
Aku berjalan dengan tenang ke arah mereka yang masih berkelahi.
"Kalian berdua!"
Saat mendengar suaraku, mereka semua berhenti berkelahi dan menatap diam kearahku.
"Aku tahu kalian ketakutan, sama denganku, aku juga takut setelah melihat monster sebanyak itu."
"Yang Mulia juga."
"Iya. Tapi ingat, hanya kita yang dapat menghentikan mereka sekarang ini."
"Ta-tapi saya tidak ingin mati disini, Yang Mulia." Jawab ksatria Orphen itu.
"Tidak ada yang mau mati disini, baik itu kalian, maupun saya sendiri. Tapi kalau bukan kita yang menghadapi mereka, terus siapa lagi."
"It-itu..."
"Sekarang saya tanya. Apa kalian sudah menikah?"
"Be-belum, Yang Mulia." Jawab serentak mereka.
"Coba kalian bayangkan. Apa yang akan terjadi kalau seandainya kita membiarkan monster itu menghancurkan dunia."
Mereka tetap diam seribu bahasa terhadap pertanyaanku.
"Apa yang akan terjadi pada calon istri kalian di masa depan. Bisa jadi nanti dia sudah tidak ada lagi."
"Apa juga yang akan terjadi dengan calon anak kalian yang belum lahir."
"Oke. Kita anggap saja kalian sudah menikah dan istri kalian sedang mengandung. Masa depan apa yang dapat kalian berikan kepada anak kalian dengan monster yang telah menguasai dunia ini."
"Karena itu. Kita harus berperang disini guna menyelamatkan dan membuat masa depan yang lebih baik untuk anak dan cucu kita."
Saat aku selesai berbicara dan kembali menatap mereka semua, air mata mulai keluar deras dari mata semua ksatria. Baik ksatria Orphen maupun ksatria kami, baik yang berkelahi maupun yang tidak berkelahi. Semuanya menangis.
"Ehh. Ap-apa kata-kataku ada yang salah?"
"Tidak ada, Yang Mulia."
"Kalau tidak ada kenapa kalian menangis?"
"Kata-kata Yang Mulia sangat menyentuh ke dalam hati kami, itu membuat kami sangat terharu." Jawab Norn dengan air matanya yang terus menetes.
"Ehh." Ujar heranku.
"Kalian semua. Ayo kita habisi monster busuk itu dan kita ciptakan masa depan untuk anak kita."
"AYOO."
Setelah seorang ksatria berteriak, riuk suara mulai bergema ke seluruh area itu. Mereka juga mulai berlari ke arah Frame Rescue mereka dan bersiap berperang.
➖➖➖➖➖
Pertempuran di berbagai tempat sudah dimulai, begitu juga dengan titik E. Beberapa menit setelah aku memakai alat yang terakhir, semua Failer mulai menyerbu ke arah kami, itu membuat pertempuran tidak bisa kami hindari.
Aku juga terbang ke berbagai arah untuk bisa menghabisi Failer tingkat rendah, karena hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang.
Tidak lupa juga, aku mengamati jalannya perang dari atas udara.
Sepertinya situasinya baik-baik saja.
Tepat saat aku sedang memperhatikan perang, tiba-tiba. Pesan telepati datang dari Kougyoku.
"Tuanku. Unit empat belas Gardio telah mengalami kerusakan parah."
"Apa?!"
Aku menarik peta dan menuju ke daerah itu. Disana aku menemukan seorang Chevalier dengan kaki yang hancur dan lengan yang teriris berguling-guling di tanah. Kepalanya juga hancur.
Aku mendekatinya dan membuka palka dada, hanya untuk memastikan orang itu tidak terjebak di sana. Untungnya, itu kosong.
Sepertinya dia sudah dikirim kembali ke WB.
Aku juga menggunakan [Storage] untuk menyimpan Frame Rescue yang rusak itu.
Saat aku sedang memasukkan Frame Rescue yang rusak, tiba-tiba pesan lain datang padaku.
"Tuan. Unit empat belas Regulus berhasil tiba di sini."
"Bagaimana kondisinya?"
"Dia baik-baik saja! Dia kembali berdiri dan berkata ingin bertarung lagi, tuan!"
"Oke. Mintalah dia bersiap untuk bertempur lagi!" Liora melalui naga coklat yang aku tempatkan di WB memberikan laporannya.
Aku menggunakan [Gate] untuk memanggilnya dan Frame Rescue barunya kembali ke medan perang.
Unit empat belas Gardio membungkuk kepadaku sebentar dan segera kembali untuk menghancurkan monster.
Tidak butuh waktu lama untuk kami bisa menghancurkan Failer tingkat menengah, setelah itu semua ksatria langsung menyerbu untuk menghabisi Failer tingkat rendah.
