Forza

Forza
Pertarungan Alin dengan Rania



"Benar, dia hanya sebagai donatur untuk kita. Berteman dengannya kita bisa mendapatkan makanan yang banyak. Kita juga mendapatkan hal-hal yang tidak perlu kita mengeluarkan uang kita."


"Dia juga hanya pelindung kita jika kita seperti ini. Lagi pula dengan nama dia sebagai bos yang kita sebut ke anak-anak lain membuat kita mudah untuk mengambil uang mereka untuk kita sendiri atas nama Rania." Ucap mereka yang berbicara buruk tentang Rania. Mereka hanya memanfaatkan Rania saja.


Rania yang mendengar hal itu bersama dengan El membuatnya tidak memberikan pelajaran kepada mereka.


"Kasian nona Rania." Jawab El dalam hati.


"Abang El, ayo pergi." Jawab Rania yang sudah masuk mobil lebih dulu.


Mereka pergi ke markas Ken. Rania, Alin, El dan Vero sudah tiba dan mereka menghadap Al untuk meminta izin memakai ruang latihan untuk melakukan pertandingan antara Alin dan Rania. Al yang mengerti situasinya menyetujui hal itu.


"Maaf sudah merepotkan anda Tuan Al." Ucap Vero.


"Bisa jelaskan situasinya?" tanya Al.


"Aku ingin menantang Rania bertarung dengan ku." Jawab Alin dengan tegas.


"Lihat Abang? Bukan aku yang memulai, aku hanya menerima saja tantangannya." Jawab Rania.


"Maaf tuan Al jika murid ku tidak sopan." Jawab Vero.


"Murid?" tanya Al yang kaget mendengarkan hal itu.


"Dia adalah orang yang di bawah pengawasan distrik kita. Tapi aku sudah meminta atasan untuk memberikan hak pribadi mengangkat dia sebagai murid ku. Ceritanya panjang." Jawab Vero.


"Aku mengizinkan mereka memakai fasilitas ruangan kita, maaf jika saya terlalu lancang." Jawab El.


"Baiklah, aku mengerti. Silahkan lakukan pertandingan sesuai dengan aturan standar ya." Jawab


"Dia datang karena Agatha." Jawab El dengan membisikkan Al ketika mereka bersama-sama keluar dari ruangan.


"Anak itu datang untuk Agatha?" tanya Helena dalam hati yang lewat dari pintu ruangan mendengar El yang membisikkan El tentang hal itu. Helena yang pergi ke arah ruang perawatan yaitu ruangan Agatha.


"Agatha." Panggil Helena yang melihat Agatha sedang duduk di atas kasur dan menyerap kekuatan bumi.


"Nona Helena dari mana saja?" tanya Agatha.


"Jalan-jalan melihat sekitar. Oh ya, tadi aku melihat sesuatu menarik. Bagaimana jika juga melihat mereka bertanding dengan membawa cemilan." Jawab Helena.


"Siapa yang mau bertanding?" tanya Agatha yang heran.


"Alin datang mencari mu dan ia menantang Rania." Jawab Helen.


"Alin?" tanya Agatha yang terkejut.


"Ia, mereka sekarang di ruangan Al dan mungkin sekarang akan bertanding." Jawab Helena.


Disisi lain, Rania dan lainnya sudah ada di ruang pertarungan. Al dan Vero sebagai pengawas dan El sebagai wasit untuk memberikan aba-aba di mulai.


"Aku tidak akan menahan diri lagi karena kau yang memulainya." Jawab Ranian kepada Alin. Rania sudah memancarkan kekuatan Forza yang ada di sekitar tubuhnya. Begitu pula dengan Alin.


"Aku juga ingin menyelesaikan dengan cepat agar kau bisa membuka mulut di mana kau sembunyikan Agatha." Jawab Alin.


"Silahkan." Jawab Rania.


"Kalian siap?" tanya El yang berada di samping mereka untuk memberikan instruksi mulai.


"Mulai." Ucap El kepada mereka dan langsung saja Alin mengeluarkan bola api kekuatan Forza miliknya ke arah Rania. Rania yang terkejut namun bisa menghindari serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh Alin.


"Sial, dia menyerang dengan tiba-tiba." Ucap Rania dalam hati.


