Forza

Forza
Al mengantarkan Agatha pulang



"Kenapa bocah ini bisa sekuat itu?" tanya Ferry dalam hati dan masih mencoba menyadarkan Fara.


"Selamat Agatha." Jawab Al kepada Agatha dengan mengusap kepala Agatha.


"Terima kasih tuan Al " Jawab Agatha dengan tersenyum.


"....... apa yang terjadi?" tanya Fara.


"Kau pingsan Fara." Jawab Ferry.


"Apa? Bagaimana mungkin aku bisa kalah dari gadis itu." Ucap Fara yang sedang memegang kepalanya dan membangunkan tubuhnya untuk berdiri.


"Aku tidak menerima ini brengsekkkkk." Jawab Fara yang sudah berdiri dengan memberikan tatapan mata melotot kepada Agatha. Fara tidak menerima kekalahannya.


"Ini belum selesai gadis ingusan." Jawab Fara yang sedang menantang Agatha kembali untuk bertanding ulang.


"Apa yang kau katakan?" tanya El kepada Fara dengan berdiri di hadapan Fara.


"Jangan anggap pertandingan ini selesai begitu saja. Tadi aku hanya memberikan dia kesempatan untuk menyerang ku." Jawab Fara.


"Hentikan, kau bahkan tidak mampu untuk mengenai dia dengan serangan mu." Jawab El .


"Sial, itu tidak benar. Itu semua karena aku tidak mengetahui kemampuan dia." Jawab Fara dengan menunjukkan Agatha


"Hentikan. Apa kau belum cukup puas mendapatkan hasilnya? Terima kekalahan mu, Forza sejati tidak akan pernah punya kesempatan kedua." Jawab Al untuk menghentikan mereka.


Agatha hanya diam saja terdiam sejak tadi karena tidak tahu harus merespon seperti apa. Al yang selesai mengatakan itu membuat Fara dan Ferry takut. Al berjalan ke arah Agatha dan menghentikan langkahnya ketika berada di samping Agatha.


"Ayo ke ruangan ku." Jawab Al dan Agatha kaget dan mengiyakannya.


El memerintahkan Ferry untuk membawa Fara ruang medis untuk di rawat. El membereskan ruang latihan sedangkan Agatha dan Al berjalan ke ruangan Al. Al duduk di kursi kerjanya sementara Agatha duduk di sofa.


"Agatha." Panggil Al dengan tegas.


"Iya tuan Al." Jawab Agatha.


"Apakah kau berlatih sendiri atau kau memilih guru?" tanya Al tapi Agatha tidak menjawabnya.


"Baiklah jika kau tidak mau menjawabnya. Tapi kekuatan mu tadi sudah menunjukkan bahwa kau sudah meningkat dari sebelumnya." Jawab Al.


"Benarkah?" tanya Agatha dengan wajah yang polos.


"Tentu, aku harap kau akan mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran di sekolah akademik Forza nanti." Jawab Al


"Aku akan berusaha dengan baik." Jawab Agatha dengan tersenyum lepas mengangkat tangannya untuk bersemangat. Al yang melihat itu menutup setengah wajahnya pada bagian dagu hingga hidung menggunakan tangan. Mereka menjadi diam bersama-sama beberapa detik dengan kedua pasang mata saling bertatapan.


"Aku minta maaf, karena keputusan ku kau harus mengalami ini." Jawab Al.


"Tidak tuan Al, ini bukan salah anda. Seharusnya saya berterima kasih. Karena tuan Al aku bisa mengenal diriku yang sebenarnya. Dulu aku hanya berfikir sebagai seorang gadis remaja yang aneh. Tapi sebenarnya ini adalah kelebihan yang aku punya. Anugerah yang luas biasa." Jawab Agatha dengan tersenyum sambil berbicara.


"Hmmm, ini sudah malam. Aku akan mengantarkan mu pulang." Jawab Al.


"Tidak perlu." Jawab Agatha.


"Tidak apa-apa, aku sekalian pulang kerja." Jawab Al.


"Baiklah. Terimakasih tuan Al." Jawab Agatha.


Mereka berdua keluar dari ruangan dan El menyusul mereka. Mereka bertiga pulang. Sampai di gang supermarket Agatha meminta mereka berhenti.


