Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 18 : Ordo Ksatria Kerajaan



Aku yang sekarang adalah pemimpin dari Western Continent Peace Alliance atau disingkat WCPA mulai merencanakan pembangunan gedung pertemuan para anggota aliansi.


Kenapa mereka menyuruh anak berumur enam belas tahun untuk menjadi pemimpinnya sih.


Dan dimana aku akan membangun gedung pertemuan itu.


Disaat aku masih memikirkannya tiba-tiba ada suara yang memanggilku dari luar ruangganku.


"Yang mulia."


"Y-ya. Masuklah."


Laki-laki itu masuk dan berdiri di depanku.


"Ada apa Kazuo." Benar, dia adalah perdana menteriku.


"Saya mau melaporkan kalau poster pengumuman perekrutan ksatria sudah selesai di buat."


"Ohh. Sudah selesai ya, Hmmm. Baiklah, aku akan meminta bantuan guild untuk menyebarkannya."


"Saya juga akan membantu menyebarkannya."


Aku dan Kazuo berjalan keluar ruangan untuk mengambil tumpukan poster supaya bisa di sebarkan.


➖➖➖➖➖


Saat ini aku berada di kantor kepala guild relisha.


"Apa ada yang bisa saya bantu?"


"Hmmm. Aku mau minta tolong."


"Minta tolong apa?"


"Aku minta tolong guild untuk menyebarkan poster perekrutan anggota ordo ksatria Glory."


"Jadi kamu sekarang akan merekrut anggota ksatria."


"Benar."


"Hmmm. Baiklah, aku akan membantu menyebarkannya di cabang-cabang guild di seluruh dunia."


"T-terima kasih."


"Itu bukan masalah." dia terseyum padaku


Seingatku Relisha kan ketua guild cabang Strom, kenapa sekarang dia masih ada disini ya.


"Aku mau tanya. Bukannya kamu kepala guild cabang Strom, kenapa kamu masih berada disini?"


"Hmm. Biasanya kepala guild itu bisa memilih dimana markas mereka, aku dulu hanya ingin bersantai di guild Strom. Namun setelah guild cabang Glory didirikan, aku kini memilih Glory sebagai markasku." Dia mengatakan itu dengan sedikit diiringi senyuman canggung.


Apa-apaan dia ini. dia dulu hanya ingin bersantai di Strom katanya.


"Jadi sekarang kamu memilih bekerja disini?"


"Ya begitulah."


Setelah mendapat jawaban yang aku inginkan, aku akhirnya memilih meninggalkan guild.


Saat aku masih dijalan, aku terpikirkan sesuatu yang penting.


Hah... Aku lupa kalau aku belum memberikan cincin tunangan pada mereka semua. apa aku harus mencari cincin itu sekarang saja ya.


Karena tidak ada ide. Aku memilih membuka smartphoneku dan mencari model-model cincin yang bagus di internet.


Sepertinya ini lumayan bagus... Apa aku buat model seperti ini saja ya, Hmmm. kalau permatanya lebih baik aku ganti saja dengan yang lain..... Oh ya, bagaimana kalau aku ganti saja dengan batu relstone dan cincinnya aku gunakan saja platinum.


Aku mengeluarkan seluruh bahan yang di perlukan untuk membuat cincin itu. disaat bahannya sudah lengkap, aku langsung merapalkan mantra [Modelling]


"Hmmm. Hasilnya sangat bagus menurutku, kuharap mereka menyukainya." Aku melihat hasilnya yang membuatku kagum, cincinnya bewarna platinum dan permatanya bewarna merah muda, biru, hijau, ungu tergantung jamnya.


Langsung aku masukkan ke enam cincin itu ke dalam kotak yang memiliki lambang kerajaan Glory di atasnya dan berjalan ke kastil dengan ekspresi senang.


Saat tiba di kastil aku langsung menuju ke meja untuk makan siang bersama para tunganganku.


"Shin. Apa pekerjaanmu sudah selesai?" Ryou bertanya padaku saat aku akan duduk.


"Ya. Aku sekarang hanya menunggu sampai hari perekrutan ksatriaku."


"Memangnya berapa banyak ksatria yang akan kamu rekrut?" Kakaknya Ryou, kyou sekarang yang bertanya.


"Untuk sekarang sekitar sepuluh ribu orang."


