
Agatha melihat Helena yang melihat El dengan tatapan seram sebagai seekor rubah. Agatha mulai sedikit paham apa yang di jelaskan oleh El. El yang terus menjelaskan maksud kedatangannya.
"Jadi seperti itulah maksud kedatangan saya bertemu dengan anda." Jawab El.
"Lalu apa yang harus saya lakukan?" tanya Agatha.
"Ini kartu nama saya, jika anda membutuhkan bantuan silahkan hubungi saya. Dan jika anda juga berminat, silahkan datang ke kantor kami. Anda akan melihat manusia Forza lainnya yang sedang berlatih." Jawab El yang memberikan kartu nama miliknya kepada Agatha.
"Terima kasih atas informasi dan kunjungan tuan ke rumah saya." Jawab Agatha yang menerima kartu nama itu.
"Saya undur diri dulu, terima kasih sudah menerima saya untuk berkunjung." Jawab El yang berdiri dan merapikan jas untuk berpamitan pergi meninggalkan rumah Agatha. Agatha memberikan salam perpisahan dan mengantar El sampai depan pintu rumah.
"Agatha, gadis yang sopan." Jawab El dalam hati saat masuk ke dalam mobil.
"Apa yang di katakan olehnya itu semua benar." Jawab Helena yang turun dari sofa dan memberitahu Agatha tentang apa yang di katakan El.
"Maksud nona bagaimana?" tanya Agatha yang mengikuti Helena berjalan ke dalam kamar.
"Duduklah." Jawab Helena yang sudah berada di atas kasur. Agatha mengikuti perintah Helena dengan duduk yang sesuai perintah Helena.
"Aku akan mengajari mu bagaimana menarik kekuatan alam. Aku akan melihat elemen apa yang ada pada diri mu." Jawab Helena yang berada di belakang Agatha.
"Tutup mata mu dan rasakan kekuatan Forza dalam diri mu. Konsentrasi untuk mengikuti alur kekuatan sekitar. Kekuatan itu akan menyerap kekuatan alam sesuai elemen yang ada pada diri mu." Jawab Helena yang meletakkan kaki kanannya ke punggung Agatha. Helena membantu Agatha untuk konsentrasi menyerap kekuatan Forza dari alam.
Agatha yang mulai merasakan ada satu titik yang terasa dalam dirinya mengalir. Titik itu menyerap kekuatan dari tanah. Lalu muncul lagi titik lain dalam tubuhnya yang menyerap kekuatan dari udara. Lalu muncul lagi satu titik kekuatan yang menyerap kekuatan api. Sampai seluruh elemen ada pada tubuh Agatha tanpa di sadari olehnya.
"Gadis ini?" ucap Helena yang heran dengan apa yang di ketahui olehnya dari titik elemen yang berkumpul dalam tubuh Agatha. Dari aliran kekuatan Helena yang membantu Agatha dapat merasakan apa saja yang ada dalam tubuh Agatha. Agatha memiliki semua elemen dasar yang ada pada tubuhnya. Kekuatan alami yang tidak pernah ada selama seratus tahun lamanya. Dan dalam sejarah Forza hanya ada 1 orang yang terkenal dengan kekuatan besar.
"Tapi kekuatan yang di kumpulkan oleh ya masih belum teratur. Titik ini belum bisa bersatu dengan lainnya sehingga tidak bisa menciptakan elemen lain. Tapi jika anak ini menguasai semua elemen, dia akan menguasai dunia. Aku menemukan bibit unggul." Jawab Helena dalam hati.
"Kau rasakan ada 4 titik dalam tubuh mu yang sedang mengalir menyerap kekuatan alam. 4 titik itu adalah titik elemen dasar dari kekuatan yang kau miliki. Pertama-tama kau kumpulkan kekuatan alam untuk mencocokkan dengan kekuatan dasar pada tubuh mu. Air, Api, tanah dan udara, semua elemen itu harus kau pisahkan dari elemen alam yang terserap. Kekuatan itu harus bisa kau alirkan sesuai dengan elemen dasar yang kau miliki." Jawab Helena yang membantu Agatha.
