Forza

Forza
Alin Mengkhawatirkan Agatha



Pagi hari di dalam kelas, Alin yang datang untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah seperti biasanya tidak melihat kehadiran Agatha. Ia terus menatap bangku kosong yang tidak di huni oleh Agatha sejak ia datang hingga pelajaran selesai di siang hari.


Alin mendapatkan kabar pemberitahuan dari guru wali kelas bahwa Agatha tidak dapat hadir seperti biasa berhubungan sakit. Alin yang berjalan pulang keluar dari pintu gerbang sekolah terlihat oleh 5 orang perempuan yang pernah melakukan bullying kepadanya dan Agatha.


"Kau kemari?" ucap salah satu dari mereka berlima dan yang lainnya menarik Alin pergi di gang sempit. Alin yang tidak melakukan apa-apa hanya mengikuti mereka.


"Akhirnya kami bisa melakukan balas dendam juga dengan mu. Kau akan bernasib sama seperti teman mu itu. Siapa namanya? Agatha?" tanya mereka.


"Kalian tau Agatha?" tanya Alin yang tiba-tiba.


"Tentu saja, hari ini dia tidak hadir karena Rania sudah membuatnya tidak bisa datang ke sekolah." Jawab salah seorang.


"Apa yang sudah kalian lakukan kepadanya?" tanya Alin kepada mereka dengan wajah yang menyeramkan.


"Apa yang kami lakukan?" tanya mereka dengan menarik rambut Alin dengan keras.


"Kami melakukan ini, ini dan ini." Mereka mengeroyok Alin dengan menarik rambutnya, mendorong tubuh Alin dan menarik kerah baju Alin lalu menampar wajah Alin.


"Plak....." wajah Alin mengarah ke kanan dan membalikkan wajahnya untuk menatap mereka dengan melotot.


"Hahahah, lihat ekspresinya. Dia tidak terima dengan apa yang kita lakukan."


"Kau bisa kabur kemarin-kemarin karena Agatha membantu mu kabur, tapi tidak hari ini."


Alin yang mulai emosi mendorong seseorang yang ada di depannya. Orang itu juga terjatuh di tanah seperti Alin. 4 orang lainnya kaget dan mencoba menyerang Alin. Dengan refleks yang dilakukan Alin tidak membuat mereka berhasil. Satu orang kakinya di jagal Alin dengan kaki kanan Alin yang masih terduduk di tanah.


Alin berdiri dan menarik ikat rambut seseorang yang berkucir satu hingga tubuhnya terdorong jatuh ke tanah. Satu orang yang di tendang perutnya oleh Alin sehingga terjatuh pula di tanah. Dan satu orang yang tersisa di layangkan satu tamparan oleh Alin hingga tubuhnya juga terjatuh ke tanah. Mereka berlima yang sudah berada di atas tanah karena jatuh.


"Dimana Agatha?" tanya Alin setelah melakukan serangan balasan kepada mereka.


"Kami tidak tahu. Kau harus mencari Rania untuk mengetahui itu." Jawab mereka yang terkejut dengan serangan balasan Alin yang mampu membuat mereka terjatuh dengan cepat. Mereka mendapatkan balasan apa yang mereka lakukan kepada Alin.


"Siapa Rania?" tanya Alin.


"Kau akan mengetahuinya jika kau bertanya kepada kepala sekolah. Lagi pula kami tidak bisa memberitahu mu karena dia tidak datang." Jawab Mereka.


Alin yang ingin menghajar mereka lagi agar buka mulut namun tidak sempat karena tiba-tiba saja Rania.


"Wow, kau mengalahkan mereka berlima dengan sangat hebat. Lalu apa urusan mu dengan Agatha? " tanya Rania yang tiba-tiba datang.


"Rania, dia adalah satu teman Agatha yang kami ceritakan waktu itu." Jawab mereka untuk mendapatkan bantuan.


"Orang-orang ini masih saja ingin berbohong dengan ku. ahhh, tapi kenapa aku harus percaya cerita Agatha daripada mereka? Apakah karena anak itu terlalu polos?" tanya Rania dalam hati.


Rania yang kabur di pagi hari dari ruang perawatan karena tidak ingin berlama-lama dengan Agatha. Agatha yang banyak bercerita padanya membuat Rania seperti tersihir oleh Agatha. Untuk membuatnya tidak terlihat lemah karena kekalahan membuat Rania yang lebih dulu keluar dari ruang perawatan.


