Forza

Forza
Bermeditasi Di hutan Akademik



Suara alarm sekolah telah berbunyi menandakan semua kegiatan harus di akhiri, mereka di harapkan untuk istirahat. Agatha dan Helena yang sudah bersiap untuk diam-diam pergi meninggalkan kamar.


Pintu kamar di buka sedikit dan kepala Agatha keluar untuk melihat situasi di sekitar. Sudah tidak ada orang lagi di luar. Agatha yang menggendong Helena menutup pintu dengan pelan dan berlari menggunakan kekuatan Forza miliknya yaitu kecepatan.


Sudut tempat demi sudut tempat melewati sekitar akademik hingga masuk ke dalam hutan. Agatha dan Helena berhasil berjalan keluar menuju hutan. Helena yang menjadi pemandu Agatha untuk mengarah ke dalam hutan.


"Nona kita mau ke arah mana lagi?" tanya Agatha.


"Kanan." Jawab Helena dengan santai.


"Cocok juga di gendong olehnya sehingga menghemat tenaga untuk melompat." Jawab Helena dalam hati.


Agatha yang berlari di dalam hutan, pohon-pohon yang di lewati dari satu tempat ke tempat lainnya.


"Jangan sampai memijak tanah yang sudah di buat mantra sihir yang dapat mendeteksi keberadaan kita." Jawab Helena.


"Baik nona." Jawab Agatha.


Agatha mengambil rute sesuai dengan apa yang di katakan oleh Helena. Helena yang sudah melewati tempat ini sudah mengingat dimana saja ada jebakan pendeteksi keberadaan makhluk hidup yang melewati tempat.


"Nona ternyata hutan ini luas juga." Jawab Agatha yang sejak tadi sudah berlari jauh namun tidak sampai-sampai pada tujuan.


"Lihat pohon besar yang ada di puncak itu?" tanya Helena.


"Iya." Jawab Agatha.


"Disana tempatnya. Kalau saja aku tidak di gendong oleh mu, sejak tadi aku sudah sampai. Kau saja yang terlalu lambat." Jawab Helena.


"Maaf nona Helena." Jawab Agatha.


"Cepat ke sana." Jawab Helena dengan wajah yang santai di gendong oleh Agatha.


Mereka sampai di bawah pohon besar yang dilihat tadi. Agatha melihat mereka yang berada di atas pulau akademik itu terlihat sangat jelas lautan, hutan dan akademik saat dilihat di bawah. Sedangkan melihat keatas terlihat hamparan langit malam dengan hiasan bintang-bintang dan bulan.


"Indah sekali." Jawab Agatha.


"Turunkan aku dulu." Jawab Helena yang ingin turun kebawah. Agatha menurunkan Helena dari tangannya ke rerumputan dibawah.


"Tentu saja, aku yang menemukan tempat ini." Jawab Helena.


"Tapi nona Helena, kenapa kita bisa ke tempat ini dengan mudah? Bukankah biasanya tempat seperti ini sulit untuk di temukan, bahkan tempat ini di sembunyikan." Jawab Agatha.


"Kau pintar. Tempat ini memang di sembunyikan. Apakah kau tidak merasakan bahwa tadi ada sedikit hawa pelindung dari 30 meter pohon ini?" tanya Helena.


"Ketika tadi kita melihat pohon ini?" tanya Agatha.


"Iya, saat itu kita masuk ke dalam penghalang. Kita tidak melihat apapun sejak memasuki hutan tapi kita bisa menemukan hal ini. Bisa dikatakan hutan ini adalah hutan ilusi. Jika orang biasa, mereka hanya menganggap hutan ini adalah hutan biasa yang jika di jelajahi di dalam hutan pada akhirnya akan keluar dr hutan menuju pantai." Jawab Helena.


"Iya, beberapa Forza memiliki kekuatan untuk membuat ilusi. Dan seseorang yang memiliki kekuatan ini adalah seseorang yang langka dan juga sulit untuk di kembangkan. Jika berhasil, dia akan melatih kekuatannya maka dia akan mendapatkan hasil yang luar biasa, seperti ini. Tapi jika dia gagal, maka dia akan kehilangan kewarasan miliknya." Jawab Helena.


"Benarkah?" tanya Agatha.


"Iya." Jawab Helena.


"Sangat mengerikan." Jawab Agatha.


