Forza

Forza
Luka Luar Yang Sudah Sembuh



"Bisa jadi Agatha adalah seseorang yang bisa mencabut kutukan tuan?" tanya El.


"Entahlah, tapi biasanya durasi menjadi kucing 5 jam setiap hari. Hanya saja tadi pagi setelah subuh dan saat bertemu dengannya, kurang dari 3 jam. Ini hanya hipotesis ku saja bahwa baru kali ini aku berubah menjadi kucing dan kembali normal dengan cepat." Jawab Al sambil membaca dan menjelaskan apa yang ada di fikiran.


"Lalu apa yang akan anda lakukan?" tanya El.


"Untuk saat ini, aku kesampingkan hal pribadi ku lebih dulu. Dan aku ingin fokus pada kekuatan yang di miliki oleh Agatha. El, cari tau lebih dalam tentang kekuatan yang di miliki olehnya. Karena dari informasi yang kau berikan, dia pernah menggunakan kekuatannya di umur 8 tahun. Bahkan catatan kelahiran miliknya sedikit mencurigakan." Jawab Al.


"Mencurigakan?" tanya El.


"Jika tidak salah ingat, rumah sakit ini sudah lama tidak berfungsi. Mungkin sekitar 20 tahun yang lalu. Sementara umur Agatha saat ini adalah 16 tahun." Jawab Al.


"Maksud tuan bahwa kelahiran Agatha di palsukan?" tanya El.


"Iya." Jawab Al.


"Seperti yang aku katakan, lebih baik kita amati lebih dulu." Jawab Al lagi dengan meletakkan dokumen.


"Baik tuan." Jawab El.


El pergi dari ruangan Al untuk melanjutkan pekerjaannya dan Al juga melanjutkan pekerjaannya.


"Jika memang Agatha adalah seseorang pasangan yang sudah di takdir kan untuk mematahkan kutukan yang di dapat oleh tuan seperti dalam buku kuno itu, mereka akan menjadi pasangan yang tidak terkalahkan di kalangan Forza. Tapi itu juga akan mengakibat kekuatan jahat yang akan mengincar Agatha."


"Seperti kata tuan, aku harus memperhatikan Agatha dengan baik mulai sekarang. Aku akan melindungi mereka berdua seperti apa yang sudah aku janjikan kepada tuan Altezza." Jawab Elard dalam hati dan berjalan pergi menuju ruangan miliknya yang berada tepat di depan ruangan Al. Sebagai sekertaris Altezza, Elard selalu berada di dekatnya.


..............


Agatha yang sudah sampai di sekolah mengikuti kegiatan belajar seperti biasanya hingga selesai.


"Sudah sebulan juga aku pindah dan bersekolah di sini. Tapi, tidak ada satu orangpun yang menjadi teman ku." Jawab Agatha yang melihat beberapa teman kelasnya yang pulang bersama-sama. Agatha hanya duduk melihat suasana kelas yang perlahan-lahan sunyi. Agatha mencoba tersenyum dan memakai tas serta meninggalkan kelas.


Agatha berjalan pulang dan menghentikan langkahnya. Melanjutkan langkahnya ke arah supermarket. Mengambil keranjang belanja dorong besi ukuran kecil. Agatha berjalan ke arah rak makanan kucing, anjing, sosis ayam, sosis sapi, susu, dan lainnya. Kebanyakan yang di ambilnya adalah makanan hewan. Agatha hanya membeli beberapa buah untuk dirinya.


2 kantong plastik belanjaan yang dibawa oleh Agatha menuju rumah. Namun di perjalanan pulang Agatha selalu memberi makan kucing maupun anjing liar yang terlihat olehnya. Memberikan sedikit makanan yang di beli olehnya untuk mereka. Sifat penyayang binatang yang melekat pada Agatha sejak kecil sudah menjadi kebiasaan.


Membuka pintu rumah, Agatha langsung merapikan sepatunya di atas rak sepatu, meletakkan tasnya di atas lemari berukuran 1 meter di samping rak sepatu. Dan berlari ke arah kamar tamu untuk melihat Helena.


