Forza

Forza
Kejelasan Pentingnya Meditasi



"Nona Helena?" panggil Agatha lagi.


"Ada apa lagi?" tanya Helena.


"Bagaimana dengan kondisi nona sekarang?" tanya Agatha.


"Inti Forza sudah mulai sedikit demi sedikit pulih. Namun masih belum pulih seperti sediakala." Jawab Helena.


"Butuh berapa lama sampai nona pulih?" tanya Agatha.


"Kenapa? Kau mau aku pergi dari sini?" tanya Helena.


"Tentu saja tidak, aku tidak ingin nona meninggalkan ku. Bahkan aku berharap Nona tidak akan meninggalkan ku. Walaupun pada akhirnya akan tiba, nona akan meninggalkan ku, tapi sebelum itu terjadi berjanjilah nona harus berpamitan." Jawab Agatha.


"Iya." Jawab Helena dengan wajah yang memerah.


"Sudahlah, kau pergilah mandi untuk membersihkan diri." Jawab Helena yang memejamkan matanya untuk kembali bermeditasi.


Agatha yang pergi untuk mandi selesai dalam waktu setengah jam, setelah itu membuat makan malam dan makan bersama dengan Helena. Setelah itu mereka kembali untuk berlatih.


"Nona kenapa sangat ingin kuat saat dulu? Karena apa yang aku dengar dari tuan Al tentang nona begitu hebat." tanya Agatha.


"Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin kuat dan hebat dari orang lain. Selain itu, aku menyukai menjadi kuat dari orang lain." Jawab Helena.


"Wah,bisa seperti itu termasuk hebat. Nona menyukai hal yang nona lakukan dengan sepenuh hati sehingga bisa mendapatkan kekuatan seperti itu." Jawab Agatha.


"Hmmmmm, sepertinya Al datang bersama El. Aku merasakan kekuatan Forza milik mereka mendekat." Jawab Helena.


"Aku bisa merasakan kekuatan Forza miliknya dengan jarak sedekat ini. Entah karena dia mampu mengendalikan kekuatan miliknya atau aku yang sudah kehilangan banyak kekuatan sejak pertempuran itu atau kedua hal itu yang saat ini terjadi." Jawab Helena dalam hati yang sedang berfikir tentang hal ini.


"Kau turun saja, biar aku tetap di sini." Jawab Helena.


"Baik." Jawab Agatha yang turun dari anak tangga menuju ke pintu rumah dan berjalan keluar ke arah pintu pagar rumah yang sudah di tutup.


"Tuan Al, tuan El, ada apa?" tanya Agatha yang membuka gerbang.


"Aku belum saja menekan tombol bel."Jawab El.


"Aku tadi melihat mobil anda dari balkon." Jawab Agatha.


"Maaf tidak mengabari mu lebih dulu saat datang." Jawab Al.


"Apa bisa bicara sebentar?" tanya Al.


"Tentu saja, silahkan masuk. Silahkan duduk." Jawab Agatha dengan membawa El dan Al untuk masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa.


"Aku ambilkan minum dulu." Agatha juga bergegas pergi mengambil minum untuk Al dan El serta cemilan malam yang baru saja dia buat masih ada di dalam kulkas.


"Silahkan di minum tuan Al, tuan El." Jawab Agatha mempersilahkan minum teh hangat.


"Aku datang karena ingin bertanya sesuatu." Ucap Al.


"Bertanya tentang apa tuan Al?" tanya Agatha.


"Apa Agatha mengetahui bagaimana untuk menyerap kekuatan Forza dari bumi?" tanya Al.


"Iya." Jawab Agatha.


"Kau tau?" tanya Al.


"Tentu saja, sejak kecil aku mengetahuinya tapi belum bisa mengendalikannya dengan baik." Jawab Agatha.


"Jadi begitu. Menyerap energi bumi untuk menjadikan kekuatan Forza milik kita dengan cara bermeditasi. Kita akan menyerap kekuatan bumi yang cocok dengan kekuatan Forza milik kita. Selama kita mampu mengambil kekuatan bumi dan mengendalikan ke dalam inti Forza milik kita, kita bisa mendapatkan kekuatan Forza dalam bertarung, menahan dan berkembang." Jawab Al.


