Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 38 : Bercana Paling Ditakuti Dunia



Disaat aku tidak tahu harus berbuat apa di tempat ini. Tiba-tiba, sebuah suara lantang terdengar olehku.


"Yang Mulia!"


Aku melompat kaget ketika tahu kalau salah satu ksatria datang menghampiriku. Itu adalah komandan ksatria, Lain.


"M-Maaf, Tuan! Maafkan saya, tapi. Ada asap hitam di kejauhan." Katanya dengan panik.


Karena itu tidak terdengar bagus, jadi kami bergegas ke atas menara. Melihat ke wilayah Slave, ternyata benar, ada gumpalan asap mengepul dari seluruh penjuru.


"Apakah itu sistem sinyal bantuan, atau kebakaran hutan? Tidak, tidak mungkin itu." Gumamku sambil terus melihatnya.


Asap hitam dan kebakaran telah terjadi dimana-mana, itu seakan terlihat sudah menjadi pemandangan lumrah disini.


"A-Apa... Apa yang dikejauhan itu? Itu berkilauan?"


Menanggapi perkataan Lain, aku langsung memutar kepalaku untuk melihat apa yang di maksudkannya.


Bentuknya tidak asing bagiku sama sekali. Apa itu.


Beberapa detik kemudian, kebenaran muncul di pikiranku dan aku langsung berteriak.


"Lain. Bersiap-siap untuk bertarung sekarang!"


"Ba-baik Yang Mulia." Lain mulai memasang mode bertempurnya.


Aku mulai merapalkan mantra [Gate] untuk mengirim beberapa bantuan tempur yang bisa menghadapi mereka semua.


Setelah itu aku juga merapalkan mantra [Fly] dan melesat terbang ke sana untuk mengkonfirmasi kenyataan dari mimpi buruk ini.


"Hah... Ke-kenapa harus sekarang?!" Ujarku dalam panik.


Yang membuatku panik adalah kenyataan bahwa kerumunan Failer mulai meraung dimana-mana dan itu terus mengisi gendang telingaku dengan raungan mereka.


Ada berbagai bentuk dan ukuran, beberapa ada kecil, menengah dan yang lebih besar. Mayoritas dari mereka berada di tingkat rendah. Berbagai bentuk seperti semut, lipan, kalajengking, anjing dan lainnya juga mulai menyebar ke berbagai tempat.


Mereka tidak bisa berlari dengan cepat. Namun, bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah ada sekitar seratus ekor lebih Failer yang menyerang.


"Kunci target! Inti Failer! Rapalkan [Apport] sekarang!"


{Dimengerti. Merapalkan [Apport] sekarang}


Sial, ini buruk.. Aku tidak bisa menarik lebih dari satu pada satu waktu, karena mantranya terbatas pada apa pun yang bisa muat di telapak tanganku. Menarik mereka satu per satu akan memakan waktu terlalu banyak, dan aku hanya bisa membunuh yang kecil dengan cara ini! Apa yang harus aku lakukan?


~Datanglah, kekuatan yang mengikat setiap raga yang rusak (Earthbind)~


Akar pohon melompat dari tanah, menjerat kaki Failer dan membawanya ke dalam tanah.


Seperti yang aku pikirkan, itu tidak akan memberi kita banyak waktu sama sekali. Makhluk-makhluk itu dengan mudahnya bisa membebaskan diri.


Mereka memotong kaki mereka sendiri, dan menumbuhkannya lagi secara instant. Karena itu mereka hanya membuang organ tubuh dan terus maju tanpa hambatan.


Dari belakangku, Lain tiba dengan Frame Rescue yang aku sediakan untuknya, bernama Shining Count. Frame Rescue di cat berbeda dari Frame Rescue lainnya untuk menandakan kalau dia adalah komandannya.


Sebenarnya Frame Rescue nya Lain itu adalah Knight Baron yang di cat putih saja, jadinya tidak ada yang spesial darinya.


Aku terbang ke samping Shining Count dan memberikam perintah kepada Lain.


"Bunuh yang lebih besar, sementara aku akan menghancurkan yang lebih kecil! Mereka semua dapat beregenerasi, jadi fokuslah pada inti di dalam tubuh mereka!"


"Roger!" Lain menjawab melalui speaker Frame Rescue nya.


Berkat kerja keras dari Liora, pengerjaan Frame Rescue dapat berjalan dengan lancar bahkan ada beberapa fungsi yang telah ditambahkan, seperti speaker dan saluran komunikasi yang menghubungkan Frame Rescue satu dengan yang lainnya.


Tingkat kestabilan dan daya serang juga sudah di sesuaikan dengan kemampuan pilot yang mengemudikannya.


