Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 25 : Berita yang Menggemparkan




Saat berbalik, ternyata aku tidur di pangkuan Kyou.


"Hah....!?" Sontak aku langsung berdiri.


"Maafkan aku Kyou."


"Ti-tidak apa-apa, kalau kamu lelah silakan tidur saja." Katanya sambil sedikit menepuk pahanya untuk mempersilakanku tidur.


"Hah, hmm, y-ya. Baiklah."


Aku memilih tiduran lagi di pangkuan Kyou yang dari tadi kulihat malu-malu.


"Kau sangat suka berurusan dengan bangsawan ya Shin." Dia mengubah topik karena tidak ingin aku membahas wajahnya yang memerah.


"Ya bukan aku yang mau, malah lebih ke aku yang selalu di buntuti masalah setiap saat."


"Tapi kamu selalu menyelesaikan masalah itu dengan baik."


"Aku hanya tidak mau dunia baruku mengalami perang suatu saat nanti."


"Dunia baruku!?"


Gawat... Bodohnya aku malah menyebut dunia baru di saat seperti ini.


"Tidak-tidak, lupakan saja yang aku katakan tadi."


"Y-ya. Baiklah."


Syukurlah kalau dia gak penasaran lagi dengan apa yang ku katakan tadi.


"Oh ya Shin, aku mau tanya."


"Tanya apa?"


"Ap-apa kamu benar-benar mencintaiku."


"Hahh. Pertanyaan apa itu."


"Ya, kamu tau kalau aku orangnya suka mukul dan aku juga tidak romantis seperti gadis biasa, apalagi...." Dia malu-malu sambil memegang dadanya.


Apa dia pesimis dengan ukurannya ya.


"Ehh...Hmm. Kyou."


"Y-ya."


"Aku tidak mempermasalahkan fisikmu jadi jangan sedih, aku akan selalu mencintaimu selama aku hidup Kyou."


"Selamanya?"


"Ya tentu, selamanya."


Kata-kataku membuatnya memerah lagi, dia reflek memalingkan wajahnya dariku karena malu.


Saat Kyou menatap ke arah pintu untuk menghindari wajahku, yang dia lihat malah tatapan cemburu para gadis lainnya.


"Ka-kalian." Keterkejutannya membuatku yang hampir tertidur malah terbangun lagi.


"Sepertinya kalian sedang sibuk ya, maaf kalau kami mengganggu kalian." Gaya bicara Miku membuatku merinding.


"Tidak, aku hanya kelelahan saja."


"Kami tahu kok." Balas miku.


"Ka-kalau Shin mau tidur silakan saja, kami hanya menjemput Kakak kesini."


"Kalian mau kemana?"


"Itu rahasia gadis tahu." Bantah Miku atas pertanyaanku.


Miku langsung menarik tangan Kyou dan menghilang di balik pintu.


Apa yang sebenarnya mereka sembunyikan dariku ya.


"Ya sudahlah, biarkan saja lebih baik aku tidur saja."


Hariku yang panjang membuat mataku cepat lelah dan akhirnya tertidur di sofa ruanganku.


➖➖➖➖➖


Paginya aku berada di FIB kerena Liora mengatakan kalau ia sudah menyelesaikan dua ratus Frame Rescue.


Saat tiba mataku langsung terpana memandang deretan robot yang berbaris rapi di hangar.


Kenapa dokter mesum itu bisa membuat robot seperti ini hanya dari melihat anime di smartphoneku di masa depan.


"Aku sekarang sudah menyelesaikan Frame Rescue sebanyak ini Shin."


"Banyak sekali, kamu benar-benar hebat Liora."


"Terima kasih atas pujiannya." Liora tersenyum lembut padaku.


"Terdiri dari model apa saja Frame Rescue ini?"


"Semuanya terdiri dari seratus sembilan puluh Chevaliers dan sepuluh Knight Baron."


Sepertinya Knight Baron lumayan susah untuk di buat olehnya.


"Kamu sudah bekerja keras, istirahatlah sekarang."


"Aku akan istirahat."


"Kalau kamu ingin keliling ibukota di permukaan pakai ini ya."


"Apa ini Shin?" Sambil mengambil barang dari tanganku.


"Itu pin kerajaan, kalau seandainya terjadi sesuatu padamu pin ini akan melindungimu dan ksatria juga akan datang saat melihat sinyal dari pin."


"Ba-baiklah. Aku terima."


Pin kerajaan hampir sama dengan logo kerajaan, yang membedakan cuma logo langsung terpasang pada baju tapi kalau pin tidak.


Semua pelayan di istana Glory menggunakan pin saat berada di luar istana untuk mencegah orang jahat yang akan menyakiti mereka mengingat kebanyakan pelayanku adalah perempuan.


Pin itu akan otomatis merapalkan mantra perisai saat mendeteksi niat jahat dari orang lain di sekitarnya.


➖➖➖➖


Setelah kembali dari FIB aku langsung bertolak ke lapangan pelatihan ksatria kerajaan.