"Kau ingin bicara yang tidak penting atau bertarung?" tanya Alin dengan memberikan serangan berikutnya dengan bertubi-tubi.


Rania yang melihat hal itu, dua kali tidak bertubi-tubi dapat di hindari namun tidak yang ke 3 kali. Rania terkena serangan Alin dan tubuhnya terdorong ke belakang.


"Sial, sulit untuk berlindung sekaligus menyerang. Dia melakukan dengan membabi-buta namun arah serangannya tidak dapat di prediksi." Jawab Rania dalam hati.


Rania yang tidak mau kalah, langsung menyerang dengan kekuatan angin Forza yang di miliki olehnya. Hal itu membuat pipi kanan, bahu kana dan kaki kanan tergores akibat serangan Rania yang tidak sepenuhnya di hindari oleh Alin.


"Ini pertarungan yang cukup menarik. Sepertinya kemampuan yang di miliki oleh Alin adalah kemampuan yang di wariskan oleh dokter Agnia kepadanya. Ini akan menjadi pertarungan yang sulit untuk Rania." Jawab Al melihat pertarungan mereka.


"Jika saja Rania dalam keadaan baik mungkin dia tidak akan sulit." Jawab El.


"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Vero.


"Kemarin Rania baru saja bertarung melawan Forza baru. Dan dia kalah, makanya pertarungan kemarin memberikan dia pukulan berat untuknya menerima." Jawab El.


"Dia belum belajar dari pertarungan kemarin sehingga dia seperti ini." Jawab Al.


"Iya, jika nona Rania tidak menganggap musuh itu kuat atau lemah tapi dia harus serius. Dia tidak akan seperti ini." Jawab El.


Rania dan Alin seimbang dalam bertarung. Jika Rania terkena maka akan di balas dengan Alin yang juga terkena serangan. Tapi mereka tetap bertahan pada pondasi satu sama lain sampai Rania menyadari sesuatu.


"Apa aku selalu tidak menganggap lawan ku dengan serius?" tanya Rania dalam hati mengingat pertarungan kemarin dan pertarungan hari ini. Dia menyadari bahwa dirinya itu lebih kuat di banding yang lain.


Rania mulai serius dalam menghadapi Alin. Alin, El, Vero dan Al melihat aura kekuatan Forza yang di keluarkan Rania terlihat berbeda dari sebelumnya.


"Dia mulai serius. Bagus." Ucap Al melihat mereka.


Rania memadatkan kekuatan angin miliknya untuk menyerang Alin. Dia membentuk kekuatan itu seperti sebuah batu besar yang akan di lemparkan ke arah Alin. Dengan serangan itu, bola-bola api yang melindungi Alin tidak dapat menghentikan serangan Rania. Alin terkena serangannya dan terjatuh ke lantai. Alin mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Alin, nona Rania, kenapa kalian bertarung?" tanya Agatha yang sudah sampai di sana dengan menggunakan pakaian ruang perawatan. Wajah polos Agatha dan kehadirannya membuat pertarungan itu berhenti.


"Agatha?" Panggil Alin.


"Kenapa kau datang?" tanya Rania.


"Karena aku mendengar kalian datang." Jawab Agatha.


"Jika kau tadi tidak datang, aku masih ingin bermain dengannya. Karena kau sudah datang maka pertarungan ini sudah tidak asyik lagi." Jawab Rania.


"Baguslah jika kalian berhenti bertarung." Jawab Agatha.


"Aishhhhhh, semua ini juga karena mu." Jawab Rania lagi.


"Aku?" tanya Agatha.


"Dia mencari mu dan aku yang di hajar olehnya." Jawab Rania.


"Tidak begitu, aku hanya bertanya apa dia menyembunyikan mu." Jawab Alin.


"Kau mengkhawatirkan aku?" tanya Agatha dan wajah Alin merona tanpa penolakan.


"Alin kita pergi jika urusan mu sudah selesai." Jawab Vero.


"Tidak, biarkan dia mendapat perawatan di sini." Jawab Al.


"Baik tuan, terima kasih." Jawab Vero. Vero yang langsung membantu Alin berdiri dan membawanya ke ruang perawatan.


"Kau juga ikut Rania ke sana, dan kau Agatha apa sudah tidak apa-apa?" tanya Al. El membantu Rania untuk pergi ke ruangan perawatan dan meninggalkan Agatha dengan Al.