Puas mendengar jawaban Lain, aku langsung mengeluarkan Greatsword dari [Storage]. Panjangnya sekitar dua meter dan lebar tiga puluh centimeter.


Jika aku tidak menggunakan [Gravity] untuk mengurangi beratnya, tidak mungkin aku bisa mengangkatnya sekarang.


"Yoss. Ayo mulai!" Aku berlari menuju sekelompok Failer yang berada di dekatku. 


Aku melompat dan mengarahkan langsung pedangku ke inti dari Failer, dan itu seketika membaginya menjadi dua bagian.


Pedangku ternyata lebih tajam dari yang aku kira, mungkin itu karena sihir yang aku tuangkan ke pedang terlalu banyak.


Dengan cara yang sama, aku mulai mengurangi jumlah mereka, satu per satu.


Beberapa ksatria yang datang bersamaku tadi juga bekerja dengan sangat keras.


Tapi Frame Rescue yang mereka gunakan tidak dilengkapi dengan persenjataan khusus, jadi mereka mengalami kesulitan. Potongan-potongan Failer yang putus terus tumbuh kembali, sehingga mereka harus terus-menerus menyerang secara berurutan untuk membuat kerusakan yang fatal.


Aku terdiam sambil memperhatikan pertempuran yang berada langasung di depanku, beberapa ksatria lumayan kesulitan juga dalam menghadapi Failer.


Itu maklum saja. Hanya Shining Count nya Lain yang memiliki sesuatu yang istimewa yaitu pedang Mithril besar. Namun setelah pertempurannya selesai, aku senang dia kembali menerjang untuk membantu Chevaliers yang lain.


Ada sekitar sepuluh Failer Menengah. Kami memiliki lima Chevalier dan satu Shining Count. Aku kepikiran apakah itu akan cukup atau tidak. Tapi keliatannya ksatria kami cukup baik menangani mereka, dengan kerja sama yang tinggi, mereka semua berhasil membunuh Failer yang mendekati mereka.


Dan saat itulah aku menyadari kalau kami beruntung. Failer tidak bertarung di dalam kelompok, tapi mereka lebih ke tipe petarung solo, dimana saat teman mereka di serang, yang lainnya tidak akan membantunya, jadi kami memiliki sedikit keberuntungan disini.


Aku memutuskan untuk mempercayakan Failer tingkat menengah kepada para ksatria di dalam Frame Rescue. Sementara aku akan membunuh Failer tingkat rendah, karena jumlah mereka jauh lebih banyak daripada Failer tingkat menengah.


Namun kemudian, gerakan Failer terhenti di tempat dan mereka semua memutar kepalanya untuk menatapku.


Sepertinya mereka mengenaliku sebagai musuh. Itu lumayan bagus.


Fakta bahwa Failer beroperasi dengan cara yang kaku dan mekanis dapat dianggap sebagai titik lemah. Mereka beroperasi berdasarkan insting, jadi bisa dibilang mereka lebih mudah dibimbing dalam pertempuran. Tetapi itu juga membuat mereka lebih mematikan. Failer tidak mengenal rasa takut sama sekali, namun sebaliknya, mereka hanya akan terus maju tanpa perasaan.


Mereka seperti terminator di mataku sekarang.


"Y-Ya ampun... Bertempur dengan musuh sebanyak ini sekaligus adalah tindakan yang gila." Gumamku sambil terus menebas dan mengambil inti dari Failer.


Aku sempat kepikiran untuk menggunakan [Gravity] guna membuat pedang para ksatriaku lebih berat, tapi itu sudah terlambat untuk dilakukan melihat dari situasi sekarang ini.


Yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah membunuh, membunuh, dan membunuh lagi. Sampai akhirnya.


"Yoss. Yang lebih rendah sudah tidak ada lagi!" Ujarku sambil meregangkan tubuhku karena kelelahan.


Sekitar sepuluh menit dari awal aku bertempur atau mungkin bahkan kurang dari sepuluh menit, tidak ada lagi Failer tingkat rendah yang terlihat.


Lain juga sudah membunuh Failer tingkat menengah terakhir pada waktu yang sama dengaku.


Kerena takut seandainya masih ada yang akan menyerang kami, jadi aku masih tetap memasang mode bertarungku.


Waktu mulai berlalu berlalu tanpa ada gerakan dari pecahan-pecahan Failer di seluruh tempat, jadi sepertinya ini sudah benar-benar berakhir.


Tidak ada kerusakan serius dari pihak kami. Dua Frame Rescue rusak, dan satu perisai hancur, tetapi sisanya memiliki lecet kecil dan goresan di seluruh tubuhnya.


...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Salam hangat dari My Glory...