"Konsentrasi, aku akan mengajari kau untuk membedakan itu. Konsentrasi, aku akan mengajari sekali saja." Jawab Helena yang mengalirkan kekuatan miliknya dari punggung Agatha. Agatha merasakan kekuatan Helena masuk ke dalam tubuhnya dan mulai memahami apa di maksud Helena.
Mereka terus berkonsentrasi seperti sedang bermeditasi menyerap kekuatan alam. Selama beberapa jam Agatha sudah menguasai apa yang di ajarkan oleh Helena. Helena juga merasa bangga telah mengajarkan hal ini kepada Agatha.
"Gadis ini cepat belajar. Aku hanya mengajarinya sekali dan dia bisa menguasai hanya dalam beberapa jam. Dia melampaui aku dulu, aku dulu membutuhkan waktu satu hari untuk mengetahui bahwa aku memiliki 3 elemen. Air, udara dan tanah." Jawab Helena dalam hati.
"Kau harus konsentrasi, jika kau tidak bisa konsentrasi akan mengakibatkan kekuatan alam melukai kekuatan Forza milikmu. Jadi jangan sampai salah dalam mengatur dan mengelolanya." Jawab Helena yang cerewet.
"Konsentrasi Agatha, aku di usai mu sudah bisa menguasai dengan cepat." Jawab Helena lagi yang cerewet untuk memberikan motivasi kepada Agatha dengan cara membandingkan dirinya.
"Aku sudah tidak sanggup." Ucap Agatha yang menghentikan konsentrasinya. 6 jam sudah berlalu, Agatha menghentikan latihannya dan fokus untuk bertanya kepada Helena lebih detail apa yang telah di beritahu tadi.
"Nona juga seorang Forza?" tanya Agatha yang langsung bertanya pada Helena yang sejak tadi ia sudah penasaran.
"Benarkah?" tanya Agatha.
"Iya, dia hanya memiliki 1 elemen saja. Sedangkan aku ada 3." Jawab Helena yang selalu bersikap sombong.
"Bagaimana dengan ku?" tanya Agatha.
"Saat ini aku hanya melihat ada 2, kau harus sering berlatih untuk mengetahui dengan jelas berapa elemen yang kau miliki." Jawab Helena berbohong kepada Agatha karena tidak mau membuat dirinya di bawah Agatha.
"Nona akan mengajari ku?" tanya Agatha.
"Iya jika kau memaksa, lagi pula aku sudah di selamatkan oleh mu." Jawab Helena.
"Baguslah, dengan begitu nona tidak akan pergi." Jawab Agatha.
"Gadis ini, siapa bilang aku akan terus menetap." Jawab Helena.
"Bukannya nona bilang akan menjadi guru ku. Jadi sudah seharusnya nona akan terus tinggal di sini bukan?" jawab Agatha yang bertanya lagi tentang sinopsisnya.
"Aku akan pergi atau tetap tinggal jika aku mau. Tidak ada yang bisa mengatur ku." Jawab Helena.
"Saya tidak mengatur nona, saya hanya memohon nona tetap tinggal." Jawab Agatha dengan wajah melas.
"Baiklah jika itu yang kau mau. Aku akan tinggal, tapi ingat menjadi murid ku harus menuruti perintah aku." Jawab Helena kepada Agatha.
"Siap." Jawab Agatha yang bahagia atas persetujuan Helena yang mau menjadi gurunya.
"Menurut nona, apakah aku harus datang ke organisasi Kaze?" tanya Agatha.
"Terserah mu, tapi jika diriku aku tetap ingin individual dan tidak mengandalkan organisasi manapun." Jawab Helena.
"Nona tidak memiliki organisasi ?" tanya Agatha.
"Tidak, aku tidak suka di atur oleh peraturan. Aku bersifat bebas." Jawab Helena yang turun dari kasur.
"Jadi nona tidak ikut ke organisasi manapun selama ini?" tanya Agatha yang mengikuti.
"Tidak." Jawab Helena.
"Bagaimana dengan keluarga?" tanya Agatha.
"Keluarga....." Helena dalam hati lalu membayangkan masa lalunya dan menghentikan langkahnya di depan pintu kamar.
"Tidak ada. Jangan bertanya yang tidak penting." Jawab Helena.