
El yang pulang lebih dulu dari luar kota untuk menyelidiki tentang kejadian di rumah Agatha. Setelah mengintrogasi mereka, El sudah mendapatkan bukti penyelidikannya menunggu kedatangan Al pulang pada malam ini untuk mengatakan semua yang didapat olehnya. Al mau pulang padam tengah malam setelah perjalanan jauh dari luar kota.
"Tuan, mereka adalah orang-orang Ken yang bekerja oleh Ayah Fera dan Ferry yaitu tuan Frans." Jawab El.
"Lalu siapa yang memerintah mereka untuk masuk ke dalam rumah Agatha?" tanya Al.
"Mereka mengatakan bahwa itu suruhan dari tuan muda Ferry. Mereka mendapatkan perintah dari tuan Ferry secara langsung tanpa sepengetahuan tuan Frans." Jawab El .
"Apa tujuan mereka datang ke rumah Agatha?" tanya Al.
"Mereka berdua keberatan tentang keputusan yang anda ambil untuk menjadikan Agatha sebagai perwakilan undangan khusus dari Ken untuk akademi Forza. Mereka berniat untuk mencari informasi tentang Agatha dengan cara masuk ke dalam rumahnya dan mencari informasi itu sendiri." Jawab El.
"Kita besok ada jadwal di distrik B kan?" tanya Al.
"Iya tuan." Jawab El.
"Kalau aku tidak salah ingat, aku bertemu dengan paman Frans dua tahun yang lalu. Bagaimana jika kita sekalian mengunjungi dia." Jawab Al kepada El.
"Ha? Ah iya tuan. Akan aku atur waktunya." Jawab El yang terkejut melihat wajah serius Al.
"Aku akan tidur di sini saja. Kau pulanglah." Jawab Al kepada El untuk menetap di kantornya.
"Nona Rania juga tidur di rumah Agatha jadi tuan tidak perlu khawatir." Jawab El.
"Oh." Jawab Al.
"Bagaimana dengan orang-orang yang menjaga rumah Agatha?" tanya El.
"Biarkan saja dua hari ini." Jawab Al.
"Oke, selamat istirahat Tuan Al." Jawab El dan pergi keluar dari ruangan.
Al yang menyandarkan dirinya di kursi menekan tombol video call pada ponselnya.
"Ada apa Abang?" tanya Rania.
"Abang tidak pulang." Jawab Al.
"Tidak apa-apa, lagi pula aku di tempat Agatha." Jawab Rania.
"Rania ayo kita makan." Panggil Agatha yang sudah menyiapkan makanan gofood pesanan Kaivan sampai di rumahnya.
"Oh tuan Al? Hy tuan Al." Jawab Agatha yang meletakkan piring-piring kaca di atas meja makan. Alin senyum dan Kaivan juga menundukkan kepalanya menyapa Al yang ada di layar kamera Rania. Al melihat mereka yang bersama dengan bahagia membuat dirinya lega untuk tidak khawatir. Al hanya tersenyum tipis melihat mereka. Dan mengakhiri panggilan video call.
Pagi hari, seperti yang sudah di jadwalkan Al dan El pergi ke distrik B untuk menghadiri rapat di kantor cabang. Setelah itu bertemu dengan Frans seperti yang sudah di rencanakan Al.
Orang-orang yang berada di kantor Frans semuanya tercengang kagum saat Al dan El yang berjalan masuk.
"Siapa lelaki tampan itu?"
"Itu lelaki artis dari agensi mana?"
"Tampan sekali."
"Ada yang bisa di bantu tuan?" tanya meja pusat informasi kantor.
"Apakah anda sudah membuat janji sebelumnya?"
"Wajahnya lebih tampan dari dekat." Jawab pegawai itu dalam hati.
"Janji?" tanya El.
Tiba-tiba rombongan tuan Frans datang dan memberi hormat kepada Al. Orang-orang yang berada di perusahan membuat mereka bertanya-tanya siapa orang yang datang ke kantor mereka dengan membuat direktur mereka memberi hormat dan menyambut kedatangannya langsung.
