
Agatha yang telah berpisah dengan Alin pergi bergegas ke arah pulang. Agatha berniat untuk ke supermarket sebelum pulang. Tepat perpisahannya dengan Alin, dia bertemu dengan Helena yang ada di dinding jalan sedang bertepuk tangan menggunakan kaki depan milik Helena yang seekor rubah.
"Sial, aku tidak sadar bahwa aku tidak memiliki tangan ketika di wujud ini. Hanya ada 4 kaki pada seekor rubah." Jawab Helena dalam hati.
"Nona Helena. Sejak kapan ada di sini?" tanya Agatha yang terkejut dengan kehadiran Helena.
Helena yang tadinya bermalas-malasan di kamar dengan perut yang penuh dengan makanan yang telah ia makan. Helena yang terbaring kenyang sambil melakukan meditasi hingga siang hari pukul 12.00 Wib.
"Kenapa anak itu tidak juga pulang? Seharusnya dia sudah tidak beberapa menit yang lalu di sini." Jawab Helena yang membangkitkan tubuhnya dari tidur di atas kasur. Helena melompat dari kasur ke lantai dan berjalan keluar untuk mencari keberadaan Agatha.
"Lebih baik aku menyusulnya di sekolah, sekalian melihat-lihat keadaan sekitar dan berolahraga sedikit." Ucap Helena melihat tubuhnya seperti ikan buntal. Saat ia berjalan, ia menemukan hal menarik yang ingin di lihatnya. Tapi tiba-tiba Agatha datang dan melawan mereka semua serta menyuruh Alin untuk pergi. Semua kejadian yang terjadi sudah terjadi di lihat oleh Helena.
"Sejak kau menolong Alin dari mereka yang kau pukuli." Jawab Helena setelah berfikir tadi iseng ingin melihat Agatha di sekolah namun melihat kejadian perundungan di tengah jalan. Dan kegiatan perundungan itu ada kaitannya dengan Agatha.
"Benarkah? Aku tidak melihat nona Helena saat itu. Tapi kenapa nona ada di sana?" tanya Agatha.
"Aku hanya berpikir harus jalan-jalan sebagai olahraga untuk tubuh ku ini. Lagi pula aku hanya ingin mengingatkan mu untuk membelikan ku sosis dan daging lagi." Jawab Helena.
"Nona mengkhawatirkan aku?" tanya Agatha.
"Kata siapa? sudahlah ayo kita pulang." Jawab Helena menghindari pembicaraan.
"Kita ke supermarket dulu membeli pesanan nona setelah itu kita pulang." Jawab Agatha yang berjalan dan Helena turun ke lorong jalan untuk mengikuti Agatha berjalan dari samping.
"Agatha Renata." panggil Helena dengan nama lengkap Agatha yang selama ini Helena hanya memanggil bocah ini.
"Iya nona Helena." Jawab Agatha.
"Ngomong-ngomong apakah selama ini kau hidup seperti ini?" tanya Helena tiba-tiba seperti itu kepada Agatha.
"Maksudnya?" tanya Agatha yang bingung dengan pertanyaan seperti itu.
"Setelah beberapa Minggu aku tinggal bersama mu, aku mengerti bahwa kau hidup cukup berat." Jawab Helena dan Agatha hanya melihat ke arah bawah pada posisi Helena yang berjalan di sampingnya.
"Kau selama ini menghindari perundungan seperti tadi hanya untuk menyembunyikan kekuatan Forza yang kau miliki. Padahal kekuatan itu sangat menguntungkan untuk mu di saat seperti tadi. Lawan mu akan kalah dengan mu jika kau benar-benar melakukan itu." Jawab Helena lagi.
"Tidak usah berbicara tentang perundungan seperti tadi atau perkalian apapun yang biasa di hadapi. Bahkan kau juga menghindari sebuah pertemanan. Bukan hanya sekedar karena kau harus berpindah-pindah tempat mengikuti orangtua tapi juga karena kau tidak ingin orang mengetahui tentang kekuatan mu. Yang lebih parahnya kau takut pada kekuatan mu sendiri. Aku sangat ingat samar-samar saat pertama kali bertemu dengan mu, kau menggunakan kekuatan teleportasi milik mu untuk menangkap ku yang terjatuh dari pohon." Jawab Helena meneruskan ucapannya.
