
Di tempat lain :
"Hmm … Kurasa dia yang salah di sini. Anda tidak perlu meminta maaf."
"Aku tahu, kan!?"
"Benar sekali. Dengan kata lain, ini hanya menunjukkan betapa sedikitnya iman yang dia miliki kepada Anda. Dengan kata lain, dia tidak percaya padamu. Dia tidak bisa percaya padamu karena dia pikir jika dia ada di bawahmu. Dia tahu dia pasti akan gagal dalam posisimu, jadi bagaimana dia bisa mempercayaimu?"
"Kau benar… Kurasa ini membantu menjernihkan keraguanku. Saya akan putus dengannya. Aku tidak bisa bersama seseorang yang tidak percaya padaku."
"Ya, aku setuju, itu yang terbaik. Ada banyak pria baik di luar sana yang bisa dipilih."
"Iya! Terima kasih banyak, Nyonya Kaori!" Ksatria wanita bangkit dari tempat duduknya, menundukkan kepalanya dengan hormat saat dia meninggalkan ruangan. Kaori melihatnya pergi dengan lambaian tangan.
Struktur seperti gazebo di sudut lapangan pelatihan ini adalah tempat relaksasi yang populer di kalangan para ksatria wanita. Saat siang, mereka terlihat membawa makan siang mereka ke sana.
Namun, kadang-kadang Kakakku dapat ditemukan duduk di sana. Pada saat itu, gazebo menjadi tempat perlindungan di mana yang bermasalah mencari nasihat. Meskipun tidak perlu dikatakan, sarannya diperluas ke topik yang berhubungan dengan romansa saja.
Sementara para wanita yang paling banyak meminta nasihatnya, kadang-kadang pria juga mendekatinya untuk meminta nasihat. Itu seharusnya tidak mengejutkan, karena semua cinta bermasalah tanpa mempedulikan jenis kelamin. Tetapi untuk menerima saran dari Dewi Cinta sendiri adalah sesuatu yang biasanya hanya bisa diimpikan oleh seseorang.
"Menguping itu adalah kebiasaan buruk bagi seorang raja."
"Sepertinya aku ketahuan ya." Aku menghilangkan mantra [Invisible] yang aku pakai dari tadi.
"Aku bisa merasakan kehadiranmu adikku."
"Kamu memberikan nasihat dengan sangat serius ya."
"Karena ini adalah bidang keahlianku, memberikan nasihat dan melihat apa yang akan terjadi adalah tugas ku." Kakakku bangga pada pekerjaannya.
"jadi itu bukan pendapatmu?"
"Tentu tidak, aku hanya memberinya sedikit dorongan karena dia sepertinya sedang bimbang."
"Kebanyakan ksatria disini adalah wanita yang berarti akan ada banyak masalah hati."
Sekitar empat puluh persen ksatriaku adalah wanita lajang, jadi itu akan menimbulkan banyak masalah hati.
Saat mereka menjadi ksatria, mereka biasanya tidak memikirkan masalah pernikahan karena menurut mereka pernikahan hanya menghambat pekerjaan mereka, mereka biasanya hanya menikah disaat pensiun.
Dan disaat pensiun itulah yang menjadi masalah, mantan ksatria laki-laki biasanya memilih untuk menikahi wanita yang lebih muda. jadi itu masalah bagi pensiunan wanita.
Dengan membuat pria dan wanita lajang berada di satu tempat, orang pastinya berharap akan ada benih cinta yang tumbuh di antara mereka tapi ini tidak akan semudah itu kawan.
Sederhananya, ksatria wanita Glory tidak mencari pernikahan. itu yang membuatku bingung akan generasi selanjutnya dari penduduk Glory.
"Apakah mereka menghindari pernikahan karena mereka tidak ingin memulai rumah tangga?"
"Yah, itu juga termasuk. Mereka akhirnya menjadi ksatria, jadi mereka tidak ingin menyerah pada karier mereka. Sekalipun suami dan istri bekerja, begitu anak-anak muncul, semuanya berubah. Ini masalah yang rumit."
"Masalahnya akan bertambah jadinya ya."
"Tidak ada yang harus dilakukan jika mereka tidak dapat memutuskan siapa yang harus di nikahi dari awal."
"Memutuskan siapa yang harus di nikahi ya? Orang-orang biasanya menikah karena cinta di dunia ini, kan?"
“Belum tentu. Para bangsawan menikah karena kenyamanan politik, Orang tua yang sering memutuskan untuk anak mereka. Rakyat jelata biasanya menikah karena cinta, tetapi ada juga yang di kenalkan oleh kerabat mereka."
"Menjodohkan ya."
