
2 jam yang lalu, Vero memerintahkan Agatha untuk menyusul Alin yang di bawa oleh Dewi. Vero yang bertarung dengan Dewa. Dewa yang ingin bertarung dengan Vero dan membiarkan Dewi membawa Alin ke dalam gedung.
Vero membuat sebuah pelindung dinding agar mereka bertarung dengan leluasa. Dalam perlindungan dinding ini tidak akan membuat banyak kerusakan di sekitar.
"Kau Forza yang kuat bisa membuat dinding pelindung." Ucap Dewa kepada Vero untuk menyerang.
"Kau penjahat peringkat 100 yang dikenal sebagai nama Api kembar, Dewa dan Dewi. Kenapa kalian datang kemari?" Vero yang bertanya kepada Dewa.
"Kau tau tentang ku?"
"Aku datang untuk apa bukan urusan mu." Jawab Dewa yang sudah bersiap-siap menyerang Vero mengeluarkan kekuatan Api miliknya di belakang tubuh dengan titik-titik bola api yang membentuk lingkaran.
"Kau sudah datang di tempat yang salah. Distrik A bukan tempat penjahat seperti kalian dengan bebas datang menginjakkan kaki di tempat ini." Jawab Vero dengan tatapan dingin melihat Dewa yang sudah bersiap menyerang dirinya.
Dewa langsung berjalan cepat mendekati Vero dan menyerang dengan melemparkan bola-bola api ke arah Vero. Dengan cepat Vero melemparkan bola batu es yang menghalangi api yang tertuju padanya. Mereka yang bertemu di satu titik dengan berhadapan langsung melompat ke arah belakang untuk menghindar satu sama lain.
Dan dengan cepat lagi Vero memberikan serangan jarum besar batu es mengarah ke Dewa. Dengan cepat juga Dewa menghindari ke kanan dan ke kiri dan semakin mendekat ke arah Vero. Dewa yang merasa jarak yang sudah pas mengeluarkan semburan api sepanjang dua meter ke arah Vero. Vero yang melompat ke belakang dan memasang tameng dinding es. Api yang mengenai dinding es menjadi air yang tumpah.
"Hebat juga kau." Jawab Dewa kepada Vero.
"Dia tidak memiliki identitas rangking pada dunia Forza, Informasi yang aku dapatkan hanya keluarga Dev yang memiliki kekuatan es seperti ini. Tapi wajahnya tidak seumuran belasan tahun seperti informasi yang tersebar. Siapa dia yang memiliki kekuatan seperti ini?" tanya Dewa dalam hati.
"Aku akan mulai serius." Jawab Dewa yang sudah membuat dirinya serius dan mengeluarkan semua kekuatannya untuk menghadapi Vero.
Vero merasakan bahwa api yang keluar menyelimuti tubuhnya adalah api yang mengeluarkan aura membunuh. Vero merasakan bahwa Dewa mulai serius.
"Jadi ini kekuatan Dewa api kembar yang terkenal itu. Aku rasa aku tidak boleh meremehkannya." Jawab Vero dalam hati melihat Dewa yang sudah mulai serius juga.
Tidak lagi bola api berdiameter 21 cm tapi sudah membuat ukuran 1 meter pada diameter pada bola api yang di buat oleh Dewa. Dewa langsung melemparkan bola api besar itu ke arah Vero dengan berturut-turut tanpa jeda. Vero berjalan cepat untuk menghindari serangan Dewa yang terus menyerangnya tanpa ampun.
Vero sengaja menguras tenaga dan kekuatan forza untuk membuat Dewa lengah. Sudah berjalan lima belas menit Dewa menyerang dengan membabi buta tanpa adanya strategi. Saat Dewa berhenti, Vero langsung mengeluarkan kekuatan Forza ke arah Dewa. Tubuh Dewa menjadi beku dari ujung kaki. Kekuatan Es yang membekukan kaki dan terus berjalan ke atas untuk membekukan seluruh tubuh Dewa dengan hitungan detik.
Patung es berbentuk tubuh Dewa telah terbentuk. Vero berhasil membuat Dewa membeku menjadi patung kristal. Tidak di sangka, dalam hitungan detik juga tiba-tiba es yang telah mengurung Dewa mencair di mulai dari tangan dan kepala.
Tidak sampai disitu, Vero yang melihat api yang di keluarkan dari seluruh tubuh Dewa mencairkan es dingin yang di buat olehnya menjadi udara panas yang mencairkan es. Vero langsung menyerang Dewa dengan serangan mengarah ke perut Dewa. Dewa yang tidak ingin kalah, mengeluarkan jurus terakhir yang di miliki olehnya.
Dewa mengeluarkan api dari mulutnya. Dewa memusatkan aliran kekuatan Forza ke mulutnya dan membuat bola api ke arah Vero. Serangan mereka saling bertabrakan membuat sebuah kabut yang menyelimuti mereka. Vero yang kehilangan penglihatan di kabut membuatnya berjalan tanpa arah. Sedangkan Dewa yang sudah terluka berusaha untuk kabur dari Vero.
Vero membuat kabur itu menjadi air dan membekukan menjadi salju sehingga membuat pemandangan menjadi normal kembali. Vero melihat Dewa yang berjalan dengan sempoyongan. Vero yang tidak ingin melepaskan Dewa menyerang kembali tepat pada pundak Dewa dengan tembakan es batu runcing.
Dewa yang terkena serangan Vero membuatnya terjatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri. Vero langsung berjalan mendekat untuk memeriksa. Melihat Dewa yang sudah tidak sadarkan diri, Vero langsung memikirkan Agatha yang telah menyusul Alin.
"Agatha?" tanya Vero yang berfikir bahwa Dewi yang di hadapi Agatha pasti kekuatannya tidak jauh dari Dewa.
Penghalang yang telah di buat Vero telah hilang dan bertepatan bala bantuan telah datang. Al dan El langsung datang karena saat itu mereka juga mengetahui bahwa Dewa dan Dewi masuk ke dalam area distrik A tanpa sepengetahuan mereka. Mereka sudah menyebarkan informasi ke seluruh jaringan Forza di distrik A untuk mendapatkan keberadaan Dewa dan Dewi.
"Kalian?" tanya Vero yang terkejut.
"Kau tidak apa-apa?" tanya El.
"Kalian tepat datang, pergilah ke arah sana. Agatha dan Alin di sana melawan Dewi." Ucap Vero yang berdiri tapi kekuatannya sudah cukup terkuras habis menghadapi Dewa.
"Kau disini dulu, biar aku yang ke sana." Jawab Al yang langsung berjalan dengan kekuatan ke arah Agatha.
"Aku ikut juga El, Alin di sana." Jawab Vero.
"Tidak perlu, biar aku dan tuan Al yang kesana. Kau disini saja." Jawab El kepada Vero dan langsung menyusul Al yang lebih dulu pergi.
Al masuk ke dalam gedung dan tiba di tempat melihat semuanya berantakan dan dua orang yang sedang tersandar di dinding. Al langsung berjalan tanpa kata, melihat Alin yang masih sadar dan mendekati tubuh Agatha dan menggendongnya. El yang baru tiba langsung mendekat juga.
"El urus sisanya." Jawab Al yang langsung membawa Agatha keluar dari gedung.
Vero melihat Al yang menggendong Agatha dan memasukkan ke dalam mobil. Dan melihat Alin yang di gendong oleh El keluar dari gedung. El membawa Alin masuk ke dalam mobil ambulance pada pasukan bantuan yang baru saja datang. Sedangkan Al langsung pergi dengan mobil membawa Agatha pergi.