Forza

Forza
Penolakan Bergabung dengan Forza Non Organisasi



"Siapa kau ikut campur urusan ku? Apa aku bertanya kepada mu untuk bergabung? Lagi pula kami yang tiba lebih dulu di akademik ini sudah sepakat. Jangan berfikir kalian tidak akan ikut." Jawab Carlos.


"Aku tidak akan ikut." Jawab Alin.


"Apa?" tanya Carlos terkejut dan marah.


"Aku juga." Jawab Agatha.


"Memang bagus jika kita saling mengenal. Tapi bukan berarti harus melanggar aturan dengan cara membuat organisasi sendiri sebagai Forza non organisasi. Kita bisa saling mengenal satu sama lain dengan berjalannya waktu nantinya." Jawab Agatha lagi.


"Kalian berdua tidak bisa di ajak bicara baik-baik. Apa kalian ingin aku memberi pelajaran kepada kalian agar kalian bisa mengerti apa yang aku maksud?" tanya Carlos. Agatha dan Alin hanya diam saja.


"Kenapa? Kenapa kalian diam dan tidak banyak bicara seperti tadi? Dasar wanita memang sangat merepotkan." Jawab Carlos dengan melangkah mendekat di depan Agatha dan Alin.


"Kalian takut? Seharusnya kalian mengiyakan saja jika aku masih berbicara baik-baik. " Jawab Carlos dengan berdiri tegap dan mendongakkan dagu ke atas dan kedua tangan melengkung segitiga menyandang ke pinggang.


"Sudah Carlos, mereka sudah paham apa yang kau maksud. Jangan membuat keributan, nanti kita akan melanggar aturan akademik." Jawab Ludwig.


"Apa ya yang sudah? Mereka harus di hajar agar paham situasi." Jawab Carlos.


"Jika kau melakukan itu, kau juga akan kerepotan ." Jawab Ludwig.


"Brengs***k kalian. Kalian hari ini beruntung, tapi tidak dengan besok dan seterusnya. Aku tidak akan membuat kalian tenang." Jawab Carlos dengan berbalik badan setelah berfikir dan mengatakan hal yang tidak baik itu kepada Agatha dan Alin.


"Kalian jangan egois seperti ini, semua ini untuk kebaikan kita juga. Jadi kalian terima saja tawaran dari Carlos." Jawab Ludwig.


"Aku sudah bilang tidak. Kenapa harus di tanyak lagi." Jawab Agatha dengan tegas.


"Minggir!" Carlos yang sudah emosi mendorong Ludwig hingga terjatuh ke lantai. Carlos berjalan ke arah Agatha dan Alin.


"Kalian benar-benar brengs*** aku tidak akan diam. Lagi pula aku tidak membutuhkan kalian berdua untuk bergabung jadi lebih baik aku habisi saja sekarang." Jawab Carlos kepada Agatha dan Alin.


"Apa-apa ini? Kau mau menghabisi siapa?" tanya Kaivan yang baru saja datang bersama dengan Rania. Kaivan langsung menarik baju Carlos dan menendang Carlos hingga jatuh di atas lantai. Tidak sampai di situ, Kaivan memberikan dua tinju yang melayang di pipi Carlos saat di bawah lantai.


"Kaivan sudah." Jawab Agatha yang menghentikan.


"Kalian kira kalian itu gengster yang bisa mengancam." Jawab Kaivan.


"Kau siapa ikut campur urusan ku brengs***k." Jawab Carlos yang bangkit dari lantai dan ingin menyerang Kaivan.


"Hahahaha, kau terlalu lemah memukulnya Iblis." Jawab Rania yang mengejek Kaivan.


"Lihat brengs***k ini. Aku membiarkan dia, dia mau cari mati dengan melawan ku?" tanya Kaivan.


"Kaivan, Rania. Sudah. Jangan lakukan lagi. Nanti kalian melanggar aturan akademik." Jawab Agatha sekali lagi untuk menghentikan mereka.


"Apa? Kaivan? Rania? Mereka dari keluarga Ken dan Dev?" tanya Carlos dalam hati.


"Kau masih membelanya? Dia itu duluan yang ingin menyerang mu. Itu membuat ku kesal." Jawab Rania dan Kaivan bersama-sama.


"Maaf membuat kalian khawatir. Tapi aku tidak apa-apa." Jawab Agatha.


