Don'T Hate Me, Baby!

Don'T Hate Me, Baby!
Aku Tidak Mencintaimu



Ansel membawa Lissa dalam dekapannya. Ia memeluk Lissa dan membelai rambutnya. Lissa terus meronta berusaha melepaskan pelukan Ansel.


"Chalissa tenanglah" Ansel masih menahan Lissa dalam pelukannya


"Kenapa aku harus seperti ini Ans?"


"Aku ingin bekerja untuk ibu dan adikku. Aku berjanji pada mereka tidak akan mengecewakan mereka Ans. Tapi sekarang aku hamil" tangisan Lissa masih terdengar disela-sela perkataannya.


Ansel mengusap kepala Lissa, ada rasa bersalah telah membuat perempuan dihadapannya harus menanggung aib.


"Chalissa apa kau mau menikah denganku??" Ansel melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Lissa dengan tangannya.


Lissa menatap mata Ansel dengan penuh pertanyaan.


"Apa kau ragu padaku?" Ansel mendekati wajahnya pada wajah Lissa, hingga jarak wajah mereka hanya 10 cm.


"Aku tidak mencintaimu" ungkap Lissa


"Apa kita harus saling mencintai dulu baru kita menikah?" balas Ansel


"Aku tahu kau pasti tidak mencintaiku. Tapi kita bisa menikah untuk sementara waktu Chalissa. Aku akan bertanggungjawab untuk anakku." ujar Ansel


Lissa melepaskan tangan Ansel. Lalu membelakanginya.


"Dulu aku bermimpi akan menikah dengan orang yang aku cintai. Bukan seperti ini" jelasnya, hatinya sulit menerima kenyataan.


"Lalu sekarang apa yang kamu mau??!"


Lissa masih berpikir


"Aku ingin menggugurkan bayi ini, Ans"


"Jangan bodoh Chalissa!! Aku tidak akan setuju dengan idemu itu. Lahirkan anak ini, kalau kau tidak mau merawatnya biar aku yang merawatnya!" ketus Ansel memegang bahu Lissa kembali.


"Ta-tapi, aku gak mau hamil. Aku harus bekerja. Aku harus membiayai ibu dan adikku. Apa kau bisa paham?!!!"


"Kalau begitu begini saja. Kau lahirkan anak ini, selama kau mengandung anakku. Aku anggap kau sedang bekerja untukku. Maka tiap bulan kau akan menerima gaji dariku. Maaf bila ini terdengar konyol, tapi aku tidak mau melakukan kesalahan kedua Chalissa!" jelas Ansel.


"Pikirkanlah Chalissa, bayi ini tidak bersalah. Aku akan kembali lagi nanti!" Ansel pergi keluar, ia meninggalkan rumah itu.


* * * * *


Di dalam kamar Lissa menangis tersedu-sedu. Bi Nani merasa kasihan pada Lissa, lalu dia menghampiri Lissa.


"Non, minumlah dulu" tawar bi Nani menyodorkan sedelas air putih dan membantu Lissa untuk meneguknya. Selesai minum Bu Nani mencoba untuk menenangkan Lissa. Bi Nani memberikan nasihat dan mendukung Lissa untuk menikah dengan Ansel. Bi Nani menerangkan kalau tuannya itu adalah laki-laki yang baik karena bi Nani sudah mengenal Ansel cukup lama.


* * * * *


Di rumah keluarga Ansel


Bi Myra mengadakan jamuan makan malam. Ia mengundang Bellvania juga. Sekaligus malam itu sebagai jamuan ulang tahun Bellvania.


"Hallo kak Monique" sapa Bellvania, mereka berpapasan di ruang tengah sebelum memulai makan malam. Monique menggigit sudut bibirnya nampak kegeraman melihat kehadiran Bellvania.


Tepatnya dua bulan yang lalu, Monique tidak suka dengan Bellvania karena dirinya telah membatalkan rencana pertunangan antara dirinya dengan Ansel. Memang Monique dari awal tidak terlalu dekat dengan Bellvania. Bagi Monique, Bellvania hanyalah gadis manja yang selalu berlindung di belakang ayahnya, tuan Davidson Joseph.


"Nyali juga ya harga dirimu" ketus Monique


"Kenapa kakak begitu tidak menyukaiku? Apa kita pernah ada masalah??!" tanya Bellvania dengan bahasa menyindir.


Monique tersenyum acuh.


"Aku semakin yakin, kau tidak pantas untuk adikku. Sekalipun pantas, AKU TIDAK AKAN RELA!!" geram Monique, kemudian dia pergi sambil menghempaskan bahu Bellvania.


Bellvania berdiri dengan kegeraman melihat ulah Monique, ia mengepalkan tangannya.


* * * * *


Jamuan Makan Malam


Saat menyantap jamuan makan malam tak satupun mengeluarkan suara, selain saling menatap dan tersenyum.


Bellvania terus mencoba untuk mencuri pandangan Ansel yang duduk berhadapan dengannya. Namun Ansel tidak berkutik, ia terlihat mengacuhkan Bellvania. Monique yang duduk di samping Ansel menangkap sikap Bellvania, dan ia tersenyum acuh.


"Bagaimana hidangan makan malam hari ini tuan Davidson?" tanya Bu Myra kepada ayah Bellvania mencoba membuka pembicaraan.


