
Disisi lain, Alin dan Agnia yang berada di rumah untuk pemulihan. Karena hari ini memang hari libur. Mereka tetap di dalam kamar dan melakukan penyembuhan sendiri dari pagi hingga malam hari.
"Guru aku pergi membeli makanan, aku keluar dulu." Ucap Alin yang melihat sang guru tidak keluar sejak kejadian pertarungan dengan Helena pada malam hari itu. Alin yang khawatir karena sang guru tidak makan membuatnya untuk pergi membeli makanan. Alin pergi keluar saat matahari sudah tenggelam total berganti dengan bulan.
Setelah kepergian Alin, tiba-tiba dua mobil hitam berhenti di depan pintu rumah Agnia. 5 orang keluar dari masing-masing mobil hitam itu dan langsung masuk ke dalam rumah menggunakan kekuatan Mizu yaitu kekuatan es. Pintu gagang membeku dan terlepas, pintunya terbuka. Mereka masuk bersama-sama dan memeriksa seluruh ruangan di dalam rumah.
"Cari dokter Agnia di seluruh tempat." Ucap seorang yang mungkin itu adalah pemimpinnya.
Mereka semua membuka semua ruangan hingga membuka kamar dokter Agnia. Mereka langsung mengeluarkan kekuatan Forza membuat dokter Agnia membeku. Dokter Agnia yang fokus dalam penyembuhan sehingga tidak sadar bahwa rumahnya sudah di kepung orang tidak di kenal.
Dokter Agnia yang sudah membeku mencoba untuk melawan, ia mengeluarkan kekuatan api miliknya untuk mencairkan es yang telah membuat tubuhnya sudah membeku setengah.
"Siapa kalian?" tanya Agnia yang melihat dua orang datang dan mengeluarkan kekuatan.
"Tuan Vero, kami menemukannya." Ucap salah seorang yang memberi tahu sang pemimpi untuk segera datang ke tempat mereka yang masih menahan dokter Agnia.
Semua orang berkumpul di kamar itu dan seorang yang di panggil dengan nama Vero itu langsung mengeluarkan kekuatannya karena saat itu, es yang membekukan dokter Agnia hampir meleleh seluruhnya. Kekuatan itu membuat tubuh dokter Agnia perlahan-lahan membeku dari kaki hingga ke atas tubuhnya.
"Tuan Vero memang hebat." Jawab beberapa orang.
"Syukurlah tuan sudah datang." Ucap dia orang yang sudah kelelahan untuk menahan dokter Agnia.
"Kalian belajar lagi agar kekuatannya maksimal ketika di gunakan untuk melawan orang yang lebih hebat dibandingkan kalian." Jawab Vero.
"Siapa kalian? Kenapa kalian datang dan membuat ku seperti ini?" tanya Agnia yang mencoba untuk melelehkan es pada tubuhnya namun sangat lambat, seperti kekuatan miliknya tidak mampu melawan kekuatan milik Vero.
Savero adalah guru pribadi Kaivan Dev yang biasa di panggil Vero. Savero merupakan seorang guru Forza di keluarga Dev. Savero memiliki kekuatan tipe petarung yaitu elemen air yang berkembang menjadi elemen es. Saat ini dia menjalankan misi dari keluarga Dev untuk menangkap dokter Agnia yang sudah melakukan penelitian secara ilegal.
Membeli makanan di restoran dan membawa pulang. Alin berjalan pulang sampai tiba di depan pintu melihat pintu rumah yang terbuka. "Bukannya tadi aku sudah menutupnya?" tanya Alin dalam hati dan berjalan masuk ke dalam.
"Guru? Siapa kalian?" tanya Alin yang langsung menjatuhkan kantung makanan yang di bawa olehnya. Alin langsung melancarkan serangan kepada semua orang yang ada di depannya. Hanya beberapa orang yang terkena serangan mendadak miliknya itu. Tapi Vero yang langsung mengeluarkan kekuatannya juga ke arah Alin membuat Alin juga terbeku seperti Agnia.
