
Kedatangan Vero bersama dengan anggota Ken membantu mereka membereskan kekacauan yang ada di dalam Bank. Supir pribadi Rania membawa mereka semua ke rumah sakit di bawah keluarga Ken. Vero yang datang karena ditelepon oleh El. Sampai di rumah sakit mereka di berikan perawatan dengan cepat.
"Semuanya sudah beres nona, kalian istirahatlah yang cukup. Jika membutuhkan sesuatu silahkan beritahu saya atau suster." Ucap dokter kepada Rania.
Mereka dirawat di dalam satu ruangan yang terdiri dari 4 panjang tidur yang berjajar. Rania, Alin dan Agatha yang masih menunggu Kaivan sadar.
"Bagaimana dengan Kaivan?" tanya Rania.
"Dia baik-baik saja. Hanya saja memang membutuhkan waktu yang cukup untuk memulihkan energi yang ada di dalam tubuhnya. Ia hampir menghabiskan semua kekuatan Forza yang ada pada dirinya. Kalau saja dia memaksa untuk bertarung lagi dengan kekuatan inti Forza yang hanya tinggal sedikit, mungkin itu akan merusak inti Forza dan dia akan kehilangan kekuatan Forza selama-lamanya." Jawab dokter.
"Apakah tidak ada ada hal yang serius terjadi pada tubuhnya?" tanya Rania lagi.
"Tidak ada nona, hanya sedikit lebam-lebam dan tulang leher yang sedikit bergeser. Tapi sudah normal kembali. Hanya saja memerlukan perawatan juga. Selain itu tidak ada lagi." Jawab Dokter.
"Syukurlah." Jawab Rania dan dokter beserta suster yang mendampingi pergi keluar ruangan.
"Tidak tau orang seperti apa yang sudah di hadapi sendiri oleh Kaivan." Jawab Agatha.
"Dia itu hebat pada sebenarnya hanya saja tidak bisa mengatur emosinya seperti aku. Kami juga seperti ini harus tuntutan keluarga. Semua orang hanya melihat kami dari silsilah keluarga itu sendiri. Tapi tidak pernah melihat siapa kami sebenarnya." Jawab Rania.
"Kau dan Kaivan adalah teman yang baik. Aku beruntung berteman dengan kalian." Jawab Agatha dan Alin menganggukkan kalimat Agatha.
"Tunggu dulu, aku masih memikirkan tentang nona Helena yang datang tiba-tiba menolong kita? Dan sepertinya dia mengenal mu Agatha?" tanya Rania yang kembali mempertanyakan hal itu.
"Jangan bilang kau memang kenal dengannya?" tanya Rania yang melihat Agatha di sebelah kanan.
"Iya." Jawab Agatha yang memegang lehernya dan menundukkan kepalanya.
"Kenapa bisa kenal? Jangan bilang kalau kau itu anaknya?" tanya Rania dengan fikiran sendiri.
"Tidak-tidak, itu tidak mungkin. Nona Helena di kenal sebagai wanita yang cantik yang jutek dan kejam. Tapi sebenarnya, tidak ada yang berani mendekatinya karena dia dia adalah salah satu Forza perempuan terkuat sepanjang sejarah. Walaupun ada beberapa Forza yang kuat lainnya tapi tipe petarung mungkin di posisi pertama di usianya adalah dia sendiri." Jawab Rania yang mulai menebak-nebak, Agatha hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudah aku duga, dia tidak mungkin sudah menikah dan anaknya itu kau." Jawab Rania yang berfikir lagi. Agatha dan Alin hanya diam saja melihat Rania dengan pikiran-pikiran dirinya sendiri.
"Apakah kau saudaranya?" tanya Rania dan Agatha menggelengkan kepala.
"Tidak mungkin hanya sekedar kenal. Helena itu bukan tipe orang yang mudah dekat dengan orang lain. Dia itu adalah Forza yang tidak bersosialisasi dengan Forza lainnya dengan baik. Dia sedikit brutal menjadi seorang Forza perempuan. Dia selalu menerima tantangan siapa saja yang menantangnya. Dan dia tidak pernah untuk menentang oleh orang lain, di rumorkan dia itu sebenarnya adalah orang yang malas tapi dia memang jenius." Jawab Rania lagi.
