
Rania yang melihat Agatha berjalan keluar dari gerbang dan mengikutinya di lihat oleh 5 orang teman-teman Rania.
"Lihat? Rania mau pergi kemana?" tanya salah seorang gadis yang berjalan 5 orang itu. Mata mereka menuju ke arah Rania yang di depannya ada Agatha.
"Itu adalah wanita itu?"
"Sepertinya iya."
"Apa Rania akan memberi pelajaran kepada Agatha tentang hal yang sudah kita sampaikan kepadanya?"
"Sepertinya begitu. Baguslah, dia menemukan lawan yang sepadan."
"Tapi bukannya Agatha itu memiliki trip bisa berpindah tempat dengan cepat seperti seorang pesulap?"
"Apa kita harus mengikuti mereka?"
"Tidak perlu. Biarkan saja. Kita tidak perlu ikut campur urusan mereka. Jika Agatha menang kita tidak akan terlibat, lagi pula Rania itu hanya sebatas teman pelindung dan penyokong kita. Hahahahh."
"Benar juga. Jika Rania yang menang, kita akan di untungkan. Hahahah."
"Ya sudah, biarkan saja. Pura-pura kita tidak melihat Rania yang mengikuti Agatha."
"Iya." Jawab mereka semua dan berjalan lawan arah dari Rania dan Agatha. Mereka bersama-sama meninggalkan Rania yang mengikuti Agatha begitu saja.
Disisi lain, ditempat sepi Rania tiba-tiba di depan Agatha dan menyapanya.
"Kau siapa?" tanya Agatha yang terkejut karena Rania tiba-tiba ada di depannya sambil memanggil nama lengkapnya.
"Kau telah menyakiti teman-teman ku." Jawab Rania.
"Teman-teman mu?" tanya Agatha yang tidak paham.
"5 orang gadis yang baru-baru saja berkelahi dengan mu." Jawab Rania.
"Mereka?" tanya Agatha yang mengingat 5 gadis itu.
"Ku dengar kau memiliki trik berpindah tempat seperti pesulap atau benar-benar punya kekuatan teleportasi?" tanya Rania.
"Mereka menceritakan semuanya kepada mu?" tanya Agatha.
"Tentu saja. " Jawab Rania.
"Berarti kau sudah tau kenapa aku melakukan itu kepada mereka. Mereka yang lebih dulu ingin berkelahi dengan ku. Dan mereka juga yang ingin menyakiti teman ku dengan memanggil beberapa preman sekolah." Jawab Agatha.
"Mereka tidak ada mengatakan kepada ku tentang hal itu?" tanya Rania dalam hati.
"Coba ceritakan dengan singkat tapi mudah aku pahami." Jawab Rania kepada Agatha.
"Aku tidak mengetahui mereka tiba-tiba datang kepada ku dan membuat ku terjatuh ke lantai dan ingin melalukan hal yang tidak baik kepada ku. Aku hanya melakukan perlawanan sebagai pembelaan diri. Di kejadian berikutnya, aku melihat mereka ingin mencelakai Alin. Saat itu Alin ingin di jadikan sebagai objek yang tidak baik oleh beberapa lelaki yang ku anggap sebagai preman sekolah itu. Jadi aku menolong Alin dan mencegah ide mereka. Mereka tidak memiliki alasan yang jelas melakukan hal itu kepada ku dan Alin. Jadi aku dan Alin hanya bisa melawan untuk perlindungan diri." Jawab Agatha.
"Jadi itu alasannya." Jawab Rania.
"Jadi, sudah boleh aku lewat? Aku mau pulang dan kau menutupi jalan ku." Jawab Agatha.
"Jika kau ingin jalan maka kalahkan aku dulu." Jawab Rania.
"Aku harus melawan mu?" tanya Agatha.
"Iya." Jawab Rania.
"Kenapa harus bertarung jika memang permasalahannya sudah selesai?" tanya Agatha.
"Karena aku punya citra yang harus di jaga." Jawab Rania.
"Jadi kita memang harus bertarung?" tanya Agatha lagi.
"Maksud dia adalah aku boleh menggunakan kekuatan Forza yang aku miliki?" tanya Agatha dalam hati.
"Aku hanya ingin mengetahui seberapa besar kekuatan yang kau miliki. Jadi jangan ragu untuk menyerang ku dengan baik." Jawab Rania.
