Forza

Forza
Pertandingan Fara dengan Agatha



Agatha dan Fara masing-masing berada di ruang ganti pakaian. Mereka yang bertanding akan mengganti pakaiannya, pakaian yang di rancang khusus untuk kegiatan latihan seorang forza. Di ruang tunggu, Agatha yang sedang berbicara dengan Helena.


"Nona Helena, apa aku bisa memang darinya?" tanya Agatha kepada Helena.


"Hmmmm, kekuatan mu tidak terlalu jauh dari kekuatannya. Tapi pengalaman mu dengan pengalamannya pasti jauh lebih baik pengalaman dia di banding dengan mu. Kau hanya perlu melakukan apa yang selama ini aku ajarkan kepada mu. Mungkin kau bisa mengalahkannya. Menang atau kalah kau hanya perlu lakukan yang terbaik. Anggap pertandingan ini adalah sebagai hasil latihan mu beberapa hari ini denganku dan pastinya ini menjadi penambah pengalaman untuk mu."


"Selama ini aku selalu mendengarkan apa yang nona Helena katakan." Jawab Agatha dengan tersenyum.


"Kalau begitu kau jangan khawatir, keluarkan semua kemampuan yang kau miliki." Jawab Helena.


"Baik nona Helena." Jawab Agatha.


Suara ketuk pintu terdengar dari luar, Agatha membuka pintu dan melihat Al ada di depannya.


"Boleh aku masuk untuk bicara sebentar." Jawab Al dan Agatha mempersilahkannya.


"Kau benar-benar yakin melawan Fara?" tanya Al.


"Aku tau mereka tidak menerima keputusan ini karena belum melihat kemampuan ku. Lagi pula masalah ini adalah masalah yang hanya bisa di selesaikan dengan pertarungan." Jawab Agatha.


"Aku tidak akan melarang mu, lakukanlah yang terbaik tapi jangan memaksa jika tidak sanggup lagi." Jawab Al.


"Aku mengerti." Jawab Agatha.


Mereka yang sudah selesai berbicara keluar dari ruang ganti dan berkumpul di arena tanding ruang latihan. Al, El dan Ferry berada di pinggir arena tanding. Helena duduk di kursi podium di atas. Fara dan Agatha sedang berada di lapangan.


"Situasi ini benar-benar di luar perkiraan." Jawab El.


"Pergilah." Jawab Al. El yang sudah menerima persetujuan Al untuk menjadi wasit mereka berdua berjalan di tengah lapangan, berada di antara mereka berdua.


"Gadis ini benar-benar merasa hebat. Dia menerima tantanganku dengan begitu mudahnya." Jawab Fara dalam hati saat Agatha sudah ada di depannya.


"Apa dia melakukan semua ini untuk menarik perhatian Abang Al?" tanya Fara dalam hati lagi.


"Apapun alasan dia menerima tantanganku, akan aku pastikan dia kalah dan menyesali keputusan yang di ambil olehnya untuk menerima tantanganku." Jawab Fara dalam hati lagi. Saat itu dia hanya berperang pada pemikiran sendiri.


"Mohon bantuannya." Ucap Agatha yang membungkukkan dirinya kepada Fara dengan tersenyum.


"Aku akui keberanian mu atau kebodohan mu dalam mengambil keputusan ini. Tapi aku tidak akan pernah bertarung setengah-setengah terhadap lawan ku. Aku berharap kau juga akan mengerahkan seluruh kemampuan yang kau miliki." Jawab Fara.


"Iya." Jawab Agatha dengan tersenyum.


El tiba di tengah-tengah mereka berdua.


"Kalian sudah siap?" tanya El. Mereka berdua menganggukkan kepalanya.


"Peraturan tetap sama. Tapi pertarungan ini adalah pertarungan pertemanan. Jadi jangan sampai membahayakan nyawa. Jika itu terjadi maka pertarungan akan di hentikan. Pertandingan akan di mulai ketika aku katakan mulai." Jawab El.


"Mulai!" El memerintahkan pertarungan di mulai.


"Kasihan sekali anak itu. Fara pasti akan membuat kesempatan ini untuk memberikan pelajaran kepadanya. Gadis itu akan babak belur karena Fara." Jawab Ferry dalam hati.


