Forza

Forza
Pemeriksaan Mayat



"Vero ikut aku." Jawab Al kepada Vero dan berpamitan dengan mereka semua. Al memerintahkan mereka untuk istirahat saja.


Saat keluar dari ruangan, Vero menjelaskan apa yang di ketahui oleh ya dari supir dan juga cerita anak-anak. Vero menceritakan semuanya dan Al hanya diam dan berfikir apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


"Terima kasih sudah datang dengan cepat membantu mereka Vero." Jawab Al yang sudah mendengar semua yang ingin di dengar oleh ya.


"Tuan, apakah ini sudah waktunya untuk mereka?" tanya El.


"Nanti akan kita fikirkan." Jawab Al.


"Dimana para perampok itu?" tanya Al.


"Kami hanya menemukan dua mayat saja. Selebihnya aku tidak mengetahui dan harus berbicara bagaimana. Tapi mereka itu bisa mengalahkan mereka dengan seperti itu sudah termasuk hebat." Jawab Vero yang menjelaskan kepada Al sejak keluar dari ruang perawatan mereka menuju ke ruang mayat.


"Seperti yang sudah aku jelaskan dari penjelasan anak-anak dan dua mayat ini adalah lawan Agatha dan Rania. Mereka mengalahkannya dengan kerjasama yang baik. Sedangkan Alin dan Kaivan, mereka mengalahkan perampok lainnya sendiri." Jawab Vero.


"Jadi saat aku sudah datang di sana mereka semua sudah selesai?" tanya Al.


"Iya, aku sangat takut terjadi apa-apa dengan mereka karena terlambat. Tapi saat tiba, mereka sudah mengakhiri dengan baik walaupun mereka mengalami banyak luka saat bertarung." Jawab Vero.


"Apa Kaivan sudah sampai tahap yang baik untuk bisa melawan mereka?" tanya El.


"Entahlah, tapi bisa di lihat sendiri. Walaupun Kaivan itu menang melawan perampok itu, tapi dia mengalami kerusakan yang lumayan. Sedangkan yang lainnya hanya luka yang ringan. Tapi yang membuatku berfikir adalah bagaimana dengan Alin yang bisa melawan perampok lainnya? menurut cerita mereka, mereka melawan one by one. Dan terlihat dari kedua mayat ini, bahwa satu mayat di serang dengan kekuatan petir dan satu mayat lagi mendapatkan serangan 3 kekuatan. Kekuatan penyerang akan membekas pada setiap tubuh yang di serang." Jawab Vero.


"Bagaimana menurut mu Alin?" tanya Al yang bermaksud dengan kekuatannya.


"Kekuatannya setara dengan Kaivan ataupun Rania." Jawab Vero.


"Dia adalah murid dokter Agnia yang sekarang menjadi murid mu?" tanya Al.


"Iya." Jawab Vero.


"Mereka berempat sudah mulai berkembang dengan baik. Dan Agatha juga termasuk hebat, dia bisa bertahan melawan mereka dengan kondisi dia baru saja mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Forza." Jawab El.


"Iya." Jawab Al yang mengangguk sambil memeriksa sisa kekuatan di dalam tubuh mayat yang di pegang olehnya.


"Ini yang memiliki kekuatan fikiran?" tanya Al.


"Iya. Kami sudah mendatangkan seorang Forza profesional kekuatan fikiran yang kami punya, tapi dia tidak menemukannya." Jawab Vero.


"Tidak di temukan?" tanya Al yang heran.


"Iya, sepertinya mereka sudah sudah melakukan kontrak kepada seseorang. Jika mereka terbunuh kontrak segel itu akan menghapus ingatan mereka begitu saja. Sedangkan yang masih hidup, mereka bisa mengaktifkannya untuk menyembunyikan markas mereka." Jawab Vero.


"Pantas saja organisasi Forza Hitam sulit untuk di basmi sejak dulu. Karena memang mereka memiliki sistem yang cukup rumit untuk di pahami oleh kita." Jawab Al.


