Don'T Hate Me, Baby!

Don'T Hate Me, Baby!
Kapan Mulai Bekerja???



Di kamar kosnya, tiba-tiba pikiran Hanny melayang kepada Lissa. Dia merasa khawatir pada sosok sahabatnya.


Sebenarnya Cindy bekerja di mana?.. Kenapa bisa Lissa menerima tawaran Cindy tanpa tahu pekerjaannya apa yang akan dia kerjakan??!!.. Kenapa Lissa begitu bodoh??!.. Apalagi dia begitu polos. Terlalu berpikir bahwa semua orang itu baik!!!.. Dasar bodoh, bagaimana kalau Cindy membodohinya???!!!!... Pikiran Hanny terus melayang-layang pada Lissa


Dia memutuskan untuk menghubungi Lissa. Berkali-kali dia menghubungi sahabatnya tapi tidak ada jawaban, Hanny semakin khawatir. Kemudian dia mengirimkan pesan kepada sahabatnya.


"Lissa, apakah kamu sudah sampai? Kamu tinggal di mana?"


"Bagaimana tempat tinggalmu, nyamankah untukmu?"


"Kalau ada apa-apa segera kabari aku ya Lissa. Besok aku akan mulai magang di perusahan pengembangan software. Aku senang mendapat kesempatan bisa magang di sana. Jagalah dirimu baik-baik"


Namun tidak ada balasan, bahkan tanda-tanda Lissa membaca pesannya. Hanny merasa frustasi tidak ada balasan dari Lissa. "Mungkin dia sudah tidur, Hahh".. Hanny membaringkan tubuhnya di kasurnya dan meletakkan hapenya.


"Kasihan Lissa, dia harus berjuang sendiri untuk ibu dan adiknya. Padahal dia punya kakak. Apa kak Keenan benar-benar sudah tidak peduli ya pada keluarganya. Hahhh"... membuang napasnya dengan kasar.


Lama membiarkan pikiran melayang pada Lissa, rasa kantuk pun menyerangnya. Kemudian Hanny tidur


* * * * *


Esok hari di apartemen Cindy


Cindy baru saja kembali ke apartemen.


"Kamu baru pulang Cind?"... tanya Lissa kaget sambil melihat jam dinding yang tergantung di atas televisi.


Namun, Cindy tidak menghiraukan pertanyaan dari Lissa. Ia segera masuk ke kamar. Ia membersihkan tubuhnya lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur hingga tertidur dengan pulas.


"HAH!! Semalam Hanny menghubungiku".. Lissa nampak mengingat kejadian semalam. Ia bingung kenapa dirinya tidak mendengar panggilan dari Lissa. Padahal hapenya tidak disilent. Lissa sengaja tidak mengsilent hapenya, karena takut-takut keluarganya menghubunginya lalu dia tidak mendengar. Kemudian dia melihat ada pesan dari Hanny, Lissa membaca pesan itu


"Lissa, apakah kamu sudah sampai? Kamu tinggal di mana?"


"Bagaimana tempat tinggalmu, nyamankah untukmu?"


"Kalau ada apa-apa segera kabari aku ya Lissa. Besok aku akan mulai magang di perusahan pengembangan software. Aku senang mendapat kesempatan bisa magang di sana. Jagalah dirimu baik-baik"


Selesai membaca pesan dari Hanny, Lissa nampak senang wajahnya berseri. Serasa membaca pesan dari seorang kekasih saja. HEHEHE... Kemudian Ia menggerakkan jari-jarinya untuk membalas pesan dari Hanny.


"Maaf Han, semalam sepertinya aku kelelahan. Jadi aku tidak mendengar kamu menelponku. Aku baik-baik saja dan nyaman di tempat kosan Cindy. Sukses ya magangnya"


Lissa berharap Hanny akan segera membalas pesannya. Ternyata, lama menunggu tidak ada balasan dari Hanny. Lissa pun mengirimkan alamat Cindy.


Lissa merasa bosan terus di dalam kosan Cindy. Ia bolak balik menari tontonan televisi yang bisa mengalihkan rasa bosannya. Tapi tidak ada satu pun tontonan yang berhasil mengalihkan kebosannanya.


Tiba-tiba "Gimana semalam tidurmu nyenyak gak?".. tanya Cindy selesai membuat segelas coffe. Nampaknya ia sudah merasa segar setelah tidur sebentar.


"Iya Cin. Apalagi setelah perjalanan yang melelahkan".. tutur Lissa


Saat pandangannya sedang fokus menonton televisi. Lissa dikagetkan dengan apa yang diciumnya.