"Atau perlukah kita mendekatkan ksatria pria dan wanita di sini?"
"Kalau cuma mendekatkan saja mereka dari dulu sudah terhubung disini sebagai ksatria." Pelatihan ksatria kami biasanya memiliki pasangannya sendiri, itupun kami yang menentukan pasangannya supaya mereka bisa cepat cocok.
"Jadi kita harus membawa orang dari luar kastil, bagaimana dengan petualang?" Karena ksatria wanita kebanyakan tugasnya menjaga istana jadi aku hanya kepikiran pilihan itu.
"Itu memang bisa tapi bagaimana caranya untuk membuat petualang menetap di sini, jadi saya ragu mereka akan menikah." Yang namanya petualang tidak mungkin akan menetap di satu tempat.
Itu akan sulit, memang awalnya. Saya tidak berpikir menemukan seseorang untuk dipasangkan dengan ksatria wanita kami akan sesulit itu.
Bagaimanapun, para ksatria adalah kelas yang terhormat. Mereka mendapat tunjangan perumahan jika menikah, dan bisa membangun rumah dengan pinjaman. Sejauh profesi berjalan, mereka cukup kaya.
"Apakah sulit untuk menemukan pasangan bagi ksatria wanita?"
"Itu bukan masalah yang bisa kamu selesaikan dalam semalam. kamu harus membuat tempat di mana para ksatria dapat menikah dengan ketenangan pikiran yang tidak akan menghalangi karier mereka." Itu memang menyakitkan, bahkan jika aku tidak menyukainya.
Ordo ksatria hanya akan bertambah besar seiring berjalannya waktu. Dan dengan itu, kita akan memiliki lebih banyak ksatria wanita dibandingkan negara lain. Kami membutuhkan solusi.
"Kamu tidak usah memikirkannya seka__" Suara Kaori tiba-tiba menghilang dan tatapannya mulai serius seakan mencari sesuatu.
"Ada apa kak__"
Perasan apa ini, sejak kapan aku merasakannya. ini mirip dengan yang
dimiliki kakak.
"Itu benar Shin, sepertinya ada tamu yang baru datang."
"Tamu baru?"
"Lebih baik kita lihat saja, ayo pergi."
Kakakku menarik tanganku dan membawaku terbang entah kemana.
Arah ini...
"Apa kita sedang ke arah hutan keramat?"
"Kita sedang melakukannya, aku merasakan keilahian di sana." Kata kakakku sambil terus memegang tanganku.
➖➖➖➖➖
"Sepertinya mereka berdua, aku penasaran mengapa mereka memilih turun."
Apa yang sebenarnya terjadi disini.
Di langit tempat keilahian itu terasa, kakakku mengeluarkan sedikit keilahiannya dan ternyata ada yang merespon dari arah barat tempat kami berada.
"Sepertinya mereka sedang sibuk ya Shin."
"Sibuk?" Saat masih bingung, aku menatap ke arah depan dan.
"Heh... Apa itu."
Apakah itu failer. Tapi keliatannya sedikit berbeda, lebih seperti pohon kerasukan menurutku sih.
Dan apa yang dilakukan kedua makhluk ilahi itu di atas pohon, apa mereka hanya menonton tanpa membantu. aku sekarang jadi ragu apa mereka benar-benar utusan surga.
Tanpa ragu aku memilih untuk turun tangan membantu para suku pedalaman itu.
"Apa yang terjadi disini?"
"Siapa kamu!?" Mereka reflek mengacungkan senjatanya padaku.
"Aku bukan orang jahat, aku datang hanya ingin untuk membantu."
"Jadi makhluk apa itu?"
"I-itu adalah Golem, mereka di hidupkan oleh suku ruling untuk menghabisi seluruh suku di hutan keramat ini." Kata wanita itu sambil terus memperhatikan sukunya yang sedang bertarung melawan monster itu.
Sepertinya mereka sangat kesulitan melawannya, aku harus membantu.
Ini juga akan jadi lawan yang bagus untuk di jadikan percobaan bagi Frame Rescue ku.
"[Gerbang]" Saya membuka portal di langit, memungkinkan Frame Rescue jatuh.
Knight Baron jatuh dari ketinggian sekitar satu meter di udara, tetapi masih membuat tabrakan berat saat mendarat di tanah. Knight Baron itu memegang pedang satu tangan.
"A-Apa itu!?"
"Diam. Sudah waktunya untuk menguji Frame Rescue. Aku akan menghancurkan Golem bodohmu, dan kebanggaan sukumu bersama dengannya!" Suku Ruling tampak benar-benar terpana ketika saya berjalan ke Frame Rescue.
Mesinnya mulai menyala seiring persendiannya yang bergerak.
