
"Aku ke kamar mandi dulu Agatha, kau masuk saja dulu." Ucap Rania.
"Oke." Jawab Agatha yang berjalan.
"Kau masuklah ke dalam, aku ingin berkeliling." Jawab Helena.
"Oke nona Helena." Jawab Agatha dengan menurunkan Helena ke lantai dan membiarkan Helena pergi. Agatha masuk ke dalam ruang rapat dan melihat seorang sudah duduk di kursi rapat.
"Siapa dia?" tanya Ferry kepada Fara saat Ferry baru saja masuk ke dalam ruangan setelah Agatha.
"Jadi kau yang bernama Agatha itu?" tanya Fara yang berdiri dan melihat Agatha dengan begitu serius.
"Selamat pagi." Ucap Agatha dengan begitu polosnya untuk menyapa mereka berdua.
"Aku dengar kau sudah mengalahkan salah satu api kembar, Dewi." Ucap Fara dengan berjalan dan mengelilingi Agatha yang sedang berdiri di pintu.
"Aku benar-benar tidak menerima jika kau menjadi perwakilan istimewa dari keluarga Ken untuk mengikuti akademik Forza tahun ini." Jawab Fara.
"Abang lihat? Dia ini kurus dan lemah." Jawab Fara dengan mengangkat tangan Agatha lalu menjatuhkannya lagi.
"Kalian kenapa?" tanya Agatha yang heran dengan mereka yang terlihat aneh.
"Tuan Al segera datang, duduklah." Jawab Ferry melihat Al dan El sedang berjalan menuju ke arah ruang rapat.
"Baiklah." Jawab Fara duduk kembali ke kursinya.
Al dan El masuk ke dalam ruang rapat tapi Agatha masih berdiri.
"Duduklah." Ucap Al kepada Agatha dan Agatha hanya tersenyum dan duduk di kursi.
Saat mereka semua sudah duduk di kursi, Rania masuk ke dalam. Al juga memulai pembicaraan.
"Baiklah, semua sudah kumpul. Tuan Al silahkan bicara." Jawab El untuk mempersilahkan Al untuk berbicara.
"Singkat saja, kalian berempat yang akan menjadi perwakilan keluarga Ken. Seperti yang sudah aku katakan kepada Fara dan Ferry sebelumnya, dia adalah Agatha. Dia akan menjadi perwakilan dari keluarga kita yang ikut secara khusus. Agatha, mereka Fara dan Ferry. Sepupu jauh dari keluarga kami." Jawab Al untuk memperkenalkan mereka.
Agatha mengulurkan tangannya kepada Ferry dan Fara. Dengan sangat malas, Ferry dan Fara menyambut uluran tangan Agatha. Mereka karena menghargai Al yang ada di depan mereka.
"Akademi forza akan dilakukan selama sebulan saat liburan sekolah formal kalian. Setelah ujian, besoknya kalian akan berangkat. Persiapkan apa saja yang akan kalian bawa. Aku hanya berharap kalian dapat menambah pengalaman dan pengetahuan sebagai Forza yang akan melindungi distrik A dimasa depan. Jadi aku berharap bantuan dari kalian." Jawab Al kepada mereka.
"Baik." Jawab mereka berempat dengan penuh semangat.
"Abang Al tidak perlu seperti itu, kami akan melakukan yang terbaik." Jawab Ferry yang heran dengan sikap Al barusan.
Pertemuan itu hanya membicarakan tentang lokasi, jangka waktu dan beberapa informasi siapa saja yang akan datang sebagai siswa dan guru untuk mereka.
Setelah selesai, Al dan El langsung pergi meninggalkan mereka. Ferry dan Fara masih menatap Agatha dengan tajam. Rania merasakan hal itu sehingga ia segera meminta Agatha untuk keluar dari ruangan.
"Punya klasifikasi apa dia sehingga mendapatkan undangan istimewa dari keluarga kita?" tanya Fara.
"Tenang saja, aku sudah memerintahkan orang untuk memeriksa tentang Agatha di rumahnya." Jawab Ferry.
"Benarkah?" tanya Fara.
"Iya. Kita tunggu aja kabar dari mereka." Jawab Ferry.
