
"Aku saja seminggu baru bisa. Dia hanya membutuhkan waktu satu hari saja sudah bisa. Aku benar-benar menemukan anak berbakat. Hahah." Jawab Helena dalam hati melihat Agatha yang sudah berhasil di bawah air terjun.
Agatha langsung berdiri dan memeluk Helena. Di atas batu licin yang mengalir air terjun Agatha berlari menuju gua dimana Helena ada di dalamnya. Agatha memeluk Helena dengan perasaan bahagia karena telah berhasil. Helena yang tidak cuek begitu saja membalas pelukan Agatha dengan menepuk pundaknya.
"Kau membuatku basah Agatha." Jawab Helena yang langsung melepaskan Agatha yang terkejut dirinya mengikuti Agatha yang memeluk dirinya. Helena seperti tersihir begitu saja dengan Agatha yang begitu cerita dan polosnya.
"Oh ya maaf nona. Aku terlalu bahagia." Jawab Agatha yang melepaskan pelukannya dan takut Helena marah.
"Sudahlah, tidak apa-apa. Sekarang, lakukan hal yang sama seperti tadi. Kalau tadi sudah bisa menyatukan, sekarang cobalah untuk mengendalikan. Berlatihlah, aku akan pergi berkeliling mencari kayu bakar untuk kita." Jawab Helena.
"Bagaimana jika aku membantu mu?" tanya Agatha.
"Tidak usah. Kau berlatih dulu. Hari sudah hampir malam. Aku akan segera datang lagi." Jawab Helena.
"Baiklah nona Helena, aku akan berlatih dengan keras. Terima kasih sudah membawa ku kemari." Jawab Agatha yang tersenyum.
Helena keluar dari gua yang berada di balik air terjun menuju ke hutan. Mencari beberapa kayu bakar, ikan dan buah-buahan. Helena juga menemukan seekor rusa. Ia membawa semua ke gua.
"Sudah cukup sepertinya. Aku kembali saja, ini sudah gelap juga." Jawab Helena.
Mereka bermalam di dalam hutan dengan memakan daging rusa yang sudah di tangkap oleh Helena. Selama seminggu mereka berada di tempat ini karena Agatha juga sudah membuat izin kepada sekolah untuk masa pemulihan. Izin yang di buat oleh El kepada pihak sekolah kepada Agatha, Rania dan Alin.
"Kau sudah mulai bisa mengontrol kekuatan mu sendiri." Jawab Helena yang ada di depan Agatha. Mereka baru selesai latihan bertarung di tengah hutan. Agatha yang melawan Helena.
"Tapi aku tidak pernah bisa mengenai mu." Jawab Agatha.
"Tidak apa-apa. Kecepatan dan tenaga listrik mu sudah ada kemajuan. Dan daya konsentrasi mu sudah baik. Tidak seperti dulu." Jawab Helena.
"Benarkah?" tanya Agatha yang tidak menyadari kemajuannya sendiri dalam beberapa hari ini latihan bersama Helena.
"Coba saja kau gunakan kekuatan listrik mu itu untuk menangkap ikan di waduk." Jawab Helena.
Agatha yang mengkonsentrasikan mata yang bertugas melihat ikan yang berenang di dalam air waduk. Lalu otak menerima rangsangan pengelihatan dan kekuatan yang sudah di kontrol ke arah target. Aliran listrik keluar dari tangan Agatha menuju ikan yang sedang berenang. Aliran listrik itu menangkap ikan dan menariknya ke daratan seperti sedang memancing. Ikan itu juga telah pingsan karena sengatan listrik.
"Guru ini benar-benar bisa aku lakukan?" tanya Agatha yang heran dengan apa yang bisa dia lakukan.
Beberapa hari ini, Agatha hanya di fokuskan untuk mengalirkan kekuatan Forza ke tangannya dan mencoba mengendalikan ke arah yang sesuai di instruksikan oleh Helena. Dan belajar fisik bela diri dengan Helena.
"Sudah cukup untuk hari ini, kita istirahat dulu sebentar sebelum pulang." Jawab Helena yang merubah dirinya menjadi rubah lagi karena beberapa hari ini dia sudah menjadi wujud manusia untuk membantu Agatha berlatih.
