Forza

Forza
Tantangan Fara Kepada Agatha



Alin, Rania dan Kaivan sudah pulang ke rumah masing-masing setelah selesai sekolah. Mereka semua serius untuk ujian dan berlatih mempersiapkan kegiatan untuk menyambut liburan di akademi Forza. Agatha juga setiap selesai ujian di sekolah, ia di latih kembali oleh Helena.


"Lebih cepat lagi." Ucap Helena.


"Aku sudah tidak bisa lagi untuk lebih cepat nona Helena." Jawab Agatha yang sedang berlari dari satu tempat ke tempat lain untuk mengeluarkan kemampuan kecepatannya.


"Jangan menyerah, gunakan semua kekuatan mu sampai titik penghabisan. Kau harus bisa mengatur napas mu, kekuatan mu dan juga pergerakan mu. Ingat semuanya harus bisa tersinkronisasi secara baik. Latihan fisik mu seperti di air terjun." Jawab Helena.


"Akhhhhh."


"Keluarkan kekuatan listrik mu sambil berlari untuk menghancurkan batu itu Agatha." Jawab Helena yang memberikan perintah.


Mereka berlatih di belakang rumah, tepat kebun rumah yang sudah tidak ada tanaman lagi. Helena menyusun beberapa baru yang di sebar di berbagai tempat untuk menjadi sasaran serangan Agatha.


"Hancurkan batu-batu itu Agatha." Ucap Helena lagi.


"Baik." Jawab Agatha berlari dengan kecepatan paling cepat menurutnya sambil menembakkan kekuatan listriknya untuk menghancurkan batu-batu.


Ada sepuluh batu yang diletakkan oleh Helena dan Agatha menghancurkan satu persatu batu yang sudah menjadi sasaran.


"Akhhhhhhhhh aku sudah tidak sanggup lagi." Jawab Agatha pada batu ke 8 yang sudah di hancurkan olehnya.


"Lakukan lagi dengan cepat." Jawab Helena.


"Keluarkan semua kemampuan mu Agatha. Kau harus memiliki stamina yang baik. Kau harus bisa melakukan dengan baik." Jawab Helena.


"Baik. Aku akan melakukan." Jawab Agatha dengan cepat.


Agatha yang berlari dengan secepatnya sambil menargetkan batu ke sembilan dan sepuluh. Agatha mengeluarkan kekuatan listriknya dan menghancurkan batu itu. Setelah selesai, Agatha terjatuh ke tanah dengan lelah.


"Aku lelah." Jawab Agatha yang sudah lelah di atas tanah rerumputan.


"Bagus." Jawab Helena yang berjalan mendekati Agatha.


"Kau sudah melewati kecepatan lebih cepat 1 detik seperti biasanya." Jawab Helena.


"Jadi kecepatannya 2 detik untuk 10 meter?" tanya Agatha dan Helena menganggukkan. Agatha tersenyum dan mengganti posisi duduk di atas rerumputan.


"Aku sudah tidak punya tenaga lagi untuk berlari tapi cukup puas dengan hasil ini. Semua ini karena bantuan bimbingan nona Helena." Jawab Agatha.


"Tentu saja karena aku." Jawab Helena.


"Tapi apa boleh untuk senang?" tanya Agatha yang mengerti bahwa kekuatan pasti lebih rendah daripada teman-temannya.


"Tentu saja tidak. 1 detik lebih cepat itu adalah hal yang berharga. Kau harus bangga dengan pencapaian itu." Jawab Helena.


"Benarkah?" tanya Agatha.


"Iya. Lihat saja semua itu tidak sia-sia." Jawab Helena.


"Hore..." Agatha yang senang mendengar hal itu.


Mereka selesai latihan hari ini jam 15.00 Wib sore hari. Setelah itu Agatha istirahat dengan tetap bermeditasi untuk mengumpulkan energi.


"Nona Helena, sekarang kekuatan yang aku serap sudah cukup terkontrol dan banyak." Jawab Agatha.


"Bagus. Itu karena stamina fisik mu bertambah kuat." Jawab Helena.


Tiba-tiba mereka mendapat telepon dari kantor Al. Agatha di perintahkan untuk segera datang ke kantor. Dengan terburu-buru Agatha yang memakai Hoodie dan celana sport serta sepatu sport untuk pergi ke kantor Al. Sampai tiba di sana, Agatha di kejutkan dengan dua orang yang di kenalnya juga datang berada di ruangan Al bersama dengan El.


