
Ribuan ksatria dibantu lima makhluk surgawi beserta bawahannya mulai menyebar ke seluruh kerajaan.
Banyak pendatang yang terkejut melihat ksatria tersebar dimana-mana bahkan ada yang ketakutan juga melihatnya.
Itu tidak akan menjadi masalah untukku karena ini demi nama baik keluargaku, akan aku cari dalangnya.
Bawahan raja surgawi juga menyebar. Banyak sekali naga dan burung beterbangan di langit kerajaan, sementara berbagai hewan buas darat juga tersebar di berbagai sudut kota.
Terkadang saat harimau melintas banyak anak-anak yang mendekati dan mengelusnya, Itu sudah menjadi pemandangan biasa di kerajaanku tapi tidak biasa bagi pendatang baru melihat hal itu.
"Hentikan itu, kamu akan diterkamnya nanti Nak." Lima orang pendatang baru langsung menghentikan anak-anak yang akan mendekati lima ekor harimau emas.
"Pergi dari sini hewan buas." Bentak mereka pada harimau itu, tapi harimau hanya diam menatapnya saja.
"Woiii.... Kenapa kalian hanya diam saja, anak-anak kalian dalam bahaya sekarang. Tolong kami mengusir harimau ini." Teriakan lima orang itu sama sekali tidak di dengar oleh penduduk sekitar.
"Kenapa dengan penduduk kerajaan ini. Mereka tidak khawatir sama sekali melihat anaknya bermain dengan harimau."
"Bro. Coba lihat di langit." Sesuai apa yang di ucapkan temannya, mereka semua langsung menatap langit.
"Bu-bukannya itu naga. Kenapa segerombolan naga bisa berada disini."
"Apa yang sebenarnya yang terjadi di kerajaan ini. Bahkan ksatria juga berada di mana-mana."
"Katanya kerajaan ini adalah kerajaan yang paling aman di dunia tapi kenapa kenyataannya seperti ini."
Mereka berlima hanya dapat terdiam tapi tetap waspada melihat keadaan kerajaan yang di penuhi hewan panggilan dan ksatria.
"Ini tidak bisa dibiarkan. Semuanya, cepat habisi harimau itu."
"Baik."
Temannya mulai memasang mode tempur untuk menghadapi harimau emas. Namun, disaat mereka akan menyerang harimau itu mereka di hentikan penduduk.
"Kalian berlima berhenti." Ucap pedagang di sekitar mereka.
"Kenapa? Kalian hanya diam melihat harimau dan naga berkeliaran disini, apanya yang kerajaan teraman."
"Anak muda. Berhentilah, Jangan sakiti harimau itu kalau kalian masih mau hidup." Tiba-tiba seorang pria tua datang menghampiri lima pendatang itu.
"Emangnya kenapa. Ini cuma harimau liar, lebih baik dihabisi saja dari pada nanti menyerang orang lain."
"Itu bukan harimau biasa, Nak."
"Bukan? Apa maksudmu."
"Semua hewan yang kalian lihat ini adalah hewan panggilan Yang Mulia."
"Hewan panggilan raja?"
"Benar. Selain ksatria, Hewan panggilan Yang Mulia juga melindungi kerajaan ini, karena itu kerajaan ini adalah kerajaan paling aman.... Tapi sekarang ada yang aneh."
"Aneh? Apa yang lebih aneh dari ini?"
"Biasanya hewan panggilan Yang Mulia tidak sebanyak ini, tapi sekarang jumlahnya saja tidak bisa diketahui. Saya tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Yang Mulia sekarang."
"Biasanya tidak sebanyak ini?" Ujar kebingungan para pendatang itu.
"Apa kakek tidak mendengar rumor yang beredar sekarang kek." Pedagang yang tadi menghentikan pendatang yang akan menyerang harimau itu sekarang angkat bicara.
"Rumor apa?"
"Ada rumor yang mengatakan kalau kakak dan tunangan Yang Mulia adalah wanita yang sudah pernah tidur dengan banyak pria sebelumnya."
"Apa.... Tidak mungkin tunangan dan kakaknya Yang Mulia berbuat seperti itu." Bantah kakek itu.
