Forza

Forza
Alin Mulai Berlatih Dengan Vero



Agatha telah menarik Alin untuk pergi berlari meninggalkan tempat itu setelah mengalahkan semua orang yang telah melakukan perundungan kepada Alin. Alin yang tidak menolak, mengikuti berlari dan tangannya di gandeng oleh Agatha.


Mereka berdua lari hingga jauh. Mereka berhenti di sebuah taman yang jaraknya sekitar 3 KM dari sekolah. Agatha berhenti dan mengatur pernapasan. Agatha yang melihat Alin diam saja dan memberikan kode lirikan mata ke arah tangan Agatha yang memegang tangan Alin.


"Oh maaf, aku lupa melepaskannya." Jawab Agatha yang melepaskannya dan berdiri di depan Alin.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Agatha dengan wajah ceria yang menampilkan keringat memenuhi kening wajahnya.


Alin yang mengeluarkan tisu dari saku kantong depan seragam miliknya. Alin memberikan Agatha tisu miliknya tanpa berkata apa-apa.


"Terima kasih." Jawab Agatha yang menerima tisu dan membersihkan keringat di dahinya.


"Kenapa kau menyelamatkan ku? Ini sudah ke dua kalinya?" tanya Alin.


"Karena kau teman ku." Jawab Agatha dengan tersenyum.


"Kau?" jawab Alin dengan wajah yang memerah.


"Bukanya kita harus saling tolong menolong sesama teman?" tanya Agatha. Alin tidak menjawab dan memalingkan wajahnya karena tersipu.


"Syukurlah jika kau tidak apa-apa tadi. Tapi kenapa mereka ingin menyerang mu?" tanya Agatha.


"Aku tidak tahu. Dan tidak ingin tahu. Lagi pula jika kau tadi tidak menolongku aku juga bisa melawan mereka." Jawab Alin dengan pelan dan tidak menjawab Agatha dengan menatap wajahnya.


"Aku mengerti kau bisa melawan mereka, hanya saja aku tidak ingin mereka akan terluka parah jika kau memakai kekuatan mu dan membongkar jati diri mu." Jawab Agatha.


"Ya sudah, terima kasih." Jawab Alin yang membungkukkan badannya untuk mengucapkan terima kasih dan berjalan meninggalkan Agatha.


"Kau mau kemana?" tanya Agatha melihat Alin yang pergi meninggalkan Agatha.


"Aku sibuk." Jawab Alin.


"Baiklah. Sampai jumpa besok." Jawab Agatha yang melambaikan tangan kepada Alin.


Alin yang berjalan ke rumah, sampai di depan rumah. Vero berdiri di depan pintu rumah menunggu kedatangan Alin.


"Kau sudah pulang? Aku datang untuk membawa mu latihan." Jawab Vero kepada Alin yang melepaskan sandaran tubuhnya di dinding.


"Apa aku sudah bisa bertemu dengan guru?" tanya Alin kepada Vero.


"Kebetulan guru mu ingin berbicara dengan mu." Jawab Vero.


"Oke." Jawab Alin mengikuti Vero berjalan ke arah mobil. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan pergi ke tempat Agnia di tahan. Setelah beberapa saat menempuh perjalanan, mereka sampai. Vero langsung mengantarkan Alin bertemu dengan Agnia.


"Bagaimana kabar guru?" tanya Alin pertama kali membuka pembahasan.


"Susah mulai pulih. Alin dengar, jangan bicarakan apapun tentang Helena. Apalagi hubungan Helena dan anak itu. Kau harus pura-pura tidak mengetahui apapun tentang hal itu. Dia bukan seseorang yang mudah untuk di hadapi." Jawab Agnia menekankan Alin lagi tentang Helena.


"Iya." Jawab Alin.


"Dan ingat, sekarang Vero yang akan menjadi guru mu. Dengarkan apa yang ia perintahkan, menurut padanya. Setelah ini mungkin kau akan jarang bertemu dengan ku. Aku akan mulai melakukan penelitian lagi, kau tau bukan bahwa aku tidak suka di ganggu jika sedang melakukan penelitian." Jawab Agnia.


"Iya." Jawab Alin lagi.


