Forza

Forza
2 Orang Tidak di Kenal Masuk ke Rumah Agatha



Agatha langsung turun dari mobil dan membuka gerbang rumah melihat seorang yang sudah pingsan di depan pintu rumah. Black yang langsung menghampiri Agatha dengan menggonggong pelan.


"Apa yang terjadi Black?" Tanya Agatha.


Black mendekati orang pingsan itu dengan menunjukkan cakar dan gigi ke arahnya.


"Kau yang menggigitnya?" Tanya Agatha melihat tangan orang itu berlumuran darah karena gigitan Black.


Rania membuka masker seorang itu dan terlihat seorang lelaki yang samar-samar tidak asing. "Ayo masuk." Jawab Rania yang melihat pintu rumah terbuka setelah memeriksa wajah lelaki itu.


"Kerja bagus." Jawab Agatha kepada Black lalu masuk ikut bersama dengan Rania.


Alin yang memeriksa orang yang berada di atas lantai tidak sadarkan diri itu dengan di kelilingi kertas dan barang-barang lain yang berserakan di lantai. Terlihat sebuah kertas yang cukup menarik di bawah kepala orang yang itu. Alin mengambilnya lalu membacanya. Rania dan Agatha melihat Alin yang sedang memegang kertas selembar.


"Apa yang terjadi?" tanya Agatha yang bertanya kepada Alin.


"Aku menemukan ini." Jawab Alin memberikan kertas itu kepada Agatha.


"Aku tadi mampir sebentar ingin menyapa, kebetulan lewat. Tapi melihat mereka berdua yang mencurigakan. Lain kali jaga rumah baik-baik jangan sampai ada orang yang masuk sembarangan. Oh ya, aku hanya mengetahui mereka dari keluarga Ken, kau bisa bertanya langsung kepada mereka saat mereka sudah sadar. Aku pergi dulu." Dalam tulisan kertas itu Helena menyampaikan kepada Agatha.


"Apa ini?" tanya Rania di saat Agatha dan Alin melihat Rania dengan serius. Agatha yang memberikan kertasnya dan di baca oleh Rania.


"Pantas saja aku tadi melihat lelaki di luar itu seperti mengenalnya. Aku akan menelpon Abang langsung untuk bertanya tentang hal ini." Jawab Rania yang menelpon Al langsung.


Rania yang menelpon Al untuk mengatakan kejadian ini. Sedangkan Alin dan Agatha menyatukan kedua orang itu untuk di ikat.


"Bagaimana?" tanya Alin.


"Abang lagi di luar kota, dia mengatakan tidak ada memerintahkan hal ini bahkan tidak mengetahui ini bisa terjadi. Jadi Abang akan mengutus seseorang untuk menyelidiki hal ini. Dan Abang berpesan akan mengirimkan beberapa orang lagi untuk menjaga mu malam ini." Jawab Rania.


"Aku akan tidur sini malam ini." Jawab Alin.


"Aku juga." Jawab Rania yang berfikir.


Kaivan yang datang belakangan masuk ke dalam rumah Agatha dengan sangat heran melihat kondisi lantai yang berserakan dan juga dua orang yang diikat.


"Apa yang terjadi?" tanya Kaivan.


Rania memberikan kertas yang ada di tangannya ke tangan Kaivan.


"Apa ini?" tanya Kaivan.


"Baca Iblis." Jawab Rania.


"Kenapa orang-orang Ken datang ke sini?" tanya Kaivan.


"Tuan Al juga tidak mengetahuinya. Mereka akan menyelidiki ini. Kita tunggu saja mereka datang." Jawab Agatha yang mengumpulkan kertas yang berserakan.


Mereka yang menunggu kedatangan anggota Ken dengan Agatha membersihkan rumah. Anggota Ken yang datang langsung bertanya dan membawa kedua pria itu untuk di introgasi. Dan dua orang anggota Ken tinggal di depan rumah Agatha seperti yang di perintahkan Al.


Mereka yang selesai membersihkan rumah semuanya terbaring di atas sofa karena kelelahan. Agatha yang membuka kulkas dan memberi puding jeruk dan jus jeruk untuk mereka.


"Aku ke kamar dulu, kalian minum dan makanlah." Jawab Agatha.