"Nona Helena, aku pulang." Jawab Agatha yang langsung berhenti di depan pintu dan melihat tempat tidur penuh dengan bungkus plastik sosis berserakan. Helena yang berdiri dengan kedua kaki yang didepan, kepala yang tegak, mata yang tertutup seperti anjing yang sedang bermeditasi.


"Aku akan membersihkan, kau tenang saja. Sekarang jangan ganggu aku." Jawab Helena.


"Hmmmm, baiklah nona Helena. Aku hanya ingin memberitahu mu, ini sosis yang baru saja aku beli. Aku letakkan di sini ya." Ucap Agatha yang meletakkan dengan pelan sosis itu di atas kasur dan berjalan pelan-pelan untuk keluar dari kamar.


Berhari-hari Agatha terus melihat Helena yang bermeditasi. Hingga hari ke 3 Helena ada di dalam kamar, akhirnya keluar.


"Hai bocah, bagaimana cara menghidupkan air dari kamar mandi mu? Aku ingin mandi." Jawab Helena yang tadi melihat adanya bathtub yang besar.


"Tapi, anda masih terluka, dokter mengatakan untuk tidak terkena air selama seminggu." Jawab Agatha.


"Luka ku sudah sembuh." Jawab Helena


"Benarkah?" tanya Agatha langsung menyentuh perban yang masih melilit kaki Helena.


"Buka saja jika tidak percaya." Jawab Helena.


Agatha yang langsung membuka perban pada kaki depan sebelah kanan Helena. Luka yang bukan hanya sembuh namun tidak ada bekas yang tersisa.


"Bagaimana mungkin bisa seperti ini?" jawab Agatha yang heran.


"Tentu saja. Aku adalah Helena." Jawab Helena dengan begitu sombongnya.


"Bagaimana bisa?" tanya Agatha yang terus membuka perban pada kaki yang lainnya.


"Sudah aku bilang aku itu semua karena aku. Sudahlah, siapkan saja tempat mandi untuk ku." Ucap Helena.


"Mungkin luka ini sudah sembuh total, tapi tidak pada luka di Forza." Dalam hati Helena yang melihat Agatha heran dengan kesembuhan luka luar pada tubuh rubah miliknya.


"Siap nona." Jawab Agatha. Agatha yang langsung mengisi air hangat di bathtub dan menyiapkan semua yang di minta oleh Helena.


"Apa ini sudah cukup?" ucap Agatha yang sudah menyiapkan.


"Cukup baik." Jawab Helena.


"Butuh bantuan ku?" tanya Agatha lagi.


"Tidak perlu. Aku akan mandi sendiri." Jawab Helena.


"Oke." Jawab Agatha.


Helena yang sudah di dalam kamar mandi mengubah dirinya menjadi wujud aslinya sebagai manusia. Memasuki bathtub dan membersihkan dirinya sambil membayangkan semua hal yang sudah terjadi.


"Kekuatan ku tidak pulih sepenuhnya. Aku hanya bisa memulihkan kekuatan sebagian kecil. Aku hanya perlu berlatih dengan tubuh rubah ini sementara waktu."


"Anak itu juga bagus, aku bisa tinggal di sini selama pemulihan. Dengan beradaptasi di lingkungan manusia akan menyembunyikan kekuatan ku yang sebenarnya dari dunia luar. Aku juga bisa perlahan-lahan mengumpulkan kekuatan di bumi untuk memulihkan kekuatan. Untung saja inti Forza pada diriku tidak hancur, hanya retak yang mengakibatkan tidak stabilnya Forza pada diri ini."


"Membuat tubuh rubah sebuah tanpa luka, dan berubah ke wujud ini dalam 3 hari sudah menjadi kemajuan besar untuk ku. Hahahha " Ucap Helena yang terus menerus membanggakan dirinya sendiri.


"Tapi, aku tidak akan pernah melepaskan mereka begitu saja. Jika aku bertemu dengan mereka, akan aku pastikan saat itu juga mereka akan mati di tangan ku. Tapi juga tidak bisa aku lawan mereka bersamaan. Aku sudah melihat kekuatan mereka bertiga, mustahil bagi ku pada saat itu melawan mereka. Tentu tidak yang kedua kalinya, hahahaha. " Jawab Helena yang tertawa kembali di dalam bathtub.