
"Jadi kau melakukan semua ini karena Abang sebagai ketua Ken?" tanya Al.
"Iya." Jawab Rania yang menunduk saat menjawab.
"Lain kali jangan melakukan hal itu lagi." Jawab Al.
"Iya iya, selagi mereka tidak bertindak berlebihan aku tidak akan melakukan." Jawab Agatha.
"Oh ya Abang, aku ingin bertanya. 3 hari lagi akademi Forza akan di buka secara resmi. Bagaimana dengan Forza lain yang di undang?" tanya Rania.
"Seperti yang sudah aku jelaskan ketika rapat kemarin. Tapi yang harus kau perhatikan adalah tentang kepala sekolah dan juga para guru-guru. Mereka terkadang melebih pemikiran kita sendiri." Jawab Al.
"Maksud ya bagaimana?" tanya Rania.
"Kau akan mengetahui semua itu nanti ketika di sana. Sekarang fokus saja dengan ujian sekolah dan fisik mu yang harus sehat dalam mengikuti kegiatan di akademi mendatang." Jawab Al.
"Baiklah." Jawab Rania.
Disisi lain, Agatha yang baru selesai latihan dengan Helena sedang beristirahat dengan tertidur di lantai balkon lantai atas rumah Agatha.
"Gadis ini terlalu lembut dan baik hati bagi dunia Forza." Jawab Helena dalam hati.
"Dia tidak bersemangat seperti hari kemarin setelah pertandingan dengan Fara. Dia merasa dirinya sudah mempermalukan orang lain dan juga merebut tempat orang lain." Jawab Helena dalam hati melihat Agatha yang terbaring di atas lantai sedangkan ia sedang menikmati sosis dan duduk di atas besi dinding balkon rumah.
Tiba-tiba suara bel berbunyi dari pagar pintu rumah dan mereka melihat dari atas.
"Siapa sore-sore menjelang malam datang?" tanya Helena. Agatha berdiri dan melihat ke bawah arah pagar rumah. Berdiri seorang yang di kenal olehnya.
"Rania..." panggil Agatha dengan melambaikan tangannya di atas pagar balkon .
"Akan segara aku buka, tunggu di situ." Jawab Agatha yang berlari turun tangga untuk menemui Rania yang berada di depan pintu pagar.
"Maaf aku tadi lagi di balkon jadi mengkunci pintu gerbang." Jawab Agatha yang sudah membuka pintu pagar dan menyambut Rania.
"Aku tadi kebetulan lewat, jadi singgah." Jawab Rania.
"Masuklah. Jangan berdiri di luar saja." Jawab Agatha.
"Tidak perlu, aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepada mu." Jawab Rania.
"Apa itu?" tanya Agatha yang penasaran.
"Kau tidak perlu merasa bersalah karena mendapatkan posisi spesial dari keluarga Ken untuk mengikuti akademi Forza.
"Aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti, tapi masing-masing organisasi hanya dapat mengirimkan 3 orang saja. Dan 1 posisi spesial dari setiap organisasi. Organisasi K dari keluarga Ken mengikuti itu. Dan posisi spesial itu adalah posisi yang bukan dari anggota atau bahkan keluarga Ken, siapa saja boleh asal memiliki kualifikasi kekuatan yang bagus. Jadi jangan merasa bersalah, kau tidak merebut kesempatan itu tapi kau mendapatkan dengan usaha mu sendiri." Jawab Rania.
"Iya terimakasih." Jawab Rania dengan tersenyum.
"Dasar aneh, jangan tersenyum seperti itu." Jawab Rania.
"Aku pergi dulu." Jawab Rania kepada Agatha dengan membalikkan badan dan akan masuk ke dalam mobil.
"Sudah mau pulang? Jangan bilang kau datang hanya untuk mengatakan hal itu?" tanya Agatha.
"Apaan sih, sudah aku katakan aku datang karena kebetulan lewat." Jawab Rania dengan masuk ke dalam mobil.
"Baiklah. Terima kasih dan hati-hati di jalan." Jawab Agatha dengan melambaikan tangan.
