Don'T Hate Me, Baby!

Don'T Hate Me, Baby!
Sahabat Rasa Saudara



2 bulan berlalu


Hubungan Ansel dan Chalissa baik-baik saja, dan semakin baik. Meskipun mereka belum bisa meyakini perasaan masing-masing. Akan tetapi, mereka sudah menjalani hubungan pernikahan mereka dengan baik layaknya hubungan suami istri pada umumnya.


Siang ini, Chalissa mengajak Hanny menemaninya berbelanja. Sebenarnya tujuannya bukanlah untuk berbelanja. Tapi Chalissa hanya merasa bosan selalu di rumah, dan ingin menghabiskan waktu dengan sahabatnya itu.


"Memangnya kamu mau beli apa sih Sa?" tanya Hanny berputar-putar di pusat perbelanjaan.


Hanny merasa bingung melihat Chalissa yang sepertinya tidak berniat untuk membeli apapun.


Sampai mata Chalissa terpanah pada sebuah objek.


"Hann, bagus gak menurut kamu?" menunjukkan sebuah kemeja pada patung manekin.


"Bagus Sa" sambil mengacungkan ibu jarinya.


"Benaran??!" masih ragu


"Hmmm, kalau menurutku sih bagus" ulang Hanny


"Cocok gak Hann?!!" kembali merasa ragu lagi.


"Lohh kamu kan istrinya, Sa. Setidaknya kamu kan tahu selera pak Ansel, hehehe... Jadi kamu yang tahu masalah cocok atau gak buat pak Ansel" celoteh Hanny seraya meledek sahabatnya.


Sebenarnya Chalissa ragu untuk membeli kemeja itu bukan karena gak yakin akan cocok di badan Ansel. Karena wajah tampannya membuat apapun yang menempel di badan Ansel pastilah semua akan cocok. Chalissa ragu karena itu pertama kalinya ia membelikan Ansel sesuatu, apalagi pakaian.


Akhirnya setelah Hanny meyakinkan Chalissa, ia pun memutuskan membeli kemeja yang sudah membuat matanya terpana.


"Hann, makan yuk. Aku lapar" ucap Chalissa dengan tampang memelas, membuat Hanny terkekeh melihat sahabanya.


Lalu mereka memasuki sebuah restoran.


"Makanmu banyak juga Sa, hehehe" ejek Hanny yang takjub pada sahabatnya yang sanggup menghabiskan makanan 3 porsi.


Chalissa mesem menanggapi ejekan Hanny. Dia tidak memberi jawaban, karena ia yakin Hanny pasti tahu alasan dia makan banyak.


"Hanny, masa magangmu di kantor Ansel masih lama ya?" tanya Chalissa


"Dua bulan lagi. Memang kenapa?!" penasaran


"Cuma mau tahu aja" tutur Chalissa yang melanjutkan menghabiskan menu terakhirnya, yaitu es campur.


"Sa, gimana sih rasanya sedang hamil?" Hanny tertawa penasaran.


"Hmmmm.. gimana ya, hehehe" ucap Chalissa mulai menggoda Hanny


"Issss, menyebalkan sekali" kesal Hanny dengan suara getir.


Chalissa tertawa lepas melihat ekspresi sahabatnya yang kesal digodanya.


"Nanti kalau kamu sudha menikah, kamu akan merasakannya juga Hann. Kalau aku cerita belum tentu kamu yakin, hehehe" ucap Lissa melanjutkan memakan es buah.


"Hmmm, Sa... Gimana rasanya jadi istri pak Ansel??!" pertanyaan Hanny membuat Chalissa tersedak.


"Ya ampun baru tanya itu saja kamu sampai tersedak! Gimana kalau aku tanya pertanyaan yang lebih lebih tuh?!!" celetuk Hanny mengambilkan tissue untuk sahabatnya.


"Pertanyaan yang lebih-lebih itu apa?!!" balas Lissa dengan mata mendelik.


"Isssh.. kenapa melihatku begitu?!!" sungut Hanny yang seolah ingin dimakan oleh sahabatnya.


"Ya sudah aku tidak akan bertanya!" imbuhnya merasa bete dengan ekspresi Chalissa.


"Jangan-jangan kau suka sama seseorang ya??? Ya kan?!!!" ucap Chalissa dengan suara mulai menggoda sahabanya lagi.


"Apa sihhh??" Hanny menghindari tatapan Chalissa yang terus menggodanya.


"Kamu mau tahu yang lebih-lebih itu pasti gimana rasanya saat melakukan hmmmmmm, iya kan???" goda Chalissa sengaja diakhir kalimat ia sensor.


Kening Hanny tiba-tiba mengerut membuat tatapan matanya sedikit menyipit. Chalissa terbahak melihat mimik wajah sahabatnya.


"Sudahlah. Nanti kalau kamu udah cerita siapa pria yang kamu suka baru aku akan cerita, HAHAHA" lanjut Chalissa dengan wajah yang memerah karena puas menertawakan Hanny.


"Bodoh!!" cetus Hanny siap-siap karena mereka akan segera keluar dari restauran.


Saat mereka bersiap untuk berdiri dari duduk mereka, tiba-tiba seorang wanita menghampiri mereka dan berdiri berhadapan dengan Chalissa.


"Apa aku bisa mengobrol denganmu sebentar??!" permintaan yang dibarengi penekanan.


