Forza

Forza
Ujian Semester



"Pernyataan Alin sekarang dengan apa yang kita dengar saat ia bercerita di kamar pasien itu sama-sama tidak menunjukkan bahwa tidak ada Helena saat itu. Wajah Alin juga tidak berubah saat ia bercerita dan menjawab apa yang aku tanyakan. Lalu bagaimana bekas kekuatan Helena ada di sana?" tanya El kepada Al.


"Aku juga merasakan hal itu. Ini benar-benar aneh, sudah dua kali kita menemukan kekuatan Helen tertinggal di sana. Saat Alin dan Agatha bersama." Jawab Al.


"Bagaimana jika kita mencoba Agatha untuk mengeluarkan kekuatannya?" tanya El.


"Hmmmm, tapi saat ini dia baru saja akan pulih." Jawab Al.


"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya El.


"Untuk saat ini kita fokus pada keluarga Gon saja. Dan untuk Helena kita singkirkan dulu. Lagi pula kehadiran yang dua kali muncul tidak jelas." Jawab Al.


"Baik." Jawab El.


Dua hari kemudian, Agatha sudah pulang kerumah dan hari ini sudah masuk sekolah seperti biasanya. Mereka mengikuti ujian semester selama seminggu kedepan.


"Bagaimana keadaan mu Agatha?" tanya guru yang datang mengawasi ujian mereka.


"Sudah baik Bu." Jawab Agatha.


"Lain kali berhati-hati, jangan ikut dengan teman mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan raya. Kalian masih di bawah umur." Jawab sang guru.


"Tapi kami tidak berkendara Bu. Memang ada orang yang hampir menabrak kami." Jawab Alin untuk menyakinkan guru.


"Hah, jadi aku salah menyimpulkan? Jadi kalian benar-benar tidak apa?" tanya sang guru yang mendapat keterangan dari El hanya sekedar kecelakaan berkendara saja. Alin mengetahui hal itu sehingga menyamakan untuk alasan mereka libur, sedangkan Agatha sama sekali tidak mengetahui. Agatha yang di nilai para guru menjadi murid yang pintar, pendiam dan baik hati membuat para guru bersimpati kepada Agatha.


"Iya Bu." Jawab Agatha yang hanya bisa mengiyakan saat sang guru melirik dirinya dan membawa soal serta kertas ujian kepada dirinya.


Agatha, Alin, Rania dan Kaivan fokus kepada ujian mereka selama seminggu. Setelah itu mereka menghabiskan waktu untuk berlatih selama menunggu jadwal akademik khusus Forza terbuka.


El datang ke rumah Agatha untuk mempertanyakan bagaimana keputusan Agatha untuk menerima tawaran yang di berikan oleh Al.


"Tuan El?" tanya Agatha yang membuka pintu.


"Silahkan masuk." Jawab Agatha mempersilahkan El untuk masuk.


"Tidak perlu, aku hanya memberikan sedikit pesan dari tuan Al untuk mu. Soal akademik Forza, apakah kau sudah memikirkan hal itu?" tanya El.


"Belum. Bagaimana dengan Alin?" tanya Agatha.


"Mungkin dia sudah di tawari oleh keluarga Dev. " Jawab El.


"Baiklah, aku menerimanya." Jawab Agatha.


"Oke. Aku akan memberitahu tuan Al. Oy ya, tuan Al juga berpesan, jika kau menerimanya besok datang ke kantor untuk di perkenalkan oleh beberapa orang yang akan ikut di akademi Forza dari pihak Ken." Jawab El.


"Baik tuan El." Jawab Agatha.


"Baiklah. Aku pergi ke kantor sekarang." Jawab El.


"Hati-hati tuan El, kirimkan salam ku kepada tuan Al." Jawab Agatha.


"Baik." Jawab El.


Agatha duduk di sofa bersama dengan Helena kembali.


"Jadi kau benar-benar untuk menerima ya?" tanya Helena.


"Nona Helena yang memberitahukan aku bahwa aku harus menerimanya. Dan setelah aku pikir-pikir, selain menambah pengalaman aku juga bisa bersama dengan yang lain. Kami akan menghabiskan waktu liburan sekolah di akademi Forza." Jawab Agatha dengan tersenyum.


"Baguslah." Jawab Helena.


