
Rania yang pergi meninggalkan Agatha di taman begitu saja.
"Aku di tidak bisa melakukan apa-apa." Jawab Agatha dalam hati dengan mengangkat kedua tangannya dan melihat bahwa tidak ada sama sekali kekuatan yang bisa keluar dari kedua tangan miliknya seperti kekuatan yang keluar dari Rania adalah kekuatan angin.
Agatha pulang ke rumah dengan wajah yang lesuh. Terpancarkan sembab mata milik Agatha yang tidak bisa membendung air mata yang begitu saja jatuh dari mata ke pipi. Penampilannya yang tidak baik-baik saja telah terjadi pada dirinya.
"Kau kenapa?" tanya Helena yang sendang memakan cemilan miliknya sambil menonton televisi.
"Tidak apa-apa." Jawab Agatha yang meletakkan tasnya langsung dan duduk di samping Helena.
"Tapi wajah mu tidak menunjukkan hal itu?" tanya Helena lagi dengan menghentikan dirinya memakan cemilan.
"Tadi aku bertemu dengan salah satu orang yang mungkin adalah bagian dari organisasi Ken. Karena dia menggunakan kekuatan angin." Jawab Agatha yang bercerita tentang pertemuan dirinya dengan Rania.
"Kau bertarung?" tanya Helena lalu Agatha menganggukkan kepalanya.
"Kau kalah dan itu membuat mu murung?" tanya Helena lagi.
"Bukan, bukan seperti itu nona." Jawab Agatha.
"Kalau bukan karena kekalahan, lalu kenapa?" tanya Helena.
"Nona Helena, apakah tangan ku ini bisa mengeluarkan kekuatan Forza yang aku miliki?" tanya Agatha yang tiba-tiba, karena selama ini dia hanya bisa bergerak cepat seperti teleportasi. Tapi belum bisa mengeluarkan kekuatan Forza miliknya.
"Hahahah, kau tidak terima jika kalah dari perempuan itu karena kau belum bisa mengeluarkan kekuatan Forza seperti perempuan itu sudah bisa mengendalikan kekuatan Forza miliknya?" tanya Helena lagi kepada Agatha.
"Hmmmm, mungkin seperti itu." Jawab Agatha dengan tersipu malu.
"Hahahahah. Aku mengerti, tapi kau tak perlu khawatir. Bukannya kau harus berlatih lebih keras lagi. Dan kau sudah menemukan guru yang luar biasa seperti ku." Jawab Helena yang lagi-lagi suka membanggakan dirinya.
"Benarkah dengan berlatih aku bisa melakukan itu?" tanya Agatha.
"Iya." Jawab Helena.
"Aku belum mengajarinya untuk mengeluarkan kekuatan Forza yang di miliki olehnya karena aku bingung harus menggunakan teknik seperti apa karena belum mengetahui benar elemen apa yang paling di kuasai olehnya." Jawab Helena dalam hati.
"Baguslah, aku akan berlatih dengan keras dan menerima tantangannya setelah aku sembuh dan bisa mengeluarkan kekuatan yang aku miliki." Jawab Agatha.
"Kau mau menantangnya?" tanya Helena.
"Aku akan menerima tantangan miliknya karena dia yang mengatakan untuk datang ke organisasi Ken jika aku sudah pulih." Jawab Agatha.
"Anak ini sama seperti ku, tidak menolak tantangan siapapun yang datang padanya. Padahal dia sudah mengetahui kemampuan dan pengalaman bertarung miliknya." Jawab Helena dalam hati.
"Baiklah, ganti pakaian dan kita mulai latihannya di atas." Jawab Helena yang meletakkan cemilannya dan turun dari sofa, ia berjalan mengajak Agatha untuk berlatih.
"Baik." Jawab Agatha yang kembali semangat.
Disisi lain, Rania yang sudah di temukan sopir yang menjemputnya di sekolah.
"Datang ke kantor sekarang." Jawab Al pada telepon Rania.
"Anda melaporkan saya?" tanya Rania.
"Maaf nona, saya tidak bisa berbohong ketika tuan muda bertanya tentang anda." Jawab sopir itu ketakutan.
"Sudahlah, kita ke kantor Abang." Jawab Rania.
