
"Kalian benar-benar memilih Agatha?"tanya Vero dalam pertemuan kemarin bersama dengan El.
"Iya. Agatha akan menjadi perwakilan Ken untuk masuk akademi Forza jalur khusus setiap organisasi atau keluarga ternama." Jawab El.
"Apa tidak akan menimbulkan respon negatif di dalam?" tanya Vero.
"Kemarin sempat terjadi hal itu, tapi sudah di bereskan. Lagi pula tuan Al sendiri yang memutuskan hal itu. Lagi pula kemampuan Agatha memang pantas untuk mendapatkan kuota itu. " Jawab El.
Vero kembali menatap Alin yang sedang berlatih di bawah dan menghilangkan fikiran ingatan dirinya kemarin saat bertemu dengan El.
"Ayo guru." Jawab Kaivan.
Mereka berdua menghampiri Alin yang berada di bawah dan berlatih bersama-sama. Selesai latihan mereka berencana untuk membuat pesta kepada yang lain untuk membuat cela kepada Alin untuk berbaur dan mengenal anggota Dev yang lain. Tapi sayangnya Alin menolak hal itu.
"Maaf guru, aku tidak bisa ikut." Jawab Alin.
"Kenapa?" tanya Vero.
"Aku tidak bisa minum alkohol. Lagi pula besok adalah ujian terakhir sekolah untuk semester ini." Jawab Alin yang membungkukkan badan dan membalikkan badan untuk melangkah pergi meninggalkan mereka.
"Dasar gadis polos ini." Jawab Kaivan tertawa. Semua orang heran dengan tingkah Kaivan yang jarang tertawa.
"Kenapa kalian melihat ku begitu? Kalian lihat bagaimana tampang kalian, kalian menakuti gadis kecil itu. " Jawab Kaivan lalu pergi.
"Apa itu benar tuan Vero?" tanya perwakilan mereka.
"Tentu saja tidak. Maklum saja, mereka masih pelajar sedangkan kita pekerja. Sudahlah, kita saja ayo." Jawab Vero yang mengajak mereka. Mereka yang bersorak bahagia dan pergi untuk makan malam.
Keesokan harinya mereka mengikuti ujian terakhir di sekolah dengan begitu baik. Selesai mengumpulkan kertas jawaban dengan tepat waktu.
"Semuanya sudah mengumpulkan?" tanya guru.
"Sudah." Jawab para siswa siswi
"Bagus. Hari ini hari terakhir ujian. Selamat berlibur untuk yang tidak ikut les tambahan. Semoga kita bertemu lagi di semester berikutnya dengan keadaan sehat, sementara untuk yang mendapatkan les tambahan, sampai bertemu di hari Senin " Jawab guru mengakhir percakapan.
"Alin." panggil Agatha.
"Ada apa?" tanya Alin.
"Bagaimana jika hari ini kita begadang di rumah ku? Besok kita pergi bersama ke akademi forza bersama-sama." Jawab Agatha.
"Oke." Jawab Alin yang menjawab tanpa ekspresi.
"Baguslah. Aku akan mengajak yang lain " Agatha membuat pengumuman di grup. Mereka berempat berkumpul di gerbang sekolah dan bersama-sama berbelanja di supermarket dan membawanya ke rumah Agatha.
"Apa kita membawa ini terlalu banyak?" tanya Agatha melihat dua kantung belanjaan susah di pegang olehnya. Dan yang lain juga sama membawa kantong belanjaan berjalan ke arah rumah Agatha.
"Terimakasih Rania sudah membayar belanjaan ini. Dan terimakasih juga untuk Kaivan yang juga membayar belanjaan ini." Jawab Agatha saat berjalan bersama dengan mereka bertiga.
"Tidak apa-apa." Jawab Rania.
"Biasa aja." Jawab Kaivan.
"Kita mau buat apa?" tanya Alin.
"Tadi kita sudah membeli banyak daging sapi, sosis dan sayuran lainnya beserta buah dan minuman yang tidak beralkohol. Jadi kita akan membuat barbaque dan tidak menginap di dalam rumah ku." Jawab Agatha.
"Jadi di mana?" tanya mereka.
"Aku akan mengajak kalian menikmati suasana yang sering aku lakukan bersama keluarga, yaitu camping. Jika kalian tidak suka aku akan membatalkannya." Jawab Agatha.