"Memang tidak ada yang percaya oleh rumor itu, jadinya sekarang rumor itu hanya sebatas angin lalu saja."
"Jadi hewan panggilan ini?" Tanya kakek itu pada pedagang.
"Sepertinya Yang Mulia tidak terima akan hal itu dan dia sekarang mengirim ksatria besarta hewan panggilannya untuk mencari pelaku penyebar rumor itu."
"Hmmm. Jadi semua ini masuk akal sekarang, mana mungkin Yang Mulia akan memaafkan orang yang telah merendahkan keluarga kerajaan."
"Jadi ini semua untuk mencari pelaku itu?" Tanya salah satu pendatang itu.
"Itu benar manusia."
"Hahhh...." Sontak mereka melompat kaget mendengar harimau emas itu berbicara.
"Ha-harimaunya bisa berbicara."
"Tentu saja dia bisa berbicara anak muda. Mereka adalah bawahan langsung dari raja surgawi."
"Ra-raja surgawi. Hewan panggilan legendaris itu?"
"Ya. Melihat dari penyebarannya, sepertinya kaisar surgawi dan empat raja surgawi di tugaskan menjaga istana."
"Kaisar dan raja surgawi. Apa jangan-jangan raja juga memilikinya."
Penduduk hanya mengangguk santai atas pertanyaannya, itu membuatnya tubuhnya merinding ketakutan.
"Apa kalian masih baru di kerajaan ini wahai manusia?"
"Hai. I-iya, kami baru datang."
"Begitu ya."
"Harimau emas. Apa yang sedang terjadi?" Tanya penduduk kepada harimau emas.
"Seperti yang kalian katakan tadi. Kami sedang mencari pelaku penyebar rumor buruk tentang nyonya dan kakaknya tuan. Ksatria yang dipimpin langsung oleh tuan juga menyebar ke seluruh kerajaan."
"Dipimpin Yang Mulia langsung." Semua pendatang disana terkejut.
"Kalau semua ksatria di sebarkan dan dipimpin langsung oleh Yang Mulia. siapa yang menjaga istana sekarang?" Tanya pedagang.
"Yang menjaga nyonya dan kakaknya tuan adalah Kaisar beserta empat raja surgawi lainnya."
"Kaisar dan empat raja surgawi!?"
"Sepertinya kita tidak perlu khawatir akan keselamatan Ratu dan kakak Yang Mulia."
"Kau benar." Semua orang hanya menganguk atas pernyataan kakek.
"Hei pendatang baru." Ujar Harimau emas.
"I-iya. Ada apa?"
"Kalau kau sampai berani menyakiti rakyat kerajaan ini, siap-siap saja kepalamu akan hilang."
"Ba-ba-baiklah." Kelima orang itu gemetaran saat mendengar ancaman dari harimau emas.
"Kalau begitu kami pergi dulu." Kelima harimau berlari lagi untuk melaksanakan tugas mereka.
➖➖➖➖➖
"Apa kalian sudah melakukan tugas yang saya berikan?"
"Sudah."
"Bagus. Saya tidak sabar melihat mereka semua hancur oleh rakyatnya sendiri."
Setelah mendapat laporan, dia langsung berjalan ke arah sebuah ruangan dengan tawa jahat di wajahnya.
"Apa kamu sudah melakukan apa yang kamu inginkan?"
"Tentu saja."
"Aku juga tidak sabar menantikan kabar yang akan beredar di dunia. 'Raja Glory adalah raja yang menjadikan wanita murahan sebagai tunangannya' Apa yang akan dikatakan dunia."
"Apa kamu percaya rencana ini akan berhasil?"
"Pasti berhasil. Aku sudah memikirkan semuanya."
➖➖➖➖➖
Saat ini di Glory semua ksatria dan hewan panggilan masih berpencar di seluruh penjuru kerajaan.
Kami sudah mencarinya selama dua jam dan hari juga sudah sore, dimana sebenarnya mereka bersembunyi.
"Yang Muliaa."
"Ada apa?"
Seorang ksatria berlari ke arahku dengan terburu-buru, sesampainya dia langsung berlutut dihadapanku.
"Saya melapor kalau saya tadi mendapatkan benda ini dari salah satu penduduk Yang Mulia."
