Forza

Forza
Pertarungan Agatha dengan Carlos



"Aku hanya bertanya apakah kau baik-baik saja?" tanya Agatha sekali lagi.


"Diam kau. Lawan saja aku dan jangan banyak bertanya lagi." Jawab Carlos.


"Kau meremehkan aku?" tanya Carlos dalam hati.


"Aku harus bagaimana? Dia sudah terluka tapi keras kepala." Jawab Agatha dalam hati.


"Baiklah, nona Helena selalu berkata untuk tidak meremehkan siapapun yang menjadi lawan ku." Jawab Agatha dalam hati lalu melakukan posisi kuda-kuda dengan kaki yang terbuka dan kedua tangan yang siap untuk meninju.


"Sepertinya dia sama seperti ku. Tipe kekuatan dan pertahanan." Jawab Carlos dalam hati.


"Kali ini aku tidak boleh jatuh, aku harus cepat menyerang dia dengan kemampuan yang aku punya. Jangan sampai seperti tadi, terlihat bodoh dan memalukan." Jawab Carlos dalam hati.


Carlos mengumpulkan kekuatan yang dimilki olehnya dengan memusatkan kepada kepalan tangan dan segera menyerang Agatha. Agatha yang dengan mudah menghindar serangan demi serangan yang di luncurkan oleh Carlos.


Carlos yang tidak menerima serangan pukulan miliknya dengan mudah di hindari oleh Agatha mengubah serangan dengan cepat dan juga semakin memusatkan. Tapi tetap saja, Agatha bisa mengimbangi kecepatan yang dilancarkan oleh Carlos, Agatha menghindari terus pukulan yang dilakukan oleh Carlos.


"Siallllll, dia tetap bisa menyeimbangi aku?" tanya Carlos dalam hati.


"Wahhhh." Ludwig dan lainnya melihat Agatha yang sejak tadi hanya menghindar saja. Bahkan kecepatan yang terus meningkat dapat di imbangi Agatha dengan mudah.


"Irama yang dilakukan oleh Agatha untuk menghindari serangan Carlos sangat teratur dan baik." Jawab Dirga dalam hati melihat ya.


"Hey, kau tidak ingin menyerang ku karena aku tidak dapat mengenai mu?" tanya Carlos yang mengubah strategi yang dimiliki olehnya untuk memancing emosi lawan agar pertahanan Agatha melemah.


"Jadi dia memang tidak apa-apa dengan kondisi ya yang terluka?" tanya Agatha dalam hati. Agatha mengubah pemikiran dirinya yang tadi hanya ingin menghindar agar terkuras stamina Carlos. Sehingga ia dapat memenangkan pertandingan tanpa harus melukai Carlos.


Agatha membuat kuda-kuda dan memusatkan kekuatan juga kedalam kepalan tangan. Dalam rute serang dan menghindar satu sama lain, Agatha mendapatkan cela untuk menyerang. Agatha dengan cepat memberikan tinju ke arah dagu Carlos. Tanpa bisa menghindar, Carlos terkena serangan Agatha.


"Ukh...." Satu pukulan mengenai dagu Carlos.


"Siallllll, gadis ini....." ucap Carlos yang kesal dengan keberhasilan Agatha yang meninju. Padahal sejak tadi Carlos tidak dapat mengenai Agatha satu kali pun.


"Brakkkkk.....brakkkk....." bertubi-tubi Carlos terus terkena pukulan Agatha sementara Agatha selalu menghindar serangan Carlos.


"Cepat sekali." Jawab siswa yang lain melihat gerakan mereka bertarung.


"Dia dengan cepat mengerti gerakan lawan sehingga dapat memimpin." Jawab Dirga dalam hati.


"Dia bisa mengikuti gerakan Carlos dengan mudah. Apa jangan-jangan dia adalah tipe petarung seperti Carlos? Tapi, jika di lihat dia lebih cepat." Jawab Ludwig dalam fikiran ya sedang menganalisa.


"Agatha terlihat sangat santai melawan Carlos, tidak terlihat lelah sama sekali. Berbeda dengan Carlos yang sudah terlihat lelah." Jawab Ludwig lagi yang menganalisis pertarungan Agatha dan Carlos.