"Ehhhhhh apa mungkin kau adalah muridnya?" tanya Rania pada pertanyaan terakhir dan Agatha mengiyakan ucapan Rania.
"Oh my God. Kau benar muridnya?" tanya Rania.
"Iya. Tapi ingat kata nona Helena, jangan ada yang mengetahui bahwa dia ada di situ. Bahkan dia sudah mengancam kita dengan kalimatnya sebelum kita kedatangan bantuan.
"Aku tidak menyangka bahwa Nona Helena mau menjadi seorang guru? " tanya Rania
"Kau harus ingat itu saja. Atau kau tau sendiri tentang akibatnya." Jawab Alin.
"Apa maksud mu?" tanya Rania.
"Kau ingat untuk tidak membicarakannya, bahkan dia juga bisa menghancurkan satu kota jika kau berani." Jawab Alin.
"Jangan bilang kau sudah mengetahui tentang hal ini Alin?" tanya Rania dan Alin hanya tersenyum tipis untuk mengubah ekspresi datar miliknya.
"Aaaaaaa, gila. Pantas saja kau?" tanya Rania yang melihat Agatha dengan melotot.
"Apa guru sehebat itu?" tanya Agatha.
"Kau benar-benar tidak tau siapa guru mu itu?" tanya Rania penuh tanda tanya dan Alin yang juga menantikan jawaban Agatha.
"Aku baru-baru saja bertemu dengannya, dan aku tidak terlalu tau tentangnya. Dia hanya bercerita bahwa dia adalah orang yang kejam dan juga kuat." Jawab Agatha dengan polosnya.
"Kau ingat baik-baik yang akan aku ceritakan tentang nona Helena yang aku ketahui. Nona Helena adalah sosok perempuan pertama yang dapat mengembangkan 3 elemen dasar yang di miliki olehnya untuk menciptakan petir. Bisa dia bilang juga menghasilkan kekuatan listrik seperti milik mu, itulah kenapa aku berfikir kau adalah anaknya. Tapi tidak mungkin, karena dia tidak pernah terkena kamera berjalan dengan siapa atau orang lain mengetahui hal ini. Dan lagi umurnya masih 35 tahun. Tidak mungkin dia menikah di umur 20 tahun, dia juga terkenal di saat dia umur 25 tahun." Jawab Rania yang membicarakan tentang Helena.
"Yang terpenting adalah dia itu benar-benar kuat. Belum ada pertarungan yang di kalahkan olehnya hingga saat ini. Karena tidak ada catatan yang menunjukkan sejarah bahwa Helena itu pernah kalah. Bahkan rumor dia menghilang di karenakan Helena sudah membunuh 3 orang yang cukup memiliki kekuasaan dan memiliki dampak pengaruh untuk dirinya sendiri. Dan dia memang orang yang introvert namun suka mengatur, memiliki sifat yang kejam karena siapapun yang menjadi lawannya akan sangat rugi." Jawab Rania
"Wah,, guru menang sangat hebat dan bangga menjadi muridnya." Jawab Agatha.
"Dia juga bukan hanya sekedar kata penyihir listrik saat di juluki. Dia juga seorang yang tidak suka di usik keberadaannya. Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya. Siap benar-benar luar biasa." Jawab Rania.
"Jangan bilang kau fans Nona Helena?" tanya Alin.
"Aaah, apa itu sangat........ sangat terlihat jelas di wajah ku?" tanya Rania yang sebenarnya adalah fans dari Helena. Rania sangat menyukai Helena, dia adalah salah satu Forza wanita yang banyak di kagumi orang walau sifatnya tidak di sukai banyak orang." Jawab Rania yang memegang wajahnya dan melanjutkan ceritannya.
"Ohhh satu lagi, banyak organisasi dan juga orang lain yang ingin membuat dirinya bergabung pada organisasi mereka dan banyak yang ingin menjadi muridnya. Tapi dia menolak semuanya. Alasan dia hanya mengatakan bahwa dia suka hal bebas dan tidak suka di atur orang lain." Jawab Rania.