"Kenapa malah kau yang meminta maaf Agatha?" tanya Rania dan Kaivan bersama-sama lagi.


"Gadis kecil itu mengenal dua generasi keluarga hebat, Ken dan Dev? Pantas saja dia bisa arogan seperti tadi, ternyata dia memiliki dua dukung keluarga besar." Jawab Carlos dalam hati.


"Apa kau lihat-lihat? Mau aku hajar lagi? Masih tidak ingin pergi? Membuat ku kesal saja." Jawab Kaivan.


"Maaf, aku tidak tau bahwa kau Kaivan dari keluarga dan organisasi Dev. Dan kau gadis dari keluarga Ken, Rania." Jawab Carlos yang menundukkan kepalanya kebawah.


"Maaf, kau tidak apa-apa?" tanya Agatha yang menghampiri Carlos yang sudah di pukul oleh Kaivan.


"Sudahlah." Jawab Carlos dengan membalikkan badan dan melangkahkan pergi meninggalkan mereka. Ludwig yang juga sudah berdiri memberikan salam kepada semuanya dan ikut berjalan pergi di belakang Carlos meninggal Agatha dan yang lainnya.


"Kita pergi." Ucap Carlos kepada Ludwig.


"Iya " Jawab Ludwig setelah memberikan kata maaf kepada mereka semua dan bergegas cepat melangkah mengikuti Carlos.


"Mereka berdua siapa? Kenapa mereka ingin melukai kalian?" tanya Rania kepada Alin dan Agatha.


"Kalian berdua mau kemana?" tanya Agatha balik untuk mengalikan pembicaraan.


"Tentu saja ingin bertemu kalian. Kami mencari kamar asrama kalian dimana. Ternyata lebih jauh dari dugaan ku. Aku juga melihatnya kita buka satu gedung yang sama." Jawab Rania.


"Benarkah? Bagaimana jika kita bicara di dalam kamar ku saja?" tanya Agatha.


Mereka masuk ke dalam kamar asrama Agatha untuk mengobrol.


"Mereka ini selalu saja berkumpul di tempat Agatha." Jawab Helena dalam hati melihat mereka yang sedang berkumpul.


"Jadi kita tidak satu gedung?" tanya Agatha.


"Tidak, sepertinya ada yang aneh." Jawab Rania.


"Aku mendengar bahwa memang kita di gedung yang berbeda. Forza non organisasi berbeda dengan kami." Jawab Kaivan.


" Jadi seperti itu aturan ini?" tanya Agatha.


"Sepertinya." Jawab Alin


"Aku juga mendengar bahwa kita tidak akan berlatih bersama. Bukan hanya gedung asrama yang tidak sama tapi juga gedung latihan, guru yang mengajar dan kurikulum yang di ajarkan." Jawab Kaivan.


"Kenapa seperti itu?" tanya Alin.


"Kalian pasti sudah pernah mendengar bahwa perbedaan Forza yang didukung oleh organisasi dengan tidak. Itulah alasan mereka melakukan hal ini. " Jawab Kaivan.


"Jadi masih ada perbedaan strata?" tanya Rania.


"Sepertinya." Jawab Kaivan.


"Jadi itulah alasan Carlos melakukan hal tadi untuk bergabung dengannya." Jawab Agatha bergumam dan di dengarkan oleh mereka bertiga.


"Siapa yang kau maksud Agatha?" tanya Rania


"Dua orang yang kita temui tadi." Jawab Agatha.


"Carlos dan Ludwig adalah Forza non organisasi sama seperti aku dan Alin." Jawab Agatha.


"Jadi bocah itu tadi yang bernama Ludwig dan Carlos?" tanya Rania.


"Carlos yang aku hajar tadi dan Ludwig yang sudah terjatuh di lantai tadi?" tanya Kaivan.


"Iya." Jawab Agatha.


"Apa yang mereka katakan?" tanya Rania


"Mereka bertanya tentang kemampuan elemen Forza kami dan mengajak kami berdua bergabung. Mereka mengatakan bahwa Forza non organisasi harus bersatu. Dia mengancam kami karena kami tidak memberitahu dan tidak ingin ikut bergabung dengan apa yang di tawarkan olehnya. Karena itulah dia melakukan hal seperti itu." Jawab Alin.


"Ha? Jadi itu alasan dia ingin menyerang kalian berdua dengan seenaknya?" tanya Kaivan.