"Hah... Yang mulia, ada apa anda kesini."


"Tidak apa-apa, aku bisa minta tolong padamu lain."


"Tentu yang Mulia."


"Aku minta tolong kumpulkan seluruh ksatria kerajaan ke sini."


"Seluruhnya, kalau boleh tahu untuk apa tuan."


"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan pada mereka."


"Ba-baiklah, akan segera saya kumpulkan." Lain menunduk dan mulai berlari untuk mengumumkan itu pada ksatria.


Butuh waktu setengah jam untuk mengumpulkan seluruh ksatria kerajaan, itu waktu yang sangat cepat mengingat jumlah ksatria ku sangat banyak.


Aku juga sudah meminta para raja surgawi untuk mengawasi kerajaan sebentar, mereka juga memanggil bawahannya masing-masing dan memerintahkan mereka berjaga.


"Baiklah, maafkan aku karena telah memanggil kalian mendadak."


"Tidak masalah yang mulia."


"Apapun untuk yang mulia."


Teriakan mereka terdengar olehku dan itu membuatku senang mendengar ksatria ku orang yang baik-baik.


"Saya memanggil kalian kesini karena ada sesuatu yang akan saya tunjukan kepada kalian semua. Itu adalah....."


Saat akan melanjutkan kalimat, aku langsung merapalkan mantra [Gate] dan menjatuhkan Frame Rescue ke tanah.


Brutt....


Efek yang ditimbulkannya saat menyentuh tanah menyebabkan beberapa ksatria terjatuh.


"Apa itu?"


"Kenapa besar sekali?"


"Apa itu senjata?"


Suara hipotesis dari ksatria itu bisa terdengar olehku.


"Kalian pasti sudah pernah mendengar kabar penyerangan monster kristal bernama failer kan?"


"Yang saya takutkan adalah suatu saat penyerangan itu akan terjadi dalam jumlah besar yang tidak pernah bisa kita bayangkan."


"Karena itu, ini adalah senjata yang akan kita gunakan untuk menghadapi invansi failer suatu saat."


"Kalian bisa melihatnya sendiri." Kataku sambil menatap liora, saat menyadarinya Liora mulai berdiri dan berjalan ke arah Frame Rescue.


Bagaimana lagi, sekarang hanya aku dan liora yang bisa mengemudikannya.


Saat liora masuk dan menyalakan Frame Rescue, suara mesinnya sedikit mengejutkan mereka semua.


Sepertinya suara itu harus sedikit dikurangi, aku akan berdiskusi dengan Liora nanti.


Itu memicu kekaguman para ksatria kerajaan terhadap robot besar setinggi 15 meter itu.


"Kalian sudah melihatnya, senjata ini bernama Frame Rescue dan akan kita gunakan untuk melawan monster yang mengganggu kedamaian dunia."


"Alat simulasinya akan saya letakkan di tempat pelatihan khusus Frame Rescue. latihan kalian juga akan di dampingi oleh liora, tanyakan padanya kalau kalian ada yang tidak mengerti."


"Apa ada yang ingin kalian tanyakan?" Tanyaku untuk memastikannya.


Saat aku menantikan pertanyaan mereka, seorang laki-laki mengangkat tangannya.


"Apa hanya Glory yang mempunyai senjata ini?"


"Untuk sekarang hanya Glory yang memilikinya, saat produksinya mencukupi kita akan meminjamkannya pada aliansi, tapi tetap saja Frame Rescue adalah milik Glory."


"Apa perempuan juga bisa menggunakannya?"


"Tentu saja. Semua ksatria Glory akan kami seleksi, siapa saja yang lulus simulasi dan mendapatkan kartu pilot dari Liora akan bisa menggunakannya."


Sorak gemuruh ksatria mulai terdengar di seluruh halaman itu.


"Tapi ingat. Jangan sombong karena bisa menaikinya, kalau kalian sombong izin Frame Rescue kalian akan di cabut."


Suara tepuk tangan mulai terdengar di sepanjang lapangan itu.


"Hidup Yang Mulia." Sorak Lain saat pidatoku selesai.


"Hidup."


"Hidup Kerajaan Glory."


"Hidup."


"Kalau begitu kalian boleh bubar, tempat pelatihan khusus akan di buka besok."


Sesuai perintahku, para ksatria mulai meninggalkan lapangan itu namun ada juga beberapa ksatria yang melihat lebih dekat Frame Rescue itu, mata mereka langsung berbinar melihat robot besar itu.


Sepertinya aku terlalu berlebihan tadi, tapi kalau itu membuat mereka bersemangat baguslah.


"Yang mulia."


"Ya ada apa Lain, Nikola dan Norn."


"Apa kami bertiga juga akan bisa memakai Frame Rescue ini?" Tanya Lain dengan sedikit takut.


"Ya tentu. untuk kalian tidak akan menggunakan yang ini, karena kalian komandan dan wakil komandan jadi kalian bertiga akan mendapatkan model Knight Baron."