"Bukanya itu dia sudah jelas-jelas mengatakan bahwa aku boleh menggunakan kekuatan Forza untuk melawannya?" tanya Agatha lagi dalam hatinya.
"Kalau begitu, aku memang harus bertarung dengan mu." Jawab Agatha.
"Iya. Jadi lakukan dengan baik." Jawab Rania.
"Baiklah. Aku pasti bisa memang tanpa melukainya dengan menggunakan kekuatan forza kecepatan yang aku miliki." Jawab Rania dalam hati.
"Tidak usah banyak berfikir. Berikan pukulan terbaik mu kepada Ki. Ingat, kau harus mengalahkan aku jika ingin pulang kerumah. Aku tidak akan menyerang mu duluan, jadi lakukan dengan baik atas kesempatan yang sudah aku berikan." Jawab Rania.
"Baiklah." Jawab Agatha.
"Aku lewati saja dia sekarang." Jawab Agatha dalam hati.
Agatha yang menggunakan kecepatan seperti teleportasi sudah melewati Rania, namun dengan cepat juga Rania kembali ke depan Agatha.
"Dia bisa cepat juga sudah di depan ku lagi?" tanya Agatha dalam hati.
"Sudah aku bilang serang aku dengan kekuatan terbaik mu. Bukan lari menggunakan kekuatan Forza yang kau miliki." Jawab Rania.
"Kau?" tanya Agatha yang tiba-tiba terdiam melihat Rania yang sedang serius di depannya.
"Kau masih tidak mengerti? Aku bilang gunakan semua kekuatan mu untuk menyerang ku." Jawab Rania kepada Agatha.
"Sudahlah jangan banyak berfikir lagi, lebih baik lepas dulu dari dia baru nanti cari tahu siapa dia sebenarnya." Jawab Agatha dalam hati.
Agatha melayangkan tinju ke arah Rania, Rania dengan mudahnya menghindari. Agatha yang melayangkan tinju ke kanan lalu ke kiri menggunakan kedua tangan miliknya secara bergantian dan selalu tidak mengenai Rania.
"Dia terus bisa menghindar serangan ku dengan mudah. Padahal aku sudah melakukan dengan kekuatan dan kecepatan yang selama ini aku latih. Tapi kenapa tidak bisa mengenai dia?" tanya Agatha dalam hati.
"Jadi cuman ini saja kekuatan milik mu." Jawab Rania dengan menggunakan kekuatan Forza elemen angin kepada Agatha. Angin itu mengenai perut Agatha yang seperti sedang di tinju ke arah perut. Agatha terdorong ke belakang akibat serangan angin itu.
"Uuuhhhhh..." Agatha yang kesakitan akibat serangan Rania.
"Kau sedang terluka?" tanya Rania yang baru saja menyadari tangan kanan Agatha ada bekas luka yang belum kering.
"Aish merepotkan saja. Aku tunggu sampai kau benar-benar pulih. Setelah itu bertarung dengan ku.
"Dia juga seorang Forza?" tanya Agatha dalam hati.
"Kenapa kau menyerang ku?" tanya Agatha.
"Bukannya sudah jelas?" tanya Rania.
"Kenapa?" tanya Agatha.
"Aishhh, pantas saja. Setiap manusia Forza ingin menentukan seberapa hebat dia dan berada di rangking berapa dirinya." Jawab Rania.
"Rangking?" tanya Agatha.
"Kau baru mengetahui bahwa diri mu seorang manusia Forza. Pada dunia Forza, mereka yang memiliki kekuatan harus melihat kekuatan orang lain. Apakah mereka lebih unggul atau mereka terbelakang. Kau harus berada di puncak tertinggi agar tidak mudah di tindas dan di pergunakan oleh orang lain." Jawab Rania.
"Tunggu, tadi dia menyerang ku tidak menggunakan tangannya langsung. Tapi kekuatan angin. Iya angin, bukannya itu sama dengan kekuatan Tuan El dan tuan Al?" tanya Agatha dalam hati.
"Hari ini aku biarkan kau pergi. Setelah pulih, pergilah mencari ku atau aku yang akan mencari mu." Jawab Rania lalu berjalan pergi meninggalkan Agatha.
"Oh ya, kau pasti tau mau mencari ku kemana?" tanya Rania menoleh kebelakang mengatakan pertanyaan itu kepada Agatha.