"Hmmm. Lumayan banyak ya."


"Hei-Hei. Kenapa kalian malah membicarakan masalah kerajaan di meja makan sih." Miku sedikit marah padaku tampa aku tahu penyebabnya.


Saat aku melihat pelayan membawa makannya ke meja, ada yang janggal dari makanan itu.


"Kenapa makanan ini terlihat berbeda dari biasanya ya?" Aku bertanya pada mereka semua.


"I-ini karena Aku yang membuatnya." Airi dengan wajah memerah langsung menjawab kebingunganku.


"Jadi ini Airi yang membuatnya ya." Aku tersenyum pada airi yang masih memerah sambil memakan makanan yang dibuatnya.


"Aku ingin belajar memasak supaya bisa membuatkan Shin bekal." Dia tambah merah padam.


"Aku tidak sabar menantikannya." Saat aku memberinya senyuman, kepalanya sekarang malah tambah berasap.


Kami mulai makan siang dengan menu yang di buat oleh Airi dengan tekun.


Saat kami sudah selesai makan, kami berpindah ke ruangan keluarga sambil minum teh bersama.


"Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini ya" Rin mengutarakan isi pikirannya.


"Ya begitulah. semenjak Shin menjadi raja, dia menjadi sangat sibuk dan kurang memperhatikan kita." Miku membalas dengan sedikit menyindirku.


Maafkan aku kalau aku tidak memperhatikan kalian. Sampai sekarang saja aku masih tidak percaya kalau aku kini menjadi raja dan pemimpin dari aliansi.


"Maafkan aku." Dengan nada sedih aku meminta maaf sebesar-besarnya pada mereka semua.


"Tidak apa-apa Shin. Kami tahu kalau kamu sangat sibuk untuk memajukan kerajaanmu." Ryou yang paling perhatian padaku langsung menyangkal permintaan maafku.


Kamu memang gadis yang sangat baik Ryou. Hanya kamu saja yang bisa mengerti posisiku sekarang.


Di saat aku masih meratapi kesalahanku, aku kelupaan kalau aku sudah membuatkan mereka cincin tapi belum menyerahkannya.


"Kalian semua... Aku ada hadiah untuk kalian." Dengan semangat aku mengatakan itu pada mereka.


"Hadiah!? Hadiah apa itu?" Hana langsung menyosor ke arahku.


Aku langsung mengeluarkan kota cincin itu dari penyimpananku dan meletakkannya di atas meja di depan mereka berenam.


"A-apa ini Shin?" Kyou yang dari tadi diam akhirnya bertanya.


"Buka saja."


Di saat kyou membuak kotak itu perlahan-lahan, alangkah bahagiannya mereka saat melihat cincin itu. Airi yang masih tidak percaya memilih bertanya padaku.


"S-shin. Apa ini?" Dengan gugup dia bertanya padaku.


"Ini adalah cincin pertunangan dariku."


"C-cin-cincin pertunangan!?" Mereka semua melompat kaget dan wajah mereka langsung memerah sampai ketelinga mereka semua.


"Maafkan aku karena terlambat memberikannya pada kalian semua." Sekali lagi aku menundukkan kepalaku pada mereka.


Mereka melihat cincin itu yang masih tersusun rapi di dalam kotak. dengan mata berbinar-binar mereka akhrinya menangis bahagia.


"Kenapa kalian semua?" Aku dengan polosnya bertanya kenapa mereka menangis.


"Tidak ada apa-apa. kami hanya bahagia." Miku menjawab pertanyaanku.


"Hmmm. Ba-baiklah, bagaimana kalau aku memasangkannya ke jari kalian."


"B-baiklah." Setelah mendapat persetujuan dari Hana, aku mulai mengambil cincin itu satu persatu dan memasangkannya ke jari manis mereka semua.


Cincinnya memiliki bantuk yang sama karena aku tidak mau ada yang iri melihat cincin yang lain.


Sekarang warna permatanya biru karena saat ini hari siang, namun kalau pagi warnanya merah muda, sore warnanya hijau dan malam bewarna ungu.


Cincin yang dilihat mereka dengan mata yang mengeluarkan air mata bahagia itu terlihat sangat cocok di jari mereka.