"Gelombang berikutnya akan tiba sekitar lima menit lagi. Semua orang dapat beristirahat sebentar, tetapi bersiaplah untuk bertarung lagi pada saat itu juga."
"Mengerti!" Jawab Kougyoku yang sedang bersama Lain.
Setelah itu, aku langsung terbang untuk mencari Frame Rescue yang rusak dan menyimpannya.
Aku juga melirik peta, ternyata jumlahnya menurun menjadi enam belas ribu empat puluh tiga. Itu adalah berita bagus.
Situasinya sulit, tetapi sepertinya kami pasti menang.
➖➖➖➖➖
Saya membunuh, membunuh, dan membunuh lagi. Aku menghancurkan Failer sebanyak yang aku bisa saat aku melayang di udara.
Ketika aku sedang tidak membunuh, aku pasti mengambil Frame Rescue yang hancur dan mengirimkan unit cadangannya.
Syukurlah, tidak ada korban, tetapi banyak orang yang mengalami gegar otak karena dampak jatuh dari Frame Rescue mereka. Tentu mereka dapat dirawat kembali di markas besar, tetapi jumlah kami perlahan pasti menurun.
Tidak mengherankan bahwa pasukan kami menjadi lelah karena yang sedang kami lawan ini adalah monster. Mereka tidak memiliki akal apalagi rasa lelah.
Petaku mengkonfirmasi bahwa banyak gelombang musuh yang mendekati ke kelima titik itu. Jumlah Failer telah dikurangi sekitar lima ribu, tetapi ksatria kami telah mencapai batas mereka.
"Haaah!" Tinju Kyou menghancurkan tubuh Failer menengah, mengambil intinya dan menghancurkannya.
Seorang Chevalier di dekatnya memukul Failer dengan tongkatnya, dan dengan cekatan memblokir panah kristal dengan perisainya pada saat yang sama. Pukulan itu membuat beberapa retakan di sepanjang permukaan makhluk itu, para ksatria lainnya melanjutkan dengan ayunan pedang mereka.
Tampaknya hampir kejam untuk melihatnya, seolah-olah mereka sedang menindas seseorang. Tapi itu masalah sederhana, yang terjadi sekarang hanyalah membunuh atau dibunuh.
Saat aku melihat mereka dan ksatria di sekitarnya.
Sepertinya para ksatria menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Gerakan mereka semakin lambat dari menit ke menit.
Saat sedang memperhatikan kumpulan ksatria yang mulai kelelahan sambil terus menebas Failer, tiba-tiba pesan datang kepadaku.
"Tuan."
"Ya. Ada apa?"
"Nona Liora ingin bicara."
"Shinnn?"
"Hahh. Ada apa Liora."
Kenapa suaranya seperti orang yang sedang panik.
"Aku ingin mengatakan kalau Failer tingkat tinggi akan datang. Mereka belum pernah muncul di dunia ini."
"Apa!? Tinggat tinggi?"
"Mereka akan datang dari utara dalam lima menit lagi. Kamu harus mengeluarkan perintah untuk mengungsikan pasukan yang berada di sana."
"Kenapa dia bisa berada di sini?"
"Aku sebenarnya tidak terlalu yakin. Mungkin karena begitu banyak yang keluar sekaligus, jadinya robekan itu semakin membesar. Tapi jangan khawatir, robekannya akan mulai mengecil saat ia masuk ke dunia ini, jadi jangan berharap ada yang akan datang dalam waktu dekat."
Kata-kata Liora hampir tidak menghiburku sama sekali.
"Haku! Terbanglah dan evakuasi semua orang di wilayah utara, Ada Failer tingkat tinggi yang datang, Cepatlah!"
"S-saya mengerti tuan!"
Haku keluar dari palka Frame Rescue, berubah ke dalam bentuk aslinya dan mulai mengepakkan sayap besarnya dan melesat ke udara.
Semua Frame Rescue di utara yang mendapatkan peringatan dari Haku mulai mundur satu per satu. Mereka juga tidak menyia-nyiakan kesempatan, dan terus menghancurkan beberapa tingkat rendah dalam perjalanan mereka.
Jumlah di peta turun menjadi sepuluh ribu lima ratus tujuh belas.
Jujur aku terkesan. Kami telah bertarung selama sekitar enam jam, dan semua orang merasa sangat lelah. Aku tidak tahu apakah mereka masih bisa menghadapi musuh dengan kondisi yang seperti itu.
Dan tanpa peringatan, getaran mengalir di udara. Suasana terasa seolah sedang bergetar. Ketika udara mulai bergetar, retakan yang kuat muncul di ruang tepat di depan mataku.
...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...
...Like...
...Komen...
...Vote...
...Salam hangat dari My Glory...