
"Biarkan sajalah." Jawab Helena yang melihat mereka sudah terlalap tidur dengan keadaan di luar tenda masih belum di bereskan. Helena berjalan masuk ke dalam rumah untuk istirahat di dalam rumah.
Pagi hari, Helena yang sudah bangun lebih dulu keluar rumah untuk membangunkan Agatha.
"Nona Helena?" panggil Agatha saat Helena menyentuh pipi Agatha untuk membangunkannya.
"Bangun, bereskan semuanya dan bersiaplah. Bukannya hari ini kalian berangkat ke sekolah akademi forza?" tanya Helena.
"Oh iya, aku hampir lupa. Terimakasih Nona Helena." Agatha langsung bergegas membangunkan semuanya dan mereka bersama-sama membereskan tempat. Satu persatu membersihkan diri.
"Kenapa tidak ada orang?" tanya Fara dan Ferry yang masuk mobil El.
"Kita akan menjemput mereka di rumah Agatha." Jawab El.
Fara dan Ferry saling menatap satu sama lain di belakang kursi mobil.
"Tuan El sebentar lagi sampai. Ayo bergegas keluar." Jawab Rania.
Mereka semua keluar dari rumah dan hanya membawa diri mereka, sementara barang-barang mereka ternyata sudah di bawa 3 hari yang lalu. Mereka yang keluar dari pagar rumah Agatha tepat waktu saat mobil yang di kendarai El sampai.
"Ahhhhhh, semua gara-gara kalian aku tidak bisa bangun pagi untuk ikut dengan Anggota Dev ke akademi." Jawab Kaivan.
"Suruh siapa ikut camping bersama dengan kami. Lagi pula kau juga senang ikut dengan kami." Jawab Rania.
"Kata siapa? Mana ada aku mengatakan hal itu." Jawab Kaivan.
"Tuan El sudah sampai." Jawab Agatha yang keluar lebih dulu dari pagar.
"Tapi semalam kita bersenang-senang dengan seru." Jawab Agatha yang memotong mereka dan Alin yang berada di belakang mereka berdua hanya mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Agatha.
"Agatha mengenal Kaivan dari Keluarga Dev? Bagaimana bisa?" Tanya Fara dalam hati.
"Siapa sebenarnya bocah ini? Dia tidak hanya mengenal Rania tapi juga Kaivan. Dan mereka berempat menghabiskan malam bersama?" tanya Ferry dalam hati.
"Tapi Kaivan yang terlalu banyak makan daging panggang nya." Jawab Rania.
"Kau juga paling banyak makan jagung bakarnya." Jawab Kaivan.
"Dasar penyihir." Jawab Kaivan lagi.
"Dasar iblis." Jawab Rania.
"Sudah sudah, bukanya semua barang-barangnya kita sudah di kirim beberapa hari yang lalu. Jadi kita bisa pergi bersama sekarang?" tanya Agatha.
"Dia sangat akrab dengan semuanya." Jawab Fara dalam hati.
"Apa kalian lihat-lihat?" tanya Rania.
"Bisa kalian masuk sekarang ke dalam mobil?" tanya El dengan tegas.
"Baik." Jawab mereka semua dengan masuk ke dalam mobil bersama.
"Terimakasih tuan El." Jawab Agatha yang sedang menggendong Helena.
"Anda benar-benar tidak apa-apa ikut dengan ku?" tanya Agatha.
"Selama kau tidak mencari masalah semuanya tidak apa-apa. Tenang saja." Jawab Helena.
"Bagaimana dengan black?" tanya Agatha.
"Bukanya tuan El sudah memerintahkan seseorang yang akan memberikan dia makan selama kita tidak ada di rumah?" tanya Helena.
"Iya. Aku baru mengingatnya. Syukurlah, semoga semuanya akan baik-baik saja selama sebulan kedepan." Jawab Agatha.
"Silahkan." Jawab Agatha yang memeluk Helena pada pangkuan kakinya.
Mereka melalui perjalanan menggunakan mobil hingga pelabuhan. Dari pelabuhan distrik A mereka menggunakan kapal untuk menyebrang ke pulau yang di jadikan sebagai tempat akademi Forza. Dan sejak di dalam mobil hingga di dalam kapal. Mereka semua menikmati tertidur dengan pulas.
