Forza

Forza
Menyelamatkan Alin



Agatha keluar rumah dengan menggendong Helena dalam bentuk rubah dan mengunci pintu rumahnya. Black menggonggong kepada Agatha yang ingin pergi.


"Kau ingin ikut?" tanya Agatha yang melihat Black menjulurkan lidahnya setelah menggonggong dan melihat Agatha dengan tatapan seekor anjing yang ingin ikut dengan tuannya.


"Baiklah kau juga ikut." Jawab Agatha.


"Untuk apa anjing ini juga ikut." Jawab Helena dalam hati. Tapi mereka tetap pergi bertiga ke rumah Alin dengan menggunakan taxi online. Walaupun tidak jauh tapi jika berjalan kaki juga membutuhkan waktu 30 menit sampai.


Sampai di rumah Alin, Agatha terkejut melihat pintu rumah Alin yang bolong berbentuk besi yang meleleh. Agatha langsung masuk ke rumah mencari Alin. Agatha aku juga melihat jendela yang terbuka dan tidak menemukan sosok Alin di dalam rumah.


Gonggong Black mengarah ke luar jendela. Helena yang sudah merasakan bahwa ada yang tidak beres. Helena langsung mengatakan pendapatnya kepada Agatha.


"Hubungi Vero untuk memberitahu bahwa alien tidak ada di rumah dan ada yang tidak beres dengan rumahnya saat ini." Jawab Helena.


Agatha mengerti apa yang dimaksud oleh Helena.


"Tuan Vero, datanglah ke rumah Alin sekarang. Saat ini aku datang ke rumah Alin dengan kondisi pintu yang seperti sedang di hancurkan secara paksa. Aku juga tidak menemukan Alin." Jawab Agatha.


"Aku mengerti. Sekarang kau pulang dulu, aku akan memeriksanya." Jawab Vero lalu mematikan ponselnya.


Beberapa menit yang lalu, Vero terlebih dulu datang ke rumah Alin untuk memberitahukan Alin tentang sekolah akademik khusus Forza yang akan di selenggarakan di akhir semester tahun ini. Tapi Vero sudah melihat hal ini setelah penjahat kembar itu pergi membawa Alin.


Vero juga mendapatkan kabar dari telepon genggamnya bahwa ada dua orang yang tidak di kenal masuk ke dalam wilayah distrik A. Mereka juga menyelidiki siapa yang telah ilegal masuk ke dalam daerah kami.


Vero langsung membuka ponselnya dan masuk ke dalam mobil. Vero melacak informasi keberadaan Alin. Vero ada menanamkan sebuah chip gprs yang ada di jam tangan Alin. Vero yang terus melihat dan mengikuti Alin pergi dari GPRS.


Sedangkan saat Vero pergi mengikuti alamat gprs yang membawa ke tempat Alin berada, Agatha datang dan melihat kondisi rumah Alin yang seperti itu.


Agatha langsung merespon Black yang terus menggonggong ke arah luar jendela.


"Alin keluar?" tanya Agatha dan anjing itu menundukkan kepalanya ke bawah yang berarti pertanyaan Agatha adalah benar.


Anjing hitam itu melompat keluar jendela dan di ikuti Agatha melompati jendela ke arah keluar juga. Helena juga mengikuti mereka. Agatha melihat anjing hitam itu yang berjalan seperti ingin menunjukkan jalan menuju ke Alin.


"Kau tau di mana Alin?" tanya Agatha sambil berjalan mengikuti Black dari belakang. Capek mereka berjalan akhirnya Black berhenti di semak rumput lalang yang tinggi berada di sebuah gedung terbengkalai.


"Kenapa kau berhenti?" tanya Agatha dan Black langsung menolehkan wajahnya ke arah mobil yang telah membawa Alin.


"Jangan gegabah untuk menyerang mereka, lebih baik kau pikirkan topik apa yang harus kau lakukan untuk menyelamatkan Alin." Jawab Helena yang menahan Agatha untuk maju terus tanpa adanya persiapan.