"Tapi tenang saja, kau sekarang tidak perlu takut pada kekuatan mu lagi. Dan tidak perlu takut jika orang lain mengetahui kekuatan yang kau miliki. Sekarang kau harus bangga bahwa kau sekarang sudah memilih hidup sebagai seorang manusia Forza. Dan kau juga tak perlu khawatir karena ada aku." Jawab Helena yang membanggakan dirinya.
"Wajah mu harus seperti itu. Seharusnya kau bangga dengan kekuatan yang kau punya, tidak semua orang memiliki kekuatan yang spesial. Banyak orang yang iri dengan seseorang yang memiliki kekuatan, tahta, kekayaan dan sebagainya yang melebihi mereka sendiri. Mereka dengan seenaknya menyalahkan mereka yang berada di atas mereka. Dan seperti itulah hidup. Tapi yang terpenting untuk saat ini, jangan takut terima kekuatan yang kau miliki dan gunakan itu untuk melindungi orang-orang yang berharga bagi mu. Seperti kau sedang melindungi Alin tadi dari mereka yang ingin melukai Alin." Jawab Helena. Agatha yang mendengarkan hal itu mengekspresikan wajah yang bahagia dengan senyuman yang terlihat di sudut bibir miliknya dan menganggukkan kepalanya.
"Kau akan membantu ku menjadi lebih kuatkan nona Helena?" tanya Agatha.
"Tentu saja, selama aku masih ada di dekat mu." Jawab Helena.
"Ada lagi, kau tidak perlu di khawatirkan tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Sekarang juga kau tidak sendirian. Ada Aku yang akan melindungi mu." Jawab Helena kepada Agatha untuk tidak percaya kepada orang. Karena semua orang adalah keluarga.
"Benarkah?" tanya Agatha mulai tersenyum.
"Tentu saja. Asal kau lebih rajin untuk berlatih dengan ku dan menjadi kuat." Jawab Helena kepada Agatha.
"Tentu saja aku akan berlatih dengan keras untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa dia harus mencoba selalu untuk semua kemungkinan." Jawab Agatha bersemangat.
"Hahaha. Aku tidak menyangka bahwa Agatha benar-benar polos." Jawab Helena dalam hati. Padahal dia sudah ragu-ragu tadi untuk ke sini, tapi ternyata bisa melihat pertunjukan perkelahian Agatha, Helena dan beberapa orang.
"Sudah aku katakan, aku akan membantu mu menjadi lebih kuat." Jawab Helena.
" Sekarang kita masuk ke sana dan membelikan beberapa makanan untuk mu dan si hitam." Jawab Agatha yang menunjuk tangan ke arah supermarket. Agatha mengangkat tubuh rubah Helena dan masuk ke dalam supermarket. Mereka berbelanja apa yang mereka inginkan. Setelah semuanya sudah terbeli, mereka pulang ke rumah.
"Oh ya Nona Helena. Saat tadi aku menolong Alin, dia mau berbicara dengan ku beberapa kalimat." Jawab Agatha yang polos dan merasa bahagia bahwa dirinya menganggap seperti sedang berteman dengan Alin.
"Kau mengaggap dia sudah mau berbicara dengan mu?" tanya Helena.
"Mungkin ini hanya permulaan." Jawab Agatha.
"Terserah tanggapan mu saja. Oh ya, bukanya seminggu lagi ayah dan ibu mu akan kembali?" tanya Helena.
"Ibu dan ayah sudah memberikan kabar bahwa mereka masih memiliki banyak urusan di pekerjaan sehingga tidak bisa kembali bulan ini." Jawab Agatha.
"Itu malah bagus." Jawab Helena.
"Ahhh kenapa bagus? Aku sangat merindukan mereka." Jawab Agatha yang jadi teringat.
"Sudahlah, kau tidur saja. Setelah itu kita latihan lagi." Jawab Helena yang memerintah Agatha untuk tidur siang.