Don'T Hate Me, Baby!

Don'T Hate Me, Baby!
Kembali



Keesokan hari Chalissa dan Ansel sudah bangun. Chalissa lebih dulu bangun. Seperti biasa saat dia sudah bangun dia akan bergegas untuk membersihkan dirinya. Setelah itu dia pergi ke dapur memastikan menu sarapan. Saat Chalissa berada di dapur, Ansel pun bangun. Ia tersadar kalau istrinya pasti sedang sibuk di dapur bersama bi Nani dan bi Suti. Ansel masuk ke dalam kamar mandi.


Ansel keluar dari kamar mandi. Ia melihat pakaian kerja kemeja, celana serta dari yang sudah Chalissa siapkan. Ansel tersenyum, sepertinya istrinya lupa kalau hari ini adalah hari sabtu, yang artinya hari ini dia tak ada rutinitas ke kantor.


Ansel mengambil kaos polos di dalam lemari dan celana pendek.


"Sayang, kamu, gak kerja hari ini?" Chalissa terheran saat masuk ke dalam kamar mendapati suaminya tak mengenakan kemeja yang sudah ia siapkan.


Ansel tersenyum, ia menghampiri istrinya dan memeluknya dari samping.


"Ini kan hari Sabtu sayang" bisik Ansel.


Mata Chalissa terbeliak dan mulutnya terbuka membentuk huruf o. Kemudian ia tersenyum malu karena lupa kalau hari ini adalah hati Sabtu. Sepertinya rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga yang banyak menghabiskan waktunya hanya di rumah membuatnya tak dapat mengingat hari dengan baik.


"Kalau hari ini, hari sabtu. Kenapa tumben kamu sudah bangun sepagi ini?" tanya Chalissa yang mengingat kebiasaan suaminya yang sering bangun sedikit agak siang jika libur atau tak bekerja.


"Aku mau ajak Killian jalan-jalan pagi. Beberapa hari ini, aku sibuk, sayang dengan pekerjaanku. Sampai aku tidak ada waktu untuk mengajak Killian bermain di luar. Kita jalan keluar yuk, hem, kita ke taman, mau gak?" ajak Ansel.


"Boleh. Aku siap-siap ya, sekalian aku ajak Clarissa juga" ucap Chalissa, ia berjalan keluar kamar meninggalkan Ansel yang sedang berdiri di depan cermin, sedang mengeringkan rambutnya.


* * * * *


Semalam, Hanny mendapatkan pesan dari Ansel.


Ia sudah bangun dan berpakaian rapi, karena ia sudah janji dengan seseorang.


***


Sudah hampir 20 menit Hanny menunggu seseorang di sebuah tempat makan, di mana ia biasa menikmati sarapannya.


"Pagi, Han. Maaf ya lama" sapa Keenan yang segera mengambil posisi duduk berhadapan dengan Hanny.


Hanny tersenyum, "Iya kak, tidak apa-apa. O iya kakak mau makan apa? Tadi aku sudah pesan nasi uduk."


Keenan melihat booth makanan yang berada di sekitarnya. Keenan mengangkat tangannya dan seseorang menghampiri mereka.


"Mau pesan apa mas?" tanya seorang pria yang adalah salah satu pelayan di tempat makan sederhana Indonesia itu.


"Saya pesan bubur ayam pakai telur puyuh satu tusuk aja ya mas" balas Keenan, "hem, minumannya air mineral botol saja mas" imbuhnya, kemudian tersenyum sebelum pelayan tersebut meninggalkan mereka.


Hanny sedari tadi mengamati Keenan yang sedang berbicara dengan pelayan memesan menu sarapannya. Saat Keenan tersenyum ramah pada pelayan itu, Hanny dibuat terperangah. Ia sadar kalau Keenan memang memiliki senyum yang manis sama dengan Chalissa dan Clarissa.


"Ehem..." Keenan berdehem mendapati Hanny terdiam ke arahnya.


Hanny spontan memutar bola matanya ke arah lain.


Tutt...tutt...tuttt


Suara ponsel Keenan berdering.


"Pagi dear, ada apa?" sapa Keenan pada sosok di balik telponnya.


Hanny dibuat tersentak saat mendengar Keenan menyapa seseorang sudah pasti orang itu, seorang perempuan, mungkin kekasihnya.


Hanny tak enak hati harus mendengar perbincangan pagi mereka.


"Ya udah maaf ya dear, aku hari ini gak bisa ke apartemen kamu. Aku akan usahakan menemuimu nanti."