"Kamu ngerokok Cindy??!".. tercengang setelah mengalihkan pandangannya pada Cindy yang duduk di kursi meja makan.


"Kamu gausah kaget gitu Liss, lama-lama kamu juga terbiasa".. Cindy nampak santai saja bahkan tidak peduli dengan respon Lissa.


"Sejak kapan kamu merokok?".. Lissa seolah mulai menyelidik


"Sejak sekolah".. Cindy masih terlihat santai


"Di kota besar seperti ini kamu gausah kaget melihat wanita merokok. Di kampung saja ada wanita yang merokok kok. Apalagi saat kamu sudah bekerja nanti pemandangan seperti ini akan menjadi pemandangan biasa untukmu"... ujarnya melihat mimik wajah Lissa yang terkesan syok.


Lissa tidak melanjutkan perbincangan mereka. Pikiran langsung bertanya-tanya mengenai jenis pekerjaan apa yang akan dia kerjakan.


"O iya Cin, aku mau tanya dong".. Lissa menunggu jawaban Cindy yang masih sabar menghisap rokoknya.


"Tanya apa?".. Cindy memandang Lissa


"Kamu kerja di mana? Dan jenis pekerjaannya seperti apa sebenarnya??!!".. wajah Lissa penuh selidik


"Kamu penasaran atau curiga?!!"... merasa ada yang aneh dari pertanyaan Lissa


"Bukan begitu. Aku hanya ingin tahu saja, nanti aku akan bekerja apa?".. tutur Lissa yang langsung berusaha meralat maksud dari pertanyaannya itu.


"Te.. ten.. tentu saja tidak Cindy. Ak.. aku sangat senang kok kalau bisa segera mendapatkan pekerjaan".. Lissa merasa tidak enak pada Cindy.


Cindy memberikan senyuman membalas perkataan dari Lissa


"Emangnya kamu benar-benar membutuhkan uang?"..


"Iya Cin".. suara Lisa terdengar sendu


"Ibuku sakit dan adikku membutuhkan biaya juga untuk sekolah. Aku benar-benar ingin membantu mereka".. suara itu semakin sendu


"Baiklah. Bersabarlah aku akan membantumu mendapatkan pekerjaan dan menghasilkan banyak uang"... jawab Cindy


"Kapan bisa mulai bekerja Cin?".. Lissa nampak tidak sabar


"Segera"... kemudian Cindy berlalu masuk ke dalam kamar.


* * * * *


Perusahaan Netware Corporation, tempat Hanny magang.


"Nama kamu Hanny Zhafira?!!".. tanya seorang wanita yang berpenampilan seperti seorang sekretaris.


"Iya benar".. jawabnya dengan mimik yang tegang


"Mulai hari ini kamu akan magang. Kamu akan magang menjadi sekretaris. Saya akan menjadi tutormu selama magangmu".. tutur Davina, wanita cantik dan seksi


"Saya adalah sekretaris direktur utama yaitu pak Ansel Zaccheo Putra atau biasa dipanggil pak Ansel.


"Ohh".. Hanny tertegun


"Ada pertanyaan?".. Davina seolah memberi ruang bagi Hanny untuk berpikir


"A- a.. Apa tugas tugas saya?".. Hanny masih terlihat gugup


"Seharusnya kamu sudah tahu tugas seorang sekretaris. Tapi karena di sini kamu hanya magang jadi kamu akan banyak bekerja membantu saja dalam menyiapkan setiap keperluan-keperluan pimpinan. Sedangkan yang berperan langsung kepada pimpinan akan tetap saya. Apa kamu bisa?"... tanya Davina


"Tentu saja".. sembari tersenyum


Disela perbincangan mereka, seorang pria mendekati meja Davina.


"Davina tolong siapkan berkas rapat siang nanti. Segera bawa ke ruanganku"... perintah pria tampan yang memiliki tinggi 178 cm itu. Sejenak Hanny tercengang melihat ketampanan pria tersebut.


"Baik pak, segera".. Davina dengan lugas menjawab perintah bossnya yaitu Dirut perusahaan Netware Corporation yaitu pak Ansel.


Kemudian Ansel pun berlalu masuk ke dalam ruangannya.


"Itu namanya pak Ansel".. tunjuk Davina pada pria yang memiliki tatapan tajam


"Tampan sekali pak Ansel Zaccheo".. gumannay dalam hati.


.


.


.


.


.


Reader jangan lupa terus berikan dukungan kepada Author ya supaya bisa terus up cerita don't hate me, Baby!


please...


FOLLOW, VOTE, LIKE


Happy reading 😍