"Aku akan ikut dengan kalian. Jadi tinggalkan hal yang tidak penting disini." Jawab Agnia yang sudah menyerah.
"Bawa dia." Ucap Vero kepada Anggotanya.
Mereka pergi membawa Agnia dan meninggalkan Alin yang tubuhnya setengah membeku.
"Guru?" panggil Alin yang tidak mengizinkan sang guru pergi di bawa oleh mereka.
"Kalian akan membawa guru kemana?" tanya Alin lagi dengan berusaha bergerak untuk lepas dari jeratan es pada tubuhnya.
"Jangan hiraukan, bawa saja aku." Jawab Agnia. Vero dan anggotanya tidak menghiraukan jeritan Alin.
Alin bingung harus mengejar ke arah mana dan tubuhnya yang cukup lemah akibat es yang telah menjerat tubuhnya tidak bergerak. Tubuh Alin sedikit dingin namun terus mengeluarkan kekuatan untuk tetap membuat tubuhnya hangat.
Alin terjatuh di depan pintu rumah dengan tidak berdaya, wajahnya yang sudah penuh dengan air mata.
"Guru akhirnya meninggalkan aku? Bukanya guru bilang tidak akan meninggalkan aku?" tanya Alin sendiri dengan tangisan.
Di sisi lain, di penjara keluarga Dev. Agnia di bawa oleh Vero dan lainnya masuk ke dalam ruangan. Agnia di introgasi oleh Vero di ruang bawah tanah yang menjadi penjara bagi keluarga Dev.
"Penelitian apa yang sudah kau lakukan di distrik Barat?" tanya Vero.
"Kalian hanya ingin aku mengatakan semuanya bukan? Jika kalian ingin mengetahui aku memiliki syarat. Jika kalian tidak menuruti maka bunuh saja aku." Jawab Alin dengan tersenyum licik melihat Vero dengan begitu berani.
"Ikuti saja maunya." Ucap seseorang lewat headset yang di pakai Vero.
"Katakanlah." Ucap Vero.
"Kau Savero yang merupakan guru pribadi Kaivan Dev. Anak tunggal keturunan keluarga Dev. Kau pasti bisa melakukan apa yang aku minta." Ucap Agnia.
"Darimana kau mengetahui tentang ku?" tanya Vero yang terkejut dengan ucapan Agnia.
"Itu tidak penting. Permintaan ku mudah. Lindungi gadis yang sudah kau temui di rumah ku tadi. Aku hanya ingin membuat keamanan dia terjaga selama aku di sini." Jawab Agnia.
"Kau menyuruhku untuk melatih dia sekaligus menjaganya?" tanya Vero.
"Iya. Bukannya itu tugas yang tidak terlalu berat? Lagi pula kalian menangkap mu juga karena ingin mengetahui hasil dari penelitian yang aku miliki bukan?" tanya Agnia yang tersenyum lagi untuk membuat Vero mengikuti apa yang diinginkan olehnya.
"Kenapa dengan gadis itu?" tanya Vero yang penasaran.
"Gadis itu tidak akan pernah berhenti mencari ku. Kau cukup melakukan apa yang harus di lakukan untuk membuatnya tidak mengejar ku." Jawab Agnia.
"Oke." Jawab Vero yang menyetujui permintaan Agnia beberapa menit setelah berfikir.
"Katakan saja kepadanya yang sebenarnya, tidak perlu menutupi apapun. Dia akan mengerti. Tapi tetap aku hanya ingin kau menjaga keselamatan." Jawab Agnia.
"Akan aku lakukan dan usahakan setelah mendapat persetujuan dari keluarga Dev." Jawab Vero.
"Oke. Biarkan aku istirahat dulu. Setelah pulih aku akan memberitahu apa yang kalian mau. Aku juga belum bisa memberitahu kalian dengan kondisi aku yang tidak baik ini. Jika aku menjelaskan hanya secara teori, kalian akan bingung." Jawab Agnia.
"Kau yakin?" tanya Vero.
"Tentu saja. Mana mungkin aku berbohong kepada kalian, kalian juga bisa dengan mudah untuk membunuh ku." Jawab Alin kepada Vero.