"Aku mau. Aku belum pernah melakukannya." Jawab Rania yang senang.
"Baiklah aku akan ikut." Jawab Kaivan.
"Apakah kau sudah pernah camping?" tanya Rania
"Tentu saja sudah." Jawab Kaivan dengan sombongnya.
"Sejak kapan?" tanya Rania
"Tentu saja sejak aku di luar negeri. Sejak di sana aku mengikuti kegiatan di kampus dan melakukan hal camping itu." Jawab Kaivan.
"Baguslah." Jawab Agatha yang meletakkan belanja miliknya dan membuka pintu pagar dan masuk ke dalam rumah.
"Kenapa bagus?" tanya mereka bertiga tidak mengetahui apa yang di katakan Agatha.
Agatha meletakkan belanja di atas meja dapur dan mengajak mereka semua untuk mengikuti dirinya ke dalam gudang. Mereka membawa peralatan camping.
"Karena Kaivan yang sudah pernah mendirikan tenda maka tugas Kaivan melakukan hal itu bersama dengan Rania. Rania aku mohon bekerjasama dengan Kaivan.
"Ha? Kami?" tanya Rania dan Kaivan bersama-sama.
"Jika tidak mau bagaimana jika salah satu dari kalian untuk membantu aku masak?" tanya Agatha.
"Baik, aku akan membantunya." Jawab Rania.
"Aku juga." Jawab Kaivan.
"Alin bantu aku memasak." Jawab Agatha.
Seperti biasa mereka bekerjasama untuk membuat makanan yang di olah sendiri. Agatha dan Alin di dapur, sedangkan Rania dan Kaivan membuat bara api dan menyiapkan tenda di belakang rumah Agatha untuk menikmati malam di luar rumah menggunakan tenda dan api unggun.
"Bakar ini." Jawab Rania.
"Bukan begitu penyihir." Jawab Kaivan yang melihat Rania sedang memanggang daging di atas bara yang sudah di nyalakan.
"Jangan sok pintar iblis." Jawab Rania yang asal saja meletakkan tusuk sate daging di atas panggangan api.
"Apa yang kalian ributkan?" tanya Agatha membawa jagung yang sudah di kupas kulitnya dan sudah di cuci untuk di panggang juga.
"Ini." Jawab Kaivan dan Rania bersamaan dengan menunjukkan ke arah bara api dan tusuk sate daging.
"......" Alin yang langsung mengambil ahli dengan membuat tusuk sate daging di bakar dengan cara yang benar. Alin dan Kaivan melihat hal ini dan hanya melirik satu sama lain.
"Lihat cara Alin melakukan hal itu dengan benar. Ikut cara Alin." Jawab Agatha yang meninggalkan mereka bertiga dan mengambil makan lainnnya untuk di bawa kebelakang rumah tepatnya di taman belakang Agatha.
"Hebat ." Jawab Kaivan dan Rania melihat Alin yang cekatan dalam memberikan penjelasan praktek tanpa berkata. Kalimat penjelasan milik ya di sampaikan dengan baik dan di ikuti dengan Kaivan dan Rania juga sangat baik.
Mereka akhirnya menikmati makan malam di langit malam. Kaivan mendirikan dua tenda. Satu tenda untuknya sendiri dan tenda kedua untuk Alin, Agatha dan Rania.
"Ternyata seseru ini menikmati suasana malam." Jawab Rania.
"Tentu saja. Apalagi jika kita membuat kemah kecil di dalam hutan. Kalian akan mendengar semua suara hewan yang tinggal di hutan." Jawab Agatha.
"Benarkah?" tanya Rania.
"Iya. Kalian bisa menatap bintang di langit dan juga pasti kalian akan menikmati suasana yang segar dan lega di dalam hutan. Itulah yang aku jalanin.
Mereka menikmati makan malam dan bercerita hingga mereka tertidur di tenda masing-masing.
Helena yang datang untuk mengecek mereka yang sedang berkemah di belakang rumah . Melihat mereka yang sudah tertidur pulas di dalam tenda Agatha, Alin dan Rania.
"...." Helena kembali keluar dari tenda Agatha melihat di luar semuanya berantakan.