"Selamat datang, maaf sudah membuat anda menunggu. Silahkan ikut dengan ku tuan Al." Ucap Frans. Al dan El mengikuti Frans masuk ke dalam lift. Mereka masuk ke kantor Frans dan duduk di sofa untuk berbicara.
"Ada masalah apa sampai Al datang berkunjung ke perusahaan ku?" tanya Frans dalam hati.
"Apa paman tau tentang rencana akademi Forza yang akan mengirimkan beberapa Forza Remaja di setiap distrik untuk wilayah barat?" tanya Al.
"Iya, aku mendengarnya bahwa Ferry, Fara dan Rania akan mewakili distrik kita." Jawab Frans kepada Al.
"Bagaimana dengan Forza baru yang bernama Agatha? Apakah kau pernah mendengarnya?" tanya Al.
"Tidak. Aku baru mendengar namanya sekarang." Jawab Frans.
"Apa paman tau apa yang dilakukan pada Ferry dan Fara belakang ini?" tanya Al.
"Kenapa dengan Ferry dan Fara? Apakah mereka melakukan sesuatu yang salah?" tanya Frans langsung.
"Anda yakin tidak mengetahuinya? Bagaimana dengan dewan direksi yang lain? Apakah paman sudah mengadakan rapat kepada mereka terkait dengan Agatha sebagai perwakilan undangan khusus dari Ken?" tanya Al.
"Apa maksudnya?" tanya Frans yang tidak mengerti.
"Aku sudah menyelidikinya, tuan muda Ferry yang menghadiri rapat seminggu yang lalu karena anda pergi di tempat lain. Dewan direksi yang lain dan Ferry memberikan kesepakatan untuk menentang keputusan tuan Al atas hal itu sehingga mereka datang diam-diam ke rumah Agatha untuk mencari informasi tentang dirinya." Jawab El menjelaskan.
"Apa yang menjadi bukti sehingga kamu menyimpulkan hal ini?" tanya Frans.
"Kami sudah menangkap 2 orang yang bekerja di bawah kekuasaan mu. Mereka masuk ke dalam rumah Agatha tanpa izin dan membuat kekacauan. Aku sudah mengintrogasi mereka berdua sendiri. Dan hal ini tertuju kepada anak mu, Ferry." Jawab El.
"Apa? Aku tidak mengetahui tentang hal ini. Sungguh paman tidak mengetahuinya Al." Jawab Frans.
"Aku mengerti, aku harap paman lebih memperhatikan mereka berdua dan tidak terlalu memanjakan mereka." Jawab Al.
"Maafkan paman, sebagai salah satu dewan direksi yang tidak mengetahui hal ini. Dan sebagai paman yang tidak mendidik dengan baik sepupu mu." Jawab Frans dengan berdiri dan membungkuk kepada Al.
"Anda seharusnya memperhatikan semua hal dan tidak menentang keputusan tuan Al." Jawab El.
"El, kita pergi." Jawab Al.
"Paman, aku harap ini kejadian pertama dan terakhir kalinya. Agatha sudah menjadi Forza yang di lindungi oleh ku langsung. Bukan lagi di lindung oleh keluarga Ken. Jika anda sekeluarga melakukan hal yang tidak benar kepada Agatha berarti itu sedang tidak menghargai aku sebagai ketua lagi. Aku harap anda memegang kalimat itu. Aku permisi." Jawab Al.
"Baik, aku akan memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi. Aku harap keponakan paman bisa memaafkan paman dan sepupu mu." Jawab Frans.
"Paman, aku selalu menghormati anda dan keluarga anda. Tapi tidak jika anda tidak menghormati aku." Jawab Al yang keluar dari ruangan Frans dan El menutup pintu itu.
"Sial, anak-anak manja ini membuat ku malu di depan keponakan ku sendiri. Seperti sedang di nasehati bocah ingusan." Jawab Frans dengan begitu kesal memikirkan kedua anaknya yang sulit di atur.
"Bawa kedua anak itu sekarang juga." Jawab Frans kepada sekretaris untuk membawa kedua anaknya menghadap dirinya di kantor.