Forza

Forza
Penyelidikan Al tentang keberadaan Helena part 1



El langsung melaksanakan perintah Al untuk membuat jadwal pertemuan dengan organisasi keluarga Dev. Dan Al tetap terus menyaksikan kegiatan latihan anggota Forza di bawah kekuasaannya.


Disisi lain, Agatha dan Helena yang pulang ke rumah tidak menggunakan transportasi bus. Mereka berjalan dari restoran menuju rumah untuk melatih fisik Agatha. Agatha yang berjalan dengan menggendong Helena.


"Bagaimana rasanya?" tanya Helena.


"Awalnya sangat lelah, tali semakin menggunakan dan mengontrol kekuatan Forza, aku semakin mengerti aliran kekuatan itu masuk ke tubuh ini. Dan membuatnya semakin ringan. Tubuh juga tidak terlalu lelah." Agatha berhenti menjelaskan selesai mengambil air putih dan duduk untuk meminumnya.


"Biasanya aku akan kelelahan jika hanya berlari 50 m." Jawab Agatha yang sudah selesai meminum air mineralnya.


"Kau harus bisa melatih tubuh mu menjadi seorang manusia Forza. Karena yang bisa melindungi mu hanya dirimu sendiri." Jawab Helena.


"Tapi sebenarnya aku tidak ingin kau masuk ke dunia Forza." Jawab Helena yang membaringkan tubuhnya di dekat tubuh anjing hitam di atas sofa.


"Kenapa?" tanya Agatha.


"Karena kau terlalu polos, hahaha. Lihat?" jawab Helena menunjuk Agatha dengan tatapan tajam miliknya sebagai rubah.


"Benarkah?" tanya Agatha.


"Dunia manusia Forza itu sangat kejam dan juga menyedihkan." Jawab Helena.


"Mengapa demikian?" tanya Agatha.


"Kau akan mengetahui nanti. Sudahlah, aku akan bermeditasi lagi." Jawab Helena yang memejamkan matanya dan mulai berposisi meditasi di atas sofa.


"Aku sudah ceroboh di malam kejadian mengeluarkan begitu banyak kekuatan. Dan tidak bisa sepenuhnya menghilangkan jejak aura Forza milik ku di tempat itu. Ku fikir mereka sudah memeriksanya. Dan mulai sekarang aku harus berhati-hati." Jawab Helena yang sedang bermeditasi dan memikirkan kekuatan yang telah dikeluarkan olehnya untuk membantu Agatha.


"Tuan yakin mau ke sana malam ini?" tanya El kepada Al yang meminta untuk bertemu Agatha dan mengklarifikasi tentang kejadian malam itu.


"Apa tidak apa-apa jika kita ke rumahnya langsung?" tanya El.


"Kenapa?" tanya Al.


"Seperti dalam informasi tentang Agatha bahwa dirinya sering tinggal sendiri karena kedua orang tuanya yang bekerja di pemerintahan jarang pulang." Jawab El.


"Kalau bukan ini malam kapan lagi? Jika kita menemui Agatha di pagi hari, tentu saja dia sekolah bukan di rumah. Dan jika siang besok, bukannya kita sudah memiliki jadwal untuk berkunjung ke keluarga Dev." Jawab Al.


"Baik tuan. Kita pergi sekarang." Jawab El yang menghidupkan mobil dari parkiran kantor menuju ke arah rumah Agatha. Beberapa menit menempuh perjalanan, mereka tiba di depan rumah Agatha.El membukakan pintu mobil untuk Al keluar.


"Selamat malam Agatha, saya El. Bisa kita bicara?" tanya El kepada Agatha melalui telepon.


"Ada apa tuan El?" tanya Agatha dari lewat ponsel yang sedang duduk di sofa bersama dengan Helena.


"Kami sedang berada di depan rumah mu. Tuan Al ingin bertemu dengan mu secara langsung." Jawab El.


"Ha?" Agatha yang mager berdiri di depan sofa dan berjalan untuk membuka pintu rumah dan menyambut El dan Al masuk.


"Silahkan masuk." Jawab Agatha.


Al yang masuk ke dalam rumah Agatha melihat sekeliling penuh dengan hewan peliharaan dan juga tanaman di dekat sudut jendela.