"Katakan kepadanya langsung." Jawab Al.


"Maaf karena memerintah orang untuk kerumah mu." Jawab Ferry kepada Agatha dengan membungkukkan badan dan di ikuti oleh Fara.


"Dua orang yang menyusup ke rumah kemarin adalah orang suruhan mereka berdua." Jawab El.


"Ha? Kenapa kalian melakukan itu?" tanya Agatha yang terkejut.


"Karena kami tidak menerima kau menjadi perwakilan khusus keluarga Ken untuk masuk ke dalam akademi forza." Jawab Fara yang masih cetus kepada Agatha.


"Maaf Abang Al, bolehkah aku menantang Agatha untuk melawan ku?" tanya Fara yang meminta izin kepada Al.


"Fara, apa yang kau lakukan?" tanya Ferry.


"Tidak ada yang salah dengan bertarung dengan ku Abang, ini sudah menjadi kebiasaan dunia kita untuk mengetahui kekuatan Forza lain." Jawab Fara.


"Tanyakan langsung kepada yang kau tantang, bukan kepada ku." Jawab Al.


Fara yang melihat wajah Agatha untuk mendapatkan jawaban.


"Nona Helena bilang kepada ku bahwa dia sering di tantang banyak Forza dan bertarung merupakan salah satu latihan untuk mendapatkan pengalaman baru." Jawab Agatha dalam hati dengan berfikir apakah tantangan dari fara akan di ambilnya atau tidak.


"Bagaimana Agatha? Apakah kau menerima tantanganku?" Jawab Fara.


"Mana mungkin dia mau menerimanya, dia pasti takut kepada kekuatan yang aku miliki. Tapi semua ini karena kau tidak masuk ke dalam klasifikasi Forza pilihan." Jawab Fara dalam hati yang masih tidak menerima Agatha sebagai Forza yang di pilih oleh Ken Padahal Agatha tidak menerima tawaran Al untuk masuk kedalam anggota Ken.


"Baiklah. Aku akan menerima dengan baik." Jawab Agatha.


Semua orang yang ada di dalam ruangan terkejut dengan jawaban Agatha kepada mereka.


"Apa kau benar ingin menerima tantangannya?" tanya Al kepada Agatha.


"Iya tuan Al. Lagi pula ini adalah hal yang wajar karena sudah membuat mereka kesal. Aku akan membuktikan kepada mereka berdua bahwa aku memang layak untuk menerima posisi itu. Aku akan menyelesaikan masalah ku sendiri jika memang mereka belum bisa menerima ku." Jawab Agatha.


"Terkadang gadis ini sangat polos dan terkadang dia tegas dengan keputusan yang di ambil olehnya." Jawab Al dalam hati.


"Tapi kekuatan antara Fara dan Agatha...." El yang belum siap berbicara sudah di halangi oleh Al dengan tangannya sehingga El diam dan Al mulai berbicara.


"Jika itu jawaban mu, maka tentukan kesepakatan kalian berdua akan bertanding kapan?" tanya Al.


"Sekarang." Jawab Agatha yang lagi-lagi membuat mereka tercengang dengan apa yang di katakan oleh Agatha.


"Kau yakin?" tanya Al.


"Iya." Jawab Agatha dengan tersenyum.


"Baguslah. Makin cepat makin bagus. Aku juga siap jika dilakukan sekarang juga." Jawab Fara.


"Aku akan menyiapkan tempatnya." Jawab El.


Mereka yang berjalan keluar ruangan Al menuju ruangan latihan untuk mengadakan pertandingan bertarung atas tantangan yang di ajukan oleh Fara kepada Agatha.


"Apa gadis ini benar-benar bodoh? Dia menerima tantangan Fara begitu saja. Apa dia tidak mengetahui seberapa besar kekuatan yang di miliki fara?" tanya Ferry dalam hati saat berjalan mengikuti mereka ke ruang latihan.


"Kau yakin dapat mengalahkannya?" tanya Ferry.


"Aku hanya ingin mengetes dirinya, Abang tenang saja. Aku tidak akan mengakibatkan masalah yang akan membawa nama Ayah. Lagi pula Agatha itu bukan anggota Forza Ken. Jadi jika terjadi sesuatu pada dirinya, tidak akan sulit untuk lepas dari masalah itu sendiri." Jawab Fara kepada Ferry.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan. Ku harap kau akan menang melawannya dan jangan menganggap mudah." Jawab Ferry.


"Baik." Jawab Fara.