Tiba di kantor, Al sedang rapat sehingga hanya ada El di dalam ruangan Al.
"Tidak ada, hanya menantangnya seperti biasanya seorang Forza ingin mengukur kekuatan yang di miliki olehnya." Jawab Rania.
"Kenapa kau lakukan itu? Bukannya Al sudah mengatakan untuk berteman dengan Agatha. Kau hanya perlu mencari tahu tentang hubungan Agatha dengan Helena benar-benar ada atau tidak?" ucap El yang menjelaskan kepada Rania.
"Aku tidak bisa, dia sudah melakukan hal tidak baik kepada teman ku." Jawab Rania.
"Kau sudah bertanya dengan langsung apa yang terjadi kepadanya?" tanya El yang menganggap Agatha adalah gadis yang polos sehingga ia akan berkata jujur.
"Aku sudah mengetahui, tapi tidak mungkin aku mengatakan kepada Abang El." Jawab Rania dalam hati.
"Lagi pula aku tidak menghajarnya. Aku hanya ingin mengetahui kekuatan apa yang di miliki olehnya lalu menantangnya." Jawab Rania.
"Kau hanya melakukan itu?" tanya El.
"Dia menyerang teman-teman ku." Jawab Rania lagi.
"Kau pasti akan kenak marah oleh Al." Jawab El.
"Lagi pula dia tidak menolak ku untuk bertarung nanti setelah ia sudah benar-benar pulih " Jawab Rania.
"Apa lagi yang kau katakan kepadanya?" tanya El.
"Aku hanya mengatakan aku menantangnya seperti manusia Forza lainnya." Jawab Rania.
"Aishhh." Jawab El.
"Sepertinya latihan mu harus aku jadwalkan kembali lebih padat." Jawab Al yang tiba-tiba datang.
"Abang." Panggil Rania yang mendengar suara Al tiba-tiba.
"Apa yang sudah kau lakukan Rania?" tanya Al.
"Aku......" Rania yang menceritakan semua kejadian ia bertarung dengan Agatha.
"El, pergi temui Agatha untuk meminta maaf. Dan katakan padanya untuk tidak memikirkan tantangan Rania. Setelah Rania mendapatkan sesuatu dari ku aku akan meminta Rania pergi menemui Agatha untuk meminta maaf." Jawab Al.
"Baik tuan Al, aku pergi sekarang untuk menemui Agatha." Jawab El yang langsung pergi dari ruangan Al menuju rumah Agatha.
Suara bel pintu rumah Agatha terdengar. Agatha yang sedang berlatih dengan Helena menghentikan latihannya dan membuka pintu rumah. El sudah ada di depan pintu dan di persilahkan Agatha untuk masuk.
"Apa tuan datang kemari untuk bertanya tentang hal kemarin?" Agatha bertanya tentang tawaran El dan Al untuk masuk ke dalam organisasi Ken.
"Tidak, kedatangan ku kali ini karena adiknya tuan Al. Maaf atas tidak kesopanan tingkah laku Rania kepada mu. Nona memang orang yang seperti itu, terlalu kekanakan karena sering di manja oleh tuan besar. Tapi sebenarnya dia baik." Jawab El.
"Maksud tuan adalah gadis yang telah menyerang ku tadi siang?" tanya Agatha kepada El mengingatkan bahwa dirinya baru saja bertemu dengan anggota Ken.
"Iya. Nona Rania adalah adik dari tuan Al. Nona Rania sudah melakukan hal yang tidak sopan kepada nona Agatha. Jadi saya mewakili untuk mintak maaf." Jawab El.
"Jadi gadis itu adalah adik dari tuan Al?" tanya Agatha dan di anggukkan oleh El.
"Tidak apa-apa tuan El, aku juga berterima kasih kepada nona Rania. Karenanya aku jadi semakin bersemangat untuk menjadi seorang Forza yang kuat. Hanya saja aku belum mengerti bagaimana cara mengendalikan kekuatan ini. Tapi tenang saja, aku akan menerima tantangan yang di berikan oleh nona Rania." Jawab Agatha.
"Nona Agatha menerima tantangan nona Rania?" tanya El dengan terkejut.
"Baru aja aku ingin mengatakan tentang hal itu, tapi dia langsung mengatakannya. Begitu polosnya dia." Jawab El dalam hati