"Terima kasih Shin. Kami mencintaimu." mereka semua menatapku dan berterima kasih dengan wajah yang masih basah akibat air mata tadi.


"Aku juga mencintai kalian semua." Aku membalas mereka dengan senyuman bahagia berharap kami akan bisa bersama sampai seterusnya.


Beberapa hari setelah aku menyerahkan cincin itu pada mereka.


Sepertinya mereka sangat senang saat menerima cincin itu dariku. Kuharap aku akan bisa menjaga senyuman itu ter__


"Yang Mulia."


"Ohh i-iya. Ada apa." Aku yang melamun langsung disadarkan oleh Kazuo.


"Apa kamu tidak mendengarkan."


"Ma-maafkan aku."


"Hmmm. Baiklah. Akan saya ulangi, saya sudah mendata para pelamar yang akan kita rekrut. Totalnya ada sekitar dua puluh ribu orang pelamar." Kazuo mulai membolak-balikan kertas yang berisi data para pelamar.


Itu sudah diluar perkiraanku. Apakah mereka kesini karena perkejaan atau karena tahu kalau aku petualang peringkat paltinum.


"Tahap-tahap perekrutan akan di bagi menjadi dua tahap. tahap pertama yaitu sosiolisasi dan tahap kedua yaitu wawancara."


"Hmmm. Yoss, mari kita lihat mereka sekarang."


Kami berdua langsung pergi ke lapangan utara karena hanya disitu tempat yang bisa menapung pelamar sebanyak itu.


Disaat kami tiba di sana, aku melihat lautan manusia sepanjang mata memandang. Tidak hanya laki-laki, tetapi juga banyak perempuan yang datang kesini, mungkin karena syarat kami adalah tidak memandang gender seseorang jadi wanita yang ingin menjadi ksatria langsung pergi kesini.


Sepertinya aku akan menjadi satu-satunya kerajaan di dunia ini yang memiliki ksatria wanita di dalam ordonya.


Aku merapalkan mantra [Speaker]


Saat mereka menyadari speakerku, mereka semua langsung diam dan berbalik menatapku dan Kazuo yang berada di sampingku.


"Terima kasih untuk kelian semua yang sudah datang jauh-jauh disini untuk menjalankan tes menjadi ksatria kerajaan Glory. perkenalkan nama saya Tatsuya Shin, raja kerajaan Glory ini."


"Baiklah. Tampa banyak basa-basi lagi, tahap pertama akan kami mulai. kami akan memberikan kalian nomor peserta, kalian pakai nomor itu selama tiga hari kemanapun kalian berada di kerajaan ini. kalau seandainya kalian melepaskannya, kalian secara otomatis akan di diskualifikasi." Kazuo mulai menjelaskan aturannya pada mereka.


Para ninja yang memakai kostum lengkap mulai membagikan nomor pada para peserta itu, mereka mulai memasangnya di dada mereka semua.


"Baiklah. Kalian boleh bubar tapi jangan tinggalkan kerajaan ini, tahap dua akan di mulai tiga hari dari sekarang." Setelah Kazuo mengatakan itu, semua orang mulai meninggalkan tempat itu.


Sebenarnya aku telah memerintahkan penduduk untuk melihat kelakuan para ksatria itu, kalau seandainya ada yang berbuat kerusakan ataupun mengganggu, mereka boleh mencatat nomornya dan menyerahkannya pada kami.


Kota ku yang sudah mulai ramai sekarang malah tambah meledak akibat kedatangan para pelamar.


"Kenapa masakan ini sangat tidak enak."


"M-maafkan saya."


"Itu tidak bisa dimaafkan, aku tidak mau membayar makanan ini."


Salah satu peserta dengan nomor 8.903 bersama temannya dengan nomor 5.474 dan 6.253 terlihat ribut dengan salah satu pelayan restoran di ibukota.


"Kenapa kamu malah marah-marah pada pelayan itu. Bukan makanannya yang tidak enak tapi selera mu yang berbeda."


"Apa urusanmu disini. Apa kamu ingin aku pukul."


Saat dia masih marah-marah pada pelayan itu, tiba-tiba datang penduduk untuk menegurnya, namun dia malah marah dan langsung menyerang.


"Matilah kau." Dia bersama temannya langsung menyerang orang yang menegurnya.


