
Beberapa hari setelah insiden itu. Alin lebih dulu pulang ke rumah di bandingkan Agatha. Agatha masih di rumah sakit untuk beristirahat sehari lagi.
"Apa perlu aku tetap di sini?" tanya Alin kepada Agatha.
"Tidak apa-apa, kau istirahatlah di rumah. Lagi pula tuan Vero sudah menjemput mu." Jawab Agatha.
"Oke. Nanti kita sambung lagi di grup chat." Jawab Alin membawa tasnya dan keluar dari ruang inap.
"Nona Helena, tidak bisakah kau kemari menemaniku." Jawab Agatha yang memberikan pesan kepada Helena.
"Aku sibuk." Jawab Helena yang menghentikan meditasinya dan membalas pesan Agatha.
"Untung saja kemarin aku tidak mengeluarkan kekuatan secara berlebihan. Kalau tidak inti Forza yang aku miliki akan retak kembali. Bukan pulih malah akan menambah kerusakan. Baguslah, inti Forza ku baik-baik saja." Jawab Helena yang beberapa hari ini melakukan meditasi. Helena yang mengeluarkan kekuatannya membuatnya harus bermeditasi menstabilkan inti Forza ya kembali.
"Bagaimana kabar di rumah nona Helena?" tanya Agatha yang merindukan rumah.
"El datang membawa beberapa makanan untuk kami. Jadi kau tenang saja, kami tidak akan kelaparan." Jawab Helena lagi.
"Syukurlah." Jawab Agatha lalu tiba-tiba suara pintu terbuka. Al datang bersama dengan El membawa bingkisan buah untuk Agatha.
"Tuan Al, tuan El." Jawab Agatha yang meletakkan ponselnya melihat Al dan El datang.
"Bagaimana kondisi mu hari ini?" tanya Al.
"Baik, besok aku sudah boleh keluar dari rumah sakit." Jawab Agatha.
"Baguslah." Jawab Al yang duduk di kursi samping tempat tidur Agatha. Al membuka bingkisan buah itu dan membuka kulit jeruk dan membersihkannya lalu memberikan jeruk yang sudah bersih kepada Agatha.
"Terima kasih. Tuan Al dan tuan El tidak perlu setiap hari kemari dan memberikan aku banyak makanan." Jawab Agatha yang menerima jeruknya dan memakannya.
"Tidak apa-apa. Lagi pula tempat ini di lewati setiap hari karena satu gedung dengan kantor." Jawab Al.
"Hmmm. Oh ya tuan El, terima kasih sudah merawat rubah dan anjing hitam ku di rumah." Jawab Agatha.
"Tidak apa-apa, itu semua karena perintah tuan Al." Jawab El.
"Terima kasih lagi tuan Al sudah begitu perhatian kepada ku." Jawab Agatha dengan senyum polosnya. Al tersipu malu dengan menutupi wajahnya menggunakan tangan kanannya yang menempel di bibir.
"Kau istirahatlah dengan baik." Jawab Al yang berdiri dan mengelus kepala Agatha lalu pergi berjalan ke pintu keluar dengan di ikuti oleh El.
"Selamat bekerja tuan Al, tuan El." Jawab Agatha yang menjawab dengan tangan melambai-lambai kepada Al dan El yang keluar dari ruangan.
"Kita ke sana langsung." Jawab Al dengan melangkah ke pintu lift. Mereka menaiki lift khusus untuk mereka menuju ke ruang Al. Sampai di sana, Alin dan Vero sudah duduk di sofa ruang tunggu Al.
"Ayo masuk." Jawab El yang mempersilahkan mereka masuk ke ruangan Al.
"Vero kau tau kenapa aku memanggil mu dan Alin ke sini sekarang?" tanya Al.
"Tidak." Jawab Vero. Alin hanya diam saja melihat Al yang begitu menyeramkan menurutnya.
"Kami menemukan bekas kekuatan Helena di pertarungan Alin, Agatha dan Dewi di gedung itu." Ucap Al kepada mereka berdua.
"Apa? Helena si ratu iblis yang terkenal dengan kegilaannya dalam melawan siapa saja yang menghalangi jalannya. Forza wanita yang terkenal dengan kekuatannya itu?" tanya Vero.