Agatha langsung jongkok dan melihat sekitar terlebih dahulu untuk melihat situasi. Agatha juga memberikan pesan kepada Vero bahwa ia menemukan Alin di tempat ini.


"Tapi mereka tidak ada?' Agatha melihat situasi.


Lalu tiba-tiba Alin yang di gendong oleh Dewa dari belakang mobil. Lalu mereka turun dan menyiksa Alin dengan kejam. Agatha yang sudah tidak tahan lagi ingin menyerang melihat temannya di siksa oleh Dewa dan Dewi. Alin yang sudah babak belur membuat emosi Agatha yang tidak terbendung lagi.


Agatha berlari dengan cepat ke arah Alin dengan pertunjukan melemparkan sebuah batu yang mengenai Dewi. Dewa yang masih menggendong alur untuk dibawa masuk tiba-tiba menghentikan jalannya karena terkejut. Dewa langsung berteriak dengan spontan melihat kedatangan Agatha.


"Agatha?" panggil Alin yang setengah sadar melihat sosok Agata ada di depan dirinya.


"Siapa kalian dan mau apa membawa Alin?" tanya Agatha kepada Dewa dan Dewi.


"Siapa lagi yang ikut campur urusan ini?" tanya Dewa yang sudah kesal melihat Agatha yang melemparkan batu sehingga terkena Dewi.


"Aku temannya, jadi lepaskan dia." Jawab Agatha membuat saling tersadar sepenuhnya walau dengan memar yang banyak akibat siksaan yang sudah di lakukan.


Kekuatan Forza Api yang dikendalikan oleh Dewa menjadi senjata utama dirinya dalam bertarung.


"Dewi pergi tinggalkan tempat ini dan bawa gadis kecil itu."


"Baik Abang." Jawab Dewi yang membawa Alin namun Alin mencoba memulihkan dirinya dengan menyerap kekuatan Forza dalam diam saat di bawa oleh Dewi.


Agatha berusaha menghindari serangan berbentuk api dari Dewa. Namun Agatha yang masih kurang dalam berpengalaman dan juga kekuatan yang tidak setara dengan Dewa membuatnya terkena serangan dan membuatnya terlempar jauh ke arah dinding.


"Dasar bocah-bocah tidak tau diri berani ikut campur uran orang lain." Dalam hati Dewa.


Pertempuran Agatha membuat waktu luang terlewati dan Vero tiba-tiba datang saat yang tepat. Di saat Agatha yang hampir saja di bunuh oleh Dewa.


"Hentikan iblis." Jawab Vero menangkis serangan Dewa yang mengarahkan ke arah Agatha.


"Tuan Vero?" panggil Agatha yang melihat kehadiran Vero dan tidak meninggalkan tanggung jawab.


"Dimana Alin?" tanya Vero.


"Dia di bawa pergi oleh seorang perempuan, teman dari orang ini." Jawab Agatha.


"Kejar dia, biar di sini yang mengurus ini." Jawab Vero.


"Baik." Jawab Agatha yang berdiri dan berjalan menuju ke arah Dewi membawa Alin masuk ke dalam gudang yang tidak di gunakan lagi.


"Lepaskan tangan mu dari bahu temanku." Jawab Agatha dengan melempar kekuatan Forza miliknya untuk membuat Dewi terkena namun akhirnya saya yang kena.


"Kau boleh juga." Jawab Dewi yang melihat aliran listrik mengarah ke dirinya namun dapat dihindari. Alin yang tiba-tiba sadar bahwa dirinya sedang di tengah-tengah orang yang sedang berkelahi. Alin langsung mengeluarkan kekuatannya dengan mengarahkan ke Dewi.


Dewi yang tidak mengetahui hal ini membuat diri ya tidak dapat menghindari kekuatan Alin. Dewi yang terjatuh ke lantai bawah dan Alin berlari ke sisi Agatha.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Agatha.


"Sakit tapi bisa aku tahan." Jawab Alin.


"Aaaaaaaa, dasar dua bocah kurang ajar." Jawab Dewi yang terjatuh dan ingin berdiri lagi. Alin sudah berada di samping Agatha.