"Baiklah, ayo kita coba." Teriakku sambil meluncur kedepan dan langsung menebas inti golem itu, golemnya langsung hancur seketika, itu membuat ku sangat kecewa.
Melompat ke arah lain dan terus menebas mereka tanpa henti, tanpa ada perlawanan satu persatu Golem itu pada mati.
"Apa itu, tidak mungkin."
Mata Orang-orang suku ruling itu sangat terkejut saat melihat ciptaan cantik mereka hancur seketika. itu membuatku lupa tentang mereka semua. Aku mengambil smartphoneku dari saku ku.
"Cari seluruh anggota suku Ruling dan rapalkan mantra [Paralyze] pada mereka." Aku bisa memerintahkan itu karena aku tahu seperti apa suku Ruling itu, penampilannya sangat berbeda dari suku lainnya.
[Ditemukan suku Ruling dan rapalkan mantra Paralyze]
Satu-persatu suku Ruling mulai berjatuhan ke tanah akibat terkena sihirku.
Sebagian besar Golem sudah mati pada saat ini. Jika mereka dibuat dari mithril atau orichalcum, kita akan menghasilkan banyak uang hari ini. Terlepas dari apakah mereka disuling secara selektif atau tidak, kayu hanya kayu. Tidak ada nilainya dalam hal bahan baku. Yah, mungkin mereka bagus untuk menyalakan api saja.
NT : Mithril itu adalah kulit dari Failer yang telah mati. Sedangkan Orichalcum adalah inti Failer yang menyerupai batu.
Duduk sambil melihat serpihan golem itu tiba-tiba terasa bagiku kekuatan dari dalam hutan. aku hanya berjalan ke sana untuk mencari tahu apa itu.
Yang kulihat adalah sosok anak kecil berambut hijau panjang.
"Kamu siapa sebenarnya?" Tanya gadis itu padaku.
"Aku!?"
"Aku dapat merasakan keilahian keluar dari tubuhmu."
Keilahian itu lagi, apa sih yang telah diperbuat kakek tua itu pada tubuhku.
"Na-namaku Tatsuya Shin panggil saja Shin, aku adalah raja kerajaan Glory dan walaupun seperti ini secara teknis aku masih manusia."
Di hanya memiringkan kepalanya atas perkenalanku.
Tidak punya pilihan lain, aku langsung merapalkan mantra [Gate] dan memindahkan kakakku ke hadapanku.
Gruggh.....
Efek bunyi jatuhnya sedikit mengejutkan gadis kecil itu.
"Menjatuhkan kakakmu sendiri. itu sangat tidak sopan tahu." Bicaranya dengan wajah cemberut.
"Ma-mafkan aku kak."
"Jadi mau apa kamu memanggilku."
"Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan gadis ini."
"Hmmm..... Roh ya."
"Iy-iya," Jawabnya dengan gugup.
Sepertinya dia tahu siapa karen itu sebenarnya.
"Begitu, jadi kamu penasaran siapa Shin ini."
"Hah... i-iya."
Kenapa dia menjadi sangat ketakutan sekarang.
"Shin ini adalah manusia yang menerima keilahian dewa, jadi bisa di katakan dia itu sama dengan kami namun hanya sedikit dibawah kami."
Apa maksudnya penerima keilahian dewa.... dan apa pula maksudnya sedikit di bawahnya, walaupun benar sih tapi itu juga tidak sopan tahu.
Kakakku hanya tersenyum padaku atas apa yang aku pikirkan sekarang ini. Seperti biasa dia bisa membaca pikiranku.
"Hah... Maafkan aku." Gadis itu terkejut dan langsung menundukkan kepalannya.
"Tidak apa-apa, secara teknis aku masih manusia jadi jangan khawatir."
"Ba-baiklah."
"Maaf, tapi namamu siapa."
"Aku adalah roh hutan, pelindung dari hutan ini."
"Roh hutan!?"
Gadis sekecil ini adalah pelindung dari hutan yang bahkan lebih besar dari kerajaanku.
"Terima kasih karena telah melindungi hutan kami tuan Shin."
"Aku juga minta maaf karena hutannya jadi sedikit rusak olehku."
"Itu bukan masalah tuanku, aku bisa dengan mudah memperbaikinya."
"Ba-baiklah."
"Dan kalian berdua." Sorakku tiba-tiba kepada kedua makhluk ilahi yang masih bersembunyi.
"Hahhh......" Mereka yang terkejut langsung keluar dan menundukkan kepalanya padaku.
"Kenapa kalian tidak membantunya tadi, bukankah kalian dewa."
...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...
...Like...
...Komen...
...Vote...
...Salam hangat dari My Glory...