Dia bisa menghindar dengan mudah tapi itu hanya jebakan mereka, disaat dia melompat ternyata temannya yang lain merapalkan mantra dan menembakkan petir padanya. Dia terlambat menghindar dan akhirnya terkena sambaran petir itu.


"Hahaha... Bagaimana bisa kamu seorang diri melawan bami bertiga. kami berada disini karena ingin menjadi komandan ksatria, kalau petualang itu bisa menjadi raja tentu kami juga bisa." Dia bersama temannya tertawa terbahak-bahak saat mengatakan keinginan sebenarnya.


"S-siapa juga yang akan menerimamu menjadi ksatria kerajaan kalau kamu saja tidak bisa menghormati penduduknya." Dia yang masih kesakitan karena habis tersambar petir langsung menyangkal perkataan sombong dari mereka bertiga.


"Apa katamu."


"T-tidak mungkin raja Glory akan menerimamu menjadi ksatrianya."


"Dia hanya bocah berumur enam belas tahun. emangnya dia tahu apa dalam menjalankan sebuah kerajaan" Dia menyeringai sebagai jawaban untuk perkataannya.


"Bagaimana kalau kita bunuh saja dia." Temannya yang ada di sampingnya memberikan usulan padanya.


"Hmmm.... Itu ide yang bagus, lebih baik kita bunuh saja dia."


Saat dia mencoba mengayunkan kapak besarnya ke arah pria yang masih kesakitan itu, tiba-tiba....


"Gauwghh..." mereka bertiga langsung terhempas kebelakang sampai-sampai menabrak dinding dengan sangat keras.


Saat mereka mencoba berdiri lagi dan melihat apa yang menyerang mereka tadi.


"A-apa-apaan itu tadi." Saat dia melihatnya, di depan mereka berdiri seekor harimau putih besar dan di sampingnya ada pula empat ekor harimau emas.


"B-binatang apa itu?" Salah satu temannya bergumam pada dirinya sendiri.


"I-itu adalah salah satu dari empat raja makhluk surgawi." Temannya yang satu lagi langsung gemetaran saat mengatakan itu.


"Apaaa!? Kenapa dia bisa ada disini." Pria itu ketakutan melihat harimau putih tepat didepannya.


Beberapa hari sebelum perekrutan dimulai. aku memanggil raja surgawi lainnya dengan bantuan Haku jika seandainya ada kejadian yang tidak terduga.


Saat aku berhasil memanggilnya, seperti yang kalian tahu kalau mereka awalnya menyombongkan kekuatannya bahkan saat melihat Haku di sampingku, namun akhirnya mereka berdua malah pingsan saat aku menyalurkan energi sihirku padanya dan sekarang mereka jadi penurut padaku.


Namanya sekarang adalah Kaku. Salah satu dari empat raja makhluk surgawi tipe binatang darat.


Dan Kaitur. Salah satu dari empat raja makhluk surgawi tipe binatang Air.


Di saat mereka bertiga kebingungan akan keberadaan Kaku. Salah satu penduduk berbicara menjelaskannya kepada mereka bertiga.


"Itu adalah salah satu hewan panggilan Yang Mulia raja." Kata-kata penduduk itu langsung direspon oleh penduduk lain dan para peserta lainnya.


"Apaa..... Hewan panggilan raja? K-kenapa dia memiliki salah satu dari raja surgawi?" Dia yang masih tidak percaya mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Di saat di masih belum menebukan jawabannya. penduduk yang tadi dia hajar membuka mulutnya.


"B-bukan salah satunya. Tapi raja Glory memiliki keempat raja surgawi itu."


"Apaaa....!?" Mereka bertiga dan beberapa peserta di situ juga melompat kaget.


"Bukan hanya itu. Dia bahkan memiliki kaisar surgawi bersamanya." Dia menambahkan dengan sedikit di lebih-lebihkan.


Saat mereka masih berbicara. kaku yang berdiri di depan pria yang terluka itu membuka mulutnya.


"Atas perintah dari tuanku. Aku akan menangkap siapa saja yang mencoba melukai para penduduk kerajaan ini." Dia mengeluarkan aura mengintimidasi.


Mereka bertiga mulai ketakutan hebat saat Kaku mengeluarkan auranya. Bahkan sesaat sebelum Kaku menyerang mereka bertiga sudah pingsan.