Tak lama seorang pelayan datang membawakan menu sarapan Hanny.


"Terima kasih" ucap Hanny ke arah pelayan yang segera pergi setelah meletakkan pesanannya di atas meja.


"Okay, dear. Sampai jumpa" ucap Keenan menutup telponnya.


Keenan tersenyum ke arah Hanny yang memberi kode padanya untuk menikmati sarapan.


Tak lama pesanan Keenan pun datang.


Mereka diam menikmati sarapan mereka. Hanny memilih untuk fokus pada makanannya tanpa melihat Keenan yang duduk di hadapannya. Keenan merasa kikuk dengan Hanny seolah mendiamkannya.


"Kamu sudah biasa sarapan di sini?" Keenan mulai membuka obrolan agar udara pagi yang segar tak membuat tubuh mereka menjadi dingin karena kediaman mereka.


Hanny tersenyum lagi saat melihat Keenan sudah menghabiskan sarapannya sampai bersih.


Keenan sendiri sadar dengan senyuman dan tatapan Hanny. Ia terkekeh.


"Buburnya enak"


Seorang pelayan menghampiri mereka untuk merapikan meja mereka.


"Terima kasih ya, kak. Sudah ditraktir" ucap Hanny.


Kini mereka berjalan ke arah mobil Keenan yang terparkir tak jauh dari tempat mereka makan.


* * * * *


Di dalam mobil, Chalissa masih belum tahu ke mana Ansel akan membawa mereka.


Ia hanya memilih diam, karena bertanya pun percuma. Ansel dari tadi sengaja tak mau memberitahunya tempat tujuan mereka.


Clarissa sendiri yang duduk di seat kedua, memilih untuk diam menikmati perjalanan paginya sambil bermain hape.


Mereka tiba di sebuah tempat wisata keluarga dan anak. Dari depan gerbang masuk, terlihat pemandangan hijau dengan tanaman dan pepohonan yang memenuhi lokasi tersebut.


Mereka sudah masuk area wisata. Seperti sebuah Padang rumput yang terbentang luas dengan fasilitas sawah dengan ukuran kecil. Di area rumput yang sepertinya tempat bersantai juga di fasilitasi dengan bean bag besar.


"Gimana suka gak?" tanya Ansel saat melihat ekspresi istri dan adik iparnya.


"Bagus kak. Kita duduk di mana kak?" Clarissa mengamati lokasi tersebut di mana sudah ada beberapa orang yang sudah duduk bersantai dengan menggunakan bean bag dan tikar. Bahkan ada juga yang memilih menggunakan tenda dengan ukuran sedang yang sudah disiapkan oleh tempat wisata tersebut.


"Di sana" ucap Ansel menunjuk ke arah lokasi yang berada cukup jauh dari mereka duduk. Sebuah tempat yang ada di ujung, terlihat sebuah tenda yang sudah terpasang.


Sebelum mereka ke lokasi itu, Ansel sudah lebih dulu membooking tempat. Ia sengaja meminta lokasi yang private.


* * * * *


"Ayok kak, kita masuk" ajak Hanny.


Mereka berjalan melewati beberapa orang yang sedang menikmati udara pagi. Terlihat beberapa orang yang memang sengaja datang hanya sekedar refreshing dan ada juga yang menikmati pagi dengan olahraga ringan.


***


Keenan terdiam melihat seseorang yang berdiri tak jauh juga melihatnya.


"Kak Keenan" ucap Chalissa lirih, namun ucapnnya masih terdengar oleh Clarissa yang sedang membantu Ansel menggelar tikar di samping tenda.


Clarissa menghentikan kegiatannya, dan matanya melihat Chalissa disusul dengan tatapannya ke arah sesosok pria yang berdiri memandangi kakaknya.


Hanny memegang tangan Keenan dan menuntunnya untuk beejalan menghampiri keluarga kecil Ansel.


"Chalissa" sapa Keenan yang sudah berdiri dekat dengannya. "Clarissa" sapanya lagi melihat ke arah adik kecilnya yang berdiri di belakang Chalissa.


Chalissa tak dapat membendung air matanya. Kini buliran bening itu sudah menetes berlahan.


Keenan membuka tangannya, merentangkannya berharap kedua adiknya akan berhambur ke pelukannya.


Chalissa menangis menghampiri kakaknya. Seorang kakak yang sudah amat lama tak dilihatnya. Di susul dengan Clarissa yang ikut memeluk kakak laki-lakinya.


*


*


*


*


*


Happy Reading 😍