"Nona Helena." Agatha memanggil dan Helena menghentikan meditasinya.


"Mereka seperti ingin mencari informasi mu. Saat di perusahaan aku mendengar seseorang sedang menelpon dan menyebut nama mu. Karena khawatir, aku pulang dulu dan melihat mereka berdua sudah mau masuk ke dalam rumah. Awalnya hanya ingin melihat, tapi mereka ingin melukai Black, jadi aku turun tangan. Dan saat selesai membereskan mereka, Alin datang sehingga aku hanya meninggalkan surat di kertas itu dan masuk ke dalam kamar mu." Jawab Helena.


"Nona tidak apa-apa?" tanya Agatha yang memeriksa tubuh Helena.


"Ini anak bukanya khawatir tentang dirinya malah mengkhawatirkan aku?" tanya Helena dalam hati.


"Lepaskan, aku tidak apa-apa. Apa kau tidak dengar dari tadi aku ceritakan bahwa aku yang melumpuhkan mereka berdua?" tanya Helena.


"Aku dengarkan, hanya saja aku khawatir tentang anda nona. Bukanya nona bilang masih terluka. Aku takut nona kenapa-napa dan akan pergi meninggalkan ku." Jawab Agatha yang meneteskan air mata sedihnya.


"Sudah-sudah, kenapa kau menangis. Aku tidak akan meninggalkan mu saat ini. Lagi pula hanya mereka tidak akan melukai ku. Hapus air mata mu itu." Jawab Helena yang memalingkan wajahnya.


"Syukurlah, nona benar-benar tidak akan meninggalkan ku?" tanya Agatha.


"Iya." Jawab Helena dan langsung di peluk Agatha.


"Lepaskan, pergilah dengan teman-teman mu. Aku tidur di sini malam ini. Jangan ganggu aku." Jawab Helena dan Agatha menganggukkan kepalanya.


Agatha mandi dan membawa bantal beserta selimut untuk mereka.


"Kalian mandilah di kamar tamu yang itu. Jangan yang di sebelahnya." Jawab Agatha keluar.


"Kau mandi duluan? Baiklah kali ini aku duluan, lagi pula baju ku sudah di antarkan." Jawab Rania yang mengambil tas berisi bajunya.


"Aku akan memesan makanan." Jawab Alin.


"Aku sudah memesannya, bentar lagi sampai." Jawab Kaivan.


"Pesan apa kau?" tanya Alin.


"Tentu saja seblak dan daging panggang serta seafood." Jawab Kaivan.


"Banyak sekali?" tanya Agatha.


"Tidak apa-apa, bukanya malam ini kita akan berpesta menikmati makanan sebelum di akademik Forza yang berada di tengah laut itu." Jawab Kaivan.


"Aku setuju." Jawab Rania yang masuk ke dalam kamar tamu dan Alin hanya menganggukkan saja.


"Kaivan, apa yang perlu kita siapkan untuk di sana?" tanya Agatha.


"Diri mu saja sudah cukup." Jawab Kaivan.


"Maksudnya?" tanya Agatha kepada Kaivan.


"Begini, kita di sana akan di latih oleh beberapa guru yang sudah terlatih di setiap bidang kekuatannya. Mereka adalah orang-orang pada peringkat 100 teratas Forza remaja di masanya. Untuk wilayah kita, kita hanya memiliki 10 saja, termasuk tuan El dan tuan Vero. Tapi aku dengar mereka tidak mau melatih kita. Tapi entahlah, kita akan mengetahui hal ini setelah sampai di sana." Jawab Kaivan.


"Apa yang biasa di lakukan nanti di sana?" tanya Agatha.


"Karena kau, kau bukan dari keluarga ternama sehingga tidak pernah berlatih secara khusus dan teratur. Maka singkatannya, kita akan di berikan pengetahuan dasar tentang seorang Forza dan bagaimana cara mengontrol kekuatan sendiri serta mengembangkan kekuatan sendiri. Kita akan mempelajari semua hal dengan waktu singkat tapi dengan teratur. Oleh karena itu, kita harus serius di setiap pertemuan yang akan berlangsung saat di akademi." Jawab Kaivan saat menjelaskan.