Wanita itu seperti pernah ia lihat. Tapi dia lupa, ia lupa di mana pernah melihat wajah cantik wanita itu.


"No, nona Bell... Bellva" ucap Hanny pelan dan terbata-bata.


Chalissa yang mendengar nama yang tidak asing itu disebut, seketika wajahnya berubah menjadi serius.


"Kau pasti pernah mendengar namaku kan?!!" senyum Bellva sinis.


Chalissa tidak menjawab sedikit pun pertanyaan Bellva itu.


"Bisakah kau meninggalkan kami sebentar??!" suara Bellva yang terdengar tegas kepada Hanny.


"Tinggal kami Hann" Lissa segera memotong ucapan Hanny yang belum selesai.


Chalissa memberikan kode kepada Hanny untuk meninggalkan mereka. Dengan langkah yang pelan dan ragu, Hanny berjalan meninggalkan Chalissa dan Bellva yang terlihat mulai duduk. Hanny memilih berhenti dan memandangi dua wanita yang nampak serius sedang mengobrol dari kejauhan 7 meter.


"Aku tahu Chalissa, kamu tahu kalau Ans tidak mencintaimu. Dia mencintaiku kan?!!" ucapan Bellva begitu percaya diri.


"Apa masalahmu?" Chalissa hanya berucap dengan ringan.


"Kenapa kau egois?!! Kau membiarkan Ansel terpaksa menikahimu padahal kau tahu dia hanya mencintaiku!!!" ucapan Bellva seolah sedang berusaha menusuk Chalissa.


"Ansel tidak pernah menunjukkan kalau dia terpaksa! justru dia menikmati pernikahan kami!!" ucapan Chalissa yang tidak mau kalah. Bahkan tatapannya terlihat tajam.


"4 tahun, aku dan Ans saling mencintai, Dan kau hadir menggeserku hanya dalam semalam!! Apa kau memang sudah mengincarnya??? Kau senang bisa mengandung anaknya?!!"


"Jaga ucapanmu nona!!!" bentak Chalissa


"Kau terlihat murahan Chalissa!!!" maki Bellva di depan wajah Chalissa.


"Apa kau yakin aku yang murahan??!" Chalissa balas melempar pernyataan Bellva padanya.


"Hebat sekali kau!!! Apa sekarang kau mau bilang aku yang murahan??!!" ucap Bellva sambil memberi tepukan tangan di depan wajah Chalissa. Tepukan tangan yang tidak menghasilkan suara sama sekali.


"Kau jawab sendiri!!!" Chalissa tersenyum kecut.


"Apa yang kau lakukan??!!!" teriak Chalissa pada Bellva yang menyerobot ponselnya yang berada di meja.


Chalissa mencoba merebut ponselnya dari tangan Bellva. Tapi wanita itu menahan Chalissa.


"Tenang Chalissa!!! Aku hanya ingin menunjukkan sesuatu yang bisa membuatmu sadar!!!" ucap Bellva dengan tatapan tidak bersahabat.


"Ini!! Aku sudah memasukkan nomor ponselku. Dan aku pun akan menyimpan nomormu!!!"


"Untuk apa??!!" kesal Chalissa tidak membiarkan Bellva melanjutkan ucapannya.


"Ada hadiah yang akan aku tunjukkan padamu!!!" ucap Bellva, lalu wanita itu membelakangi Chalissa, hendak meninggalkan dirinya.


"Tunggu kejutan untukmu" ucap Bellva lagi dengan senyuman yang mengejek.


Setelah Bellvania pergi, Hanny segera menghampiri sahabatnya.


"Sa, apa yang kalian bicarakan??!" tanya Hanny khawatir


Chalissa terdiam memperhatikan ponselnya.


"Apa ada sesuatu di ponselmu?! Coba aku lihat!" Hanny hampir mengambil ponsel Chalissa, tapi Chalissa menahannya.


"Tidak ada apa-apa Hann. Kau tidak usah khawatir" ungkap Chalissa


"Bagaimana mungkin aku tidak khawatir Sa. Dia datang, lalu kalian mengobrol sangat serius. Tidak mungkin dia tidak ada tujuan untuk menyakitimu!!" jelas Hanny yang begitu memperhatikan sahabatnya.


"Sa, jika wanita itu menyakitimu. Kau harus menceritakannya padaku" imbuhnya lagi


"Iya Hann. Tapi kami hanya mengobrol biasa" balas Lissa berusaha menutupi rasa penasarannya pada Hanny.


"Kamu harus cerita juga Sa pada pak Ansel" saran Hanny


"Tolong Han, tolong jangan cerita apapun ke Ansel. Aku akan baik-baik saja" terang Chalissa.


"Tapi Sa, aku khawatir padamu. Kau sedang hamil. Aku tidak mau dia akan menyakiti perasaanmu" ungkap Hanny yang terus menunjukkan kecemasannya.


Chalissa tersenyum bangga pada Hanny, lalu ia merangkul bahu sahabatnya itu sambil menyenderkan kepalanya ke salah satu bahu Hanny.


"Makasih ya sahabatku... Kamu adalah sahabat kecil terbaikku"


"Uhhhhh, aku sangat menyayangimu, Chalissa" ucap Hanny sedikit melow


.


.


.


.


.


Happy Reading 😍


Reader jangan lupa VOTE author ......


Berikut Cara memberikan VOTE untuk author ya reader


Terima kasih Readerku ❤️❤️🙏