"Oke." Jawab Fara.
Disisi lain, satu jam sebelum itu. Helena mendengarkan ucapan Ferry yang sedang menelpon dan mengatakan nama Agatha. Hal itu membuat Helena untuk segera pulang kerumah.
"Kau diamkan saja anjing itu." Jawab salah seorang yang berhasil membuka pintu dan masuk sendirian. Seorang lagi berusaha untuk mendiamkan Black dengan tangannya. Tapi Black langsung mengigit tangan orang itu sehingga lelaki itu mengeluarkan kekuatan Forza miliknya dengan mencampakkan Black dari tangannya hingga terseret ke arah pagar rumah.
Helena yang melihat Black telah dilukai membuatnya bergerak untuk melawan seorang itu. Dengan cakar miliknya membuat seorang yang memakai masker hitam tergores. Helena langsung meninjunya dengan sedikit kekuatan Forza listrik sehingga membuatnya tersetrum dan pingsan.
"Kerja bagus." Jawab Helena kepada Black dengan melihat Black sedang berdiri dan bernapas teratur.
"Kau di sini saja. Biar aku yang urus satu lagi." Jawab Helena yang berjalan ke dalam rumah.
Helena melihat orang itu sedang membuka laci dan lemari.
"Dia tidak ingin mencuri atau melukai Agatha, tapi dia ingin mencari informasi tentang Agatha." Jawab Helena dalam hati melihat rumah yang sudah seperti kapal pecah. Kertas-kertas berserakan, barang-barang berserakan ke lantai.
"Kenapa lelaki dari kantor Al itu memerintahkan mereka?" tanya Helena dalam hati.
"Aku tidak bisa membiarkannya, bocah itu sangat tidak menyukai jika rumah berantakan." Jawab Helena dalam hati.
Helena melompat ke arah orang itu yang sedang jongkok membuka lemari pintu bawah. Helena langsung mengalirkan listrik ke pundak lelaki itu sehingga membuatnya langsung pingsan seperti temannya.
"Aku harus memberitahu Agatha secepatnya." Jawab Helena dengan membuka ponsel yang ada di kamar tamu.
"Agatha kita ke rumah mu bagaimana? Aku akan memberitahu mereka jika kita akan kesana." Jawab Rania.
"Boleh." Jawab Agatha dengan tersenyum.
Mereka keluar dari ruangan langsung masuk ke lift dan pergi meninggalkan kantor untuk ke rumah Agatha. Agatha yang mengecek ponsel yang terus berbunyi.
"Cepat pulang, ada sesuatu yang terjadi." Ucap Helena.
"Aku baru ingat tadi membawa nona Helena. Apa yang terjadi?" tanya Agatha baru mengingatnya.
"Rania bisakah kita sedikit lebih cepat." Jawab Agatha.
"Kenapa?" tanya Rania.
Agatha yang belum sempat menjawab tiba-tiba Alin menelpon Rania.
"Ada apa?" tanya Rania yang menganggkat telepon Alin.
"Kalian di mana?" tanya Alin.
"Masih dalam perjalan." Jawab Rania.
"Aku sudah sampai di rumah Agatha dan melihat seorang tertidur di depan pintu rumah Agatha yang terbuka. Karena aku penasaran aku melompat ke dalam dan melihat orang itu pingsan dengan wajah yang tercakar." Jawab Alin yang melangkah masuk ke dalam rumah Agatha dan Rania.
"Aku menemukan satu orang lagi di dalam yang sudah pingsan juga." Jawab Alin.
"Aku akan meninggalkan surat saja." Jawab Helena yang menulis di kertas. Dan akan menjelaskan nanti kepada Agatha.
"Apa ini yang di maksud nona Helena?" tanya Agatha yang mendengar ucapan Alin.
"Jadi ini alasan mu mau segera sampai di rumah?" tanya Rania.
"Aku juga tidak tau, tapi aku merasa gelisah. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Agatha.
"Sebentar lagi kita sampai." Jawab Rania yang mencoba menenangkan diri Agatha.
Rania memerintah supirnya untuk menambah kecepatan agar cepat sampai di rumah.