"Aku juga akan memberitahukan tuan Al dan tuan El untuk mengizinkan mu ikut bersama dengan ku nona Helena." Jawab Agatha.


"Aku ikut?" tanya Helena


"Tentu saja, nona harus ikut bersama dengan ku. Aku masih butuh bimbingan nona Helena?" jawab Agatha dengan menyatukan kedua telapak tangannya untuk memohon menerima tawaran dirinya.


"Baiklah jika kau memaksa." Jawab Helena.


"Yah...." Jawab Agatha yang memeluk Helena karena senang. Namun tiba-tiba ponsel Agatha berdering.


Video call grup chat mereka. Alin, Rania, Kaivan dan Helena. Mereka melakukan obrolan video call.


"Aku menerimanya." Jawab Agatha.


"Benarkah?" tanya Rania yang terkejut.


"Iya." Jawab Agatha.


"Aku juga menerimanya." Jawab Alin.


"Yeah, bagus sekali. Dengan begini kita berempat bisa menghabiskan waktu liburan bersama di akademik Forza." Jawab Agatha.


"Kau benar sekali." Jawab Rania.


"Aku akan menantikannya." Jawab Kaivan.


"Aku juga." Jawab Alin.


"Sampai ketemu besok Agatha." Jawab Rania.


"Sampai ketemu besok Rania." Jawab Agatha.


"Kau juga, besok jangan lupa datang." Jawab Kaivan dan Alin hanya menganggukkan kepalanya.


Video call mereka selesai malam itu. Pagi hari, Agatha sudah selesai bersiap dan menggendong Helena untuk pergi ke kantor Al. Agatha memesan taksi online untuk pergi ke sana.


"Tuan Al, nona Agatha sudah berada di bawah menuju kemari." Jawab El.


"Agatha?" panggil Rania yang juga baru tiba di lantai satu.


"Rania." Jawab Agatha.


"Kau membawa rubah mu ini kemari?" tanya Rania.


"Aku ingin bertemu dengan tuan Al dan membicarakan hal ini." Jawab Agatha.


"Kau ingin membawa peliharaan mu ke akademik Forza?" tanya Rania dan mereka masuk ke dalam lift khusus. Beberapa orang melihatnya heran dan bertanya-tanya siapa Agatha sebenarnya. Mengapa ia sering keluar masuk dengan mudah bersama dengan Rania, Al dan El.


"Aku rasa itu boleh, karena tidak ada peraturan untuk tidak boleh membawa hewan peliharaan." Jawab Rania.


"Benarkah?" tanya Agatha.


"Iya. Karena beberapa orang memiliki kekuatan Forza pengendali binatang. Jadi tidak ada peraturan akademik Forza yang melarang hal itu." Jawab Rania.


"Syukurlah." Jawab Agatha.


"Lagi pula jika aku di rumah saja aku akan bosan, lebih baik ikut mereka dan aku juga bisa menghirup udara segar di sana. Aku juga ingin lihat sejak kapan distrik A memilki tempat akademi Forza." Jawab Helena dalam hati.


"Aku akan menemani mu bertemu dengan Abang." Jawab Rania yang melangkah keluar dari lift. Mereka pergi ke ruangan Al untuk membicarakan hal itu.


"Kenapa kalian kemari? Kita kumpul di ruang rapat." Jawab Al yang melihat Rania dan Agatha masuk ke dalam ruangan mereka.


"Menemani Agatha." Jawab Rania.


"Tuan Al, ada yang ingin aku bicarakan." Jawab Agatha.


"Katakanlah." Jawab Al.


"Apakah boleh aku membawanya ke akademi Forza?" tanya Agatha dengan melirik Helena yang sedang ia gendong.


"Boleh, asal kau dapat mengendalikan dan tidak menggangu yang lain." Jawab Al.


"Aku pasti akan menjaganya. Terima kasih tuan Al." Jawab Agatha dengan tersenyum bahagia sambil mengelus kepala rubah Helena.


"Sudah tidak ada lagi yang di bicarakan? Kalian pergilah ke ruang rapat, aku akan berbicara dengan kalian nanti." Jawab Al.


"Oke." Jawab Rania.


Agatha dan Rania keluar dari ruangan Al bertemu dengan El.


"Pagi tuan El." Jawab Agatha tersenyum.