"Iya. Tidak ada kekuatan listrik yang dahsyat seperti dirinya di dunia ini. Dia juga memiliki kekuatan listrik yang berbeda dari yang lain. Jadi cukup mudah untuk mengenalinya. Awalnya aku kira itu adalah milik Agatha. Tapi tidak, Agatha tidak mungkin bisa membuat kekuatan sebesar itu. Dan juga, aku melihat sisa kekuatan itu ada pada tubuh Dewi. Setelah aku ingat-ingat saat introgasi mereka beberapa hari yang lalu, aku melihat kekuatan mu tertinggal di tubuh Dewa dan kekuatan Helena tertinggal di tubuh Dewi." Jawab Al dengan melirik Alin.
Alin tanpa ekspresi yang di tatap oleh Al.
"Kau juga pasti tau Alin kenapa aku menjelaskan ini semua dengan memanggil mu kemari?" tanya Al.
"Jadi maksud panggilan mu ini adalah untuk mengintrogasi Alin?" tanya Vero.
"Iya, aku ingin mendengarkan detail cerita yang di ketahui oleh Alin tanpa mengurangi apapun. Katakan dengan sejujurnya. Ini semua penting, aku ingin melindungi Forza muda seperti kalian di distrik A dari hal buruk di luar sana." Jawab Al kepada Alin.
"Saat itu aku baru pulang dari sekolah, saat tiba di rumah aku membuka pintu rumah dengan kunci seperti biasanya. Tapi tiba-tiba Dewa dan Dewi sudah ada di sana, mereka bertanya tentang guru. Mereka juga sepertinya mengetahui bahwa aku adalah murid dari Guru Agnia. Aku berusaha kabur, tapi tidak mampu melawan mereka berdua......" Alin langsung menjawab bercerita bagaimana ia di tangkap oleh Dewa dan Dewi untuk di bawa ke gudang terbengkalai.
"Saat aku membuka mata, Agatha sudah ada di sana untuk menyelamatkanku. Padahal aku sudah memerintahkan dirinya untuk pergi dan jangan pedulikan aku tapi dia tidak mau. Dan saat aku di bawa oleh Dewi, entah bagaimana Agatha juga mengejarnya. Mungkin saat itu guru Vero sudah tiba untuk melawan Dewa dan memerintah Agatha menyelamatkan aku." Jawab Alin melanjutkan ceritanya.
"Aku dan Agatha bekerjasama untuk melawan Dewi. Tapi kami sulit untuk mengalahkannya, saat di detik terakhir aku membuat peluang untuk Agatha tapi aku tidak sadarkan diri sesaat karena terkena serangan Dewi. Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu, saat aku bangun Dewi sudah terjatuh dan tidak sadarkan diri. Sementara Agatha sudah berada di sampingku tidak sadarkan diri. Saat anda datang, saat itu aku baru beberapa menit sadar. Aku juga ingin membawa Agatha keluar namun tidak memiliki banyak tenaga untuk berdiri." Jawab Alin dengan berbohong pada akhir ceritanya. Karena dia sudah berjanji untuk tidak mengatakan apapun tentang Helena. Gurunya dokter Agnia juga sudah berpesan kepadanya untuk tidak menceritakan apapun tentang Helena.
"Jadi kalian berdua tidak tau apakah kalian yang mengalahkan Dewi di akhir atau ada bantuan lain?" tanya Al dan Alin menganggukkan kepala.
"Apa itu benar-benar yang terjadi?" tanya Vero.
"Iya. Dan aku melihat sendiri bahwa Agatha sudah mulai berkembang. Dia melakukan dengan baik untuk melawan Dewi. Serangannya juga semakin padat dan cepat. Itulah yang aku lihat." Jawab Alin
"Itu saja yang ingin aku dengar." Jawab Al.
Mereka yang selesai di introgasi oleh Al keluar dari ruangan dan kembali ke markas Dev. Mereka harus membuat laporan untuk kegiatan akademik khusus Forza yang akan di adakan 10 hari lagi setelah ujian sekolah selesai.