Hanya Fara dan Feri yang masih terlihat segar dan berfikir tentang apa yang mereka lihat.
"Apa mereka tidak merasakan takut untuk ikut belajarnya di akademi Forza?" tanya Fara dan Feri dalam hati melihat mereka yang tertidur di atas kursi dengan meja bundar yang ada mengelilingi mereka.
"Katanya mereka camping bersama tadi malam. Jadi mungkin mereka bergadang, biarkan saja mereka dalam tidurnya." Jawab El kepada Fara dan Ferry sambil melihat ke arah para 4 Forza yang tertidur.
"Camping sebelum berangkat ke akademi Forza?" tanya Fara.
"Apa mereka serius?" tanya Ferry.
"Aku paham dengan posisi kalian, tapi aku berharap kalian akan berbaur dengan mereka apalagi dengan anggota Ken. Satu hal yang ingin aku pesankan kepada kalian, bukalah pintu hati kalian untuk melihat ketulusan dan kebaikan dari sikap polos Agatha. Tanpa di sadari kalian akan merasakan hal itu." Jawab El.
"Baik tuan El." Jawab Fara dan Ferry bersama-sama.
Helena yang bangun lebih dulu dari mereka berusaha untuk lepas dari pelukan Agatha yang masih tidur.
"Hoam...." Helena yang menguap karena masih mengantuk.
"Ahhh ruba kecil ini. Ini makanan kesukaan mu. Aku membawa sosial premium ini untuk mu." Jawab El.
"Lagi pula ini adalah uang yang di berikan kepada direktur Ken untuk kalian.
Helena yang sudah lapar menerima saja sosis yang di berikan El kepada-nya. Helena yang membuka bungkus sosis dan melahapnya. Menikmati makan sosis sambil berfikir beberapa hari yang lalu.
"Ahhh, menyebal. Aku ikut dengan mereka semua karena wajah gadis itu." Jawab Helena dalam hati.
Beberapa hari yang lalu, saat mereka selesai latihan.
"Tuan aku mohon ikut dengan ku ke akademi Forza nanti. Kau sudah janji untuk ikut." Jawab Agatha yang sedang memohon kepada Helena.
"Kenapa aku harus ikut?" tanya Helena.
"Bagaimana aku bisa jauh dengan Nona Helena. Aku masih ingin mendapat ilmu dari mu. Aku tidak mengetahui jika aku berpisah dengan Nona Helena. Siapa yang akan membimbing aku ketika latihan? Aku butuh teman. Jawab Agatha.,
" Aku mohon nona." Jawab Agatha dengan memeluk rubah Helena.
"Baik-baik. Lagi pula aku sudah mengatakan akan mengajari mu sampai lukaku sembuh." Jawab Agatha dalam hati.
" Syukurlah, aku juga sudah mengatakan kepada tuan El tentang hal ini. Mereka bilang aku boleh ikut membawa pelihara karena binatang juga bisa menjadi kekuatan Forza tipe pengendali fikiran." Jawab Agatha.
"Benar." Jawab Helena.
"Lagi pula aku tidak akan rugi dengan membawa nona Helena. Nona Helena akan menjadi tutor pribadi selama pengabdian aku kepada organisasi untuk ikut serta." Jawab Agatha dalam hati.
"Lagi pula aku juga ingin mengetahui bagaimana akademi forza yang di miliki oleh mereka?" tanya Helena dalam hati.
"Plok-plok. " Suara tepuk tangan yang membuat mereka terbangun di atas meja tidak mempan. El memutuskan untuk menghentakkan meja agar mereka terbangun.
"Ha gempa?" tanya Kaivan yang terkejut dengan membuka matanya.
"Apakah sudah sampai?" tanya Agatha.
"Apa kita benar sudah sampai?" tanya Rania yang bangun melihat sekitar dan di luar jendela kaca kapal pesiar.
"Kita sudah sampai jadi bangunlah, cuci muka kalian di toilet.Selamat datang di akademi Forza ." Jawab El yang sedang tersenyum kepada mereka.