"Knight Baron?"


"Model standar ini namanya Chevaliers tapi untuk komandan akan memakai Knight Baron yang levelnya sedikit di atas Chevaliers."


"Jadi kalian harus giat latihan menggunakan simulasi supaya kalian mendapat surat izin dari liora, mengerti."


"Mengerti yang mulia." Jawab tegas mereka atas perkataanku.


"Kalian boleh bubar."


Mereka mulai turun dari panggung dan hilang di kejauhan, aku juga memindahkan kembali Frame Rescue ke Hangar.


Oh ya. Aku sampai sekarang belum pernah membawa tunanganku ke FIB, lebih baik aku bawa saja sekarang.


Aku langsung bertolak ke arah istana tepat di ruangan yang biasanya tunanganku berada.


Dan benar saja, mereka berada di sana sedang duduk santai ber enam.


"Hai kalian."


"Hai juga Shin."


"Sedang apa kalian?"


"Hanya urusan para gadis, ada urusan apa Shin?"


"Oh ya. aku bertanya apa kalian masih mau aku ajak ke FIB, sepertinya aku belum pernah membawa kalian ke sana."


"Serius, ayo kita kesana."


"Baikl__"


"Apa aku juga boleh kesana?" Suara tiba-tiba langsung memotong perkataanku, saat aku melihat orangnya.


"Leen ya. Tidak apa-apa sih kalau ingin ikut."


Diam-diam aku mulai menghubungi liora yang berada di FIB saat tunanganku sedang mengobrol dengan Leen.


"Liora."


"Ada apa Shin."


"Bisa kamu kunci perpustakaan dan jangan membukanya apapun yang terjadi."


"Ba-baiklah." Dia yang kebingungan hanya mengiyakan perkataanku.


Syukurlah. Aku tahu Leen itu sangat teropsesi dengan buku, mana mungkin aku membiarkannya melihat apa yang ada di dalam perpustakaan apalagi dia juga dari kerajaan lain.


"Baiklah, sekarang kita kesana."


Mantra [Gate] langsung aku rapalkan ke arah FIB, ketika mereka melihat seperti apa FIB itu.


"Wow. Jadi ini FIB." Sorak kekaguman Rin.


"Semua ini yang diwariskan padamu Shin?" Tanya Airi padaku.


"I-iya."


"Apa saja yang ada disini?"


"Disini ada Bengkel, lab alkimia, lab penelitian, benteng, menara, taman, gudang, perpustakaan dan hangar."


"Perpustakaan." Leen langsung menarik lengan bajuku.


"I-iya. Tapi sekarang kita tidak bisa memasukinya."


"Kenapa?"


"Pintunya macet, sekarang pintunya sedang diperbaiki."


"Tidak mungkin." Leen langsung merosot ke lantai setelah mendengar itu.


Yang ku berikan saat melihatnya hanyalah senyuman canggung.


"Ba-bagaimana kalau kita keliling?" Tanyaku untuk kembali mendapatkan perhatian.


"Ayo kita keliling saja."


Kami mulai berkeliling dari ruangan satu ke ruangan lainnya tampa melewatkan apapun.


Mulut mereka tak berhentinya bertanya tentang apapun yang mereka lihat di situ, itu membuat tenggorokan ku kering karena terus berbicara tanpa henti.


"Apa ini yang kamu maksudkan itu Shin?"


"Iya. Ini yang aku maksudkan."


"Jumlahnya juga sangat banyak Shin."


"Liora yang membuat semuanya."


Ryou dan Kyou bertanya padaku sambil melihat deretan Frame Rescue di hangar.


"Apa makhluk failer itu akan benar-benar menyerang dunia lagi Shin?" Miku bertanya padaku.


"Aku tidak tau pasti, tapi lebih baik berjaga-jaga dari pada terlambat."


"Ya kamu benar juga."


Saat selesai mengelilingi FIB, kami memutuskan untuk duduk di gazebo dekat taman FIB.


Sepertinya ini akan jadi tempat favorit para gadis mulai hari ini.


"Sepertinya kamu akan sangat sibuk ya Shin?"


"Ya mau bagaimana lagi."


Yang dapat aku lakukan hanyalah menghela nafas saat mengatakan itu sambil mengambil cangkir teh ku.


"Apa kamu sudah nyaman menjadi raja sekarang Shin?" Miku yang melihatku menghela nafas hanya bertanya itu.


"Nyaman tidak nyaman harus aku lakukan demi kedamaian dunia."


"Hhhh. Hmm. Y-ya baiklah."


"Shin, aku masih penasaran siapa kamu sebenarnya Shin." Pertanyaannya Miku membuatku panik sendiri.


"Iya. Kamu bahkan bisa menggunakan semua jenis elemen dan spesial." Malah sekarang di sambung oleh Ryou.


Sepertinya aku juga tidak bisa menyimpan rahasia ini lebih lama lagi, bagaimanapun juga aku akan hidup selamanya dengan mereka semua.


...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Salam hangat dari My Glory...