➖➖➖➖➖


Selama tiga hari kesempatan mereka, sekarang yang tinggal ada sekitar 17.142. selebihnya gagal karena barbagai alasan.


"Selamat bagi kalian yang telah lulus tahap pertama. Sekarang kami akan masuk pada tahap kedua yaitu wawancara. Persiapkan diri kalian sebelum dipanggil" Kazuo pergi meninggalkan panggung saat selesai mengatakan itu.


Tahap kedua dan terakhirnya akan aku bagi menjadi dua ratus tempat wawancara yang disetiap tempat akan mewawancarakan dua puluh orang sekaligus supaya lebih cepat.


Yang menjadi juri yaitu para ninjaku, mereka juga diberi alat pendeteksi kebohongan dan alat pendeteksi niat yang dibuat Liora. Aku tidak bisa terus meminta tolong Miku untuk melihat aura seseorang.


Perlu waktu seminggu penuh, itu membuatku harus memberi para ninja sedikit bonus atas kerja kerasnya. Sampai tahap terakhir, yang berhasil lolos ada sekitar 15.500.


Sepertinya ini sangat diluar perkiraanku. tapi mau bagaimana lagi, aku akan menerima mereka semua.


Saat ini mereka yang sudah lolos aku kumpulkan lagi di halaman utara.


Para trio kelinci juga sudah pulang ke kerajaan dengan bakat yang sudah meningkat pesat.


"Selamat kepada yang lolos sampai tahap terakhir ini..... Hmm. Sekarang kita dengarkan sedikit ucapan selamat dari raja kerajaan Glory." Saat Kazuo selesai mengatakan itu, aku menaiki panggung untuk berpidato.


"Selamat sekali lagi atas usaha kalian yang telah berhasil lolos sampai tahap ini. Saya sebagai raja kerajaan Glory menerima kalian dengan senang hati, berlatihlah dengan giat supaya kalian bisa berguna bagi kerajaan. aku tahu kalau mulai sekarang kalian akan menghadapi segala ancaman dari dalam dan luar kerajaan, tapi jangan takut karena kalian tidak sendirian dan jangan pula kalian berani mengatakan kalau kami akan mempertaruhkan nyawa kami atas nama kerajaan Glory, aku tidak akan menerima alasan itu. Nyawa kalian lebih berharga bagiku dari pada kehormatanku sebagai raja kerajaan Glory. terima kasih." Saat aku selesai berpidato dan menatap Kazuo


"Apa ada yang ingin bertanya kepada raja?" Kazuo yang mengerti kodeku langsung bertanya pada para ksatria itu.


Saat kami menunggu, Salah satu pria yang ada di antara kerumunan itu bertanya.


"Apakah kami bisa membawa keluarga kami tinggal disini?"


"Tentu saja. Kami akan menyiapkan rumah bagi keluarga ksatria kerajaan Glory."


Saat aku mengatakan itu, mereka semua mulai senang dengan apa yang mereka dapatkan.


Ada juga wanita yang bertanya padaku.


"A-apakah hak pria dan wanita akan sama?"


"Itu pasti. Di kerajaan Glory ini tidak ada kalimat ' laki-laki lebih unggul dari wanita .' semua ksatria memiliki hak yang sama disini."


"Bagaimana dengan gaji kami?"


"Tenang saja. Gaji kalian semua aman."


Saat pertanyaan ketiga, suara gemuruh tambah terdengar olehku. disaat suara itu masih sangat keras, Kazuo langsung memotongnya.


"TOLONG DIAM SEBENTAR." Suara Kazuo berubah menjadi sangat marah kepada para ksatria baru itu.


Saat mereka mendengar teriakan kazuo, mereka langsung diam seribu bahasa sambil ketakutan melihatnya. namun Kazuo mengatakan.......


"Selamat datang di kerajaan Glory ini." Dia langsung tersenyum pada mereka semua saat mengatakan itu.


"Horreeee....." Setelah tahu kalau Kazuo hanya bercanda, mereka langsung bersorak dan melompat-lompat di tempat untuk merayakan keberhasilan mereka menjadi ksatria kerajaan Glory.


Aku yang melihat ekspresi kazuo hanya dapat mengatakan.......


Bisa aja lo bercanda dasar cetakan kue cubit....


...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Salam hangat dari My Glory...