"Nona berubah?" tanya Agatha.
"Tenaga ku habis, sepertinya aku belum bisa mengendalikan kekuatan ini sesuka hati. Hanya bisa bertahan 7 hari dan mengeluarkan hanya 30% kekuatan saja." Jawab Helena dalam hati.
"Aku akan bermeditasi. Kau istirahat dan bereskan barang-barang kita." Jawab Helena.
"Maaf nona, gara-gara menemaniku berlatih kau kehabisan tenaga." Jawab Agatha dengan polosnya merasa bersalah.
Setelah beberapa saat bermeditasi di bawah air terjun, Helena merasa tenaganya sudah terkumpul dan inti Forza miliknya sedikit membaik.
"Bermeditasi di sini beberapa hari ini hanya bisa memperbaiki sedikit inti Forza saja. Luka yang aku terima benar-benar telah membuat aku banyak kehilangan kemampuan. Tapi ini sudah cukup bagus. Aku sudah bisa berubah menjadi manusia semau ku walaupun belum bisa mengontrol kapan batas waktunya akan kembali ke wujud ini." Jawab Helena dalam hati.
Helena berjalan ke dalam gua dan melihat Agatha yang sedang membereskan barang-barang.
"Nona sudah selesai?" tanya Agatha.
"Sudah. Kita berangkat." Jawab Helena.
"Baik nona." Jawab Agatha.
Mereka berjalan keluar menelusuri hutan menuju mobil dan kembali ke rumah. Tiba di rumah, Agatha membersihkan diri dan membuat makan malam untuk mereka. Agatha yang sudah siap makan dan membuka ponselnya. Beberapa panggilan tidak terjawab dan pesan masuk yang banyak. Agatha mulai mengecek siapa saja daftar panggilan tidak terjawab.
Nama Alin, Rania dan Kaivan yang ada di dalam kontak panggilan tidak terjawab. Dan sebuah pesan yang berjumlah ratusan di sebuah grup chat mereka berempat. Agatha mulai membaca chat grup mereka.
"Mereka membuat grup chat?" tanya Agatha yang melihat ada grup chat terbaru di pesan.
"Hahahah, mereka semua lucu." Jawab Agatha yang sudah membaca sebagian chat.
"Mereka mencari aku?" tanya Agatha yang membaca chat Alin yang bertanya tentang Agatha yang tidak pernah muncul di grup. Agatha scroll ke bawah membaca lagi.
"Mereka sampai datang kerumah beberapa kali?" tanya Agatha lagi.
"Siapa?" tanya Helena.
"Alin, Rania dan Kaivan. Bahkan tuan El dan tuan Al juga datang ke sini bersama dengan Rania." Jawab Agatha.
"Wajar saja mereka mencari mu, kita sedang latihan di air terjun dan kau lupa membawa ponsel mu. Lagi pula jika dibawa juga tidak bisa di gunakan karena tidak ada jaringan." Jawab Helena melihat Agatha dengan wajah yang berbinar namun tersenyum.
"Kau kenapa?" tanya Helena lagi.
"Nona, seperti ini rasanya memiliki teman?" tanya Agatha.
"Bocah ini benar-benar kasihan." Jawab Helena dalam hati.
"Balas saja pesan mereka." Jawab Helena.
"Apa yang akan aku katakan nona Helena." Jawab Agatha memasang wajah yang imut.
"Jelaskan saja bahwa kau beberapa hari ini sedang latihan." Jawab Helena. Agatha melakukan apa yang dikatakan oleh Helena.
"Maaf teman-teman, aku beberapa hari ini pergi bersama guru untuk berlatih. Maaf membuat kalian khawatir." Jawab Agatha dalam pesan di grup.
Baru saja beberapa detik Agatha mengirimkan pesan. Tiba-tiba Alin membuat panggilan video call dalam grup. Rania dan Kaivan mengangkatnya dan terakhir Agatha yang mengangkat. Mereka semua mendengarkan penjelasan Agatha yang tidak ada di rumah beberapa hari ini.