Rania sudah terbiasa dengan pertarungan dan membuatnya bisa memulihkan diri sendiri dengan kekuatannya. Pengalaman yang mengajarkan dirinya untuk menjadi seorang Forza yang tidak lemah. Kekalahan yang hanya di ketahui oleh Abangnya, El dan Agatha membuatnya tidak bisa berhadapan dengan mereka karena malu.


"Kau Rania?" tanya Alin yang melihat Rania tiba-tiba bengong.


"Iya, kenapa?" tanya Rania.


"Dimana Agatha?" tanya Alin.


"Sedang di rawat." Jawab Rania yang tidak berbohong.


"Apakah dia terluka karena mu?" tanya Alin.


"Bisa di bilang seperti itu." Jawab Rania lagi.


"Tapi dia menang melawanku. Hanya saja dia baru saja bertarung sekali melawan Forza seperti ku. Mungkin dia belum bisa memulihkan tubuhnya dengan cepat. Tapi tak mungkin aku mengatakan hal ini " Jawab Rania dalam hati.


"Kau? Apa yang kau lakukan kepadanya?" tanya Alin.


Alin langsung melayangkan serangan tinju ke wajah Rania. Rania dengan cepat menghindar. Mereka bertarung untuk melayangkan serangan masing-masing tapi tidak pernah kena. Mereka menghindar dengan sangat baik satu sama lain.


"Dia bisa menghindari serangan ku?" tanya Alin dan Rania dalam hati bersamaan. Mereka juga tidak sadar sudah jauh dari 5 orang gadis yang ada tadi.


"Alin apa yang sudah kau lakukan?" tanya Vero yang mengehentikan Alin.


"Dimana Agatha?" tanya Alin lagi kepada Rania.


"Sudah aku bilang sedang di rawat. Apa kau tuli?" tanya Rania.


"Hentikan Rania." Ucap Vero.


"Untuk apa Abang Vero membela dia?" tanya Rania dan membuat Alin terkejut bahwa Rania dan Vero saling kenal.


"Hentikan pertarungan kalian. Atau kalian akan aku hajar di sini?" tanya Vero.


"Kau seorang Forza?" tanya Rania.


"Kau juga seorang Forza?" tanya Alin.


"Apa yang sedang kau lakukan Rania?" tanya El tiba-tiba datang.


"Sedang apa kau Vero?" tanya El yang kaget melihat Vero yang berdiri di depan Alin.


"Aku ingin menjemput murid ku." Jawab Vero.


"Dia?" tanya El yang kaget.


"Ia, di adalah murid kedua ku." Jawab Vero.


"Anda mengenalnya?" tanya Alin.


"Oh, mereka adalah keluarga Ken. Organisasi Ken yang menjadi salah satu organisasi Forza terkuat di distrik A." Jawab Vero.


"Bisa aku bertarung dengannya?" tanya Alin kepada Vero dengan menunjuk ke arah Rania.


"Kau menentang ku?" tanya Rania.


"Iya." Jawab Alin.


"Hahaha." Rania tertawa mendengar tantangan Alin.


"Kau ingin menantang ku maka aku akan menerimanya." Jawab Rania.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Vero dan El bersama.


"Kami hanya ingin bertarung." Jawab Alin dan Rania bersama.


El dan Vero mengerti dari ekspresi yang tergambar dari wajah mereka.


"Aku tidak mungkin mengiyakan kalian." Jawab Vero.


"Apa kau bisa menyediakan tempatnya?" tanya Alin.


"Bisa." Jawab Rania dengan cepat.


"Baiklah kita ke sana langsung." Jawab Alin.


Vero dan El saling menatap dan tidak menolak mereka.


Sementara ketika mereka pergi ke mobil masing-masing dan menuju ke markas Ken. Rania mendengar sebuah kalimat tidak baik dari teman-teman.


"Apa kita tidak mengikuti mereka?"


"Untuk apa mengikuti mereka, kita sudah kotor karena terjatuh di tanah. Biarkan saja Rania membereskannya."


"Iya. Lagi pula Rania itu hanya gadis yang sombong yang terlahir dari keluarga kaya tapi bodoh."