"Aku tidak akan bertanya tentang kegunaan menyerap energi bumi untuk sebagai sumber kekuatan Forza milik sendiri. Tapi yang aku pertanyakan adalah cara meditasi seorang Forza dalam mengambil energi kekuatan bumi. Setiap Forza memiliki cara yang berbeda dalam mengambil, mengelola dan mendapatkan kekuatan Forza. Dengan kata lain, setiap Forza berusaha mencari cara yang paling efektif dalam bermeditasi." Al menerangkan.


"Selama ini banyak Forza yang bermeditasi dalam mencapai cara yang paling efektif untuk mendapatkan kekuatan. Dan setiap Forza yang menemukan cara yang paling efektif akan menurunkan cara itu sendiri kepada keluarga atau orang-orang terdekat. Mereka tidak akan memberikan cara meditasi miliknya kepada orang lain. Bagi mereka itu adalah hal yang paling berharga di bandingkan nyawa mereka sendiri." Jawab Al lagi untuk menjelaskan kepada Agatha.


"Dengan kata lain, informasi ini sangat penting bagi seorang Forza dan tidak boleh bocor. Kekuatan Forza tergantung terhadap pengetahuan seseorang dalam bermeditasi. Seorang Forza akan lebih efektif jika bermeditasi dengan cara yang benar dan akan menguntungkan hal lain yaitu tentang kekuatan, pertahanan dan perkembangan kekuatan Forza milik mereka sendiri." Jawab Al.


"Jika Agatha, apakah bisa mengatakan hal ini kepada orang lain?" tanya Al kepada Agatha. El sejak tadi hanya menikmati teh hangat miliknya dan melihat Agatha dan Al sedang berdialog.


"Inti dari percakapan ini adalah bermeditasi adalah suatu cara untuk mendapatkan kekuatan dan mengontrol kekuatan Forza dalam diri untuk digunakan atau di tingkatkan?" tanya Agatha.


"Iya benar. Meditasi adalah suatu cara Forza dalam mendapatkan kekuatan, mengendalikan kekuatan dan juga meningkatkan kekuatan miliknya " Jawab Al.


"Dan yang menjadi permasalahan sejak dulu adalah tentang meditasi ini. Aku tidak mengetahui sejak kapan Forza lain ingin mencuri meditasi Forsa lainnya dan mengalami perkelahian. Yang pasti lebih banyak mendapatkan cara meditasi maka semakin kuat seorang Forza itu jika meditasi yang dilakukan olehnya cocok dengan kekuatan yang di miliki oleh ya." Jawab Al lagi dalam bermeditasi.


"Perebutan ini bukan hanya antar individu tapi juga antar organisasi. Mereka semua memperebutkan hal ini untuk menambahkan kekuatan mereka." Jawab Al lagi.


"Kalau begitu, bukanya Ken punya meditasi juga?" tanya Agatha.


"Tentu saja ada. " Jawab Al yang langsung menunjukkan cara meditasi miliknya dan mengumpulkan kekuatan yang telah di serap di atas telapak tangan berbentuk angin.


"Meditasi terbagi sesuai dengan kekuatan elemen Forza yang dimiliki seseorang. Jika Ken memiliki meditasi elemen angin. Sehingga yang di keluarkan dari penyerapan energi kekuatan bumi adalah elemen angin." Jawab Al.


"Hah, jadi alasan Tuan El dan Rania dan Fara mengeluarkan kekuatan elemen angin karena mereka menguasai meditasi keluarga Ken?" tanya Agatha.


"Iya. Meditasi juga berbeda level tergantung dengan kepentingan masing-masing. Semua ini adalah rahasia organisasi itu sendiri atau rahasia Forza yang mendapat kepercayaan akan hal itu." Jawab Al.


"Jadi yang di ajarkan Nona Helena adalah meditasi miliknya?" tanya Agatha dalam hati.


"Agatha pasti tidak mengetahui betapa sulit dan memakan waktu yang lama seorang Forza dalam melatih meditasi sampai ke level tertinggi untuk mendapatkan kekuatan yang tinggi. Berdasarkan level meditasi kemampuan seorang akan terlihat. Meski sekarang dunia sedang tenang, namun sejak dulu hingga sekarang meditasi seorang Forza itu sangat penting." Jawab Al lagi.