"Begitulah dunia Forza yang sebenarnya. Kekuatan yang tidak di miliki orang lain akan digantikan dengan keberuntungan, pelatihan dan kerja keras dari seseorang itu sendiri. Kelebihan itu di tukar dengan ujian yang berat dalam menerima keistimewaan itu sendiri." Jawab Helena.


"Sudahlah, jangan bahas itu dulu. Sekarang kita bahas untuk meditasi dalam peningkatan kekuatan kita." Jawab Helena.


"Nona benar, tujuan kita kemari untuk bermeditasi." Jawab Agatha.


"Iya, Tapi ingat, kau tidak bisa masuk ke sini sendiri. Karena selain dari barnier ( pelindung/ pembatas) di tempat ini yang masih belum bisa kau tembus dengan kekuatan mu juga tentang tempat ini yang mungkin tempat yang di sembunyikan oleh keluarga Ken terdahulu." Jawab Helena.


"Kenapa begitu?" tanya Agatha.


"Tentu saja, jika kepala sekolah atau yang lain mengetahui tentang tempat ini, kenapa tidak ada penjaga di sekitar sini walaupun sudah ada barnier? Jawabannya cuman satu, yaitu mereka belum menemukan tempat ini yang berarti tidak mengetahui tempat ini." Jelas Helena.


"Pantas saja. Jadi nona Helena hebat sekali bisa menemukan tempat ini?" tanya Agatha.


"Tentu saja. Helena." Jawab Helena yang membanggakan dirinya sendiri.


"Baiklah, sekarang kau duduk di bawah akar pohon itu dan mulailah bermeditasi." Jawab Helena.


"Baik nona." Jawab Agatha yang berjalan ke arah akar mohon.


"Lakukan penyerapan kekuatan bumi untuk di salurkan kedalam tubuh mu seperti biasanya. Tapi ingat, secukupnya. Jika tubuh mu sudah tidak mampu, maka jangan lakukan hal itu atau kau sendiri tau akibatnya." Jawab Helena.


"Baik nona Helena. Aku akan mulai." Jaaba Agatha yang duduk di bawah dan mulai memejamkan mata untuk melakukan meditasi.


"Pernapasan mu di atur sesuai dengan kekuatan yang kau serap dari kekuatan bumi." Jawab Helena yang memandu.


Kekuatan bumi yang berada di dalam pulau itu mulai keluar seperti udara menuju ke arah tubuh Agatha, perlahan-lahan tubuh Agatha mengumpulkan kekuatan bumi itu. Diolah dari pernapasan yang masuk ke dalam inti Forza. Lalu di transformasi dengan kekuatan inti Forza pada tubuh agar dapat digunakan sebagai kekuatan diri sendiri.


"Bagus, anak ini mudah mengerti apa yang aku katakan. Ku kira ini cukup untuk membuatnya menyerap kekuatan. Aku akan juga akan memulai meditasi ku." Jawab Helena yang melihat Agatha yang sudah mulai bisa menyerap kekuatan bumi ke dalam tubuhnya.


Helena yang memanjat pohon dan mulai bermeditasi di atas batang pohon tepat di atas kepala Agatha yang berjarak hanya dua meter. Agatha dan Helena yang bermeditasi di dalam hutan untuk menyerap sebanyak-banyaknya kekuatan bumi ke dalam tubuh mereka.


"Aku kira tubuh ku menjadi lebih ringan. Dan kekuatan itu terus masuk ke dalam tubuh ku tanpa henti. Apakah ini benar-benar kekuatan bumi yang ada di hutan Akademik ini? Benar yang dikatakan oleh nona Helena, kekuatan inti bumi dari pulau ini benar-benar kaya. Aku baru saja beberapa jam melakukannya, aku sudah merasa penuh energi dan ringan." Jawab Agatha dalam hati.


"Tapi kekuatan ini terlalu banyak datang dari berbagai arah, sehingga aku sulit untuk mengontrolnya dengan baik. Aku juga memilih-milih kekuatan yang dapat aku serap. Untung saja, nona Helena mengajarkan aku dengan baik. Tanpanya mungkin akan sulit untuk mengatur napas agar menyerap kekuatan ini." Jawab Agatha dalam hati.


Mereka melakukan meditasi didalam hutan Akademik dari pukul 10 malam hingga pukul 3 pagi.