"Bagus jika sudah mengerti, pergilah berlatih. Aku juga sudah harus masuk ke ruang penelitian mulai hari ini " Jawab Agnia.


"Jaga kesehatan guru, makan yang teratur. Aku akan sering-sering berkunjung jika guru sedang memiliki waktu yang luang." Jawab Alin berdiri dan membungkuk badannya memberikan salam kepada sang guru.


"Sudah selesai?" tanya Vero yang melihat Alin sudah keluar dari ruangan.


"Iya." Jawab Alin.


"Guru mu sudah harus melakukan pekerjaannya. Dan dia mau melakukan hal ini hanya untuk mu, jadi lakukan yang terbaik." Jawab Vero.


"Iya." Jawab Alin yang terlihat murung.


"Ikuti aku, kita ke ruang latihan." Jawab Vero kepada Alin untuk mengikuti ia berjalan menelusuri tempat sekitar menuju ruang latihan.


"Ini adalah ruangan latihan anggota keluarga Dev. Keluarga Dev adalah salah satu keluarga elit yang ada di distrik A. Dan tipe kekuatan keluarga Dev biasanya adalah elemen Mizu yaitu kekuatan Es yang berasal dari elemen air dengan suhu udara dingin. Bukan hanya dari keluarga Dev yang memiliki kekuatan Forza tipe Mizu, tapi beberapa Forza lainnya yang di temukan oleh kami. Kami akan melatih mereka menjadi seorang Forza yang berkompeten. Tapi tetap saja, mereka akan di golongkan sesuai dengan kasta masing-masing." Jelas Vero yang berjalan bersama Alin untuk menunjukkan sekitar dan tentang keluarga Dev


"Kasta?" tanya Alin.


"Kasta yang di maksud adalah bisa dari faktor keturunan asli keluarga Dev atau faktor kekuatan Forza seseorang itu sendiri. Di sini terbagi 3 kasta. Pertama kasta tertinggi yang terdiri dari keturunan asli keluarga Dev yang memiliki kekuatan dan bukan keturunan keluarga Dev tapi memiliki kekuatan Forza yang tinggi. Kedua, kasta rendah adalah orang-orang yang memiliki kekuatan Forza biasa saja baik dari keluarga Dev keturunan asli atau bukan. Dan yang terakhir adalah kasta khusus, kasta ini terdiri dari ahli waris keluarga Dev dan seseorang yang memiliki lebih besar dari kasta tinggi." Jawab Vero yang menunjukkan ruang latihan kasta tinggi dan kasta rendah.


"Dan ini adalah ruang latihan kasta khusus." Jawab Vero menunjukkan ruangan yang tidak ada siapa-siapa padahal sejak tadi menunjukkan ruang latihan yang memiliki banyak orang. Alin hanya melihat mereka yang sedang latihan di balik kaca ruangan mereka yang terlihat dari lorong jalan.


"Karena aku adalah pelatih ahli waris keluarga Dev, kita bisa latihan di sini. Dan semua ini sudah di setujui oleh petinggi. Aku di izinkan secara pribadi untuk mengajari mu." Jawab Vero.


"Apakah aku harus menjadi bagian dari keluarga Dev jika aku berlatih dengan mu?" tanya Alin.


"Aku hanya menepati janji kepada guru mu. Dan izin dari keluarga Dev adalah atas hak khusus yang aku miliki. Jadi kau bebas untuk menentukan pilihan mu. Mau masuk dalam organisasi keluarga Dev atau hanya sekedar menjadi murid ku tanpa ada paksaan mengikuti ku untuk mengabdikan diri ke keluarga Dev." Jawab Vero.


"Aku mengerti. Ayo mulai berlatih." Jawab Alin.


"Oke, sekarang serang aku dengan seluruh kekuatan yang kau miliki." Jawab Vero kepada Alin. Alin yang tidak memberikan jawaban dengan kata namun memberikan jawaban dengan tindakan. Alin langsung menyerang Vero dengan sebuah serangan ya h seperti bola api dengan ukuran seperti bola kaki meluncur ke arah Vero. Vero dengan cepat memberikan pelindung diri pada dirinya atas serangan yang di terima olehnya dari Alin.