"Nona Helena mengatakan bahwa menganalisis kekuatan lawan yang tidak di ketahui sejak awal harus menyusun strategi untuk menguras stamina." Jawab Agatha dalam hati saat melihat Carlos yang sudah tampak sedikit lelah. Agatha mengingat ucapan Helena tentang menghadapi lawan.


..........Flashback On...........


"Agatha...." panggil Helena


"Iya nona Helena." Jawab Agatha yang sedang membaringkan tubuhnya di rerumputan hutan setelah berlatih dengan Helena.


"Sejak awal kau bertarung sudah mengeluarkan semua kekuatan mu sehingga itu membuat stamina mu terkuras dengan cepat." Jawab Helena.


"Benar juga." Jawab Agatha yang merasakan perkataan Helena itu benar.


"Hal itu sebenarnya sesuai dengan kemampuan yang kau miliki yaitu tipe kecepatan sehingga bisa mengeluarkan seluruh kemampuan bersamaan dengan kecepatan yang akan membuat lawan langsung kalah. Tapi itu akan berhasil jika lawan lebih lemah dari mu atau sedikit lebih kuat dari mu. Namun, jika kau bertemu dengan lawan yang kekuatan Forza lebih besar dari milik mu. Kau akan kalah dengan cepat." Jawab Helena.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Agatha.


"Kau sekarang sudah berbeda dari yang dulu karena harus banyak berlatih dan belajar. Jadi untuk kedepannya lakukan pengamatan pada dirimu kepada lawan sebelum mengeluarkan seluruh kemampuan yang kau miliki. Kau harus mampu mengikuti ritme lawan terlebih dahulu baik menyerang atau menghindar." Jawab Helena.


"Mengikuti ritme lawan? Apakah itu berarti aku harus bertarung lama?" tanya Agatha.


"Iya. Selagi itu tidak mempertaruhkan nyawa mu maka lakukan strategi itu. Menang atau kalah itu bukan hal yang paling penting tapi sekarang kau harus banyak belajar agar mendapatkan pengalaman yang bagus. Itu yang penting sekarang." Jawab Helena.


"Setiap ada kesempatan maka belajar dengan baik, bertarung dengan sungguh-sungguh dan jangan menghilangkan kesempatan itu. Nanti, saat kau menjadi kuat maka kesempatan untuk melawan Forza lain itu sangat sedikit. Kesempatan belajar di akademi Forza ini adalah kesempatan yang bagus untuk mu berkembang." Jawab Helena.


"Ohh jadi seperti itu. Nona Helena meminta ku untuk bertarung dengan Forza lain di akademik dengan menggunakan strategi mengamati kekuatan lawan untuk belajar. Aku harus bisa lebih banyak mendapatkan pengalaman." Jawab Agatha.


"Iya. Kalau kau sudah mengerti, kembali berlatih. Ayo!" Jawab Helena yang berjalan untuk melatih Agatha kembali.


.......Flashback Off ........


"Dia dari tadi menghindar terus. Kenapa aku tidak bisa mengenai dirinya walau hanya sekali. Padahal ini sudah lama sekali aku bertarung dengannya." Jawab Carlos dalam hati.


" Aku sudah mengamati kekuatan Carlos. Dia kuat dan juga pertahannya. Dia sejak tadi tidak terlihat goyang sekalipun walaupun keadaan seperti itu dan aku sudah beberapa kali memukulnya. Tetapi dia tidak dapat mengikuti kecepatan ku sehingga aku melawannya dengan tenang sejak tadi. Jadi ini yang dimaksud oleh nona Helena bahwa mengamati kekuatan lawan itu sangat menguntungkan." Jawab Agatha dalam hati saat mengamati.


"Kau jangan tersenyum, kau tidak akan bisa menjatuhkan ku dengan kekuatan mu yang seperti itu." Jawab Carlos kepada Agatha.


"Aku tau itu, tapi aku ingin mengalahkan mu dengan cara membuat peluang ku lebih besar dari mu yaitu melukai kaki dan juga tangan mu agar kecepatan mu semakin jauh dengan ku." Jawab Agatha dalam hati.


"Akhh....,Brakkkkkk..." Agatha menyerang kaki dan tangan Carlos.


"Hah......" Semua orang kaget dengan serangan Agatha yang tiba-tiba mengarah ke kaki bukan lagi tangan dan dagu Carlos. Carlos yang terkena serangan itu semakin terkuras stamina dan konsentrasi akibat emosi kepada Agatha.