Forza

Forza
Pertemuan dengan Agnia



Agatha membawa anjing hitam itu ke rumah lalu mengobatinya. Helena yang melihat semua hal yang telah dilakukan oleh Agatha membuatnya heran. "Gadis ini lebih mementingkan anjing gila ini daripada dirinya. Dia mengobati anjing ini tanpa memperdulikan luka pada dirinya."


"Obati juga luka mu." Ucap Helena tanpa sadar.


"Iya nona." Ucap Agatha yang tersenyum kepada Helena. Helena hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat yang di miliki Agatha.


Agatha yang tertidur hingga terbangun di pagi hari setelah mengobati anjing hitam. Agatha langsung bersiap-siap untuk ke sekolah sambil menunggu kedatangan sang dokter hewan yang telah di hubungin oleh Agatha tadi malam.


Agatha yang sudah siap memakai seragam sekolahnya dan dokter hewan yang sudah datang.


"Apa rubah itu masih sakit?" tanya Sang dokter yang baru saja tiba.


"Tidak dok, kali ini yang sakit adalah dia." Jawab Agatha menunjuk arah ke anjing hitam yang masih terbaring di atas sofa.


"Dari mana lagi anjing ini?" tanya dokter itu yang heran.


"Aku hanya melihat terluka lalu membawanya." Jawab Agatha.


"Kau memang gadis yang baik, memang sebulan ini banyak anjing yang sakit. Bahkan meningkatnya anjing liar yang mati tanpa ada sebabnya sakit atau luka." Jawab dokter yang menjelaskan situasi yang terjadi saat ini sekaligus sedang memeriksa keadaan anjing hitam menggunakan alat kedokteran miliknya.


"Lalu bagaimana kondisinya dok?" tanya Agatha.


"Tidak ada hal yang serius. Semuanya baik, hanya sedikit luka saja kepalanya. Mungkin ini juga yang mengakibatkan dirinya belum sadar." Jawab Dokter itu.


"Syukurlah." Jawab Agatha.


"Kalian jaga rumah dengan baiknya, aku pergi dulu." Ucap Agatha yang berpamitan dengan anjing hitam yang masih tertidur dan Helena.


Agatha pergi bersama sang dokter hewan. Agatha yang menolak ajakan dokter hewan untuk di antarkan ke sekolah karena klinik hewan dan sekolah yang tidak sejalan.


"Kau tidak bangun juga?" tanya Helena yang melihat bahwa anjing hitam itu sudah terbangun. Yang ada di fikiran anjing hitam itu adalah ketakutan sehingga membuatnya tidak ada bergerak sama sekali hanya berpura-pura tidur.


"Makanlah, dia sudah menyiapkan itu untuk mu." Ucap Helena yang berada di dekat anjing hitam kemudian turun dari sofa meninggalkan anjing hitam di ruang tamu.


Helena berjalan ke arah kamar tamu untuk bermeditasi kembali. Mengumpulkan kekuatan untuk proses penyembuhan inti Forza miliknya. Helena bermeditasi hingga siang hari. Helena berhenti bermeditasi karena perutnya yang sudah lapar.


Melihat ke luar, tempat makan anjing hitam itu sudah habis bersih. Anjing hitam itu juga sudah bangun, posisi badan yang tertidur dengan kedua kaki di depan sambil kepala di depan dan lidah yang di keluarkan. Saat melihat Helena, anjing itu menutup wajahnya di balik kaki. Helena menghiraukan begitu saja dan terus berjalan ke arah makanan miliknya. Dan kembali bermeditasi hingga Agatha pulang sekolah .


"Kau sudah memakannya? Syukurlah kau sudah sadar." Ucap Agatha yang melihat tempat makam anjing itu sudah kosong dan mencoba untuk mengelus kepala anjing hitam itu.


"Guk.....Guk.....Guk...." Anjing hitam itu tidak memberikan izin Agatha untuk menyentuh dirinya.


Agatha mengundurkan dirinya dari anjing hitam dan pergi ke kamar. Berganti pakaian, membereskan rumah, mengerjakan tugas sekolah dan aktifitas lainnya sampai di malam hari. Agatha mengisi kembali makanan di atas kaleng anjing hitam dan memberikan makanan kepada Helena yang masih bermeditasi di dalam kamar. Agatha tetap tidak menganggu Helena yang sedang bermeditasi.