"Silahkan duduk." Jawab Agatha mempersilahkan mereka duduk. Helena juga duduk bersama dengan Agatha untuk mendengarkan penjelasan Al dan El yang menjadi tamu rumahnya.


"Agatha, ini tuan Al. Tuan Al, ini Agatha." Ucap El emang perkenalkan mereka berdua. Mereka berdua sama-sama dingin, hanya memberikan senyuman tipis.


"Seperti yang sudah saya jelaskan kemarin. Jadi kedatangan tuan Al untuk bertanya tentang persetujuan menyusup ke dalam anggota kami." Jawab El.


"Soal itu aku belum bisa memutuskannya dengan cepat." Jawab Agatha.


"Walaupun begitu, kau tetap berada di daerah kekuasaan kami. Karena itu setidaknya kau datang ke markas kami." Jawab Al.


"Aku mengerti tapi..." jawab E


Agatha.


" Aku sudah hampir berani untuk datang ke markas yang sudah anda beritahu tapi aku belum siap mental untuk pergi dari rumah ini." Jawab Agatha.


"Kenapa dengan rumah ini?" tanya El.


"Kesempatan terkadang tidak bisa kita ambil bukan karena kita tidak mau tetapi semua karena keadaan. Saat ini, keadaan itu tidak memungkinkan untuk pergi. Nanti tidak ada yang memberi makan ikan hias, bunglon, anjing hitam dan juga nona berbulu ini." Jawab Agatha.


"Kami tidak memaksa untukmu bergabung dengan organisasi kami tapi sudah keharusan bagi kami untuk membantu manusia Forza untuk meningkatkan kekuatannya dan digunakan secara baik di kehidupan sehari-hari." Jawabnya Al.


"Seperti yang sudah aku jelaskan, nona Agatha bisa mencoba berlatih saja dulu di markas. Dan keputusan untuk bergabung atau tidak itu adalah pilihan nona. Kami hanya membantu nona Agatha untuk mendapatkan kekuatan Forza dengan baik dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat sebagai manusia biasa saat bersosialisasi di dunia." Jawab El.


"Apa kekuatan Forza kecepatan seperti teleportasi ini bisa melindungi orang-orang di sekitar?" tanya Agatha dengan polosnya.


"Tentu saja jika anda bisa mengendalikannya." Jawab El.


"Aku akan memikirkannya lagi." Jawab Agatha kembali mengatakan hal itu.


"Bagaimana kau bisa ada di gang itu pada kejadian beberapa malam yang lalu?" tanya Al secara spontan.


"Aku hanya ingin menyelamatkan anjing hitam ini lalu terjadilah perebutan antara aku dengan perempuan separuh baya itu dan juga teman sekelasnya yang ternyata adalah murid perempuan itu....." Agatha menjelaskan semuanya kecuali keberadaan Helena yang membangunnya, karena Agatha yakin bahwa Ayah dan Ibunya tidak akan percaya penjelasannya.


"Itu sudah kejadian malam itu?" tanya Al lagi.


"Iya. Aku juga tidak menyangka apa yang terjadi kemari." Jawab Agatha


'Baiklah. Itu saya yang kami sampaikan, maaf telah mengganggu." Jawab Al kepada Agatha.


"Terima kasih." Jawab El kepada Agatha.


"Sama -sama tuan." Jawab Agatha yang mengantarkan mereka sampai di depan pintu gerbang.


"Dia tidak ada hubungannya dengan Helena, aku melihatnya polos dan tidak berbohong." Jawab Al kepada El.


"Anda benar, karena itu aku juga ragu jika nona Agatha memiliki hubungan dengan Helena. Tapi sepertinya tidak ada." Jawab El.


"Bagaimana mungkin dia ada hubungannya dengan Helena dari pengakuannya. Dan aku juga sudah melihat isi rumahnya tadi, aku menyakini dia memang suka dengan binatang. Pantas saja waktu itu dia menyelamatkan aku." Jawab Al dalam hatinya


"Agatha itu adalah gadis yang baik dan cantik. Dia memang harus ikut pelatihan kita agar tidak ada orang yang memanfaatkan kekuatannya itu." Jawab El.


"Oke. Lakukan saja." Jawab Al kepada Agatha.


Mereke sudah menilai sejak di dalam lift sampai ke dalam mobil.