
Dirga menjelaskan kepada mereka tentang kekuatan daya ingat dalam menyimpulkan situasi dengan cepat. Mereka semua pada melihat seorang pria kecil yang memiliki kekuatan itu dengan sangat rendah. Mereka tetap menganggap dirinya lemah walaupun sudah mendengarkan penjelasan dari Dirga.
"Penjelasan saya sepertinya sudah cukup maka selanjutnya." Ucap Dirga untuk melanjutkan perkenalan para Forza lainnya yang belum memperkenalkan tentang kekuatan yang dimiliki olehnya.
"Maaf guru, aku tidak bisa mengatakan tentang kekuatanku." Jawab Agatha saat itu yang mendapatkan giliran bahwa dia yang harus memberitahukan kepada guru dan juga teman-temannya tentang kekuatan Forza yang dimiliki olehnya.
"Gadis ini benar-benar sudah gila karena telah memikirkan untuk menolak apa yang diperintahkan oleh guru." Jawab Carlos dalam hati melihat Agatha yang menolak untuk memberitahu.
Bukan hanya Carlos yang langsung menoleh ke arah agar tanaman juga para siswa lainnya yang menoleh ke arah Agatha yang telah berani untuk menolak memberitahukan tentang kekuatan Forza yang di miliki olehnya.
"Saya tidak bisa sembarangan memberitahukan tentang kekuatan Forza yang saya miliki. Bukannya kita memang tidak boleh sembarangan untuk mengatakan tentang kekuatan yang kita miliki kepada orang lain." Jawab Agatha.
"Tanpa kau mengatakan aku juga sudah tau." Jawab Dirga.
"Jika guru sudah mengetahui hal itu, maka sudah cukup untuk aku tidak mengatakan di hadapan orang banyak." Jawab Agatha.
" Tapi, apakah ada yang berubah jika kamu mengatakannya kepada kami semua? Atau kamu menganggap bahwa kekuatan yang kamu miliki lebih istimewa di bandingkan dengan yang lainnya di sini? Kau seharusnya belajar dari teman-teman mu yang berani mengatakan tentang kekuatan mereka, Lebih baik mengatakan tentang kekuatan yang kita miliki untuk mencari pengalaman dan juga pengetahuan di sini daripada menyembunyikannya." Jawab Dirga.
"Lagi pula, cepat atau lambat kami semua akan mengetahui tentang kemampuan yang kamu miliki." Jawab Dirga lagi.
"Saya sudah mengetahui hal itu namun saya harus tetap menjaga janji apa yang sudah saya katakan kepada orang-orang yang telah memberitahu saya untuk tidak sembarangan mengatakan tentang kekuatan yang saya miliki. Saya juga tidak menganggap bahwa kekuatan yang saya miliki lebih istimewa daripada yang lain. Saya juga berada disini untuk belajar dan mendapatkan pengalaman. Maka dari itu saya sudah mengatakan maaf kepada guru dan teman-teman untuk tidak dapat memberitahukan tentang kekuatan yang saya miliki." Jawab Agatha dengan menundukkan kepalanya.
"Apa gadis ini tidak peka bahwa guru sudah marah kepadanya?" tanya Carlos dan yang lainnya dalam hati mereka masing-masing.
"Aku hargai keputusan mu. Tapi kau sudah membantah perintahku, jangan harap menjadi Forza yang ingin di contoh yang lainnya." Jawab Dirga.
"Aku akan menerima apapun keputusan guru karena telah melanggar perintah guru tentang hal ini." Jawab Agatha.
"Kau menantang? Baiklah, lari keliling ruangan latihan ini 10 kali putaran." Jawab Dirga.
"Baik." Jawab Agatha yang mulai melangkah dan berlari kecil mengelilingi lapangan dengan wajah yang tersenyum setelah menundukkan kepalanya menerima hukuman.
"Apa dia benar-benar sudah Gilak? Kenapa dia tersenyum?" tanya Carlos.
"Kau mau kemana?" tanya Dirga kepada Alin yang juga melangkah dari barisan dan ingin berlari mengikuti Agatha.
"Aku juga tidak akan mengatakannya." Jawab Alin yang langsung melangkah mengikuti Agatha.