Aura kekuatan Forza yang tersebar di sekitar lingkungan sebagian distrik membuat Helena merasakannya dengan kuat. Helena menghentikan meditasi dan berjalan keluar. Anjing hitam tiba-tiba matanya berubah menjadi merah. Anjing hitam itu menggonggong membuat Agatha terkejut.


Anjing hitam itu turun dari sofa dan berjalan keluar rumah seperti mengikuti panggilan. Kekuatan Forza yang dirasakan oleh Helena ternyata memanggil anjing hitam. Agatha yang melihat anjing hitam keluar membuatnya mengikuti. Helena juga mengikuti Agatha yang berlari karena melihat adanya kekuatan Forza yang menarik jalan mereka tuju. Sampai di gang sepi dan cukup gelap ada seorang wanita yang sudah berdiri di tempat itu. Perempuan yang tubuhnya mengeluarkan cahaya seperti api membuat sekitarnya sedikit terang.Anjing hitam berhenti di depan perempuan itu.


"Kau ke mana saja anjing percobaan ku yang hampir berhasil?" tanya perempuan itu yang mengelus kepala anjing hitam. Perempuan itu bernama Agnia. Agnia adalah seorang Forza yang memiliki kemampuan api dan memiliki ambisi dalam penelitian manusia Forza.


"Jangan kesana." Ucap Helena dengan menarik kerah baju Agatha dari atas dinding yang turun di badan Agatha. Agatha dan Helena berhenti dan bersembunyi di balik dinding tembok gang. Melihat apa yang sedang terjadi di depan mereka. Mereka melihat Agnia dan anjing hitam itu.


"Jadi kekuatan Forza itu berasal dari dia?" tanya Helena dalam hati.


Agnia menyalurkan kekuatan miliknya di kepala anjing hitam. Membuat anjing hitam itu tiba-tiba menjadi ganas dan menggila menyerang Agnia.


"Bagus, serang aku seperti itu. Tunjukan terus kekuatan milik mu." Ucap Agnia yang terus menerus bertarung dengan anjing hitam dengan cara menghindari setiap serangan anjing hitam.


Agatha yang melihat hal itu sudah tidak sabar untuk ke arah itu. Sampai pada akhirnya Agnia yang ingin memukul ke tiga kali anjing hitam dengan kekuatannya di halangi oleh Agatha. Agatha tiba-tiba menggendong anjing hitam itu, dan serangan Agnia mengenai dinding jalan hingga hancur.


"Siapa kau berani-beraninya ikut campur urusan ku?" ucap Agnia yang melihat Agatha sudah menggendong anjing hitam.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Agatha kepada anjing hitam yang sudah tidak memiliki tenaga.


"Bocah itu?" ucap Helena yang kesal melihat Agatha sudah berada di sana.


Agnia langsung membuat bola api dari manna kekuatan Forza dan dilemparkan ke arah Agatha. Agatha dengan cepat juga menghindar serangan itu.


"Kau punya kecepatan untuk menghindari? Ternyata kau juga manusia Forza tipe kecepatan?" tanya Agnia.


"Aku hanya bisa berteleportasi dengan kecepatan sebanyak 4 kali. Aku hanya tinggal memiliki satu kesempatan lagi. Jadi aku harus melakukannya dengan cepat agar bisa kabur dari perempuan ini." Ucap Agatha dalam hati.


"Kau benar-benar membuat ku marah." Ucap Agnia yang sekarang serius menyerang Agatha.


"Guru, stop?" ucap seseorang dari tiba-tiba muncul menghalangi serangan Agnia ke arah Agatha.


"Alin?" panggil Agatha yang mengenal gadis di depannya.


"Pergilah dari sini." Ucap Alin kepada Agatha.


"Kau berani membantah ku sekarang?" ucap Agnia dan langsung melayangkan serangan ke arah Alin. Alin yang tidak bisa menghalangi kekuatan Agnia membuatnya terlempar ke lantai dan mengeluarkan darah dari mulutnya.