Kamu benar Rin."


"Kita tanyakan saja pada Nikola apa yang terjadi?"


"Itu ide bagus, ayo kita kesana." Saran Ryou di setujui oleh Miku.


...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Salam hangat dari My Glory...