"Jamuan makan di rumah anda selalu tidak kurang nyonya Myra. Saya rasa tuan Richard tidak salah memilih anda" puji tuan Davidson sambil menatap tuan Richard yang adalah papa dari Ansel dan Monique.


"Anda bisa saja tuan" balas Bu Myra


Malam itu Bellvania datang bersama dengan ayahnya tuan Davidson Joseph. Orang tua Bellvania telah bercerai saat Bellvania berusia 19 tahun. Ibunya selingkuh, membuat tuan Davidson menceraikan istrinya. Tidak lama ibunya menikah dengan selingkuhannya. Dan sudah hampir 7 tahun tinggal di Belanda.


Pak Davidson dan pak Richard adalah sahabat bisnis. Mereka sudah sangat lama saling mengenal, hingga mereka berharap bisa menjalin hubungan lebih dekat lagi melalui anak mereka yaitu Ansel dan Bellvania. Jujur saja mereka sangat bahagia ketika mereka tahu kalau anak mereka berpacaran. Hanya saja kebahagian itu pernah sirna, ketika Pak Richard dan Bu Myra datang berkunjung ke kediaman pak Davidson. dalam rangka ingin membicarakan pertunangan Ansel dan Bellvania. Bellvania menolak dan memutuskan hubungannya dengan Ansel. Bahkan ia mengakui perselingkuhannya dengan Martin, sahabat Ansel.


Dan kini mereka merasa senang kembali karena Bellvania sudah mengakui kesalahannya dan bermaksud ingin kembali pada Ansel.


"ekhmmm...ekhmmm..." Pak Richard membatukan suaranya memberi kode bahwa mereka akan masuk dalam topik percakapan makan malam mereka yang sebenarnya.


"Saya rasa ini adalah waktu yang tepat membahas sesuatu yang pernah terhalang tuan Davidson" ucap pak Richard.


Bu Myra segera memberi kode kepada kepala pelayan untuk merapikan meja makan dan menggantikannya dengan jamuan penutup.


Suasana menjadi hening. Monique terdiam mengawasi papanya. Bellvania tersenyum seolah mengerti topik yang akan dibicarakan. Sedangkan Ansel, dia menundukkan kepalanya. Ia masih bermain pada sendok di tangannya. Pikirannya masih tertuju pada Lissa yang sedang hamil.


"Baiklah tuan Richard, anda dapat memimpin pembicaraan kita" sambil tertawa kecil diikuti oleh Bellvania.


"Ansel... Ans" panggil mamanya, Ansel masih belum sadar pada lamunannya.


"Ansel" panggil mamanya lagi.


"Iya mah" sahutnya


"Ansel, Papa sudah membicarakan ini dengan mamahmu" ucap pak Richard


"Membicarakan apa??" menyambar ucapan papanya.


"Ans sabar lah" bujuk Bu Myra.


"Masalah pertunanganmu dengan Bellvania, Ans" sambung pak Richard


Ansel langsung tersenyum masam. "Kenapa papa tidak membahas ini denganku dulu? Ini tentang pertunanganku tapi papa tidak menanyaiku?!! gerutu Ansel


"Ans bukan begitu nak. Mama dan papa hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu Ans" bela Bu Myra


"Bagaimana kalau Ansel menolak?!!" ketus Ansel


Suasana menjadi menegang. Pak Davidson berusaha tenang dengan wibawanya.


"Nak Ans, Paman tidak akan memaksamu untuk menerima pertunangan malam ini. Kau bisa memikirkannya" ucapan ayahnya membuat Bellvania tercengang, ia menatapi ayahnya dengan kesal.


"Terima kasih paman atas pengertian anda. Tapi saya rasa, keputusan saya adalah maaf saya tidak bisa" ucap Ansel tegas


"Ansel!!" teriak pak Richard menggebrak meja.


"Ansel, kau tidak perlu terburu-buru nak. Kau masih punya waktu untuk berpikir" rayu Bu Myra


Monique yang duduk di sebelah Ans, terkejut ketika melihat Bellvania berdiri dari bangkunya, dan berlari ke arah Ansel. Di hadapan Ansel tiba-tiba ia tersungkur.


"Ansel, aku mohon maafkan aku. Apa kau masih marah Ans??!" permohonan Bellvania


"Tolong jangan seperti ini! bangunlah!!" sentak Ansel


"Aku tidak akan bangun kalau kau masih tidak memaafkanku, Ans!!" Bellvania ngotot tetap bersungkur


"Nak, jangan seperti itu" ucap Bu Myra, "Ans, maafkanlah Bellva" pinta Bu Myra


"Aku sudah memaafkanmu"


"Benarkah?" tidak percaya


"Tapi bukan berarti aku menerimamu Bell" tegas Ansel


"Kenapa Ans??" bingung Bellvania


"Aku akan menikah dengan orang lain"


"uhukkk... uhukkkk" Monique yang sedang minum tiba-tiba terbatuk kaget.


"Apa yang kau katakan Ans??" tanya pak Richard terkejut


"Aku akan membicarakan ini dengan kalian mah, pah. Maaf aku sudah selesai, aku akan kembali ke kamarku" Ansel dengan cepat berlalu.


.


.


.


.


Happy reading 😍