"Apa ini?" Sambil mengambil barang itu dari tangannya.
"Penduduk mengatakan kalau ini adalah kalung yang di pakai orang-orang yang menyebarkan rumor itu Yang Mulia."
"Apa..... Jadi ini kalungnya."
Dengan ini aku pasti bisa menemukan dalangnya. Siapapun mereka awas saja.
"Cari orang yang memakai kalung di seluruh kerajaan ini."
[Berhasil. Di temukan 150 orang dengan ciri-ciri yang cocok]
"Yess. Akhirnya kalian aku temukan."
Mereka berada di tenggara ibukota ya. Jumlahnya juga lumayan banyak.
Sekarang kalian tidak akan bisa kabur lagi dariku.
"Lain. Ikut denganku."
"Kalau boleh tahu kemana Yang Mulia."
"Ke tenggara ibukota."
"Tenggara. Un-untuk apa Yang Mulia."
"Untuk menangkap pelaku pencemaran nama baik keluarga kerajaan."
"Ba-baiklah Yang Mulia."
Kami berdua memasuki gerbang dari mantra [Gate] dan menuju ke tenggara kerajaan.
Di tenggara kalau tidak salah tempat hiburan, apa mereka sedang berpesta akan keberhasilannya tapi sayang sekali kalian sudah tertangkap.
Setibanya kami di tenggara ibukota.
"Yang Mulia." Ujar ksatria saat melihatku datang tiba-tiba.
Kougyoku. Datang kesini, aku memerlukanmu.
Beberapa saat kemudian seekor burung api raksasa datang dari udara dengan sangat cepat ke arahku.
"Saya datang sesuai perintah tuan."
"Beritahukan semua ksatria di kerajaan untuk kembali lagi ke istana, katakan kalau pelakunya sudah tertangkap."
"Baik tuanku."
Kougyoku mulai mengepakkan sayap besarnya dan terbang tinggi saat perintah sudah diberikan padanya.
"Lain. Suruh ksatria yang kamu lihat untuk mengikutiku."
"Baik Yang Mulia."
Delapan puluh enam ksatria berhasil di kumpulkan Lain di tempatku.
"Kalian semua ikuti saya untuk menangkap pelakunya sekarang."
"Ba-baik Yang Mulia."
➖➖➖➖➖
Jejeran ksatria beserta harimau di darat dan burung besarta beberapa ekor naga di udara membuat penduduk bingung dan pendatang ketakutan.
"Hei. Kenapa Yang Mulia membawa banyak pasukan kesini."
"Saya juga tidak tahu."
"Apa jangan-jangan pelakunya sekarang ada di sekitar sini."
"Apa yang kamu maksud itu pelaku penyebar rumor buruk tentang tunangan dan kakaknya Yang Mulia?"
"Tepat. Yang Mulia pasti sangat marah akibat rumor itu sampai-sampai membawa pasukan sebanyak ini."
"Tapi aku liat hewan panggilannya tidak pernah menyerang penduduk sekitar."
"Itu hal yang wajar. Hewan panggilan Yang Mulia hanya menghajar orang yang meresahkan dan menyakiti penduduknya saja."
"Pantas saja kerajaan ini menjadi tempat paling aman bagi penduduk."
Gumam para penduduk dengan pendatang yang tidak sengaja kudengar.
➖➖➖➖➖
Sesampai di tempat yang ada di peta.
Ini sebuah bar ya. maklum saja rame, hari juga sudah mau malam.
"Lain."
"Baik Yang Mulia. Semuanya, kepung tempat ini sekarang juga."
"Ba-baik." Seluruh ksatria mulai bergerak untuk mengepung bar itu, harimau juga berada di depan mereka sebagai pasukan penyerang.
Setelah pasukan ksatria mengepung bar, aku mulai menarik nafas dan menatap komandan.
"Lain. Masuklah dan cari setiap orang yang memakai kalung ini."
"Baik Yang Mulia." Lain mulai berjalan masuk.
"Tunggu. Bawalah harimau ini untuk berjaga-jaga."
Tiga harimau emas berjalan kedepan untuk menemani Lain masuk ke dalam bar itu
...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...
...Like...
...Komen...
...Vote...
...Salam hangat dari My Glory...