"Kenapa kau ada disini?" tanya Rania.
"Aku hanya mengkhawatirkan Agatha." Jawab Alin.
"Kau fikir dia anak kecil?" tanya Rania.
"Hmmm. Kau juga datang kemari bukanya mengkhawatirkan dia?" tanya Alin.
"Aku tidak seperti mu, aku hanya kebetulan lewat sekalian mampir." Jawab Rania. Alin tidak mau mendengar dan hanya membuka pintu dan masuk di samping Rania.
"Yah sudah ayo antar aku pulang sekalian." Jawab Alin.
"Oh ya, bajingan yang sudah mengirim dua orang yang telah masuk ke dalam rumah Agatha sudah aku beri pelajaran." Jawab Rania.
"Siapa yang telah melakukan itu? Jadi benar mereka itu adalah anggota bagian dari organisasi mu?" tanya Alin.
"Seperti itulah. Selain melampiaskan kemarahan ku kepada mereka karena mereka tidak menghormati keputusan dari Abang ku, aku juga harus memberi pelajaran kepada mereka yang telah melakukan hal busuk itu kepada Agatha." Jawab Rania.
Alin hanya memberikan senyuman kepada Rania karena telah melakukan hal itu. Mereka pun hanya membicarakan hal itu sampai di rumah Alin.
"Siapa yang datang?" tanya Helena.
"Rania. Dia hanya mengatakan untuk tidak khawatir dan merasa bersalah tentang posisi yang aku tempati." Jawab Agatha.
"Baguslah." Jawab Helena.
"Nona Helena," panggil Agatha.
"Ada apa?" tanya Helena.
"Apakah kau pernah sekolah di sekolah khusus Forza?" tanya Agatha.
"Tidak." Jawab Helena.
"Tidak pernah?" tanya Agatha yang tidak percaya.
"Iya. Untuk apa aku harus sekolah jika aku harus di kekang dan tidak boleh bergerak bebas." Jawab Helena.
"Apa seburuk itu untuk masuk ke sekolah akademi Forza?" tanya Agatha.
"Entahlah, tapi aku tidak pernah berniat untuk bergabung. Dan aku baru mengetahui bahwa distrik A memilki sekolah khusus Forza. Selama aku berkelana selama ini, aku hanya mengetahui sekolah khusus Forza hanya ada akademi Forza dunia." Jawab Helena.
"Singkatnya adalah, setiap distrik di larang untuk membuat akademi Forza. Mereka hanya di perbolehkan untuk berlatih di masing-masing organisasi. Dan akan di lakukan pertandingan setiap tahun untuk peluang masuk tiket ke sekolah akademi Forza dunia. Jadi hanya anggota organisasi yang sudah masuk kualifikasi yang masuk ke dalam akademik Forza dunia." Penjelasan Helena.
"Dan seperti yang aku ketahui saat ini, kemungkinan besar distrik A sedang memperkuat wilayahnya sendirian. Setelah aku mencoba mencari informasi yang di butuhkan, aku menemukan bahwa akademi Forza distrik A baru di bangun selama 5 tahun ini, dan kalian adalah tahun kedua. Tahun pertama kemarin mengalami kekacauan, mereka mengalami masalah yang harus di selesaikan karena itu harus menutup rencana ini. Dan baru tahun ini rencana itu di buka kembali. Tapi dari story sejarah dokumen yang aku baca di kantor Al, aku tidak menemukan alasan itu. Mungkin itu adalah dokumen rahasia yang sudah di simpan atau di musnahkan." Jawab Helena lagi.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Agatha.
"Kau hanya perlu berlatih dan belajar untuk mendapatkan pengalaman. Dari pengalaman itu kau bisa mendapatkan pengembangan kekuatan Forza milik mu." Jawab Helena.
"Benarkah?" tanya Agatha.
"Iya. Maka dari itu kau harus berlatih dengan baik dimanapun dan kapanpun." Jawab Helena.
"Baik nona Helena . Akan aku lakukan dengan baik apa yang anda katakan." Jawab Agatha dengan semangat.