"Kenapa di sini?" tanya El.


"Aku mau belanja dulu di supermarket." Jawab Agatha.


"Oh oke." Jawab El yang memberhentikan mobilnya.


"Terima kasih sudah mengatakan aku tuan Al, tuan El, selamat malam." Jawab Agatha yang memberikan hormat lalu keluar dari pintu mobil. Al juga keluar.


"Bukannya kau ingin belanja? Ayo." Jawab Al yang berjalan ke arah supermarket.


"Tuan Al?" tanya Agatha dengan pelan sambil berjalan ke arah Al yang sedang berjalan.


"Tuan Al juga ada yang ingin di beli?" tanya Agatha dan Al menganggukkan saja.


Mereka masuk ke dalam supermarket dan mengambil keranjang dorong. Agatha yang mendorong keranjang itu menuju ke arah rak produk yang ingin di beli Agatha.


"Aku mau beli makanan kucing, makanan anjing, sosis dan juga beberapa sayuran dan buah." Jawab Agatha.


Agatha yang asik membeli seluruh keperluan dan memasukkannya ke dalam keranjang dorong. Al hanya mengikuti Agatha yang mengambil dan setiap Agatha mengambil produk, Al akan menambahkan produk itu satu bungkus lagi.


Semua produk yang ingin di beli oleh Agatha sudah selesai. Tapi sejak tadi Al hanya mengikuti Agatha.


"Hmmmmm, kenapa sampai banyak seperti ini?" tanya Agatha dalam hati melihat keranjangnya penuh.


"Tapi semua ini adalah produk-produk yang ingin aku beli. Lalu tuan Al akan membeli apa? Sejak tadi hanya aku saja yang kesana kemarin untuk membeli ini semua?" tanya Agatha sambil menunjuk ke arah keranjang belanja.


Al tidak ingin menjawab, Al hanya mengambil alih keranjang belanja untuk di dorong olehnya ke arah kasih. Kasir yang menghitung seluruh produk yang ingin di beli memberikan jumlah total yang di beli. Al mengeluarkan kartun ATM dan membayarkan semua belanja yang di beli oleh Agatha.


"Tidak perlu, biarkan aku saja yang membayarnya." Jawab Agatha.


"Jangan menolak pemberian ku." Jawan Al kepada Agatha sambil menyimpan kartunya ke dalam dompet. Memasukan dompetnya ke kantong dan mengambil plastik belanjaan. Mereka keluar dari super market, Al berjalan ke arah mobil mereka tapi Agatha menolaknya.


"Tuan Al, biar aku saja yang bawa. Lagi pula rumah ku tidak terlalu jauh jadi akan berjalan saja." Jawab Agatha.


Al hanya diam dan berjalan ke arah rumah Agatha. Agatha yang tidak bisa menolak kebaikan Al hanya mengikuti dari belakang.


Mereka berjalan bersama tanpa ada kalimat apapun.


Agatha yang menarik kain lengan baju Al dengan pelan.


"Tuan Al berhenti." Jawab Agatha lalu mengambil produk yang ada di dalam kantong plastik yang di bawa oleh Al. Agatha mengambil makanan kucing untuk memberikannya kepada kucing liar.


Agatha mulai meletakkan makanan kucing pada satu jalanan yang hanya sendi itu, tali beberapa menit kemudian banyak kucing yang berdatangan dan di berikan makan oleh Agatha. Sedangkan El melihat dari kejauhan.


"Kenapa kau memberikan makanan kepada kucing-kucing liar ini?" hanya Al.


"Jika bukan aku siapa lagi yang akan melakukannya. Lagi pula, hal ini tidak merugikan saya.


"Anak-anak mamak tidak datang beberapa hari ini, maafnya. Oh ya makanan ini yang beli adalah Abang ganteng ini." Jawab Agatha yang seperti sedang berbicara dengan kucing-kucingan itu.


"Sini tuan Al." Al mengikuti apa yang dikatakan Agatha dengan mengelus kucing jalanan itu.


"Bagaimana? Bukanya mereka sangat imut?" tanya Agatha dan Al hanya menganggukkan kepalanya.


"Tuan Al apakah kau suka?" tanya Agatha dengan memberikan petunjuk kepada Al untuk mengelus kepala.