"Mereka berdua memang sudah gila." Jawab Carlos dengan bergumam pelan.
"Sudah jangan lihat. Selanjutnya." Jawab Dirga.
Mereka kembali melanjutkan untuk berkenalannya. Sementara Helena yang sedang berada di dalam kamar sudah mengumpulkan energi untuk membuka mata dan berjalan menuju meja makan menikmati sosis yang sudah di sediakan oleh Agatha.
"Kenapa malas sekali untuk bergerak? Padahal aku ingin sekali berkeliling melihat situasi yang terjadi di tempat ini." Jawab Helena dalam hati.
Tiba-tiba suara pintu terbuka, ternyata El datang membawa beberapa makanan untuk Helena sesuai dengan janji yang sudah di katakan olehnya kepada Agatha.
"Kau sedang makan putih?" tanya El yang tersenyum berjalan membawa makanan dan mendekati Helena.
"Aku baru tau bahwa seekor ruba cukup makan sosis saja. Baiklah, makan yang cukup. Sosisnya aku masukkan ke dalam kulkas. Jangan terlalu banyak makan nanti sakit, makan secukupnya saja. Dah putih, aku tidak bisa berlama-lama." Jawab El yang mencoba ramah-tama tapi Helena tetap memasang wajah seram dan tidak ingin di dekati.
"Setelah ini aku akan keluar dan melihat situasi." Jawab Helena yang masih menikmati makannya.
Agatha dan Alin yang sudah selesai berlari 10 putaran. Dan yang lain sudah selesai berkenalan.
"Kalian sudah siap?" tanya Dirga melihat Agatha dan Alin yang sudah berdiri di belakang Dirga. Agatha dan Alin menganggukkan kepalanya.
"Duduklah." Jawab Dirga.
"Baiklah, untuk hari ini selain perkenalan satu sama lain. Kita akan berkenalan tentang Forza." Jawab Dirga.
"Tidak ada yang mengetahui tentang asal muasal tentang kekuatan ini. Tapi kekuatan ini untuk menyeimbangkan bumi dari hal baik dan buruk. Kekuatan forza ini memiliki berbagai elemen dasar. Elemen itu sendiri yaitu air, tanah, udara, api, angin dan fikiran. Ada beberapa kasus elemen dasar yang mampu menjadi elemen baru seperti elemen es, elemen petir, elemen pengendali fikiran mahkluk hidup, elemen kayu, elemen pengobatan." Jelas Dirga ketika membuka slide presentasi yang di tampilkan lewat layar di hadapan mereka.
"Setiap manusia Forza memiliki satu atau lebih elemen dasar sehingga memiliki elemen baru. Dan ada kasus juga Forza yang memiliki semua elemen, hal ini adalah kasus khusus." Jawab Dirga.
"Kasus khusus?" tanya Carlos.
"Iya. Kasus yang saat ini hanya 2 kali terjadi selama berabad-abad. Untuk Forza yang memiliki kasus ini tinggal 1 orang saja yang masih hidup, namun saat ini orang tersebut menghilang dari dunia Forza beberapa tahun ini. Ada yang mengatakan bahwa ia sudah meninggal dan ada yang mengatakan bahwa dia sedang terluka parah. Tidak ada yang mengetahui tentang dirinya karena sejak awal dia adalah seorang Forza penyendiri, tanpa organisasi. Seorang Forza yang berkelana dengan bebas tanpa ada aturan. Seorang Forza yang memang pantas untuk sombong karena kekuatan yang di miliki olehnya." Jawab Dirga.
"Kembali pada topik utama. Seorang Forza yang memiliki kekuatan dua elemen dasar contoh yang dekat dengan kita adalah organisasi atau keluarga keturunan Dev. Mereka memiliki elemen baru yaitu es. Elemen ini perpaduan antara elemen air dengan elemen udara yang dalam membekukan suhu sesuai dengan yang di miliki mereka." Jawab Dirga.
"Lalu bagaimana dengan kekuatan setiap elemen itu sendiri guru?" tanya Agatha dengan mengangkat tangannya dan di persilahkan oleh Dirga untuk berbicara.
"Kekuatan setiap elemen?" tanya Carlos kepada pertanyaan Agatha yang tiba-tiba.