"Sekarang, minta bantuan kepada keluarga Dev dan seluruh kekuatan keluarga lainnya agar memperketat wilayahnya masing-masing agar tidak di masuki oleh orang-orang asing." Jawab Al.


"Aku sudah mengatakan kepada tuan besar. Jadi jangan khawatir. Untuk keluarga yang lain, aku akan menyampaikannya.." Jawab Vero.


Di mulai dengan membeli beberapa bahan di supermarket hingga bersama-sama membuat makanan dan makan bersama di rumah Agatha. Mereka memasak makan malam dan beberapa cemilan seperti biskuit, brownies dan manisan buah.


"Sepertinya sudah malam, aku harus pulang." Jawab Rania.


"Aku juga." Jawab Kaivan. Dan Alin juga berdiri untuk pergi meninggalkan rumah Agatha.


"Tunggu dulu, aku sudah menyiapkan makanan yang kita buat bersama tadi untuk di bawa pulang." Jawab Agatha yang mengambil tempat dan membungkusnya. Mereka masing-masing mendapatkan bekal untuk di bawa pulang ke rumah.


"Ahhhh senang ya memiliki teman." Jawab Agatha.


"Dan kau melupakan aku karena teman-teman mu." Jawab Helena yang baru saja muncul sejak ia menolong Agatha di gedung Bank.


"Nona Helena." Jawab Agatha yang senang langsung memeluk tubuh rubah Helena dalam pelukan kedua tangannya.


"Aku kira kau betah di rumah sakit sampai lupa untuk pulang." Jawab Helena.


"Nona kemana saja? Tadi saat pulang aku mencari mu tapi tidak ada. Tuan El mengatakan bahwa Anda sering pergi dari rumah." Jawab Agatha.


"Sekarang kau baru bertanya kepada ku?" tanya Helena.


"Iya, iya, maaf. Saya kira anda tidak apa-apa jika di urus dengan tuan El selama aku masih dalam perawatan." Jawab Agatha.


"Sudahlah, bagaimana dengan keadaan mu?" tanya Helena.


"Baik. Tapi, nona Helena. Ini adalah hal yang ingin aku tanyakan sejak saat itu, hanya saja aku menahannya karena belum bertemu dengan mu." Jawab Agatha.


"Bertanya apa?" tanya Helena.


"Apakah anda pernah berhadapan dengan orang yang memiliki kekuatan mental?" tanya Agatha.


"Forza elemen fikiran ya? Hmmmm...." Helena yang berfikir.


"Iya fikiran, aku benar-benar terkejut ternyata ada kekuatan seperti itu dan aku bahkan tidak dapat melawannya dan saat aku di manfaatkan olehnya saat itu, aku benar-benar sangat kesal. Aku tidak ingin membahayakan teman-teman ku karena aku. Saat itu, samar-samar aku mengingat bahwa aku hampir saja menyakiti Rania." Jawab Agatha.


"Gadis ini benar-benar aneh, dia memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri." Jawab Helena dalam hati.


"Bisa di katakan bahwa aku beberapa kali bertemu dengan orang yang seperti itu. Kekuatan mental itu terbagi menjadi 4 jenis, kekuatan pengendali fikiran manusia, pengendali fikiran hewan, pengendali tumbuhan dan pengendali semua mahkluk hidup." Jawab Helena menjelaskan.


"Ada 4 jenis lagi? Lalu jenis apa yang nona hadapi?" tanya Agatha.


"Semua sudah aku hadapi sepertinya. Hal itu memang merepotkan tapi untuk aku itu tidak berlaku." Jawab Helena.


"Bagaimana anda melakukan sehingga tidak terkena dampaknya?" tanya Agatha.


"Dunia alam sadar mu harus bisa bekerjasama dengan dunia sadar mu. Kalian adalah satu, jika kalian bersatu kalian tidak akan pernah mengizinkan orang lain untuk masuk ke dunia kalian. Seperti itulah kerjanya kekuatan mental itu sendiri, mereka akan masuk ke dunia alam bawa sadar mu untuk mengendalikan diri mu." Jawab Helena.