Fara langsung membuat kuda-kuda untuk menyerang Agatha dan mengeluarkan kekuatan angin miliknya ke arah Agatha. Namun, belum di lemparkan kekuatan angin itu. Agatha berlari dengan cepat seperti sedang berteleportasi ke arah Fara. Agatha mengumpulkan kekuatan Forza listrik miliknya pada tinju yang di pukulkan ke wajah Fara.


Tanpa terlihat dengan jelas dan melihat Fara yang tidak bisa menghindar membuat pukulan Agatha tepat sasaran. Fara tercampak jauh sebanyak 10 meter dari posisi awal mula dirinya.


"Forza Kemampuan Ganda?" tanya Ferry dalam hati melihat serangan yang dilayangkan oleh Agatha.


"Ternyata dia Forza berkemampuan ganda? Aku benar-benar tidak mengetahui tentang kekuatannya. Aku terpukul dengan cepat setelah pertandingan di mulai. Sial, " ucap Fara dalam hati.


"Sekarang aku sudah mengetahui kemampuan Forza miliknya jadi aku tidak akan menyerang dirinya lebih dulu." Jawab Fara lagi dalam hati dengan membuat kemampuan berlari cepat ke arah Agatha untuk menyerang. Tapi lagi-lagi kecepatan yang di lakukan oleh Fara tidak bisa di bandingkan dengan kecepatan yang di miliki Agatha.


Fara kehilangan Agatha yang jelas-jelas hampir saja di kenai olehnya. Agatha berhasil menghindar setiap serangan yang di lakukan oleh Fara.


"Kecepatannya sungguh cepat, lebih cepat dari yang aku miliki. Apakan ini teleportasi?" tanya Fara dalam hati.


"Ini saatnya aku melakukan dengan sekali serangan, mengeluarkan seluruh kemampuan ku." Ucap Helena dalam hati.


"Dalam waktu singkat kemampuan Agatha meningkat. Tapi kemampuannya bukan hanya meningkat saja melainkan, dia mampu mengontrol kekuatan Forza dalam dirinya dengan gerakan respon yang dimiliki olehnya." Jawab Al dan El bersamaan melihat kemampuan Agatha yang sedang bertarung di depan mereka.


"Gadis ini lumayan hebat, kehebatannya tidak jauh dari Fara, tapi tetap saja dia sudah membuat Fara kesal. Dia akan melakukan serangan itu." Jawab Ferry dalam hati.


Agatha sudah mengincar bagian perut Fara yang menjadi titik lemahnya. Hal ini juga membuat Fara yang menjadi kesal juga mengeluarkan seluruh kemampuan miliknya dengan membuat perisai angin ****** beliung untuk di arahkan ke Agatha dan membuat Agatha terkurung di dalamnya.


"Kekuatan ini seperti saat melawan perampok di bank?" tanya Agatha dalam hati yang pernah melihat hal yang sama.


"Kau sudah membuatku kesal. Terima ini!" ucap Fara dengan marah mengarahkan satu buah putaran angin ke arah Agatha. Agatha yang juga membuat kesempatan ini untuk menjadi serangan sekali untuk mengakhiri pertarungan.


Agatha yang fokus menghindari serangan itu dengan cepat dan berlari dengan cepat pula ke arah Fara. Agatha melayangkan tinju ke arah perut Fara sehingga Fara tercampak dan terjatuh di atas lantai arena latihan. Angin yang di buat Fara juga hilang.


Fara kalah dalam pertarungan ini dan pemenangnya adalah Agatha. Mereka yang melihat pertarungan ini benar-benar terkejut. El yang melihat Fara sudah terjatuh membuatnya untuk mengambil alih menghentikan pertarungan.


"Pemenang Agatha." Ucap El.


"Fara..." Ferry yang berlari ke arah kembarannya.


"Kerja bagus. Aku tau kau akan menang jika membaca situasi lawan dengan baik." Jawab Helena dalam hati melihat pertarungan Agatha sudah selesai.


Agatha tersenyum ke arah Helena dan tersenyum kepada El ketika pengumuman pemenang di ucapkan. Al yang berjalan ke arah Agatha dengan mengatakan "Selamat, kau berhasil melakukannya."


"Fara gagal mengeluarkan kemampuan hebatnya oleh Forza baru itu? Apa kekuatan miliknya sebesar ini?" tanya Ferry dalam hati dengan menggendong Fara yang sudah tidak sadarkan diri.